
Ya, wanita itu adalah Eleanor dan sering dipanggil dengan sebutan Ela di dalam dunia fashion. Terutama desainnya yang sering berkaitan dengan cinta. Membuatnya terkenal sebagai desainer paling penuh cinta.
Dan sering masuk ke dalam majalah fashion, maupun keuangan. Dimana dia memiliki kemampuan dalam mengatur keuangan dan juga pendapatnya yang setiap hari bertambah dan tidak pernah menurun.
Tidak hanya itu saja, Ela juga dikenal sebagai desainer yang penuh dengan rasa cinta dan rasa hormat kepada suaminya. Dari desain pakaian hingga desain perhiasan, Ela tidak pernah melupakan makna cinta terhadap suaminya.
Sehingga namanya sering disebut-sebut sebagai dewi cinta.
Namun sayangnya semua orang tidak pernah mengetahui bahwa Ela yang merupakan desainer papan atas sebenarnya telah mencintai suaminya sedari kecil. Dan bisa dibilang hubungan mereka berdua merupakan hubungan sepasang kekasih masa kecil.
Dimana kali itu terdapat sebuah kecelakaan terjadi diantara keluarga mereka yang membuat mereka berdua harus menjadi yatim piatu saat itu juga. Suami Ela yang memiliki kata sandi Max dalam kelompok bayangan demi menjaga kekasih rela masuk ke dalam kegelapan untuk melindunginya.
Membuat Ela yang mengetahui tidak bisa menahan perasaannya dan bertekad untuk berdiri berdampingan dengan kekasih masa kecilnya. Bahkan jika kekasih masa kecilnya itu masuk ke dalam kegelapan, Ela juga dengan senang hati mengikutinya.
Sehingga sampai saat ini Ela memiliki pekerjaan kedua yang sama-sama berhubungan dengan kata desain. Ialah mendesain senjata baru untuk klan Martin yang merupakan tuan sekaligus penyelamat suami dan juga dirinya.
Pak tua yang duduk tidak jauh dari Ela mau tidak mau menunjuk ke arah wanita itu dan memarahinya dengan kesal. Terutama saat mendengar nada sarkastik dari wanita itu yang tidak pernah berubah sedikitpun saat berbicara tentangnya.
“Kau- apa kau tidak bisa menjaga mulutmu itu wanita jelek?” Ejek professor tua itu.
“Hah? apa aku tidak salah dengar jelek? Hahaha, sepertinya lelaki tua ini memiliki penyakit tersembunyi. Saya sarankan anda memeriksa penyakit anda ke departemen oftalmologi, dan coba lihat apa anda berada dalam kondisi baik-baik saja pak tua.” Senyum Ela tenang, dimana pikirannya dengan jelas menginginkan pukulan kepada lelaki tua yang berkata omong kosong di depan tuan dan juga suami tercintanya.
oftalmologi(tempat mempelajari penyakit mata).
Dengan kedua tatapan berapi-api, kedu orang itu menolehkan kepala mereka ke arah lain dan meminum kopi hitam yang ada di atas meja sambil mencoba menahan amarah masing-masing.
Leon yang melihat tingkah laku yang tidak sesuai umur itu mau tidak mau memejamkan matanya da mengalihkan pandangannya ke arah yang lain. Dimana orang itu tidak termasuk dalam kategori orang-orang besar, melainkan dia masuk ke dalam kategori orang berpengaruh di kota ini.
Karena orang itu merupakan kepala kepolisian termuda beserta kembarannya yang merupakan detektif ternama. Membuat Leon yang melihatnya puas dengan sikap mereka yang tenang dan acuh tak acuh terhadap sekelilingnya.
__ADS_1
Terutama Leon saat ini membutuhkan informasi yang ingin ia miliki saat ini juga dan berhubungan dengan ingatannya yang hilang maupun kejadian yang aru-baru ini terjadi di sekelilingnya.
“Bagaimana dengan informasi yang ku inginkan?”
“Semuanya tercatat di dalam flashdisk ini tuan. Ngomong-ngomong tuan ada yang ingin saya sampaikan kepada anda. Saya tidak tau apa ini harus disampaikan tapi adik saya berkata berita ini cukup penting untuk hubungan anda dengan menantu anda tuan.” Jelas orang itu yang memakai jas cokelat dengan kacamata khas miliknya dan bekerja sebagai detektif swasta maupun detektif tersembunyi.
Leon yang ingin memeriksa catatan yang ada didalamnya dengan cepat menghentikan gerakannya dan tertarik dengan apa yang dikatakan oleh orang tersebut. Terutama percakapan kali ini yang berkaitan langsung dengan menantu perempuannya.
“Katakanlah, apa yang kamu ketahui?’
