My Ex Secretary

My Ex Secretary
Bab 91 : Kehancuran Sisca (1)


__ADS_3

Di Tempat Lain~


Sebuah mansion luas tersebut memiliki penghuni yang masih bangun saat pagi hari. Padahal waktu masih menunjukkan angka 4 pagi tetapi kedua mahluk kecil bersama dengan ibunya sudah berada di ruang komputer.


Ketiga orang itu sudah duduk di kursi masing-masing dan menyelesaikan tugas yang diberikan oleh ibu mereka.


"Ingat jika ngantuk kembali ke tempat tidur kalian saja" ucap Luna.


Dia sudah sampai ke mansion dan tidak bisa langsung mengistirahatkan tubuhnya. Karena urusan yang harus ia selesaikan untuk Sisca Made membuatnya terjaga. Kemudian kedua anaknya yang baru terbangun di pagi hari melihatnya datang dan membantunya menyelesaikan masalah Sisca Made.


"Sayangnya mata anakmu ini sudah menjadi 100% mom" jawab Laura yang berada di depan layar komputer. Kacamata radiasi dia gunakan di matanya untuk mencegah kerusakan di matanya dari layar komputer.


Jarinya yang mengetik website-website khusus yang dia buat dan siap untuk dikelola kembali. Laura sangat bersemangat dalam hal ini, apalagi mengetahui bahwa yang mereka urus saat ini adalah teman yang telah mengkhianati ibunya tersayang.


"Navin jika kamu tidak ingin membantu lebih baik kembali tidur dan simpan senjata itu di dalam ruangan penyimpanan" tegur Luna. Dia memproses video dan rekaman suara yang dia dapatkan dari kamera yang telah ia letakkan di dekat jendela kamar milik Sisca Made malam tadi.


Kerugian yang akan menghancurkan Sisca Made dan membuat wanita itu membayar kerugian yang besar kepadanya. Jelas ini merupakan keuntungan untuk Luna dalam menyelesaikan lawan-lawan nya.


"Maaf mom, senjata yang mom bawa terlalu menarik perhatian milikku" jelas Navin meminta maaf dan kembali mengetikkan hurufnya di layar komputer.


Senjata yang dijadikan barang taruhan oleh Leon dan merupakan bawang tangan agar berharga itu dijadikan sebagai pengalihan saja. Jika Luna mengingatnya kembali pikirannya seakan-akan ingin memangsa Leon dan tidak akan melepaskan laki-laki tersebut karena telah berani memain-mainkan dirinya.


'Sial aku harus menyelesaikan ini secepatnya dan mengurus Anggota keluarga Luxury yang lainnya' pikir Luna.


"Mom boleh ku buka video yang mom kirim ini?" tanya Laura yang ingin mengetahui video apa yang dikirim oleh ibunya.


"Jika kau tidak ingin memainkan senjata baru coba saja buka video yang mom kirimkan" ancam Luna kepada anak perempuannya.

__ADS_1


"Hehehe gak jadi mom, bercanda ish" kekeh Laura dan kembali menyelesaikan website miliknya. Mereka bertiga akan mengedarkan video dan juga rekaman suara yang dikirimkannya oleh Luna ke internet dan mem-posting nya secara terbuka.


Cara ini pernah mereka gunakan saat menjatuhkan Lina Luxury dan membuatnya malu. Situs yang mereka gunakan kali ini sedikit berbeda. Dimana saat itu Laura dan Navin meretas sistem berita utama sedangkan untuk kali ini. Mereka semua menggunakan website milik mereka sendiri.


Dengan aku palsu yang telah diolah dan dirahasiakan dan data-data lainnnya. Website terpercaya milik mereka sulit diretas oleh orang lain karena virus yang sudah disiapkan oleh Luna membuat situs-situs web yang dimiliki mereka tetap aman terjaga.


"Kak judulnya mau apa ini?" tanya Laura. Dia pintar dalam meretas sistem tetapi tidak pintar dalam menggunakan kalimat yang baik dan benar. Membuatnya kesulitan menentukan judul maupun isi yang ada di website. Karena bagaimanapun juga mereka semua harus memposting artikel terkait musuh ibu dengan bagus.



