My Ex Secretary

My Ex Secretary
Bab 100 : Ingin Ku Bunuh?


__ADS_3

Setiap proposal yang dimiliki oleh para perusahaan dibawa oleh setiap boss mereka. Penjelasan diberikan secara rinci dan detail demi menarik hati klien besar. Sampai dimana proposal milik Luna mengakhiri persentase hari ini.


"Sekian" singkat Luna yang menundukkan kepala dan duduk kembali ke tempat duduknya.


Hanya dia seorang yang merupakan pemilik perusahaan wanita dan hanya dirinya jugalah seorang wanita yang tidak mempedulikan tatapan merendahkan orang-orang.


"Nona ini minum airnya" ucap Kevin yang sudah mengambil satu gelas berisi jus.


"terimaka...."


"Tidak perlu minum ini saja" tukas Leon menjauhkan minuman yang diberikan oleh Kevin.


"Tidak aku..."


"Kenapa? apa kamu tidak menyukai minuman ini juga atau.."


"Baiklah" pasrah Luna yang tidak ingin Leon mengatakan rahasia kepada orang-orang bahwa dirinya yang membunuh artis ternama itu. Sehingga membuat Luna meminum seteguk minuman yang diberikan oleh Leon dan kembali fokus ke arah panggung.


Sampai sebuah tangan nakal menyelinap ke salah satu tangannya yang tersembunyi di bawah meja.


Plak***


Pukul Luna yang langsung meletakkan gelasnya ke meja dan menatap Leon dingin. Tatapannya menatap tajam ke arah Leon sambil memberikan senyuman dinginnya.


"Apa kau ingin ku bunuh?" tanya Luna dingin membuat Leon terkekeh kecil.


"Jika kau mati denganku mungkin aku akan rela dibunuh oleh tanganmu ini" kekeh Leon dan mengeluarkan senyuman smirknya.


Dimana dirinya mengangkat tangan milik Luna yang berhasil dia pegang dan membiarkan bercak pukulan di kulit putihnya terlihat. Tangan yang diangkat tinggi itu membuat Luna memutar bola matanya. Ia sama sekali tidak peduli dengan perilaku Leon yang tidak sopan. Tetapi sayangnya orang-orang yang ada di dekat mejanya melihat semua gerakan Leon.


Menjadikan tatapan merendahkan maupun merendahkan menjadi iri. Bahkan kameramen ataupun wartawan yang diundang tidak membuang kesempatan untuk memfoto moment romantis.


"Lepas" tegas Luna.

__ADS_1


"Apakah kamu tidak ingin membalas orang yang ada di depan itu?" bisik Leon yang menatap ke arah depan dan membawa Luna juga ikut menatap ke arah depan.


Disana Luna bisa melihat wajah orang tua yang terendam emosi dan juga wajah perempuan yang penuh dengan tatapan tajam menatapnya. Menghasilkan sebuah smirk ringan di wajah cantik Luna. Melihat kedua keluarganya itu padanya dan bahkan memusuhi nya secara langsung.


'Menarik' pikir Luna.


"Bagaimana?" bisik Leon kembali.


"Walaupun menarik aku tetap tidak menyukai mu" dingin Luna yang menghempas tangan Leon cepat tapi lagi-lagi kembali digenggam.


"Apa kau seorang panda?" dingin Luna yang tidak bisa melepaskan tangannya dari Leon.


"Ya aku panda dan kamu bambu nya" smirk Leon penuh kemenangan membuat Luna kembali menghela nafas pasrah.


Luna tidak ingin berurusan kembali dengan Leon dan ingin mengakhiri pembalasan dendam nya secepatnya. Namun sayangnya takdir tidak memberikannya kemudahan dalam menyelesaikan misi. Sehingga menciptakan sebuah rintangan baru untuk Luna.



Bahkan sekarang telinganya tidak bisa mendengar apa yang diucapkan oleh orang yang ada di panggung. Hingga suara Kevin memberikan sebuah jawaban yang memuaskan untuk dirinya.