“Adik saya mengatakan bahwa nyonya muda dua hari yang lalu telah datang ke kantor polisi untuk memeriksa berkas-berkas lama soal kebakaran beberapa tahun silam dan juga kasus penculikan anak hingga perdagangan manusia. Setelah nyonya muda mengetahui bahwa data yang ia inginkan kurang lengkap ia pergi dan jejaknya menghilang setelah itu."
"Sehingga saya harus meminta bantuan teman saya untuk memeriksa keberadaan nyonya, dan hasilnya-"
"Kosong."
"Cagar alam." Dingin Leon saat Leon mengetahui bahwa wanita itu telah pergi ke tempat yang cukup berbahaya.
Apalagi Leon sudah menemukan banyak kelainan di kawasan cagar alam itu. Dari tingkat keamanannya yang tinggi melebihi tingkat keamanan rumah walikota sampai beberapa syarat dan ketentuan yang tidak tau kapan ditambahkan di kawasan itu.
Membuat Leon yang mendengarnya merasakan rasa dingin dan berdiri dari kursinya. Sehingga dengan gerakan yang tiba-tiba semua orang yang ada di ruangan itu terkejut dan menatap tuannya dengan tatapan penuh tanda tanya dan keinginTahuan
"Max." Panggil Leon dingin.
Dengan suara panggilan yang dingin sosok laki-laki acuh tak acuh yang ditutupi dengan masker wajah dan juga kacamata itu dengan cepat muncul di samping Leon dan siap emndnegarkan perintah tuannya kapan saja.
Tidak hanya Max yang siap menerima perintahnya, semua bawahan yang ada di ruangan itu juga bersemangat. Terutama Ela yang melihat bahwa kondisi suaminya baik-baik saja, membuat hatinya yang menggantung jatuh dengan ringan.
__ADS_1
"Ya, tuan." Jawab Max patuh.
"Ambil barang yang diperlukan untuk misi penyamaran kali ini dan pastikan kau membawa topeng yang dibuat oleh profesor itu." Dingin Leon yang sudah memasang sarung tangan hitam untuk menutupi tangannya yang putih dan juga dingin itu.
Max yang mendengar perintah atasannya dengan cepat mengangguk dan mengerjakan tugasnya. Leon yang melihat sikap cepat bawahannya kembali memandang bawahannya yang lain yang saat ini sudah berdiri di tempat mereka masing-masing.
"Seperti yang kalian lihat ada beberapa rencana yang tidak sesuai dengan harapan kita, jadi saya harap kalian menyelesaikan tugas baru yang saya berikan kepada kalian dan coba cari tau lokasi keberadaan peta lainnya yang tidak ada di tangan saya dan juga calon tuan kalian kainnya. Apa kalian paham?!" Ucap Leon sambil menatap mereka dengan tatapan dingin.
Membuat orang-orang yang berada di bawah kendali dan tekanan nya dengan cepat menanggapi dan pergi dari tempat duduk mereka masing-masing. Dimana setiap orang yang keluar dari ruangan itu memiliki jalurnya masing-masing.
Sehingga mereka semua keluar dari ruangan itu dengan waktu yang berbeda-beda dan tidak membuat banyak orang curiga. Namun hanya Ela saja yang terakhir meninggal kan ruangan rapat itu saat melihat suaminya telah memasujkan barang-barang ke dalam tas hitam dan siap memberikan tas itu kepada tuannya.
Dengan suara yang lembut penuh rasa kasih sayang, Ela memberanikan diri untuk mendekat ke arah suaminya dan menghalangi tugas suaminya sebentar. Dimana suara lembut itu dengan cepat menyelimuti tubuh Max.
"Ambilah senjata baru ini dan pastikan kamu pulang dengan selamat. Aku dan kedua anakmu akan menunggumu." Ucap Ela dan tidak lupa meninggalkan ciuman di mulut suaminya yang telah mengikat masker wajahnya dan menampilkan wajahnya yang tampan dan juga dingin.
Max yang mendengar perkataan istrinya mau tidak mau melihat kepergian istrinya dan meyakinkan dirinya bahwa ia pasti akan pulang dengan selamat dan memeluk istrinya yang lembut.
"Apa semuanya sudah siap, Max?"
"Semuanya sudah siap, tuan."
"Pastikan kau menghubungi bawahan yang lainnya dan amankan tempat itu sebelum malam hari. Kau paham."
"Baik, tuan." Dengan jawaban yang singkat dan juga padat, kedua orang itu dengan cepat pergi meninggalkan ruangan rapat dan siap pergi ke tempat berbahaya namun terlihat aman. Yaitu kawasan cagar alam yang berada di tengah-tengah ibukota.
'Luna aku harap kau tidak akan membahayakan nyawamu, lagi.' Gumam Leon pelan.
__ADS_1
🔫 Jangan lupa berikan like, komen, vote dan juga TIP sebagai bentuk dukungan kalian kepada author.
🔫Sekian terimakasih, and Sayonara~