My Ex Secretary

My Ex Secretary
Bab 66 : Headlines


__ADS_3

Luna mengunci kamarnya, untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Beberapa angka ia tekan di handphone, membuat suara dering panggilan terdengar di ruangannya. Suara yang sangat dirinya kenal masuk ke dalam pendengaran miliknya.


"Apa kamu sudah melakukan nya Luna?" tanya Henry. Seorang laki-laki paruh baya yang merupakan ayah dan sekaligus pemimpin nya terdahulu.


"Iya dan mungkin beritanya akan tersebar cepat" jawab Luna dingin.


"Baguslah dan dady sudah mendapatkan informasi yang kamu inginkan" ucap Henry.


"Apa itu?" tanya Luna.


"Perempuan itu sudah memulai pengobatan nya hari ini yang sepertinya akan sembuh 2-3 bulan" jelas Henry.


"Apa ada efek yang dia dapatkan dari kejadian itu selain mukanya hancur dan menjadi gila?" tanya Luna dingin.


"Dia mendapatkan efek samping yaitu mimpi buruk dan perempuan itu selalu mendapatkan suntikan obat penenang" jawab Henry.


"Lumayan, kalau begitu aku minta bantuannya " tukas Luna.


"Tenang saja dan ingat proyek yang sebentar lagi akan datang, kamu harus memenangkan nya" ucap Henry mengingat kan anaknya tujuan awalnya untuk melakukan semua hal berbahaya ini.


"Baik dad dan sampaikan salam ku kepada mom" akhir Luna yang langsung mematikan telpon nya. Semua rencana yang berubah tidak akan membuat tekadnya berubah untuk membalas mereka.


'Sisa orang itu ya' smirk Luna dan berjalan ke arah rak bukunya. Mencari beberapa file yang tersusun rapi dan mengambil beberapa dokumen di dalam laci. Semua hal yang sudah dia cari untuk membalas orang-orang yang memberikannya kenangan buruk. Pembalasan yang akan didapatkan oleh keluarga dan tentunya mantan sahabatnya.


Luna tidak akan pernah melupakan mantan sahabat terbaiknya yang ikut bermain-main di belakang dirinya. Kecoa yang satu itu tidak mungkin dia biarkan saja, karena matanya sahabatnya itulah yang akan dia buat sengsara.


"Sisca Nade, seorang model yang sama-sama satu industri dengan Lina. Hmmm... ternyata masih saling bersama-sama" gumam Luna dan membaca semua informasi yang di dapatkan tapi belum sempat dia baca.


Membalik-balik kertas yang ada dari halaman satu, dua, tiga sampai ke dua puluh lima. Setelah itu membaca dokumen atau file lainnya. Luna harus mendapatkan semua informasi yang dia butuhkan untuk menghancurkan kecoa yang selalu berterbangan di mana-mana.


Menyebar pesona dan menampilkan lekuk tubuhnya di setiap kamera yang menyorot. Membuat Luna memberikan senyum dinginnya, sebuah ide cemerlang menghampiri otaknya lagi.

__ADS_1


"Memang ya jika sudah menjadi orang licik tidak mungkin berubah secepat mungkin, Sisca mari bermain denganku hari ini" senyum Luna dan mengetikkan beberapa pesan kepada sekretaris nya.


Pertama-tama Luna harus menjadi sponsor di beberapa produk yang merupakan pekerjaan Sisca dan membuat Sisca menjadi bawahan yang tidak bisa menolaknya. Dia ingin bermain-main sebentar dengan kecoa kecilnya yang tentunya akan menyenangkan.


"Sepertinya aku harus tidur lebih cepat, besok akan penuh dengan keributan" gumam Luna yang menyimpan beberapa file dan dokumen nya. Merobohkan tubuhnya ke kasur dan memejamkan matanya. Karena jika sekarang dia bermain-main dengan Sisca untuk rencananya. Maka Luna tidak akan melupakan Laki-laki yang sedang bermain dengan beberapa wartawan. Laki-laki yang akan menjadi tunangan palsunya, Leonex Martin.


'Pasti dia sudah memulai semua nya' gumam Luna yang setelah itu dirinya langsung tertidur, menuju ke alam mimpi yang penuh dengan lika-liku.



Ke Esokan Harinya~


Handphone milik Luna sudah berdering penuh dengan notifikasi masuk dari orang-orang. Membuat Luna harus mematikan notifikasi miliknya dan fokus membaca berita utama hari ini.


