My Ex Secretary

My Ex Secretary
Bab 151 : Pelelangan 5 Tahun Yang Lalu


__ADS_3

"5 tahun yang lalu ya..."


"Apa kamu mengetahui sesuatu kak?" ucap Luna sambil menatap kakak laki-lakinya.


"Aku tidak tau, ini berguna atau tidak. Hanya saja 5 tahun yang lalu aku pernah mengikuti acara pelelangan bersama ibu di Swiss" jelas Rangga.


"Swiss? tunggu dulu, apa acara pelelangan itu diadakan di kapal pesiar?"


"Ya kau benar, acara pelelangan itu diadakan di kapal pesiar dan juga anehnya acara itu memiliki sistem keamanan yang sangat ketat. Bahkan saking ketatnya, aku dan ibu tidak memiliki privasi sedikitpun. Karena setiap tamu yang hadir di sana akan diberi 1 atau 2 orang pengawal pribadi secara langsung"


"Dimana setiap pengawal pribadi yang dikhususkan untuk para tamu sudah disediakan oleh sang penyelenggara acara dan juga kenapa kau bisa tau acara itu diselenggarakan di kapal pesiar, apa kau juga mengikuti acara itu?" lanjut Rangga sambil menatap Jiro.


Membuat Jiro yang mendengarnya memanggil salah satu anak buahnya dan mengambil tas hitam yang ada di tangan anak buahnya itu. Membuka tas hitam tersebut lalu mengeluarkan selembar koran tua.


Dengan senyuman dingin yang menawan, Jiro menggaris bawahi berita yang ada di dalam koran tersebut.


"Apa maksudmu, Jiro?" tatap aneh Luna.


"Coba kalian berdua baca berita yang ku garis bawahi itu"


"Berita? memang ada apa dengan berita yang kau garis bawahi ini" ucap Rangga yang mengambil selembaran koran tersebut dan mulai membaca berita yang tertulis di sana.


Matanya yang coklat mulai membaca setiap kalimat yang tertulis di sana dan dengan berhati-hati mencerna setiap kejadian yang tertulis di selembaran koran tersebut. Sebuah kejadian yang berhubungan dengan nyawa seorang mahluk hidup.


"Apa yang ingin kau katakan kepada kami, Jiro?" tatap Luna tajam yang sudah melihat berita itu sekilas. Dimana berita yang ia lihat berhubungan dengan tewasnya seorang wanita berinisial L.

__ADS_1


"Apa kalian masih tidak mengerti, wanita yang tewas itu bukanlah wanita biasa. Melainkan seorang wanita berstatus tinggi dan terkenal di kalangan sosialita 5 tahun silam" jelas Jiro membuat Luna yang mendengarnya dapat menerka maksud laki-laki di hadapannya.


"Maksudmu wanita yang dikabarkan tewas itu adalah orang yang membeli potongan peta di acara pelelangan 5 tahun" ucap Luna yang membuat Jiro mengeluarkan senyum dinginnya.


"Kau benar, oleh karena itulah aku datang ke Mexico city untuk membahas hal ini. Tepatnya aku ingin berhubungan dekat dengan keluarga korban"


"Bagaimana kau bisa yakin bahwa wanita itu memiliki keluarga di kota ini? bukankah informasi setiap tamu di acara pelelangan itu dijaga ketat?"


"Yang kau katakan memang benar Rangga, hanya saja adik perempuan yang bodoh itu pernah mengikuti acara pelelangan 5 tahun yang lalu dan ia merupakan pasangan dari taget yang menjadi tamu di sana"


"Oleh karena itu aku mendapatkan nama asli dari semua tamu yang ada di acara pelelangan itu" ucap Jiro bangga. Seakan-akan semua hal yang ia butuhkan saat ini sedang berada di dekatnya.



Membuat Luna dan Rangga yang melihatnya memutar bola mata mereka malas. Terutama saat melihat seorang tentara dengan baju kamuflasenya mengeluarkan ekspresi bangga yang berlebihan.


"Ehem, ehem baiklah aku akan melanjutkannya lagi. Seperti yang ku katakan tadi aku ingin memiliki hubungan yang dekat dengan keluarga korban. Dimana keluarga korban ini memiliki kerja sama dengan kita di masa depan" lanjut Jiro.


"Kerja sama?"


"Ya kerja sama, tepatnya besok siang kita akan bertemu dengan mereka di tempat yang sudah dijanjikan dan tentunya kita akan membahas rencana untuk melawan BE dengan mereka juga" jelas Jiro yang sudah menyiapkan semua hal untuk tugas ini.


"Tunggu sebentar Jiro, maksudmu kita dan mereka akan bekerja sama melawan Kelompok Black Emperor itu?"


"Ya, bukankah para tetua sudah merencakannya"

__ADS_1


"Merencanakan? apa maksudmu ayahku dan ayahmu sudah merencanakan hal ini?" terkejut Rangga.


"Ya, tetua sudah membahas hal ini di pertemuan. Karena itulah aku datang ke kota ini untuk menyelesaikan semuanya. Terutama yang memiliki hubungan dengan korban di acara pelelangan itu" jelas Jiro yang membuat Rangga yang mendengarnya dengan cepat mengeluarkan handphonennya.


Mencari nomor panggilan milik ayahnya dan menghubunginya secepat mungkin. Untuk meminta penjelasan tentang masalah ini, karena ia sendiri pun hanya mengetahui beberapa poin pentingnya.


Dimana poin-poin penting yang ia dapatkan sama sekali tidak berguna. Membuat dirinya merasakan rasa malu atas tanggung jawab sebagai pemimpin saat ini.


"Luna, sepertinya kakak harus kembali ke basecamp lagi dan mencari tau pasal ini. Jadi hubungi kakak jika kalian berangkat ke tempat yang sudah dijanjikan itu" ucap Rangga yang panggilan telponnya tidak terhubung sama sekali dengan ayahnya.


"Aku akan mengabarimu nanti, kak"


Rangga yang mendengar jawaban tersebut, memasang topinya dan pergi meninggalkan ruangan tersebut. Sambil berulang kali mencoba menghubungi ayahnya yang tinggal di benua eropa, tepatnya di wilayah barat laut negara Britania Inggris.


'Apa yang terjadi dengan ayah, kenapa ayah sama sekali tidak mengangkat panggilanku?' bingung Rangga yang merasakan keanehan dengan ayahnya saat ini.


Terutama ayahnya yang tidak memiliki kebiasaan untuk terlambat dalam bekerja. Membuat ayahnya menjadi orang yang terkenal disiplin sejak kecil. Bahkan nomor telpon ayahnya hanya diketahui oleh beberapa orang penting saja.


Sehingga membuat setiap panggilan yang ada, memiliki tujuan yang penting. Mau itu untuk kepentingan negara ataupun kepentingan dirinya sendiri.


'Apa ada sesuatu yang terjadi di wilayah ayah?' pikir Rangga yang merasakan firasat buruk terhadap kondisi ayahnya saat ini.



🔫 Jangan lupa berikan like, komen, vote dan juga TIP sebagai bentuk dukungan kalian kepada author.

__ADS_1


🔫Sekian terimakasih, and Sayonara~


__ADS_2