My Ex Secretary

My Ex Secretary
Bab 81 : Eksperimen


__ADS_3

"Kena kalian" smirk Luna yang melihat orang-orang tersebut masuk ke dalam jebakan miliknya. Dia memasang granat asap yang dimana penariknya itu ia ikatkan dengan tali kecil. Karena gang ini memiliki paku di tempat-tempat tertentu, membuat Luna mudah mengikatnya dari ujung ke ujung. Meletakkan tali itu dibawah jalan semen beruntungnya talinya sudah ia warna dengan warna abu-abu agar tidak mencurigakan.


"Uhuk-Uhuk" batuk salah satu orang di dalam asap tersebut. Luna yang mendengarnya hanya bisa tersenyum tipis. Eksperimen ke 77 miliknya uji coba ke-24 dengan kegagalan 19 kali. Eksperimen yang menggunakan bahan utama yaitu granat asap (bom asap). Dengan bahan yang dia uji cobakan yaitu bubuk cabai.


Eksperimen nya itu sering gagal karena keseimbangan bahan tambahan yang kurang dan ada juga yang kelebihan. Dimana saat itu Luna berakhir flu gara-gara mencium bubuk cabai berlebihan atau matanya yang memerah dan berair karena memasukkan bubuk cabai ke dalam bahan. Ada pun juga karena bom asap itu tidak sengaja ia tarik dan meledak di dekatnya. Membuat Luna harus menggunakan masker khusus sebanyak 3 lapis agar hidungnya tidak flu. Sedangkan matanya dia harus menggunakan kaca mata khusus dan face mask, tangannya juga termasuk sehingga dia juga selalu menggunakan sarung tangan 2 lapis.


Waktu demi waktu dia melakukan eksperimen dan akhirnya dia mendapatkan takaran yang pas dalam memasukkan bahan dan granat yang dia pakai saat ini adalah uji cobanya yang berhasil. Dimana bubuk cabai yang ia pakai bukan sembarang bubuk cabai yaitu bubuk cabai yang ia buat dari cabai khusus yaitu cabai berjenis Carolina Reaper yang memiliki 2.200.00 SHU berasal dari negara Coralina bagian Amerika serikat.


Dia harus mengimpor nya dari benua Amerika ke benua Eropa karena saat itu Luna tinggal di London jelas saja dia membutuhkan barang-barang tersebut dan akhirnya bom asapnya digunakan juga. Karena saat di London bom asap milik Luna dilarang karena memiliki efek samping yang berbahaya saat mengenai bagian-bagian tubuh yang penting. Contoh nya saja waktu itu Luna mengirim satu penjaga keamanan dirumahnya karena matanya kemasukan bom asap miliknya membuat mata milik penjaga iritasi dan dirawat di rumah sakit selama 1 Minggu.


"Ahhhhh mataku!" teriak yang lainnya. Luna melanjutkan rencananya dan melepaskan genggaman pelatuk miliknya. Membiarkan pistol bermerek Night Hawk Custom itu melesat bebas.


Dorrr*


"Ahhhhh!" teriak salah satu dari mereka dan tumbang. Luna menembak tempat di bagian kepala mereka. Apalagi hanya Luna yang bisa melihat mereka karena tempatnya berdiri merupakan titik paling aman.


"Soal perempuan itu!" kesal anak buah kedua dan menembakkan pistol miliknya.


Dor** Dor***


Dua tembakan itu melesat ke arah Luna dan dengan cepat Luna menghindar. Tubuhnya ia tundukkan agar menghindar dari kedua peluru tersebut. Dalam posisi jongkok miliknya Luna menembakkan kembali pistolnya dan mengenai kaki salah satu orang yang masih hidup di sana.


"Ah kakiku!" teriaknya kesakitan.


"sial! perkiraan ku salah!" gumam Keiga. Dia tidak sebodoh anak buahnya, dia menyimpan senjatanya dan menutup mata maupun hidungnya agar tidak menghirup asap tersebut. Saat dia mencium aroma asap itu walau sedikit sudah berdampak dengan hidungnya yang mulai memerah. Padahal hidungnya sangat tahan terhadap aroma-aroma mematikan tetapi tidak dengan asap ini hidung yang biasanya kebal itu malah tumbang hanya dengan menciumnya sedikit saja.

__ADS_1



Jika penilaian nya benar granat asap ini merupakan buatan milik targetnya. Karena setahunya tidak ada bom asap yang seperti ini. Bahkan anak buahnya saja harus menghadapi kenyataan dengan mata yang memerah dan hidung yang ingusnya keluar.


