My Ex Secretary

My Ex Secretary
Bab 176 : Racun Tak Kasat Mata (1)


__ADS_3

Dengan suara gumaman yang cukup terdengar di sela-sela telinga mereka. Semua orang yang ada di dalam ruangan itu memandang ke arah pelaku yang bersuara itu. Dimana wajah kekanak-kanakan muncul di hadapan mereka semua.


Dengan wajah yang cantik dan juga imut, anak perempuan itu melangkahkan kakinya mendekat ke arah wanita jelek dan buruk rupa tanpa melupakan kekagumannya terhadap teknologi pemalsuan yang dimiliki oleh musuh.


Bahkan dengan rasa kagum, Laura yang melihat semua aksi tadi menyentuh masker manusia yang ada di tangan pamannya. Dan mengendus bau yang ada di masker itu dengan hidungnya yang kecil, sambil menggumamkan beberapa kata halus yang sama sekali tidak disenangi oleh manusia biasa.


Kecuali, orang-orang yang bersentuhan langsung dengan bahan-bahan kimia yang berbahaya dan juga unik. Mereka pasti memahami apa arti dari gumaman anak kecil itu.


Laura yang sudah mengendus cukup lama menjauhkan wajahnya dari topeng itu. Dengan memperhatikan serat dan juga kualitas yang ada di topeng itu, Laura menganggukan kepala kecilnya dan berlari menuju ruang bawah tanah.


DImana disana terdapat sebuah laboratorium yang hampir sama dengan laboratorium yang ada di ibu kota inggris, tempatnya dibesarkan sedari kecil. Lengkap dan tentunya memudahkan dirinya untuk melakukan segala hal yang tidak bisa ia lakukan di kota ini.


“Apa yang terjadi dengan anak itu? Bukankah tadi dia tertarik dengan isi yang ada di dalam karung?” Ucap Francis yang melihat kepergian cucu perempuannya yang terlalu bersemangat melebihi sikapnya yang tadi ingin membuka bungkusan hitam itu.


Hanya Luna, Navin, dan Henry lah yang memahami apa yang ingin dilakukan oleh anak perempuan itu. Terutama langkah kakinya yang menuju ruang bawah tanah, dimana disimpan banyak peralatan canggih yang hampir menghabiskan kantong keuangan mereka masing-masing.


‘Aku tau, dan aku mengerti maksud kebahagiannya.’ Pikir mereka bersama sambil menganggukkan kepala mereka pelan.


Rangga yang melihat kepergian keponakan kecilnya hanya mengangkat bahunya. Masker yang tadi ia pegang kini ia buang ke sembarang tempat dan mengambil wanita buruk rupa itu dengan kedua tangannya.


Lalu meletakkan wanita itu ke atas bahunya, dan membiarkan pakaian militer yang ia gunakan kotor karena bahan pewarna yang wanita itu pakai. Dengan sekali toleh, Rangga menatap keponakannya yang lain yang saat ini berada di sampingnya persis.


Seolah memberi tau apa yang ingin ia lakukan nanti. Navin yang menyadari maksud pamannya mengangkat kepalanya dan memejamkan matanya sekali, dan menyetujui permintaan pamannya tersebut.


Sehingga persetujuan diam-diam yang dilakukan keduanya dengan cepat mengolah aksi kemudian. Dimana Rangga dan Navin peri menuju ruang bawah tanah tempat Laura pergi. Karena di ruang itu bukan hanya sebuah labarotrium saja yang ada di sana, melainkan senjata yang bisa mereka gunakan untuk membuka mulut si pelaku.

__ADS_1


Dengan kepergian ketiga orang itu, ruangan yang tadinya ramai kini menjadi hening. Luna yang ingin melihat apa yang dilakukan oleh mereka dihentikan oleh ayahnya. Sesaat itu juga Luna menyadari bahwa masih banyak hal yang harus ia kerjakan.


Belum lagi kalimat laporan yang akan ia berikan kepada kedua orang tuanya.


Membuat Luna yang ingin pergi ke tempat kedua anaknya malah berbalik dan mengikuti kedua orang tuanya untuk duduk di kursi tamu sambil memandangi gelas kaca yang telah diganti menjadi gelas keramik yang terbuat dari perak asli.



