
Di tempat lain, seorang laki-laki dengan baju putih bersih berdiri di ruangan kaca sambil menatap semua pajangan yang ada di hadapannya. Dengan senyum dingin nan mempesona, terlihat pesona raja dunia.
"Tuan, maaf menggangu urusan anda. Saya mendapat kabar dari salah satu anak buah saya bahwa ia berhasil masuk ke tempat tinggal nona muda" jelas laki-laki itu sambil menundukkan kepalanya.
Ia tidak berani menatap wajah tuannya sekarang, terutama mata merah yang menunjukkan banyak ambisi dan juga keinginan dalam menaklukkan seseorang. Hingga membuat suhu yang ada di dalam ruangan ini berada di titik bawah.
"Apa hanya itu yang ingin kau katakan kepadaku?!"
"I-itu"
"Jangan sampai aku mengulangi perintahku untuk kedua kalinya" tekan orang tersebut sambil mengelus foto di pajangan.
"Saya- arghhhhh!"
Dor**
Teriakan menggerikan itu menggema di seluruh ruangan. Dengan darah yang menetes, bahu kanan laki-laki memiliki luka yang cukup fatal. Namun ia tidak berani untuk mengucapkan kalimat apapun di hadapannya.
"L, cepat bawa orang itu ke penjara bawah tanah dan pastikan ia menerima 30 cambukan. Jika ia bisa bertahan kirim ia ke hutan Amo dan jika ia tidak bisa bertahan, katakan kepada keluarganya untuk mengambil mayatnya" perintah laki-laki itu tanpa menatap bawahannya yang terluka.
Membuat bayangan yang daritadi tersembunyi menampakkan bayangannya dan membawa laki-laki yang tertembak itu keluar dari ruangan tersebut. Bau darah yang masih segar memnuhi ruangan tersebut.
Mata merahnya yang mempesona menatap foto wanita yang terpajang itu. Mengelusnya lembut lalu menatapnya penuh ke obsesifan. Membuat aura dingin yang ada berubah menjadi aura yang hangat seperti musim semi.
"Luna kamu tidak akan bisa lari lagi dariku, karena kamu ditakdirkan untuk menjadi satu-satunya permaisuriku" ucap laki-laki tersebut sambil mencium wajah cantik wanita itu.
Membawa semua kenangan manis dan juga penuh derita. Dimana kejadian itu dipenuhi dengan pengkhianatan, dan juga perjuangan yang membuat wilayah yang damai dibanjiri mayat-mayat manusia.
Dengan darah yang mengalir seperti air terjun dan bau mesiu yang menggantikan udara bersih. Wilayah yang tadinya damai berubah menjadi kehancuran karena pertempuhan yang sangat mengerikan.
"Aku mencintaimu, Luna"
Di tempat lain...
__ADS_1
Seorang laki-laki dengan kemeja putih melepaskan dasi yang mengikat di sekitar lehernya. Menariknya dengan kasar sambil mendengarkan penjelasan salah satu bawahannya. Matanya yang biru menampakkan lautan yang luas dan dalam.
Auranya yang dingin memenuhi ruangan tersebut. Di saat telingannya mendengarkan penjelasan yang tidak menyenangkan dari orang kepercayaan miliknya.
"Itu saja yang bisa saya jelaskan kepada anda saat ini tuan"
"Lalu apa kau mengetahui siapa yang ada di balik kejadiaan itu?"
"Saya tidak megetahui spesifik dari orang tersebut hanya saja saya mendengar nona muda mengucapkan bahwa itu berkaitan dengan kelompok BE" jelas orang tersebut sambil menatap sekelilingnya.
"BE? maksudmu Black Emperor?"
"Entahlah tuan, karena saya berpikir itu hanya kemungkinan saja. Karena bagaimanapun juga sulit untuk memiliki hubungan dengan Black Emperor"
"Tidak ada yang tidak mungkin Felix, karena aku dan Luna sudah berpisah selama 8 tahun dan kiita tidak tau apa yang terjadi saat itu" jelas Leon yang sangat merasakan perbedaan Luna yang sekarang dengan Luna yang dulu.
DImana Luna yang dulu akan tersenyum seperti bunga lily putih sedangkan untuk Luna yang sekarang senyum itu berubah menjadi bunga poppy. Membawa arti kematiaan seperti malaikat pencabut nyawa.
