My Ex Secretary

My Ex Secretary
Bab 84 : Kartu


__ADS_3

Luna memasuki klub malam itu dengan auranya yang anggun. Membiarkan dirinya menjadi pusat daya tarik semua orang saat melihat dirinya sendiri. Gerakan nya yang anggun dan elegan memikat sang penglihatnya. Tas ransel bewarna hitam itu ia tenteng agar membuatnya lebih natural dan tidak membuat orang curiga.


Austin BarC merupakan klub malam ternama dan terkenal di kota mereka. Bukan hanya kaorake saja akan tetapi terdapat meja billiar dan masih banyak lagi. Austin BarC merupakan tempat perjudian ternama dan hanya orang yang memiliki kartu khusus saja yang bisa memasuki ruangan tersebut. Karena Austin BarC ini terbagi dari dua bagian yaitu bagian santai dan bagian gelap.


Dimana hanya orang-orang kalangan biasa yang memakai bagian santai dan orang-orang dari kalangan ternama yang bisa memasuki bagian gelap. Membuat Austin BarC menjadi klub malam yang selalu penuh dan tidak pernah sepi.


"Nona Luna" panggil salah satu orang di meja ujung. Mereka masih menggunakan pakaian kerja mereka. Membuat Luna dengan mudah mengetahui bahwa orang-orang yang sedang berkumpul di satu meja itu adalah bawahannya semua.


"Sepertinya saya terlambat" ucap Luna dingin dan duduk di kursi yang telah di sediakan.


"Tidak apa-apa nona, kami malah beruntung bisa bertemu dengan nona dan tentunya kami juga berterimakasih kasih atas bantuannya" ucap kepala devisi bagian desain. Salah satu orang yang bisa dipercaya Luna dalam memimpin devisi bagian desain. Karena bagaimanapun juga Luna banyak mengubah posisi kepala devisi dan karyawan. Dengan adanya perubahan di setiap devisi membuat kinerja perusahaan yang dipimpin Luna semakin baik. Walaupun ada satu tikus yang terlambat Luna singkirkan.


"Tidak apa-apa" singkat Luna.


Mereka semua saling berbicaralah,mengobrol dan ada yang beberapa mulai bernyanyi. Karena mereka memilih tempat untuk karaoke ruangan yang mereka dapatkan tentunya kedap suara. Luna menatap ke jam tangan miliknya mempastikan sudah waktunya untuk beraksi atau belum. Hingga senyum nya tertampil di wajah cantiknya itu.


"Saya harus mengurus beberapa hal dulu di sini, jadi permisi" ucap Luna pamit dan pergi dari bawahannya yang asik bernyanyi sambil berjoget ria. Luna keluar dari ruangan karaoke miliknya dan melihat pintu utama Austin BarC terbuka. Walaupun pakaian milik perempuan yang datang itu tertutup tapi Luna bisa mengetahuinya bahwa perempuan yang datang itu adalah Sisca Made.


Sepatu merek terbaru yang baru dikeluarkan oleh fashion week winter kali ini. Sepatu yang memiliki nilai harga fantastis itu jelas dibeli menggunakan uang kontrak milik perusahaan Nypole dengan artis bernama Sisca Made. Dari informasi yang diberikan Joe kepada Luna, Sisca Made sudah membeli barang-barang trendy dan memiliki harga yang minimal bernominal seratus juta.


"Ketemu" smirk Luna.

__ADS_1


Luna dengan cepat memasang masker hitam miliknya dan mengikuti Sisca Made. Langkah kaki yang membawa mereka ke pintu lainnya dan mewajibkan untuk memberi kartu pengenal. Seperti perkiraan Luna bahwa kartu penanda yaitu kartu VIP itu dibutuhkan.


"Silahkan Nona" ucap seorang pelayan mempersilahkan Sisca masuk ke dalam. Langkah kaki Luna dihentikan dan diminta untuk memberikan kartu miliknya. Dengan cepat Luna mengeluarkan kartu tanda miliknya. Jika level pertama adalah VIP maka saat ini Luna memberikan kartu level kedua miliknya yaitu kartu berlambang VVIP.



Setiap kartu penanda memiliki level tersendiri, dimana setiap level memiliki keuntungan nya tersendiri. Kartu VVIP yang dimiliki Luna bisa mengakses ke ruangan yang lebih tinggi dan bersifat pribadi. Ruangan perjudian juga bisa Luna masuki karena kartu miliknya ini.


