My Ex Secretary

My Ex Secretary
Bab 22 : Nona (1)


__ADS_3

Luna menekan nomor telpon di handphonenya dan menelpon ayahnya. Sebuah deringan berhenti saat suara berat itu terdengar.


"Hallo ada apa, Luna?" tanya Herry.


"Dad bolehkan aku minta izin?" tanya Luna sambil tak henti menatap ke arah kafe itu.


"Izin apa?" tanya Herry bingung.


"aku ingin membawa satu pelayan ke rumah dad? bisakah" tanya Luna


"Pelayan? siapa? dan buat apa di rumah dad" tanya Herry.


"Dia adalah orang yang pernah ku ceritakan dulu dad dan juga bila ku bawa ke rumah dad dia akan aman" jelas Luna


"maksudmu pengasuh mu" ucap Herry memastikan.


"Ya"


"baiklah malam ini pesawat kemiliteran sudah siap dan juga kamu tidak lupa buka undangan lomba kita" ucap Herry.


"tentu saja dad aku akan menyiapkan dan memberi tau kak Rangga dan anak-anakku" ucap Luna percaya diri.


"baiklah dad tunggu" ucap Herry lalu mematikan telepon miliknya. Luna memasukkan handphone miliknya ke dalam tasnya dan memakai Hoodie hitam miliknya. Apapun yang terjadi mau dirinya masih memiliki keluarga atau tidak Luna akan membawanya ke tempat yang aman.


Luna keluar dari mobil Ferrari merahnya dengan memakai masker miliknya, langkah kakinya berjalan ke arah pintu cafe itu. Terdengar suara lonceng berbunyi di pintu itu. Senyuman seorang pelayan laki-laki menyambutnya hangat dan membawanya ke tempat meja kosong itu berada.


"ingin pesan apa?" tanya pelayan lelaki itu ramah.


"Em saya ingin pesan milk coffee Dan juga bisa dibawakan oleh pelayan bernama Vena?" ucap Luna yang diangguki oleh pelayan lelaki itu. Luna memainkan handphone miliknya sambil menatap jadwal yang akan dia kosongkan 9 hari ke depan untuk menyiapkan perlombaan antar sesama klan. Hingga sebuah langkah kaki terdengar mendekat ke arah meja milik Luna dan sebuah tangan yang sudah mulai menua terlihat di hadapannya. Luna menengok ke arah depan dan melihat sosok perempuan yang sangat dia sayangi dan sekarang berada di depannya itu.


"Silahkan dinamakan, nona" sopan perempuan yang hendak memasuki umur 39 tahun itu.


"Sister Neva" lirih Luna yang membuat tubuh perempuan itu menegang dan menintikkan air mata miliknya.


"ah maaf nona saya pergi dulu" ucap Neva tergesa-gesa yang membuat Luna memeluk perempuan itu dari belakang dan mencium bau mawar dari tubuh perempuan yang dirinya peluk itu.

__ADS_1


"Sister Neva" bisik Luna yang membuat Neva lemas dan tidak bisa menahan air matanya lagi.


"Benarkah ini" lirihnya.


"Aku suka bau tubuh Sister Neva seperti bunga mawar" ucap Luna yang membuat Neva menggelengkan kepalanya tidak percaya.


Flashback on~


"Aku cuka bau tubuh cister Neva ceperti bunga mawar" seru gadis berumur 4 tahun itu sambil memeluk Neva walaupun kalimat yang dia ucapkan masih belepotan tapi Neva tau apa yang diucapkan anak yang sudah dia asuh selama 2 tahun terakhir ini.


"Kamu mau?" tawar Neva yang langsung diangguki oleh Luna, Neva mengambil bunga yang selalu dia simpan di dalam kamarnya. Luna mengekori tubuh Neva hingga berhenti ke atas meja tepat dimana banyak bunga yang tersimpan di vas bunga dengan rapi dan indah.


