
Di Tempat Lain~
Luna membaca undangan yang diberikan oleh sekretaris nya itu. Undangan yang merupakan undangan dari pemerintah khusus untuk perusahaan yang masuk dalam peringkat 20 besar dan dikirim langsung oleh perusahaan Luxury membuat Luna memiliki banyak pemikiran dengan undangan yang ada di depan matanya itu.
'Kenapa bisa Pemerintah mensponsori acara perusahaan Luxury dan juga apa yang membuat harus seluruh peringkat 20 besar' pikir Luna bingung. Karena dia tidak ingin semua rencana yang sudah dia susun dengan rapi dirusak hanya karena kesalahan yang tidak dia tau dari orang lain.
'Apa hubungan perusahaan Luxury dengan pemerintah' tanya Luna pada dirinya. Hingga sebuah telpon menghentikan kerja pikirannya dan tentu saja saat melihat nama yang tertera di handphonenya merupakan waktu yang pas sekali.
"Moshi Moshi" salam perempuan dengan nada anak kecil.
"Pas sekali kau menelpon ku ada yang ku butuhkan darimu" ucap Luna sambil menekan tanda video call dan langsung diterima oleh perempuan itu.
"Kau masih belum berubah saja,Joe" sindir Luna sambil melihat Joe yang sedang memakan cokelat miliknya.
"Hei! kau sindir aku tidak bantu okay Luna-chan" protes Joe.
"Dan juga ada perlu apa kau hingga membutuhkan bantuan ku karena aku juga ada informasi yang ingin ku berikan padamu" Ucap Joe dengan suara khasnya yaitu suara anak kecil loli.
"Bisakah kau hentikan dulu suara lolimu itu! bisa-bisa aku sakit telinga" dingin Luna yang membuat Joe hanya bisa memanyunkan bibirnya.
"Baiklah ada apa?" tanya Joe sambil memakan cokelat miliknya.
"Aku ingin kau mencari tau harga Bungan Perusahaan Luxury dengan pemerintah" tegas Luna.
"Itu saja"
"Dan juga aku ingin kau mencari informasi tentang 20 pemimpin perusahaan terbesar untuk pesta yang undangannya sudah ku kirim di emailmu" lanjut Luna.
__ADS_1
"Baiklah aku akan memberikan informasi pemimpin itu malam ini kalau tentang pemerintah mungkin akan memakan waktu jadi besok bagaimana?" tawar Joe.
"Baiklah tidak papa dan juga informasi apa yang ingin kau berikan padaku" ucap Luna to the point.
"Kau tau aku ditugaskan menjadi mata-mata di Amerika tepatnya di Chicago" ucap Joe lesu.
"Lalu"
"Aku bingung aku harus tinggal dimana karena kau tidak memiliki kenalan disana, dan Juga aku tidak memiliki teman di Chicago. Kau tau bukan aku dari Jepang dan aku sering mendapatkan tugas untuk negara Asia tapi untuk kali ini Eropa dan aku bingung" lanjut Joe panjang lebar yang membuat Luna hanya bisa menarik nafasnya pelan.
"Kau tinggal di mansion ku saja" ucap Luna membuat Mata Joe berbinar mendengar ucapannya itu.
"Kau serius? memang kau tinggal dimana Chicago bukanya kau di Landon bersama keluarga mu?" tanya Joe semangat.
"Aku baru saja datang ke Chicago untuk menyelesaikan beberapa hal" jawab Luna membuat Joe mengangguk paham dengan ucapan temannya yang satu ini.
"Ah baiklah aku akan tinggal di mansion mu dan juga aku akan membantumu menyelesaikan rencana milikmu itu" ucap Joe
"Oh iya besok pagi mungkin aku sudah sampai di bandara jadi jemput aku yaa, dan see you" lanjut Joe lalu mematikan video call mereka. Ya perempuan yang merupakan teman dekat Luna adalah Joe Kimberly agen khusus yang merupakan mata mata terkenal dan merupakan orang yang cerdik dalam menggali informasi apapun itu. Luna dan Joe bertemu di kamp pelatihan di Jepang di saat mereka bertanding menggunakan pisau belati di babak final. Tentu saja saat itu Joe kalah lincah dalam menyerang Luna hingga dirinya kalah dan menganggap Luna merupakan panutan nya. Mungkin di saat itu dia tidak pernah dikalahkan oleh siapapun dan kalah telak saat bertanding dengan Luna membuat dirinya kagum dan ingin selalu berteman bersama Luna.