"Silahkan Nona" ucap pelayan mempersilahkan Luna masuk ke dalam. Kartu VVIP miliknya sudah dikembalikan. Langkah kaki Luna kembali mengikuti Sisca pergi. Di lift itu Luna bisa melihat Sisca Made memilih angka 3. Lantai ketiga dari Austin BarC memiliki fasilitas kamar hotel.


'Baiklah, nomor berapa yang akan kau masuki Sisca' pikir Luna.


"Permisi, kalau boleh tau toilet dimana ya?" tanya Luna kepada salah satu penjaga yang ada. Senyuman manisnya ia berikan dan tangannya yang lentik membiarkan telinganya disapu perlahan.


"Ah.. silahkan lurus dan belok ke kanan nona" ucap sang penjaga yang terpesona. Luna mengganguk dan memberikan senyuman manisnya lagi. Ia berjalan ke arah yang ditunjukkan oleh penjaga tersebut.


Memasuki toilet dan menutup salah satu pintu. Di dalam toilet duduk itu, Luna mengambil tas miliknya dan mengeluarkan laptop miliknya. Membiarkan laptop nya terpangku di paha putihnya. Memasang headset bluetooth miliknya dan mulai menyalakan laptop.


Mengetikkan beberapa huruf di dalam laptop nya dan memecahkan angka yang ada di sistem keamanan. Austin BarC memiliki kamera pengawas dimana-mana dan beberapa penjaga sebagai tambahan keamanan mereka. Membuat Luna harus berhati-hati dan melonggarkan keamanan miliknya.


Mengetik beberapa angka, huruf maupun simbol di dalam laptop nya. Memecahkan sistem keamanan yang dimiliki Austin BarC. Luna harus meretas sistem keamanan tersebut agar memudahkannya dalam mencari bukti nanti. Bukan anak perempuannya saja yang bisa meretas sistem tentunya Luna juga bisa. Walaupun dia tidak bisa secepat anak perempuan nya dalam meretas sistem.

__ADS_1


"Mari kita lihat ada berapa kamera Cctv yang ada di lantai ini" gumam Luna yang sudah berhasil meretas sistem keamanan Austin BarC. Menghitung berapa kamera yang ada dan mematikan kamera pengawas itu nanti.


Sambil menatap struktur bangunan Austin BarC. Tangan Luna sudah masuk ke dalam tas ranselnya mengambil benda kecil yang sudah dia siapkan sebelumnya.


"Flashdisk, flashdisk" gumam Luna sambil mencari barang kecil tersebut. Saat tangannya mendapatkan barang kecil tersebut dengan cepat ia pasangkan ke laptop miliknya.


Mengetikkan beberapa hal, memilih dan mengategorikan. Luna sudah mengetahui berapa banyak kamera pengawas yang ada dilantai 3 dan berapa penjaga yang berkeliaran di lantai ini. Meletakkan Laptop miliknya di atas kloset duduk tersebut dan mengganti pakaian miliknya.


Luna mengambil celana hitam miliknya dan melepas jaket yang dia pasang dari tadi. Memasang perlengkapan yang ada di samping tubuhnya. Rambut panjang yang ia gerai itu diikat menjadi kuncir kuda. Memasang mask untuk menutupi wajahnya dan memasang sarung tangan miliknya.


"Baiklah mari kita mulai pekerjaan kita hari, aku punya waktu 25 menit dari sekarang" ucap Luna dan menekan tanda merah yang ada di laptop miliknya. Membiarkan virus yang sudah dia siapkan itu menyebar di sistem keamanan. Dengan cepat memasukkan laptop miliknya dan memasang tas ransel miliknya.


Luna keluar dari toilet dan melemparkan bom asap ke seluruh tempat. Membiarkan lantai 3 Austin BarC ini dipenuhi dengan kabut asap. Berjalan ke arah kanan dan membuka penutup saklar. Tangannya menekan saklar dan mematikan listrik yang ada di lantai 3.


"Permainan dimulai, sayang" dingin Luna yang dengan cepat membuka jendela. Dia berjalan keluar jendela dan meniup jarinya. Memberikan kode kepada orang yang ada di atas Austin BarC.


piuuuit**



🔫Sudah saya katakan ini adalah permainan otak jadi kalian akan benar-benar merasakan action di novel Ini. Sayonara~

__ADS_1


__ADS_2