My Ex Secretary

My Ex Secretary
Bab 165 : Hubunganku Dengannya


__ADS_3

Tanya Leon dingin sambil menatap Damian dengan tatapan membunuhnya dan membiarkan Damian menjawab pertanyaannya dengan sukarela.


Tanpa kebohongan sedikitpun dan tentunya tidak memiliki kesempatan untuk berbohong kepadanya tentang hubungan dirinya dengan wanita yang ia sayangi.


Dan jika Damian mencoba menyembunyikan sesuatu hal darinya terutama tentang wanita kesayangan, sekaligus ibu dari kedua anaknya. 


Maka Leon dengan senang hati menghabisi nyawa lelaki yang ada di hadapannya saat ini, tanpa mengotori tangannya sama sekali dan membiarkan bawahan yang ada di bawah kendalinya untuk menembak mati lelaki yang ada di hadapannya.


Dan Damian yang mendengar pertanyaan dari Leon juga menyadari bahwa saat ini kondisinya tidak memungkinkan untuknya lari dari pertanyaan jelek seperti itu.


Terutama saat ini dia bisa mendengar suara nafas yang tersembunyi di balik pepohonan maupun rerumputan yang ada di sekelilingnya. Dimana setiap bayangan yang tersembunyi di balik kegelapan tersebut sedang membidiknya dengan senjata api merea.


Yang tidak akan membiarkan dirinya lari dari pertanyaan yang diajukan oleh Leon dan sama sekali tidak memberikan kesempatan kepadanya untuk menyerah maupun tidak memberikan jawaban tentang pertanyaan tersebut.


‘Apa orang ini gila?! Bagaimana bisa dia mengajukan pertanyaan kepadaku sambil membidik dengan puluhan senjata api seperti itu!’ Pikir Damian yang merasakan bahwa sedikit saja dia melangkahkan kakinya ke belakang, maka dipastikan nyawanya sudah tidak akan berada di dunia ini lagi.


‘Dan juga Luna, kenapa kau tidak memberitahuku bahwa orang yang kau minta untuk kuhentikan memiliki jiwa psikopat melebihi dirimu! dan apa-apaan tatapannya itu, membuatku merinding saja.’ Gumam Damian yang menyesal telah menerima permintaan dari wanita gila itu.


“Huh. . . Baiklah aku akan memberitahumu hubunganku dengan wanita gila itu.” Pasrah Damian yang tidak bisa lari maupun kabur dari tempatnya berdiri saat ini.


“Yang mulia-”


“Tidak apa-apa George, aku percaya bahwa dia tidak akan pernah mengkhianati Luna dan aku yakin jika dia ingin mengkhianati mereka bertiga, pihak kerajaan tidak akan pernah membiarkan mereka lari dari bumi ini.”


“Huh, baiklah kalau itu yang diinginkan oleh anda yang mulia.” Balas George yang melangkahkan kakinya ke belakang dan membiarkan tubuhnya berdiri berbelakangan dengan tuannya.


Damian yang melihat sikap hormat ajudannya hanya bisa menggelengkan kepalanya rigan dan terkekeh pelan. Lalu menatap kembali ke arah lelaki yang berdiri di hadapannya saat ini.


Dengan sikap hormat dan juga sopan, Damian menundukkan kepalanya dan memberikan salam bangsawan miliknya sambil memperkenalkan jati diri yang sebenarnya.

__ADS_1


“Senang bertemu denganmu, tuan Martin nama saya Damian Windsor, anda bisa memanggil saya dengan sebutan Damian.” Ucap Damian sambil memperkenalkan dirinya dengan benar.


Membuat Leon yang mendengar perkenalan Damian, menaikkan alisnya dan menatap Damian dengan dingin tanpa rasa takut apapun saat mendengar nama belakang orang yang ada di hadapannya saat ini.


“Windsor? Apa artinya kau memiliki darah bangsawan inggris di dalam dirimu?”


“Ya bisa dibilang begitu, dan saya berada di urutan ke 2 dalam suksesi takhta kerajaan yang artinya saya masih memiliki kesempatan untuk naik takhta dan menjadi seorang raja.” Jelas Damian ringan tanpa nada berat dan sopan sedikitpun di kalimatnya.


Sehingga membuat Damian yang mendengarnya, mengeluarkan senyum tipisnya dan menatap Damian bercanda.