Luna selalu menolak ajakan dari Joe apalagi sikap Joe yang baginya sangat aneh, ya Joe adalah perempuan yang selalu berpenampilan Loli dan manis di depan tetapi kejam dan jahat di belakang yang mungkin bisa dibilang berkepribadian dua.
Hingga Luna harus menerima ajakan itu karena Joe mencoba bunuh diri bila dia menolak permintaan perempuan itu lagi. Ajakan itu mengubah semua penilaian Luna kepada Joe ya Sikap Loli (Kekanakan) dan imutnya itu hanya topeng agar orang tidak mengetahui dirinya bahwa dirinya merupakan mata-mata dan agen rahasia yang sangat berbakat. Mereka saling berbagi kisah duka dan senang hingga satu bulan setelah itu Luna harus kembali ke London untuk melanjutkan latihan militer nya.
Walau begitu mereka berdua tetap berhubungan dengan berkomunikasi karena mereka harus saling membantu agar tujuan mereka berdua berhasil. Karena Joe juga sama dengan Luna yaitu orang yang dijadikan kambing hitam oleh keluarga asli mereka demi keuntungan. Tetapi Joe memiliki nasib yang sedikit berbeda karena dirinya dijual kepada om om tua yang membuat dirinya lari kehutan dan masuk ke dalam rumah kecil yang merupakan markas Agen yang menampung dirinya hingga sekarang.
__ADS_1
Jika mengingat hal itu Luna merasakan bahwa dirinya tidak sendiri dan dia harus percaya bahwa tidak hanya dirinya yang memiliki nasib buruk. Jika dirinya adalah seorang gadis polos nan manis bagai gula tapi sekarang dirinya menjadi kopi yang tentu saja rasanya sangat pahit dan membuat lidah yang merasakan nya tidak menyukai dirinya lagi.
Jujur dirinya dulu mencintai lelaki itu tapi sayang sentuhan yang merupakan tamparan itu membuat hatinya sakit apalagi mendengar ucapan lelaki itu yang sangat dingin hingga menusuk elu hati. Tapi 8 tahun sudah cukup membuat dirinya sadar bahwa sekarang dia tidak harus mementingkan perasaan karena kedua anaknya yang harus dilindungi dan dendam yang akan dia balas perlahan-lahan.
'Leon, Luxury kalian akan merasakan apa yang aku rasakan' ucap Luna tersenyum licik. Sedangkan lelaki yang namanya diucapkan sedang sibuk memeriksa laporan yang diberikan oleh pertanggungjawaban dari proyek yang baru saja dibentuk dengan perusahaan lain.
"Apa kau Gila memberikanku sebuah dokumen sampah seperti ini" Tegas lelaki itu sambil melempar kehadapan laki-laki yang merupakan pemegang tanggung jawab.
"Ma..maaf pak" gugup Laki-laki itu.
"Maaf sudah berapa kali ku bilang periksa dan juga ambil gajihmu di HDR! aku tidak pernah memiliki karyawan yang sikapnya tidak becus seperti ini! pergi!" Ucap Lelaki itu sambil berteriak membuat karyawan itu keluar dari ruangan dengan air mata yang mulai keluar.
"Pemirsi tuan" ucap Lelaki itu sopan.
"Ada apa!" dingin Lelaki yang merupakan pemilik perusahaan Martin, yaitu Leonex Martin.
"ada beberapa laporan kerja sama yang ditarik kembali dan direbut oleh Perusahan Nypole dan juga ada undangan dari tunangan anda tuan" sopan lelaki yang merupakan asisten dari CEO Martin.
"Nypole? mereka berani bermain dengan perusahaan ku?" dingin Leon sambil menatap asistennya yang sudah mati-matian menahan rasa gugupnya.
"I...iya tuan"
🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁
Astaga apa yang bakal terjadi lanjutannya? kepo? greget sabar puasa besok bakal update kok kalau kamu ninggalin jejak Like atau Comment ah ciee.... Sampai jumpa besok semuanya.😙
__ADS_1