"Aku harus keluar dari asap ini lebih cepat" pikir Keiga, dia berjalan meninggalkan anak buahnya yang kesakitan dan mati. Dia hanya memikirkan cara untuk membunuh perempuan itu secepatnya. Agar dia bisa kembali ke tuannya dan melakukan pekerjaan nya seperti biasa.


Dor**


Satu peluru di lesatkan kembali dan tepat mengenai bagian jantung bawahan tersebut. Menciptakan tetesan demi tetesan darah kuat dari kaki, jantung dan akhirnya mulut. Merobohkan orang tersebut dan membiarkan mayat tersebut terbengkalai di sana.


"uhuk..." batuk darah keluar dari mulut bawahan tersebut.


"Sepertinya saya tidak bisa menilai dari cover luar saja" ucap Keiga yang sudah kuat dari gepulan asap.


"Sepertinya begitu tuan dan juga kenapa kita tidak mengeluarkan sisi kita yang sebenarnya" smirk Luna.


"Kenalkan nama saya Luna Nypole dan sayangnya saya di sini untuk menghentikan anda dan membunuh anda sekarang" dingin Luna yang memasukkan pistol miliknya dan mengeluarkan pisau belati miliknya.


"Sepertinya kita harus bertarung di sini menggunakan pisau belati, nona" tajam Keiga yang sudah menyiapkan ancang-ancang. Mereka berdua bersiap di posisi mereka, mengencang kan pegangan di pisau belati masing-masing. Di saat angin sore berhembus dan lampu jalan menyala. Mereka memulai rencana dalam menyerang mereka dan...


Ssssst...


Keiga maju selangkah lebih cepat dan Luna menghindar setiap tusukan yang diberikan oleh Keiga. Menyerangnya balik dan menghindar agar tidak terluka. Menusuk setiap sisi yang merupakan kelemahan lawan, mata mereka selalu melihat setiap gerakan. Bahkan gerakan yang kecil, pelemparan bom asap berbentuk kecil membuat Luna menjauhkan tangan milik Keiga darinya dan...


Boom***

__ADS_1


Bom asap itu meledak jauh dari mereka membuat mata mereka bisa melihat lebih tajam dan tidak terhalang oleh asap yang diciptakan.


"Anda memiliki mata yang tajam, nona" puji Keiga sambil menusuk Luna.


"Saya senang mendengarnya tetapi seharusnya anda tau anda harus berhati-hati" ucap Luna memperingati sambil menghindari tusukan milik lawannya.


"Maksud....mu" Keiga tersentak seketika. Langkah kakinya berhenti di tempat, dia tidak bisa menggerakkan kedua kakinya. Saat matanya menunduk ke bawah dia bisa melihat ada sebuah perekat(lem) yang melekat di kaki miliknya.


"I...ini'" gumam Keiga terkejut lalu kembali menatap ke arah Luna yang sudah tersenyum.


"Eksperimen ke 50 berhasil" senyum Luna yang melihat Keiga menginjak jebakan lain miliknya. Bukan hanya granat saja yang dia gunakan sebagai jebakan tetapi jebakan berbentuk cair dan sangat lengket itu termasuk dalam jebakan miliknya.


"Ka..kau bagaimana bisa?" tanya Keiga terkejut. Dia bahkan tidak menyadari ada sebuah jebakan di dekatnya. Keiga tidak melihat sama sekali perempuan dihadapannya ini mengeluarkan apapun kecuali serangan pisau belati. Dia sama sekali tidak melihat perempuan ini mengeluarkan jebakan nya bahkan matanya saja tidak menangkap gerakan yang mencurigakan melalui tangan wanita tersebut.


"Apa anda tidak menyadarinya, tuan?" smirk Luna.


"Aku... tunggu jangan bilang" mata Keiga melotot tidak percaya terhadap lawannya yang bahkan lebih muda darinya itu.


"Sepertinya anda sudah bisa menebaknya"


"Langkah kaki" ucap Keiga yang menyadari akan setiap gerakan yang dilakukan perempuan itu. Keiga terlalu memfokuskan nya kepada tangan dan tidak menyadari kaki perempuan itu melakukan gerakan yang aneh


'sial'


__ADS_1


🔫pfftt hahaha Luna terlalu pintar untuk dikalahkan bung, jadi jangan main-main sama Luna yaa. Bab kali ini juga success^^


__ADS_2