My Ex Secretary

My Ex Secretary
Bab 193 : Jejak dan Pertempuran (5)


__ADS_3

Membuat Leon yang melihatnya mau tidak mau menyunggingkan senyumnya dan menatap wanita cantik dan dingin itu dengan tatapan menyanjung. Seolah-olah ia tidak sengaja mengetahui apa yang wanitanya pikirkan saat ini.


Dan melupakan pihak ketiga yang berada di dekatnya selama ini. Sehingga Max yang merupakan pihak ketiga dengan tenang menyaksikan reuni penuh kasih sayang tuan dan juga nyonya muda.


‘Hah, rasanya aku ingin pulang dan cepat-cepat memeluk istriku di rumah.’ Pikir Max dan tepat di ruangan berukuran besar nan hangat itu, Eleana yang kini sedang merajut syal sutra milik suaminya mengeluarkan suara bersin yang cukup parah.


Membuat anaknya yang kecil bergegas mengambil sapu tangan milik ibunya dan membawanya ke arah ibunya sambil mengkhawatirkan kondisi ibunya.


“Ibu, apa ibu baik-baik saja? Bukankah kondisi ibu tadi baik-baik saja tadi, tapi kenapa sekarang ibu terkena virus? Pasti ada musuh di dekat sini.” Ucap anak kecil itu mengkhawatirkan kondisi ibunya. Terutama saat ini tidak ada sosok ayahnya di rumah, membuatna harus menjaga ibunya yang sedang mengandung adik perempuannya.


“Hahaha, ibu baik-baik saja An. Ibu tidak masuk angin, hidung ibu hanya gatal tadi.”


“Benarkah?” Tatap An yang tak percaya.


“Ya, ibu tidak berbohong kepadamu dan ibu pastikan ayahmu yang sedang membicarakan ibu. Makanya hidung ibu tadi gatal.”


“Hmm, kalau begitu kenapa hidung Ano tidak gatal? Apa ayah tidak sayang Ano?” Ucap An sedih.


“Haha, tenang saja An, ayah pasti menyayangi mu dan kita hanya perlu berdoa agar ayah pulang dengan selama kali ini.” Jelas Eleana sambil mengelus kepala anaknya.


Dimana doa dan juga harapan yang diberikan oleh istri dan juga kedua buah hatinya dengan cepat dikabulkan.


Terutama di lingkungan yang berbahaya itu, serbuk sari yang mulai berkeliaran di sana kini mulai menuju tempat Leon dan Luna berada. Membuat Max yang menggunakan kacamata khusus melihat kejanggalan yang ada di sekitaran udara mereka berada.


Dan mengingat ucapan tuan nya, sehingga Max yang mendasarinya dengan cepat menutupi organ pernapasan dengan masker yang ia bawa dan memberikannya kepada atasan sekaligus nyonya masa depan mereka.


Membuat Leon dan Luna yang tadinya saling berhadapan dengan cepat memasang masker khusus yang diberikan oleh bawahannya kepada mereka dan dengan cepat menghindari aliran angin yang bertiup di sekeliling mereka.


Bukan hanya mereka saja yang mencoba menghindari aliran angin yang bergerak di udara mereka. Mereka juga menghadang dan membiarkan orang-orang yang mereka lawan mendapatkan kerusakan di bagian mereka.

__ADS_1


Karena mereka tau bahwa orang yang mereka lawan memiliki pakaian pelindung dan penutup kepala untuk menghadang bencana ini.


Dengan suasana yang ekstrim dan juga serius semua orang di sana memenuhi area Medan perang dengan darah dan keringat.


Namun hanya satu orang yang tidak pernah serius di dalam pertempuran ini, tidak lain dan tidak bukan ia adalah Leon. Yang saat ini memeluk punggung wanitanya dengan erat dan menghindari tusukan maupun tembakan peluru yang menyasar.



Terutama mata berwarna biru gelap itu dengan tenang menatap wanita yang ada di pelukannya dengan rakus. Seolah-olah ia akan melahap wanita yang ada di dalam pelukan nya saat ini.


