
Luna melangkahkan kakinya menuju basecamp dengan aura yang gelap dan pastikan tatapannya bertambah dingin dan tajam saat ini. Cukup misi yang membuat dia akan sedikit kesusahan dan hanya satu cara untuk membuatnya sedikit tenang cepat-cepat pergi dari tempat kemiliteran dan ke tempat klan ular nya berkumpul yaitu khusus dunia gelap. Biarkan dirinya menenangkan segala emosinya dengan cara menyeret seseorang yang akan dia cungkil matanya atau dia kuliti. Pasti itu sedikit menyenangkan dan tentu nya bagi orang awam mungkin akan berbahaya.
"Wow wow ada apa dengan adikmu Rangga? Lihat wajahnya seperti ingin memangsa seseorang saja" ucap William saat melihat Luna memasuki basecamp dengan aura yang sangat mengerikan bahkan jika singa yang ada sini mungkin sudah pingsan.
"Ada apa Luna, apa yang dad katakan padamu?" tanya Rangga yang juga menatap kedatangan Luna. Luna hanya memutar bola matanya jengah dan langsung mengambil beberapa peralatan ataupun senjata yang dia bawa sendiri untuk dimasukkan ke dalam tas miliknya.
"Hei nona manis dijawab tuh pertanyaan kakakmu" timpal William yang langsung ditatap tajam oleh Luna. 'kau ingin cepat mati, will' pikir Luna.
"Dad mengatakan untuk membunuh seseorang bernama William" jawab dingin Luna sambil menatap laki-laki yang langsung berdiri di belakang Rangga.
"Kau bercanda bukan" ucap William takut-takut.
"Jika kau tau bercanda tidak perlu bertanya" tajam Luna dan memasukkan kembali perlengkapan nya.
"Apa kau mendapatkan misi baru lagi?" tebak Rangga.
"Ya misi tingkat s" jawab Luna dan menenteng tasnya di pundak.
"Apa tingkat S wow sepertinya kau akan naik jabatan bila berhasil" kagum William saat mendengar adik Rangga mendapatkan misi tingkat S yang langka. Tentu saja misi tingkat S adalah misi dengan nilai tertinggi dan memiliki keuntungan yang tertinggi bagi kemiliteran. Misi yang sangat jarang ada dan sering disebut langka itu sangat tidak memungkinkan seseorang awam mendapatkan nya.
"Yaya dan juga kau bawa motormu bukan?" tanya Luna yang langsung dijawab oleh William.
__ADS_1
"Tentu saja bawa tuh kunci motornya ada di sampingmu" jawab William.
"Aku pinjam dulu, bye" pamit Luna dan mengambil kunci motor bermerek Ducati Desmosedici D16RR NCR M16.
"Awas kalau tergesek jangan lupa ganti" teriak William yang dilambaikam tangan oleh Luna. William menghela nafas lega, bila Luna melambaikan tangan artinya dia akan menanggung kerusakan motornya itu. Tentu saja motor bermerek Ducati Desmosedici D16RR NCR M16 itu termasuk motor termahal yang berada di peringkat 5 besar.
Luna menatap motor yang baru dia pinjam itu jelas saja dia pikir motor bermerek apa yang membuat William teman kakaknya sangat menyayangi motor layaknya seorang istri. Ternyata hanya motor bermerek Ducati Desmosedici D16RR NCR M16 yang berada di peringkat 5 besar bukan 3.
"Ku kira motor bermerek apa ternyata hanya motor bewarna merah menyala saja" gumam Luna sambil menatap motor merah yang terparkir indah di parkiran khusus VIP.
Jika kalian berpikir William adalah orang biasa maka jawabannya salah. Laki-laki itu adalah William Wisldrom. Anak satu-satunya dari pemilik perusahaan jam terkenal di London yang tentunya harga motor ini seperti debu baginya yaitu seharga 3.5 milliar lebih. Anak laki-laki yang merupakan pewaris dari semua kekayaan kedua orang tuanya dan tentu saja ada nasib buruk yang menerima anak itu.
