My Ex Secretary

My Ex Secretary
Bab 168 : Tersembunyi


__ADS_3

Di tempat lain, Luna yang mendapatkan kabar dari kakaknya bergegas ke lokasi temannya berada. Dimana di sana dia melihat tenda gawat darurat yang dikhususkan untuk para tentara yang terluka karena dampak kecelakaan tadi. 


Sambil bergegas ke arah tenda berwarna hijau itu, Luna memasukkan peluru ke dalam pistolnya dan meletakkan sniper yang ia miliki di belakang punggungnya. Dengan sekali tarikan, Luna membuka pintu tenda yang tertutup dan melihat ke dalam tenda tersebut sambil mencari keberadaan seseorang yang sedang ia cari.


"Luna." Panggil seseorang membuat Luna yang mendengar panggilan tersebut menoleh dan berjalan ke arah suara tersebut berasal. 


Dimana disana Luna bisa melihat penampilan Jiro yang menyedihkan, sambil memegang salah satu lengan pasien yang ada di sampingnya. Luna yang berjalan mendekat ke arah Jiro, mulai memperlihatkan kondisi pasien yang ada di samping Jiro dengan jelas.


Dengan balutan yang cukup besar, hampir seluruh tubuh wanita tersebut telah tertutupi oleh perban putih. Bahkan orang yang melihatnya, bisa saja salah menebak gender pasien saat melihat keadaan yang begitu tragis di pasien itu.


"Jiro, kau-"


"Ya, seperti yang kau lihat. Adikku terkena dampak kecelakaan lebih parah dari yang lain dan aku sudah menebak bahwa mereka sudah mengincar adikku sejak lama." Jelas Jiro dingin sambil menatap kondisi adiknya yang mengenaskan.


"Apa kau tau siapa dalang nya?"


"Dalang? Heh, kau pasti akan terkejut saat mengetahui dalang di balik kejadian kali ini dan seorang pengkhianat yang telah menunjukkan keberadaannya setelah sekian lama bersembunyi." Dingin Juri saat mengetahui orang di balik kejadian kali ini dari bawahannya.


"Butler." 


Dengan satu kata, Jiro yang mendengar sebutan tersebut membuka matanya dan menatap Luna dengan tatapan tenang. Seolah ketenangan itu akan menjadi kabar bahwa badai akan berhembus dan terjadi di saat itu juga.


"Jiro?"


"Ya, kau benar."


"..."


"Menarik bukan, hahaha. Kau tau saat ini aku merasakan bahwa darah yang mengalir di dalam diriku sedang mendidih dan siap untuk Menghabisi orang itu." Dingin Jiro dan melepaskan genggaman tangannya.


"Apa kau sudah mencari tau siapa orang di balik orang itu?" Tanya Luna yang tidak mengangkat bahwa orang di balik kejadian kali ini adalah pelayan kepercayaan kakaknya.


"Black Emperor."


"BE, mereka sepertinya sudah mempersiapkan pemberontakan sejak lama."


"Bukan sejak lama Luna, tapi sudah sejak generasi pertama kakek buyut kita. Mereka sudah mempersiapkan semua hal yang diperlukan untuk mendapatkan potongan peta tersebut."

__ADS_1


"Potongan, tunggu-"


"Luna, apa kamu sudah mengamankan potongan peta yang ku berikan padamu waktu itu?" Tanya Jiro sambil menatap Luna lekat-lekat.


"..."


"Luna. . . "


"..."


"Permisi, tuan Jiro kami menemukan sebuah brankas dari tumpukan 


puing-puing kebakaran." Teriak salah satu bawahan Jiro sambil melaporkan situasi terkini tentang penemuan barang yang diakibatkan kejadian kali ini.


Jiro yang mendengar laporan bawahannya dengan cepat berdiri dan melangkahkan kakinya keluar dari tenda gawat darurat. Dengan Luna yang mengikutinya dari belakang, mereka berdua berjalan menuju lokasi pengumpulan barang-barang yang berada tepat di samping tenda korban.



Dan dengan langkah kaki yang tegas, Jiro melihat tumpukan barang-barang yang ditemukan di sana.


"Untuk apa tumpukan barang-barang ini?" Tanya Luna yang tidak mengetahui kondisi terbaru dari kecelakaan kali ini dan hanya bisa membantu dengan memanggil bawahannya untuk memadamkan api yang berkobar.