Dengan bau harum yang menggoda, Leon tidak bisa tergoda dengan kecantikan wanitanya. Dan merasa bahwa mangsanya kali ini akan sangat mengenak kan.


Seperti seekor singa yang siap memangsa dan melahap mangsa yang ada di lengannya saat ini. Leon dengan mudahnya mencari keuntungan dari kejadian ini.


Dan membawa wanitanya pergi menuju tempat yang aman. Dimana gerakan mereka yang ringan dengan cepat menipu mata orang-orang yang ada di sekelilingnya. 


Untuk menghilangkan mata yang sedang menatap mereka dari kejauhan. Kini suara nafas yang terengah-engah terdengar di aliran sungai yang tenang.


Bahkan jika darah telah mengotori air yang mengalir di setiap jalan yang mereka langkahi. Itu tidak menghentikan kedua ornag itu untuk saling berpelukan dan mendekatkan diri mereka.


Terutama nafas yang memenuhi Indra penciuman Luna, membuat Luna merasa dia berada di dalam pelukan seekor binatang buas yang siap memangsanya.


"Kau-"


"Ssst, apa kau mendengarnya Luna?"


"?"


"Bukankah kau merasa ada yang aneh dengan tempatmu bersandar saat ini." Ucap Leon yang menambah tekanan di dalam suaranya.

__ADS_1


Membuat suaranya yang dalam penuh penekanan. Dicampur dengan aroma pria yang ia keluarkan, Luna bisa dengan jelas menghirup dan mencium bau tubuhnya.


Apalagi saat ini, Luna dengan jelas merasakan tubuh Leon sedang ditekan ke atas tubuhnya. Membuat ruangan yang sudah sempit semakin sempit, dan mengalami ruang gerak miliknya.


Tapi apa yang harus ia buat saat ini, karena saat ini juga Luna memang menyadari bahwa ada keanehan di dalam air terjun yang mereka masuki.


Terutama kondisi air terjun ini terlalu tenang dan bahkan tidak memiliki kondisi dingin seperti yang ia bayangkan. Melainkan ini terasa hangat dan sangat nyaman di dalamnya.


Membuat Luna yang berada di dalamnya merasa bahwa saat ini dia sedang berada di dalam sebuah ruangan peristirahatan bukan tempat di balik air terjun buatan saat ini. Dimana ukuran air terjun yang ada di sini terbentuk sangat kecil dan sederhana.


Dan jika dilihat dari kejauhan maupun dilihat dari dekat orang-orang pasti tidak menyadari ada yang aneh dengan air terjun yang mereka tempati saat ini. Terutama di balik air terjun ini mereka berdua dengan jelas mendengar adegan pertempuran yang ada di luar air terjun.


Sehingga telinga mereka yang tajam dengan mudah menangkap suara maupun pergerakan di luar. Seolah-olah air terjun ini sudah diperhitungkan oleh sang pemiliknya. Agar mempermudah orang yang bersembunyi di dalamnya bisa mendengar suara pertempuran itu dari dalam air terjun.


"..."


"Heh, sepertinya kau masih sama seperti biasanya Luna. Kau terlalu memikirkan tujuanmu dan melupakan apa yang ada di sekelilingmu." Bisik Leon di samping telinganya.


Membuat telinga yang putih nan lembut itu bergetar dan menyamarkan warna merahnya. Hanya saja warna merah samar yang ada di telinganya tidak sama dengan warna yang ada di wajahnya.


Dimana wajah cantik itu kini menatap orang yang ada di hadapannya dengan dingin. Bahkan jika dia dikurung di dalam pelukannya, Luna sudah menyiapkan caranya sendiri untuk keluar dari pelukan lelaki yang ada di hadapannya.


Hingga mata berwarna hitam itu menatap Leon dengan dingin dan tajam, dan tak lama kemudian terdengar suara mesin rusak di telinga mereka.



🔫 Jangan lupa berikan like, komen, vote dan juga TIP sebagai bentuk dukungan kalian kepada author.


🔫Sekian terimakasih, and Sayonara~

__ADS_1


__ADS_2