
"Ah...ah..."
"Suara ini"
"Kataku cepat matikan!" teriak Reno menggema di ruangan itu. Membuat para pekerja yang ada di sana dengan cepat mengotak-atik laptop mereka yang berkahir dengan pencabutan kabel listrik.
"Benar hanya itu caranya " ucap salah satu karyawan tersebut yang dengan cepat meraih kabel panjang yang tersambung ke listrik dan memutuskan aliran listrik yang ada. Membuat video yang tadinya berputar di layar lebar itu berhenti.
Namun sayangnya walaupun layar lebar yang tadinya menyala itu mati, tidak membuat para wartawan yang hadir berhenti berbisik dan mengeluarkan argumen mereka. Hingga sebuah pertanyaan lantang menggema dan membuat kesunyian terjadi di ruangan konferensi pers milik Luxury Company.
"Tuan Luxury, apa anda sedang berselingkuh?" tanya seorang wartawan lantang. Pertanyaan padatnya itu membuat kesunyian di ruangan terjadi, bahkan Melli yang baru saja datang terkejut mendengar hal tersebut.
"A...apa maksudmu?" gugup Reno yang mendengar pertanyaan langsung dilontarkan dari salah satu wartawan yang diundangnya.
"Tuan Luxury, apa anda melakukan hubungan s*x berulang kali?" ucap salah satu wartawan lainnya.
"Apa maksud kalian?"
"Sepertinya kita akan mendapatkan banyak berita hari ini" lontar wartawan lainnya yang melihat hari ini memiliki banyak keuntungan.
Membuat Reno yang mendengarnya mengepalkan kedua tangannya dan menatap para wartawan bodoh itu kesal. Berbeda dengan seorang wanita yang sedang berdiri di sebrang sana. Dengan tangan yang mengepal marah, matanya menatap orang yang ia cintai itu dengan penuh kebencian.
Hingga suara langkah kakinya mendekat dan semakin mendekat, membuat para wartawan yang berbicara menoleh dan melihat penampilan wanita tersebut. Ia berjalan dan semakin mendekat ke arah laki-laki yang ada di hadapannya, dan mengangkat tangan kanannya. Lalu membiarkan tangan kanan itu melayang ke wajah laki-laki yang merupakan suaminya.
PLAK**
Suara tamparan menggema di sana, dengan kemarahan dan kebencian Melli menatap suaminya sedangkan suaminya menatap balik Melli dan mengeluarkan suara bentakannya. Melli melupakan bahwa banyak wartawan di dekatnya, yang bisa mengekspos citra buruk kehidupannya.
'Sepertinya pertunjukan akan dimulai lagi' gumam Luna yang menatap kedua orang bodoh dari tempat duduknya dan membiarkan alur yang telah ia persiapkan mengalir seperti air.
"Apa yang sedang kamu lakukan Melli!" bentak Reno sambil menyentuh wajahnya. Dimana di wajahnya itu terdapat bekas tamparan yang berasal dari tangan istrinya langsung.
"aku? aku sedang apa katamu? yang harusnya bertanya itu aku! apa yang sedang kamu lakukan dengan sekretarismu itu!" teriak Melli yang sangat mengetahui siapa wanita yang ada di layar tadi. Walaupun hanya sebentar, matanya tidak akan pernah salah dan sangat mengetahui orang yang ada di video tadi. Seorang wanita sekaligus sekretaris suaminya saat ini.
__ADS_1
"Apa aku melakukan kesalahan besar? hah?!'
"Tentu saja salah, itu salah! kau... kau tidak bisa berbuat seperti ini kepadaku. Aku yang membantumu" jelas Melli dengan tubuhnya yang sedikit gemetaran. Saat menyadari bahwa suaminya melakukan perselingkuhan.
"Membantuku? apa kau lupa kau juga pernah melakukan hal seperti ini padaku Mell, bahkan sebelum kita menikah!" bentak Reno yang melihat istrinya menyalahkan dirinya karena perbuatan keji itu.
Dimana ada sebuah kebenaran bahwa istrinya juga pernah melakukan hal seperti itu kepadanya dan Reno yang sebagai suaminya hanya berdiam diri saja.
"a...aku"
"kau harusnya bersyukur karena aku mau menikahimu, bahkan saat kau pernah berhubungan dengan laki-laki lain" bisik Reno membuat tubuh Melli bergetar ketakutan dan perlahan mundur.
"a..aku, a..aku" Melli yang ketakutan hanya bisa memeluk tubuhnya dan melangkahkan kakinya mundur, menajuhi suaminya yang membentak dan memarahinya dan menolehkan kepalanya ke arah kanan. Menyadari bahwa saat ini mata para wartawan melihatnya dan merekamnya.