Sehingga mampu mempengaruhi para pembaca untuk mengklik web mereka dan membaca berita yang mereka posting. Dimana musuh ibu mereka akan mendapat kan kerugian yang besar dan mereka sendiri mendapatkan keuntungan dari banyaknya kunjungan orang-orang ke situs web mereka.


"Mom sudah selesai dan tinggal dikirim" senyum Laura. Memperlihatkan layar komputer yang sudah siap dengan keamanan tingkat tinggi dan kosa kata yang baik.


"Baiklah mari kita kirim artikel ini sekarang" senyum Luna tipis dan menekan tanda selesai. Postingan berita itu terkirim dengan tanda persen yang semakin banyak. Hingga sampai ke angka 100% dan postingan yang mereka buat masuk ke dalam internet.


"Apa mom akan berkerja hari ini?" tanya Laura sambil menatap wajah ibunya.


"Tentu saja mom harus bekerja sayang" senyum Luna. Karena obat bius dari Leon membuat Luna tidur kurang lebih 6 jam dan cukup membuat Luna untuk bekerja hari ini. Dengan masalah Sisca Made yang akan datang jelas inilah kesempatan nya membunuh orang tersebut


"Tanah berarti tinggal sebentar lagi dong" sedih Laura.


"Mom memiliki pekerjaan yang menumpuk Laura" ucap Navin menjelaskan bahwa ibunya sibuk dan pasti tidak memiliki waktu untuk mereka. Walau begini mereka tetap seorang anak yang sesekali ingin merasakan waktu keluarga. Tetapi kesadaran diri yang mereka miliki juga tau bahwa ibu mereka adalah orang tua tunggal dan memiliki kehidupan yang lebih rumit dari dua orang yang masih anak-anak.


'Masih ada 1 jam lebih, mungkin aku akan bilang ke Kevin bahwa aku akan datang terlambat' pikir Luna yang melihat jam tangan yang melingkar di tangannya.


"Hei, mau mom ajari senjata baru ini di belakang mansion?" tanya Luna yang sudah berjongkok dan menatap wajah kedua anaknya hangat.

__ADS_1


"Be.. benarkah ini? mom akan mengajari kami senjata baru ini?" gugup Laura yang menatap ibunya dengan maaf yang berkilauan.


"Jika kalian ingin mom akan mengajarkan nya dan membiarkan mom terlambat kerja sedikit" jelas Luna.


"Yeah, thanks mom" senang Laura yang langsung memeluk ibunya erat.


"Navin.." panggil Luna.


"Apa tidak apa-apa?" tanya Navin yang lebih dewasa dari adiknya dan sangat mengetahui setiap hari ibunya sangat sibuk


"Jika kau tidak ingin diajarkan senjata baru ga tidak usah ikut, biarkan aku dan mom yang ke belakang dan kau tinggal di sini" sindir Laura yang dimana perasaan nya sudah sangat senang. Eh kakaknya malah menghancurkan dan bertanya yang tidak-tidak.


"Aku juga mau, okay" kesal Navin.


"Sudah-sudah ayo ke belakang, sebelum uncle Rangga datang dan tidak mengizinkan kita menggangu tidurnya yang tenang" ucap Luna dan menggenggam tangan kedua anaknya.


"Hehehe asik" semangat Laura yang tidak bisa berhenti bergumam.


"Huft dasar anak kecil" sindir Navin.


"Sadar diri" sindir balik Laura yang membuat Luna hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah laku anaknya yang tidak bisa hidup tanpa saling menyindir satu sama lain.


'Maaf ya Navin dan Laura, mom tidak bisa bermain dengan kalian lebih banyak. Tapi mom pastikan mom akan bermain setelah menghancurkan keluarga Luxury dan menyelesaikan Sisca Made hari ini' ucap Luna dalam hati.



🔫Besok kita main darah lagi yuk ... bersama Luna dan Leon juga sih hehehe sampai jumpa besok! Sayonara~

__ADS_1


__ADS_2