
'Sepertinya aku harus memilih yang itu' ucap Luna dalam hati.
"Baiklah saya terima" senyum Luan dan menyerahkan kartu miliknya ke arah Joe. Kembali duduk di kursi dan melepaskan jaket buku miliknya, memperlihatkan kulit putih bersih nya. Putih, kenyal dan lembut membuat semua orang menatapnya dengan liar seperti hewan pemangsa.
Kali ini permainan kartu dimainkan kembali tetapi karena pria bertopeng tersebut yang menantang membuat dia memilih permainan kartu apa yang diinginkan di atas meja hijau ini.
"Bagaimana kalau Poker?" tanya pria bertopeng tersebut.
"Baiklah" jawab Luna singkat.
Poker sebuah permainan kartu dasar dimana di tangan akan terdapat 5 buah kartu. Poker sendiri mempunyai banyak versi seperti 5-Card Draw, 5-Card Stud, Omaha Hold’em, Razz, Texas Hold’em, Pineapple dan juga 7-Card Stud. Permainan yang memiliki angka nilai seperti King, Queen, Jack dan lainnya.
Permainan dengan akal sehat dan keberuntungan dalam mengambil maupun membuang kartu. Permainan yang bisa dimenangkan dengan mudah jika orang yang memegang kartu bisa melakukan nya dengan handal.
"Baiklah mari kita mulai kembali permainan kedua" ucap Dealer dan mengocok semua kartu miliknya.
Membagi 5 kepada setiap pemain dan sisanya di letakkan di tengah. Pembuangan, pengambilan dimainkan setiap detik dan menit. Saat semuanya sudah siap dengan kartu andalan mereka dengan cepat mereka mengeluarkan kartu yang mereka miliki.
"Four of a kind" ucap Luna singkat dan melemparkan semua kartunya di atas meja. Four of a kind merupakan kartu yang memiliki posisi tertinggi kedua. Kartu yang sulit untuk dikeluarkan dan membutuhkan kehebatan tangan dalam mengambilnya (taktik).
"Sepertinya kita akan berbicara selama 8 jam nona" smirk laki-laki bertopeng tersebut dan mengeluarkan kartu miliknya. Kartunya adalah Straight Flush, sebuah kartu dengan posisi pertama. Kartu Straight Flush sangat sulit untuk dikeluarkan karena di dalam kartunya terdapat kartu As, King, Queen, Jack dan kartu dengan angka 10.
Sebuah Kemenangan mutlak untuk mereka yang mengeluarkan kartu ini. Kartu tertinggi dan kartu keberuntungan yang sangat hebat.
"Sepertinya firasat saya benar" dingin Luna. Dia sudah memikirkannya tadi jika dia menang dirinya bisa menghadiahkan kedua anaknya sebuah senjata yang bagus dan jika dia kalah beruntungnya dia hanya berbicara 8 jam dengan orang di hadapannya. Jika bukan karena tawaran yang menguntungkan tidak mungkin Luna rela membuang waktunya yang paling berharga.
"Kalau begitu silahkan ke sini nona" ucap seorang ajudan mempersiapkan Luna. Tetapi Luna berjalan berbeda dengan mereka dan memilih mendekat ke arah Joe. Luna membisikkan sesuatu kepada Joe.
__ADS_1
"Simpan kartu milikku dan katakan kepada mereka bahwa aku akan terlambat pulang" bisik Luna.
"Hati-hati Luna, ingat jika ada apa-apa panggil aku. Bagaimanapun juga kamu masih harus menyelesaikan misi dari kemiliteran" bisik Joe.
"Hmm" jawab Luna singkat dan berjalan kembali ke arah orang-orang yang menunggunya. Memasuki lift dan pergi ke lantai 3 yang merupakan tempat penginapan paling premium. Saat lift berdenting Luna keluar dari lift sambil mengikuti orang bertopeng uang mengalahkannya.
Mereka memasuki ruangan kamar dan menyisakan kedua orang di dalam kamar tersebut. Jendela kamar yang sengaja terbuka membuat angin malam menghembus di sekitar mereka. Keheningan malam mencerminkan keadaan mereka sekarang. Hening, tidak ada yang berbicara dan hanya ada suara nafas mereka saja di ruangan tersebut.