Dengan suara langkah kaki yang lembut, kepala pelayan yang merupakan orang kepercayaan ayahnya kini mulai menyeduh teh krisan ke dalam cangkir keramik berlapis bahan perak itu. Sehingga aroma bunga krisan mulai bermunculan di ruangan itu dan menghilangkan aroma cairan kimia yang dihasilkan dari barang milik kakaknya.


“Minumlah.” Ucap ayahnya tenang.


Luna yang mendengar suara ayahnya, perlahan mengangkat cangkir keramik itu mendekatkannya ke dalam mulutnya yang indah. Dengan aroma bunga krisan yang lembut, Luna membuang air teh itu ke dalam vas bunga yang ada di sampingnya dan menatap ayahnya dengan tatapan tajam namun penuh ketenangan.


“Kenapa kau membuangnya, nak?” Tanya Henry lembut, yang tidak bisa menutupi kelicikan di balik matanya.


“Kalau begitu kenapa ayah bertanya kepada ku jika ayah sendiri juga mengetahui cairan apa yang ada di dalam cangkir ini?” Tatap Luna dingin.


Karena tanpa meminumnya pun, Luna sendiri juga memahami cairan apa yang ada di dalam cangkir keramiknya saat ini. Walaupun baunya ditutupi oleh aroma teh dari bunga krisan, itu tetap tidak bisa membuat lengah Luna saat mengetahui bahwa ada racun yang tidak dikenalnya berada di dalam cangkirnya.


Henry yang tau maksud dari perkataan anaknya, tidak bisa lagi menahan tawa hangatnya dan memandang anak perempuannya hangat. Sambil menyentuh pinggiran cangkir yang ada di depannya, Henry menghentikan tawanya dan menggantikannya dengan helaan nafas penuh.


“Kau benar nak, ini bukan hanya sebuah cairan teh yang biasanya kita konsumsi. Melainkan cairan yang telah ditambahkan oleh racun buatan manusia dan cairan ini juga baru saja dipecahkan oleh orang-orang di bawah ayah.” Jelas Henry tenang.


“Apa ini jenis racun baru?”

__ADS_1


“Ya, ini jenis racun baru yang tidak berbau dan juga tidak memiliki rasa. Bisa dibilang ini hanyalah racun kasat mata yang diciptakan di bawah tangan orang-orang gila itu.” Cibir Henry saat memahami racun apa yang baru saja ia temukan di mansion putihnya.


“Pantas saja racun ini memiliki bau yang sangat lemah saat ku hirup tadi.”


“Ya, dan apa kau tau apa yang menariknya lagi nak.”


“?”


“Racun ini hanya bisa dicium oleh orang-orang yang pernah melahirkn saja, dan jika orang tersebut tidak pernah melahirkan seorang anak dia sama sekali tidak bisa mencium aroma dari racun tersebut. Menarik, bukan.” Jelas Henry sambil menutupi kemarahannya dengan tawa rendahnya.


Membuat Luna yang mendengarnya, terkejut saat mengetahui bahwa racun ini hanya bisa disadari oleh orang-orang yang bisa melahirkan saja. Yang artinya jelas, racun ini hanya bisa diketahui oleh manusia berjenis kelamin wanita yang sudah pernah mengandung semasa hidupnya saja.


Sedangkan untuk wanita yang belum pernah melahirkan tidak akan pernah menyadari bahwa mereka pernah mengkonsumsi racin ini. Artinya jelas racun ini digunakan untuk menghalangi laki-laki maupun wanita yang masih dalam kondisi yang prima dan belum pernah melakukan hubungan badan dengan siapapun.


“Lalu, apa ayah sudah mendapatkan penawar dari racun tadi?”


“Tentu saja ayah sudah mendapatkan penawarnya nak, tapi-”


Luna yang hampir saja menghela nafas lega saat mendengar bahwa ada penawarnya berhenti seketika, saat mendengar suara ayahnya yang bertahap menjadi semakin kecil.


Membuat Luna yang mendengarnya tidak bisa menghentikan jantungnya yang berdetak cepat saat ingin mengetahui apa lagi yang ingin ayahnya katakan.



🔫 Jangan lupa berikan like, komen, vote dan juga TIP sebagai bentuk dukungan kalian kepada author.

__ADS_1


🔫Sekian terimakasih, and Sayonara~


__ADS_2