"I...itu aku" gugup Melli yang ingin menjelaskan akan tetapi tertahan saat suara ledakan terdengar di dekatnya.
Ledakan besar yang terjadi itu membuat orang-orang yang ada di dalam perusahaan dengan cepat berlarian keluar, dan tidak lupa dengan para wartawan yang juga ikut berlarian menjauh dari bangunan perusahaan yang perlahan-lahan meledak itu.
"Kalian cepat panggilkan pemadam kebakaran!" ucap Reno memerintahkan para bahwahannya.
Tapi sayangnya suara teriakannya sama sekali tidak membuat orang-orang itu mengikuti perintahnya, yang ada mereka berteriak ketakutan dan berlari menjauh dari perusahaan tempat mereka bekerja. Meninggalkan Reno, Melli dan beberapa orang lainnya di sana.
"Perusahaan ku, tidak-tidak ini tidak bisa terjadi!" teriak Reno yang berlari mendekat ke perusahannya yang tiba-tiba meledak dari bagian bawah dan disusul dari bagian atas bangunan tinggi tersebut yang mulai runtuh.
"Sepertinya sinyalnya sudah benar" ucap Joe yang melihat sinyal yang diberikan dari Luna kepadanya dari atas gedung. Membuat dirinya yang berdiri di atas gedung lain menembakkan senjata yang sudah di siapkan oleh temannya itu.
Membuat ledakan yang terjadi di perusahaan Luxury bertambah semakin besar. Bahkan api yang tadinya kecil kini mulai membesar melahap reruntuhan perusahaan yang dibangun dari kejahatan itu.
"Tidak-tidak ini tidak bisa tejadi, tidak bisa" teiak Reno yang sudah berada di dekat perusahaan nya dan mencoba masuk. Namun sayangnya bukan nya masuk ke dalam, malah kaki miliknya terkena reruntuhan bangunan yang ada. Menyebabkan darah mulai mengalir di kedua kakinya itu.
"Arghhhhh!" teriak Reno saat mereka kakinya terluka parah.
__ADS_1
"Reno, apa kamu baik-baik saja?" tanya Melli yang melihat kaki suaminya tertindih puing-puing bangunan.
"Melli, cepat ambil kotak brankas yang ada di dalam perusahaanku" ucap Reno meminta Melli mengambil brankas yang ada di dalam kantor perusahannya.
"Brankas? didalam perusahaan? kau gila saat ini ledakan masih terjadi dan api masih berkobar" teriak Melli yang tidak percaya suaminya meminta nya untuk masuk ke perusahaan yang mulai hancur.
"Aku tidak peduli itu, cepat ambil brankas yang ada di dalam saja" dingin Reno yang sama sekali tidak bisa menggerakkan kakinya yang mati rasa.
"Kau ingin aku mati di dalam sana?!"
"kataku aku tidak peduli, jadi cepat ambil brankas yang ada di dalam" teriak Reno yang membuat Melli yang tadinya ingin membantu menjatuhkan puing-puing bangunan berukuran sedang itu ke tubuh suaminya dan menatap laki-laki itu tajam.
"arghhhhh, apa yang kau lakukan Melli!" teriak Reno yang merasakan tubuhnya bertambah sakit.
"Kau gila Reno! kau gila! lebih baik aku yang hidup daripada aku yang mati karenamu!" teriak Melli dan pergi meninggalkan Reno yang dijatuhi puing-puing bangunan itu.
'Dasar gila, kau ingin aku mati hanya untuk potongan peta yang ada di brankas, kau gila' gumam Melli dan menjauh meninggalkan Reno yang berteriak-teriak memanggil namanya.
"Melli! Melli! sialan cepat kembali ke sini!" teriak Reno memanggil Melli, yang sayangnya bukan Melli yang datang melainkan seorang wanita dengan penampilan tertutupnya.
"Fufufu, sepertinya hari ini kau banyak berteriak tuan" ucap wanita tersebut sambil tertawa mengejek penampilan menyedihkan milik Reno.
"Siapapun kau cepat ambil brankas yang ada di dalam sana"
"Di sana? brankas? huh, sepertinya kau benar-benar meremehkan manusia tuan Luxury atau aku harus memanggilmu dengan sebutan Dad" smirk wanita tersebut dan membuka masker hitamnya.
Membiarkan wajah cantik yang tadinya tertutup perlahan terlihat, dan Membuat Reno terkejut saat melihat nya.
"Lama tidak bertemu, tuan Luxury"
"Kau...."
__ADS_1
🔫Maaf seharusnya kemarin udah update tapi karena masalah jaringan (jaringan internet saya mati! {bermasalah}) saya jadi tidak bisa meupdatenya. Sekali lagi maaf.
Sekian terimakasih, Mata Ne~