Terutama saat melihat wajah yang membuatnya nostalgia dan membuat dirinya teringat dengan sejumlah informasi yang pernah ia temui di dalam file milik musuhnya.


Dimana informasi itu berisi tentang anggota kerajaan. Entah itu anggota kerajaan yang mewarisi darah murni sampai anggota kerajaan yang telah terkontaminasi oleh darah kotor milik ibu maupun ayahnya.


Namun sayangnya, dia lahir sebagai anak pertama sebelum ratu memiliki anaknya. Sehingga anak yang diprediksi memiliki jenis kelamin wanita itu lahir menjadi seorang putra dan menjadi satu-satunya pangeran yang lahir dari darah raja.


Membuat pasangan sah sang raja yaitu ratu cemas saat mengetahui bahwa wanita yang baru saja diangkat menjadi selir raja melahirkan ahli waris yang sah dan bakan sempurna. Dimana anak itu memiliki jenis kelamin laki-laki.


“Windsor? Ah, apa itu anak yang dilahirkan oleh seorang pelayan itu?” Ucap Leon samar sambil mengingat informasi yang pernah ia temui itu.


Dimana saat ini juga Leon sama sekali tidak merasakan rasa bahaya yang dimunculkan oleh orang kepercayaan milik Damian. Bahkan dengan tenangnya, Leon menatap wajah lawan nya cahaya musim semi yang lembut.


Seolah-olah kalimat yang ia ucapkan dengan samar tadi sama sekali tidak memiliki maksud dan tujuan tertentu dalam menyindir lawannya.


Dan Damian yang mendengar kalimat samar yang diucapkan oleh Leon hanya menatap mata biru laut itu dengan tenang dan mengangkat tangannya. Yang mana tangan tersebut ia gerakkan untuk menghentikan gerakan membunuh miliki pelayannya dan melangkahkan kakinya mendekat ke arah Leon.


Dimana kini mereka berdua saling berdiri berhadap-hadapan dan mata berwarna  terang itu menatap kedua anak kecil yang sedang tertidur lelap di pelukan lawannya. Dengan tawa kecil yang penuh ketidakberdayaan.

__ADS_1


Damian mencoba mengelus pucuk kepala kedua anak kecil itu, akan tetapi Leon yang melihat gerakan Damian dengan cepat menghindarinya dan menatap Damian dengan tatapan yang dingin penuh ketidaksukaan.


Terutama mata yang berwarna terang itu mengungkapkan sebuah ketidakberdayaan yang penuh dengan misteri. Membuat Leon yang melihatnya dengan cepat menjauhkan kedua anaknya dari genggaman tangan tersebut.


“Apa yang ingin kau lakukan kepada kedua anakku?” Tatap Leon dingin,


“Entahlah, hanya saja semua yang kau katakan itu memang benar.”


“Maksudmu?”


“Maksudku, fakta bahwa aku lahir dari seolah pelayan berstatus. Tapi apa kau tau, di dunia ini saja masih ada seorang anak yang lahir dari kedua orang tua yang memiliki status setara dan bahkan bisa dibilang cukup tinggi tapi sayangnya ayah dari anak itu meninggalkan istrinya hanya karena kesalahpahaman.”


“Bukankah itu menarik, tuan Leonex Martin?” Jelas Damian sambil menatap Leon dengan provokatif. 


Membuat Leon yang mendengar ucapan tersebut menatap tajam Damian dan membiarkan semua bawahan yang bersembunyi dibalik bayang-bayang mengangkat senjata yang ada di tangan mereka. Lalu membidik kepala Damian dari seluruh penjuru dengan sudut 360° tepat di kepalanya.


“Hahaha, apa kau marah tuan Martin? Tapi kenapa kau marah kepadaku, bukankah aku sama sekali tidak menyebutmu? Aku hanya memanggil namamu saja, hey!”


“Kau-”


“Kenapa? Apa kau kesal? Kau marah? Atau kau merasakan sebuah perasaan tidak nyaman di dalam hatimu.Tapi itu memang hal yang harus kau rasakan selama ini tuan Martin. Karena jika bukan karenamu, dia- ya wanita yang selalu kau cintai itu tidak akan pernah memiliki riwayat penyakit jiwa.”


Deg



🔫 Jangan lupa berikan like, komen, vote dan juga TIP sebagai bentuk dukungan kalian kepada author.


🔫Sekian terimakasih, and Sayonara~

__ADS_1


__ADS_2