"Kalau begitu saya akan menghubungi anda kembali, tuan" jelas Felix yang merasakan bahwa posisinya saat ini tidak aman lagi.
"Baik tuan, kalau begitu saya permisi terlebih dahulu"
Dengan suara panggilan telpon yang mati, layar yang tadinya memiliki nama panggilan berubah menjadi wallpaper dengan tiga orang di sana. Dimana wajah ketiga orang iitu memiliki pesonanya masing-masing.
"Tunggu aku sebentar lagi Luna, maka aku akan mengubah keluarga yang terdiri dari tiga orang menjadi empat orang" smirk Leon sambil membuka dua kancing kemeja atas miliknya.
Keinginan untuk menaklukkan Luna, membuat wanita yang ada di dalam ruangan gelap itu merasa tertekan. Dengan bulu kuduk yang berdiri, ia melihat sekelilingnya dengan tatapan waspada. Matanya menyapu keseluruhan ruang kerja miliknya.
Hingga suara di balik layar komputer terdengar dari komputer miliknya.
"Bos, apa ada sesuatu?" tanya salah satu orang di balik layar komputer itu.
__ADS_1
"Tidak apa-apa, lanjutkan laporannya"
"Baik Bos, kalau begitu saya akan melanjutkan laporan tadi bahwa wilayah bawah tanah di Mexico city kini terbagi dari beberapa kubu dan kita sudah menguasai seperempat dari kubu tersebut. Namun banyak operasi ilegal yang terjadi di wilayah bawah tanah dimana pemimpim yang menguasai wilayah itu bukan lagi tuan Martin melainkan kelompok asing yang baru saja menyusup ke wilayah tersebut" jelas salah satu bawahan tersebut.
"Maksudmu laki-laki itu bukan lagi penguasa di wilayah bawah tanah ini?"
"Ya bos, menurut informasi yang kami temukan penguasa bawah tanah berubah sejak 3,5 tahun yang lalu. Dimana saat itu banyak kejadian terjadi mau itu di wilayah atas maupun wilayah bawah. Sehingga banyak perputaran terjadi mauitu status ataupun segalanya"
"Apa kejadian itu berhubungan dengan laki-laki itu?" tanya Luna yang lumayan tertarik dengan informasi yang diberikan oleh salah satu bawahannya.
"Ya bos, kejadian itu berhubungan dengan tuan Martin tepatnya tuan muda Leonex Martin. Dimana saat itu tuan Martin hampir menghancurkan seluruh kota demi seseorang dan karena hal itu pulalah ruang bawah tanah yang biasanya dijaga ketat oleh tuan Martin melemah. Hingga orang-orang asing yang tidak diketahui berhasil masuk ke sana"
"Setelah kejadian itu wilayah bawah tanah yang biasanya bersifat legal dan resmi berubah menjadi ilegal. Mau itu dari penjualan narkoba sampai penjualan budak" lanjut salah satu bawahan lainnya.
"Sepertinya Lina membuat laki-laki itu jatuh cinta kepadanya"
"Maksud bos?!"
"Bukankah kamu tadi mengatakan bahwa laki-laki itu menghancurkan seluruh kota demi seseorang"
"Ya bos, tapi orang yang kami maksud bukanlah wanita itu"
"Bukan Lina, lalu siapa?"
"Bos, kejadian itu terjadi di saat tuan Martin mengetahui kebenaran atas kecelakaan tersebut dan tentunya orang yang dimasuk adalah anda bos" jawab salah satu orang. Membuat Luna yang mendengarnya mengernyitkan dahinya.
"Apa kalian semua bercanda?!"
"Tidak bos, kami tidak berani bercanda dengan anda. Namun apa yang saya katakan tadi adalah kebenaran dari kejadian itu dan juga saya sudah mengirim salinan file ke email anda" jelas orang tersebut.
"Kalau begitu kita lanjutkan pertemuan ini di jam 3 pagi dan pastikan orang-orang yang ku perintahkan tadi untuk datang menghadapku" ucap Luna dan mematikan panggilan tersebut.
Orang-orang yang ada di dalam panggilan itu hanya bisa saling menatap dan membubarkan diri mereka masing-masing. Karena mereka mengetahui bahwa atasan mereka saat ini tidak bisa menerima apa yang terjadi.
__ADS_1