'Kasihan sekali nasibmu, William' Smirk Luna dan menaiki motor Ducati itu. Tangannya mencengkram erat stir kemudi itu dan melajukan motor merah itu menuju tempat dunia gelapnya. Suara motor terdengar menembus udara-udara. Kecepatan motor itu membuat daun-daun yang berjatuhan berterbangan saat dirinya melewati semuanya.
Tidak begitu lama hanya cukup waktu sebanyak 30 menit moto merah pinjaman nya sudah terparkir cantik di di daerah pelatihan khusus anggota mafia. Sebenarnya dirinya bisa saja membawa motornya tapi Luna tidak ingin terlalu repot ke mansion dan kembali lagi ke sini cukup membuang tenaganya.
"Selamat datang ketua" hormat seorang laki-laki yang baru saja lewat di dekat Luna. Luna menganggukan kepalanya dan berjalan masuk ke daerah pelatihan. Apalagi saat dia mendapatkan pesan dari anak buahnya ada yang menantang klan mereka, bukankah ini adalah sebuah kebetulan saat dirinya juga ingin mencongkel mata, atau mematahkan kepala seseorang.
__ADS_1
"Dimana Edwin" tanya Luna sambil menyerahkan tasnya ke laki-laki yang menyapanya itu.
"Wakil ketua menunggu anda di dalam, ketua" jawab Laki-laki itu yang diangguki oleh Luna. Gerbang hitam yang ada di hadapan Luna terbuka dan seperti biasanya dia akan melewati lorong kosong dan gelap hingga sampai ke tempat tujuannya.
"Selamat datang ketua, ini informasi yang anda inginkan" ucap Edwin sambil memberikan kertas yang sudah di rapikan dan di susunya. Luna mengambil kertas itu dan membacanya cepat, dirinya cukup membutuhkan waktu 5 sampai 10 menit untuk mencari inti dari informasi orang yang menantang nya.
Agar dirinya bisa memperhitungkan apa yang harus dia buat untuk lawannya. Bila mereka ingin mata maka mata mereka yang dicongkel, bila mereka ingin taring maka gigi mereka yang akan kami lepas dari mulutnya dan bila mereka ingin kekayaan maka kami akan memusnahkan semua apa yang mereka punya dari perusahaan, tanah dan lain-lain. Cukup mudah bagi klan ular untuk semuanya karena klan mereka sering disebut licik dan licin saat beraksi yang tentunya itu bukan hanya omong kosong belaka.
"Jadi mereka ingin mengincar tempatku" ucap Luna dingin dan melemparkan kertas itu ke lantai.
"Ya ketua seperti yang anda baca" jawab Edwin, tawa ringan terdengar di telinga mereka saat Luna mengeluarkan suaranya.
"Haha sepertinya mereka ingin mati" tawa Luna dan mengeluarkan aura membunuhnya yang kental.
"Siapa yang akan ikut hari ini?" tanya Luna yang langsung membuat Edwin bersiul. Luna menatap 4 laki-laki dan 1 perempuan yang berlari mendekati mereka. Tubuh mereka berlima lebih kuat dari yang sebelumnya karena latihan yang sering diberikan Luna dan tentu saja usaha tidak akan mengkhianati hasil.
"Ambil motor kalian dan senjata, kita pergi" dingin Luna sambil berjalan ke pintu keluar. Edwin yang melihatnya hanya bisa berdoa untuk keselamatan orang-orang yang ada di klan mereka.
"Wakil ketua apakah klan yang menantang kita kan selamat?" tanya anggota perempuan yang lain.
" Berdoa saja tulang mereka masih utuh tapi entah dengan organnya" jawab Edwin yang diangguki anggota lain. Dengan ketua mereka yang sudah mengeluarkan tawa yang sangat sering mereka dengar bila terjadi tantangan dan jangan lupakan aura membunuh dan haus darahnya itu.
__ADS_1
🔫Besok bakal banyak pembunuhan dan darah jadi mohon untuk menyiapkan hati dan raga. Sekian terima Vote