Ditemani jam yang berdetik, jarum pendek yang tadinya belum sempurna menjadi sempurna dan menunjuk ke arah angka 10.00 pm. Jam itulah yang mengawali pembicaraan Luna dengan laki-laki yang ada di hadapannya.
"Apa anda tau kenapa saya rela membuat pertaruhan seperti itu?" tanya laki-laki bertopeng tersebut.
"Jika saya menjawab kebohongan mungkin karena anda tertarik dengan saya tetapi bila saya menjawab dengan jujur anda mengenali saya dari suara ini" jawab Luna dingin.
"Ternyata benar anda adalah tuan Leonex Martin" dingin Luna yang menatap Leon. Laki-laki bertopeng itu membuka topeng miliknya dan memperlihatkan wajah yang memiliki harus indah itu. Matanya menatap ke arah Luna sambil menyatukan tangannya di bawah dagu perkasanya.
"Bagaimana anda mengetahui saya?" tanya Leon dingin
"Siapapun orang dari kegelapan juga akan tau bahwa itu anda, karena hanya tuan klan singa yang datang di tempat lelang dan membeli topeng berbentuk singa yang merupakan buatan desainer terkenal" jelas Luna.
"Baiklah kalau begitu daripada kita basa-basi, kenapa kita tidak langsung masuk ke intinya saja" dingin Leon dan menggoyangkan bel yang ada di meja kecil miliknya. Ajudannya masuk sambil membawa sebuah map bewarna merah, memberikannya kepada Leon dan keluar dari ruangan.
"Apa ini penting?" tanya Luna.
"Lumayan penting dan juga bukannya anda kalah jadi anda harus mengikuti pertaruhan hari nona Luna" jelas Leon. Nadanya penuh dengan penekan dan suaranya berat seperti biasa.
__ADS_1
"Huft, cepat apa yang ingin ku bicarakan denganku" kesal Luna yang langsung mengambil wine yang ada di hadapannya. Memutar nya pelan dan meneguknya dalam sekali one shoot.
Gluk***
Meletakkan kembali gelas wine miliknya dan menatap Leon malas. Dia lebih malas lagi bahwa semua pemikiran nya benar tentang orang yang ada di hadapannya. Tebakan bahwa orang yang bertopeng adalah Leonex Martin dan berharap bahwa tebakan semata-mata nya salah tapi...
'Huft benar-benar hari yang tidak memberuntungkan' pikir Luna.
"Nona Luna seharusnya anda lebih berhati-hati bukan untuk meminum minuman yang ada dihadapan anda" ucap Leon yang menyusun kertas dari mapnya.
"Tunggu jangan bilang.... argh" ringis Luna saat merasakan kepalanya tiba-tiba pusing. Pandangan matanya juga memudar dan hanya bisa melihat samar-samar.
"Karena bisa jadi ada sesuatu di dalamnya, nona" lanjut Leon yang menatap Luna sudah memegangi kepalanya. Tubuhnya lama-kelamaan roboh dan tertidur di sofa ruangan.
'sial' ucap Luna terakhir kali sebelum matanya menutup dan berjalan ke alam mimpi. Leon yang melihat Luna tertidur hanya bisa tersenyum tipis sambil mendekati wanita tersebut. Mengelus kepalanya dan meletakkan helaian rambut tersebut ke belakang.
"Maafkan aku Luna, hanya cara ini yang bisa ku lakukan untuk mencari tau kebenaran tentangmu dan perasaan yang ku miliki ini" gumam Leon. Tangan kanan yang sedang mengelus wajah milik Luna dan tangan kirinya yang memegang area jantungnya.
Jantungnya berdetak lebih cepat dari biasanya, degupan hatinya mengartikan sebuah debaran perasaan. Leon haru melakukan cara curang ini untuk mencari tahu kebenaran tentang Luna dan menyelesaikan semuanya. Karena jika dia terlambat rasa penyesalan miliknya tidak akan pernah kunjung terselesaikan.
Dengan mata yang lembut, Leon menatap Luna dan mencium dahinya lembut. Tidak ada kekerasan di dalam gerakannya yang ada hanyalah sebuah rasa kasih sayang yang di tunjukkan untuk Luna.
"Maaf" ulang Leon.
🔫Leon cerdik juga yaa ternyata bahkan melakukan hal-hal yang berbahaya dan merugikan hanya untuk mencari identitas Luna! Hmmmmmmmm penasaran? sabar authornya mau tidur dulu hehehe, Sayonara~
__ADS_1