"Hmmm?"


"Kita terpilih nona, kita terpilih untuk menjalankan Proyek ini" semangat Kevin menjelaskan.


"Hmmm.." jawab Luna singkat.


"Nona anda harus ke depan" ucap Kevin memberitahukan nona nya.


"Depan?" bingung Luna.


"Ayo kita maju, Luna ku" ucap Leon yang langsung menarik tangan Luna. Luna yang belum mendengar jawaban yang diberikan oleh Kevin mencoba untuk melepaskan tangannya. Tetapi setiap gerakan pemberontakan yang dirinya berikan malah memberikan keuntungan Leon.


Salah satu tangan yang dihempaskan oleh Luna secara terbuka langsung digenggam erat Leon. Tubuhnya yang ingin menjauh membuat Leon menarik pinggang milik Luna mendekat ke arahnya. Membuat mata yang menuju ke arah mereka takjub atau terkesima.

__ADS_1


Dimana pemandangan yang ada dihadapan mereka merupakan pasangan yang serasi. Memberikan sebuah ilusi pasangan romantis yang sedang bertengkar dan kembali bersatu.


"Silahkan tuan dan nona berdiri di podium ini" jelas pembawa acara yang melihat kedatangan Leon dan Luna yang sudah dekat.


Mereka berdua berdampingan saling dekat dan bahkan sangat intim. Hanya saja perilaku manis dan romantis itu tidak sesuai dengan tatapan kedua orang tersebut. Tatapan mereka dingin dan tajam bahkan aura yang sangat dingin saja berada di aula. Mereka berdua seakan-akan meintimidasi setiap musuh yang ada. Memberikan sebuah kutukan terhadap orang-orang ada.


"A..aku merasa kita akan dibunuh?" gumam seseorang.


"Apa ini sudah tanggal 28 Desember?" tanya yang lainnya yang tidak tahan dengan aura dingin yang mencekam.


Mereka semua bergumam ketakutan dan kedinginan karena aura yang dikeluarkan oleh Luna dan Leon. Tanpa mereka tau bahwa kedua orang yang dimaksud untuk mengutuk mereka itu merupakan aura yang dikeluarkan karena perkelahian mereka.


"Kau memang harus benar-benar aku bunuh, tuan Leon" dingin Luna yang mencoba mengeluarkan jarum akupuntur miliknya tetapi ditahan oleh tangan Leon yang lainnya.


"Bukankah sudah ku bilang, jika aku menemukanmu aku tidak akan membiarkanmu lari lagi" dingin Leon yang mengambil jarum akupuntur milik Luna dan membuangnya.


"Astaga, memang anda siapa saya ya?" dingin Luna dan menatap Leon tajam.


"Aku? jelas saja hanya seorang mantan atasan dan merupakan tunangan mu" jelas Leon.


"Aku berharap kamu cepat mati" kutuk Luna


"Tapi jika aku mati mungkin hatimu tidak akan tenang" bisik Leon yang tidak peduli dengan kutukan yang diberikan oleh Luna.


'Sial, apa aku harus benar-benar membunuhnya malam ini ya?' pikir Luna yang kesal dengan perbuatan Leon.


'Ini lebih menarik dari dugaanku ternyata' pikir Leon yang senang dengan sikap yang diberikan oleh Luna.


Leon tidak akan melepaskan Luna lagi, walaupun semua hal mencoba untuk memisahkan nya maka Leon akan menyatukannya kembali. Dirinya tidak ingin kehilangan Luna dan akan membuat Luna kembali jatuh cinta kepadanya.



🔫Sebuah pertempuran akan cinta dan pertempuran akan darah. Ini Kisah mereka, dimana sang laki-laki akan menarik wanita itu untuk kembali ke dalam pelukannya dan sang wanita yang melanjutkan pembalasan yang penuh darah.

__ADS_1


Dan juga gak nyangka udah 100 bab aja^^ buat kalian yang besok mau ku update like ya jangan lupa sampai 500. ^^ Sayonara~


__ADS_2