My Ex Secretary

My Ex Secretary
Bab 45 : Tidak Mungkin!


__ADS_3

Di tempat Luna berada mereka berpesta ria mengeluarkan semua kesenangan ada di saat keluarga luxury mulai terbalaskan. Tetapi berbanding terbalik dengan keluarga Luxury yang sedang berada di ambang kecemasan. Apalagi di saat Lina sudah terbangun dari pingsannya dan menatap semua luka-luka yang dibalut oleh perban.


"Tidak! ini tidak mungkin! ini pasti mimpi buruk!" seakan Lina tidak percaya bahwa semua tubuhnya terdapat luka bakar karena ledakan.


"Lina tenangkan dirimu sayang dokter akan menyembuhkan semuanya" prihatin Melli kepada anak perempuan nya yang berteriak tidak terima dengan semuanya.


"Tidak ini tidak bisa terjadi padaku! aku harus tau siapa memberikan hadiah itu! aku akan membuat klan dolphin hancur!" teriak Lina sambil menarik rambut panjangnya. Reno yang mendengar pernyataan anaknya menjadi bingung dengan ucapan anaknya itu.


"apa maksudmu Lina? apa jangan-jangan mereka mengirim ini?" bingung Reni sambil bertanya kepada Lina meminta penjelasan atas pernyataan tadi. Dengan tubuh yang bergetar Lina memegang wajahnya yang terluka dan teringat akan kepala mayat yang menatapnya melotot dan ingin membawanya ke neraka.


"tidak! tidak! tidak aku tidak akan pergi!" teriak Lina dia benar-benar ketakutan saat mendengar ayahnya bertanya hal itu. Dia tidak ingin menjelaskan semua yang dilihat di dalam api.


"Lina tenangkan dirimu, kamu tinggal menjelaskan nya sayang" ucap Melli yang mencoba menenangkan anaknya yang sudah mulai berteriak tidak jelas.


"Dia yang melukai ku mereka... mereka ingin membakar ku... mereka menatapku.. aku !! waaaa aku tidak akan pernah mati!" jelas Lina sambil berteriak di saat itu pulalah beberapa suster dan dokter datang membawa obat penenang yang mereka sudah perkirakan. Lina berteriak tidak jelas dan selalu menyebut kata tidak. Dirinya seperti ketakutan apalagi mengingat semua hal yang mengerikan. cairan parfum bewarna merah yang pernah mengenai tangannya itu bukan cairan parfum biasa tapi itu adalah cairan darah kental dan berasal langsung dari potongan tubuh manusia.


"Apa yang kalian lakukan kepada anakku!" teriak Melli saat melihat para suster sudah memegang lengan maupun kaki Lina dan mengeluarkan jarum suntik.


"Tidak! tidak! ini tidak mungkin terjadi!" teriak Lina dan mulai lenyap saat obat penenang sudah mulai memasuki tubuhnya. Dokter dan para suster pun bernafas lega lalu memberikan perlukan sopan kepada keluarga pasien.


"Bisakah saya berbicara dengan anda di ruangan saya?" tanya dokter pribadi milik Keluarga luxury sebuah anggukan dari Reno sangat meyakinkan dan berjalan mengikuti dokter dihadapannya. Tetapi Melli dia seperti mematung di tempatnya saat melihat anaknya tertidur pulas karena suntikan penenang.


"Sayang kamu ikut atau tidak?" tanya Reno kepada istrinya. Melli menggelengkan kepalanya pelan dan mencoba melangkahkan kakinya yang terasa berat untuk mendekat ke arah tempat tidur anaknya. Gumaman pelan terucap di mulut Melli saat dia menyentuh tubuh anaknya yang terluka.

__ADS_1


"aku... di sini saja" gumam Melli. Reno berpaling dan kembali berjalan untuk keruangan dokter.



Di dalam ruangan itu hanya tercium bau obat-obatan. Dari obat untuk pasien biasa sampai yang tidak biasa. Reno duduk di sebrang tempat duduk dokter keluarganya. Dia membutuhkan jawaban dari orang yang dihadapinya kini. Karena dirinya tidak mungkin membiarkan anaknya berteriak bahkan tidak menerima tubuhnya yang terluka, itu tidak akan pernah terjadi.


"Jadi apa yang ingin kau bicarakan?" tanya Reno to the Point dia tidak perlu basa-basi dua harus mengembalikan anaknya seperti sedia kala dan dia harus membuat orang yang melakukan kepada keluarga mereka mendapatkan balasannya.


"Saya sudah mendapatkan hasil dari pemeriksaan dan sepertinya luka bakar milik Nona Lina sulit untuk disembuhkan terutama bagian wajahnya" jelas Dokter.


"Apa tidak bisa dikembalikan seperti semula dan juga kenapa dia berteriak seperti itu?" tanya Reno.