"Jadi itulah alasan kenapa Joe terluka dalam kejadian kali ini?"


"Ya, dan pintarnya lagi mereka menargetkan orang-orang yang memiliki kemampuan terbaik di tim kita. Walaupun beberapa orang terluka, tapi tetap saja adikku yang memiliki kekuatan penghancur itu terluka lebih parah dari yang lain dan aku masih tidak tahu kapan mereka akan menargetkan kita."


"Ya, kau benar."


"Ngomong-ngomong, Luna dimana kau sembunyikan potongan peta yang ku berikan padamu waktu itu. Aku sama sekali tidak bisa menemukan barang tersebut dari puing-puing yang ada." Tanya Jiro sambil menunjukkan senyum tipisnya.


"Ah, potongan peta itu setengahnya aku bawa setengahnya lagi ku sembunyikan di tempat lain." Jelas Luna ringan membuat Jiro yang mendengarnya kesal.


Terutama saat mengetahui bahwa potongan peta yang ia khawatirkan masih tersimpan di tempat yang aman. 


"Luna, bukankah sudah kukatakan untuk sembunyikan potongin peta itu di tempat yang aman. Jangan kau bawa potongan peta itu, kau bisa saja menjadi incaran para-"


Dor**

__ADS_1


Dengan suara tembakan yang keras dan juga cepat, sebuah peluru dengan cepat dilepaskan dari senjata api yang dimiliki oleh Luna. Asap yang dihasilkan dari sniper tersebut, menandakan bahwa Luna sudah mengeluarkan peluru dari senjata miliknya.


Yang dengan hitungan detik, menjatuhkan sebuah bayangan yang tersembunyi di antara orang-orang yang sedang ditandu oleh beberapa orang. 


Tidak hanya satu tembakan saja, Luna memainkan kedua senjata miliknya dengan cepat dan menembakkan nya ke segala arah. Yang dengan cepat menumbangkan setiap musuh yang tersembunyi di balik kegelapan yang ada di sekeliling nya.


Sambil melihat darah yang menetes di segala arah, Luna memasukkan kembali peluru ke dalam senjata miliknya dan menembakkan nya ke salah satu tempat yang cukup jauh. Dengan suara tembakan yang bergema di lingkungan tersebut, Luna menarik kaitan yang terikat di granatnya dan melemparkannya jauh ke wilayah itu.


Dengan suara ledakan, asap putih yang dihasilkan dari ledakan granat berwarna hijau tua itu mulai membumbung tinggi, dan menghilang dengan cepat. Memperlihatkan sebuah kendaraan yang tersembunyi dan menyatu dengan alam.


Luna yang melempar dan menembakkan peluru ke orang-orang tersebut dengan langkah kaki yang tenang dan stabil mulai berjalan menuju ke arah mobil itu berada. Dan mendekatkan dirinya ke arah mobil tersebut sambil mencium bau darah yang kental, yang dihasilkan dari pengendara mobil tersebut.


"Luna?"


"Hmm…"


"Apa yang kau-"


"..." 


Jiro yang ingin melanjutkan ucapannya berhenti saat melihat gerakan Luna yang mulai mencoba menggapai sebuah barang di dalam mobil. Dimana tangan berwarna putih itu menampilkan benda berbentuk persegi panjang yang memiliki ukuran sebesar jari jempol dengan warna hitam kehijauannya.


Membuat Jiro yang melihat nya termenung saat melihat bentuk barang tersebut.


"Luna, kau-"


"Sssst."


"?"


Jiro yang terdiam mulai memperhatikan gerakan yang ditunjukkan oleh Luna. Dimana tangan yang memiliki ukuran kecil itu sedang memegang benda berukuran sama dengan jempolnya. Yang dengan mudahnya menyentuh tombol yang tersembunyi di balik benda tersebut. 


Sehingga tidak lama kemudian terdengar suara 'klik' diikuti suara sistem perubahan bentuk yang terjadi. Yang mana benda yang tadinya memiliki bentuk persegi panjang kini berubah bentuk menjadi serangga dengan kedua sayap kecil berada di atas tubuhnya.


"Ini-"


__ADS_1


🔫 Jangan lupa berikan like, komen, vote dan juga TIP sebagai bentuk dukungan kalian kepada author.


🔫Sekian terimakasih, and Sayonara~


__ADS_2