"Hmmm apa yang cocok yaa dengan nona kecil kita ini?" pikir Neva sambil menatap Luna. Hingga tangganya menggapai ke arah bunga Lily bewarna putih yang ada di vas miliknya.


"Nona pasti cocok dengan bunga ini" semangat Neva sambil memberikan bunga Lily putih itu.


"cocok?" bingung Luna yang diangguk antusias oleh Neva.


"Nona tau arti bunga ini?" tanya Neva yang langsung digeleng tidak mengerti oleh Luna.


"Cuci?"


"Iya suci" ulang Neva.


Flashback Off



Neva melepas pelan tangan ramping itu dan membalikkan badannya pelan dan menatap wajah perempuan yang sudah melebihi tingginya.


"Apa benar ini nona" tanya Neva lagi sambil menilai dari atas hingga kebawah penampilan perempuan yang baginya sangat tidak mungkin itu adalah perempuan yang dia layani lebih 10 tahun itu. Luna memanggil pelayan laki-laki yang mempersilahkan nya duduk tadi.


"Saya sewa cafe ini selama 2 jam jadi tolong tutup cafe ini" dingin Luna yang membuat semua pelayan yang ada di sana menganga tak percaya.


"Beneran ini nona?" tanya pelayan laki-laki itu tidak percaya.

__ADS_1


"apa saya seperti berbohong" dingin Luna yang digeleng keras oleh laki laki itu.


"Kerjakan"


"baik nona, terima kasih atas pesanan anda" semangat lelaki itu lalu pergi ke dalam. Sedangkan Neva, Luna mempersilahkan perempuan itu duduk. Luna melepas topi dan maskernya lalu menatap wajah perempuan itu.


"Apa kabar, sister Nev?" Tanya Luna.


"Baik dan juga apa benar ini kamu,non?" tanya Neva.


"Ini memang saya dan juga kenapa Sister Nev ada disini?" tanya Luna to the point.


"Karena saya sudah dipecat di kediaman lama" jawab getir Neva.


"Dipecat? kenapa?" tanya Luna.


"Dipecat karena nona pergi ah bukan tapi tepatnya di usir dari kediaman itu" jawab Neva sambil tersenyum hambar.


"Sudah berapa lama Sister Nev bekerja disini?" tanya Luna lagi


"sudah hampir 7 tahun lamanya karena saat 1 tahun yang lalu saya drop" ucap Neva dan memelankan kata akhirnya.


"drop kenapa bisa? bukannya sister Nev sudah pernah menikah?"


"Dia selingkuh lalu menceraikan saya nona" jawab Neva sambil menatap ke arah depan dengan tatapan kosong entahlah saat dirinya mengingat hal itu cukup membuat hatinya tersakiti. Janda di umurnya yang masih 31 tahun dan pernah keguguran saat umur kandungan 1 bulan cukup menguncang jiwanya dan membuat dirinya drop selama 1 tahun dan baru bisa bangkit kembali.


"Ehem daripada membahas saya lebih baik bertanya tentang nona yang membuat saya kaget" ucap Neva mengalihkan topik pembicaraan.


"Memang apa yang ingin Sister Nev tanyakan" dingin Luna karena jujur saja dirinya tidak bisa bersikap hangat dan menyenangkan selain bersama Navin Dan sisanya paling sedikit.


"Kemana saja nona pergi? kenapa nada bicara nona seperti ini? dan juga kenapa nona berubah?" tanya Neva panjang lebar Luna hanya bisa tersenyum tipis mendengar ocehan yang sering dia dengar saat anak-anak sampai remaja itu.


"Saya pergi ke suatu tempat dan memang ini nada bicara saya Sister Nev Dan waktu yang membuat saya berbeda" dingin Luna lalu meminum milk coffee nya. Neva menatap sendu saat melihat asuhan nya sudah berubah menjadi dewasa tapi sayang sikapnya tidak sebahagia dan semanis dulu apalagi sekarang dia seperti manusia yang tidak memiliki hati.


'Apa yang terjadi denganmu, nona'

__ADS_1



__ADS_2