Dimana berita utama hari ini adalah berita tentangnya dan tentang Leon yang beredar di situs internet. Dari Twit, Insta, NapChat, Dan lain-lain. Berita tentang pembatalan pertunangan Lina Luxury dan Leonex Martin dan masuknya berita pertunangan Luna Nypole dan Leonex Martin.


Sampai berita Leon yang jatuh cinta kepada Luna dengan bukti foto di taman bermain dan beberapa rekaman. Rekaman yang membuat orang-orang percaya dan memilih Luna daripada Lina.


Komen-komen yang bersikap positif ke arahnya dan berbanding terbalik dengan Lina yang mendapatkan komentar negatif. Hujatan demi hujatan bermunculan dalam menilai Lina dengan Luna. Sampai-sampai ada yang membuat sticker-sticker unik untuk chat. Bahkan berita Luna dan Leon mengalahkan berita milik Lina yang terkena bom.


Tok** Tok**


Suara pintu yang diketok mengalihkan pemandangan Luna dari handphone. Kakinya berjalan menuju ke arah pintu kamarnya, ada suara anak kecil yang datang dari arah luar kamar miliknya.


"Mom, boleh Laura masuk ke dalam?" tanya Laura yang ada di luar pintu.


"Tunggu" singkat Luna dan membuka kunci pintunya, lalu membiarkan kedua anaknya masuk ke dalam kamar.


"Masuklah" ucap Luna yang mempersilahkan kedua anaknya untuk masuk ke dalam kamar milik nya


"Mom, bolehkah aku bertanya?"

__ADS_1


"Tanya saja, Laura" ucap Luna memperbolehkan. Laura menganggukkan kepalanya kepada Navin yang membuat Navin memberikan surat kabar.


"Surat kabar?"


"Itu mom, apa benar mom bertunangan dengan Daddy? apa mom sakit?" tanya Laura yang khawatir tidak mungkinkan keinginan nya langsung terjadi seketika. Padahal kemarin di taman bermain ayah dan ibunya seakan-akan ingin memulai perang dunia.


"Itu benar dan mom sehat" jawab Luna singkat.


"Lalu apa pertunangan ini di dasari oleh perasaan?" tanya Laura lagi.


"Rahasia, sudah-sudah lebih baik kamu sarapan bukankah hari ini menu sarapan nya spesial" ucap Luna mengganti topik yang tentunya itu berhasil, karena anak perempuan nya sangat suka dengan hal-hal tersebut.


"Benarkah? baiklah aku pergi duluan" semangat Laura dan berlari ke luar kamar dari ibunya meninggalkan Navin dan Luna berduaan dalam kamar. 'Dasar Laura tidak bisa menahan nafsunya' pikir Navin.


"Tanyakanlah apa yang ingin kamu tanyakan Navin" tukas Luna yang tau Navin memiliki kepekaan yang lebih dari adiknya dan memiliki pikiran yang lebih dewasa. Yang membuat Luna tidak mungkin mengganti topik atau membahas hal lainnya


"Apa mom benar-benar memilih rencana seperti itu?" tanya Navin.


"Tentu saja"


"Bukankah ada cara lain selain hal ini, bukannya ini memiliki resiko yang besar?" tanya Navin kembali suaranya dingin tapi di dalam kedinginan nya terdapat kekhawatiran yang mendalam untuk Ibunya.


"Tidak ada rencana yang tidak memiliki resiko Navin dan seharusnya kau tau betul rencana ini juga memiliki keuntungan yang banyak" jelas Luna tegas.


"Huft baiklah, tapi mom ingat jangan sakiti perasaan mom sendiri. Mom tau bukan di dunia ini aku sangat-sangat menyayangi mom lebih dari diriku sendiri" pasrah Navin terhadap keputusan ibunya.


"Tentu saja mom tau, kalau begitu ayo kita sarapan" ajak Luna. Mereka berdua berjalan menuju ruang makan yang sudah diisi oleh Rangga dan Laura ditemani makanan-makanan yang dihidangkan dengan rapi.


'Ya, semua rencana memiliki resikonya tersendiri' pikir Luna.


__ADS_1


🔫Mari kita mulai membasmi kecoa di muka bumi ini(屮ಠ益ಠ)屮 dan jangan lupa like, vote nya.


__ADS_2