"Untuk wajahnya sepertinya tidak bisa karena luka bakar itu hampir memenuhi wajahnya dan sepertinya Nona Lina mengalami kejadian buruk saat didalam api dan melihat hal yang mengerikan dan membuatnya menjadi ketakutan lalu berteriak tidak jelas" jelas Dokter pajangan lebar. Dia termasuk dokter profesional yang mendalami beberapa ilmu bidang kedokteran dan dia tau saat melihat teriak dan tatapan mata pasiennya.


"Jadi maksudmu anakku gila!" teriak Reno tidak terima saat anaknya dibilang gila.


"Tidak mungkin anak ku gila bukankah ada cara menyembuhkannya!" teriak Melli saat memasuki ruangan dokter. Dokter laki-laki tua itu memberikan senyum nya dia sudah memikirkan semua ini dan sudah memilih metode yang benar.


"Tentu saja ada nona yaitu menjalankan yaitu berobat ke psikiater" jawab Dokter.


"Kalau wajahnya bagaimana?" tanya Reno


"Seperti yang saya katakan wajah sulit untuk disembuhkan tapi masih bisa diganti atau diperbaharui" jelas Dokter.

__ADS_1


"Maksudmu dengan operasi?" tanya Melli meyakinkan. anggukan dari dokter membuat Melli tau hanya itu cara untuk menyembuhkan dan mengembalikan kecantikan anaknya.


"Tetapi bila Nona Lina menolak mungkin akan sulit untuk menjalankan kedua pengobatan untuknya" lanjut dokter. Reno terdiam seketika dan memikirkan cara untuk membujuk anaknya. Tidak ada yang salah membawa anaknya ke psikiater tetapi saat melakukan nya dia hanya perlu menyewa beberapa penjaga dan melakukan hal tersebut secara tersembunyi, agar media massa tidak mengetahui bahwa anaknya pernah gila.


Setelah itu operasi juga tidak memiliki efek negatif, hanya mengganti wajah anak perempuan nya dan dia akan memberikan anaknya ke dokter yang lebih ahli agar wajah anaknya bisa lebih cantik dan bersinar. Karena kalau luka bakar itu tidak diperbaiki bisa-bisa pertunangan dengan Keluarga Martin akan dibatalkan. Bila dibatalkan makan akan banyak kerugian yang terjadi.


"Tetapi mungkin ada efek sampingnya" ucap Dokter itu membuat Reno memantapkan keyakinannya.


"Tidak perlu memikirkan konsukuensinya kami harus mencari dokter yang ahli untuk mengoperasi wajahnya" tegas Reno dan diangguki oleh dokter. Melli memegang tangan suaminya dan menatap wajah suaminya.


"Apa wajah Lina akan kembali cantik?" tanya Melli kepada suaminya.


"Tenang saja bila Opera ini berhasil maka wajah Lina mungkin lebih cantik dari sebelumnya dan tidak akan membuat kita mengingat kembaran Lina yang seperti sampah itu" ucap Reno yang diangguki oleh Melli. Tanpa sadar setiap omongan dari mereka bertiga di dengan oleh seorang laki-laki yang sedang menyamar menjadi pasien dan duduk di samping ruangan dokter.


Laki-laki itu adalah bawahan Luna dan melaporkan setiap rincian yang dirinya dengar. Apalagi yang membuat informasi ini lebih menarik adalah Lina mulai menjadi orang gila.


"Itu yang saya dengar dari mereka semua ketua" ucap Laki-laki itu sambil memakai earphone miliknya. Di tempat kegelapan berada Luna meletakkan gelas wine nya dan memandang tenang ke arah depan. Dia seakan memandang masa depannya akan cerah dan setiap titik pembalasan dendamnya mulai terbuka perlahan.


"Hmm.. informasi yang menarik dan terus dengarkan apa yang mereka katakan dan jangan lupa beri tau aku tempat mereka akan melakukan operasi plastik" dingin Luna lalu menutup telponnya. Ternyata semua pikiran nya melebihi ekspektasi, apalagi saat mendengar Lina mulai menggila dan jangan lupakan wajahnya yang terdapat luka bakar.


"Wajahmu sudah hancur Lina dan aku tidak akan membiarkan dirimu menggunakan wajah yang sama denganku untuk membuatmu memanipulasi kebaikan dari ibunya Leon,Qarin" gumam Luna karena dia tidak akan membiarkan semua kebaikan yang dia berikan malah disalah gunakan oleh seseorang. Bahkan pengorbanan nya malah dikira pengorbanan saudari kembarnya.


"Kebenaran akan cepat terungkap, Lina sayang" Smirk Luna.

__ADS_1



🔫 Beberapa teka-teki akan terus mulai terjawab dan muncul. Setelah itu jangan lupakan pembalasan dendam akan selalu timbul ke permukaan dan membuat pembalasan Luna akan bertambah sadis. Jadi jangan lupa buat like, Comment sekian terima Vote!


__ADS_2