My Ex Secretary

My Ex Secretary
Bab 65 : Perasaan


__ADS_3

"Tuan Leon bukankah Anda seharusnya sedikit malu" dingin Luna mengawali obrolan mereka berdua.


"Malu? saya akan malu jika saya tidak bisa mendapatkan apa yang saya inginkan" jawab Leon dingin.


"Hahaha kalau begitu anda ingin saya menerima nya, begitu kah?"


"Ya, bukannya saya sudah mengatakan nya di London" ucap Leon dingin. Dia akan mendapatkan apa yang dia inginkan. Karena perasaan yang dia rasakan ini selalu menghantuinya. Ditambah dengan kehadiran kedua anak yang memiliki rasa yang akrab. Dari senyuman manis yang di dapatkan dari anak perempuan tadi. Tatapan dingin dan tajam yang hampir sama dengannya dan perempuan yang selalu membuatnya terpikir, Luna Nypole.


'Siapa kamu?' pikir Leon.


"Sayangnya keuntungan yang anda berikan kepada saya kurang" tukas Luna. Ya inilah sesuatu hal yang akan akan dia lakukan. Sesuatu hal yang sudah dirinya bahas dengan orang-orang nya dan ayahnya.


Jika status pertunangan ini tersebar itu cukup membuat keluarga luxury emosi tentu saja itu bagaikan pencuci mulut. Tapi bagaimana jika keluarga luxury terkena dampaknya dan pastinya itu merupakan kehancuran untuk keluarga luxury. Dimana selama ini nama perusahaan luxury mulai meningkat karena kerja samanya antar perusahaan Martin.


Selain itu status pertunangan Lina Luxury dengan Leonex Martin yang membuat banyak perusahaan bekerja sama dengan mereka. Cukup licik tetapi inilah dirinya, kelicikan yang dia dapatkan dari orang-orang di sekitarnya. Kelicikan yang dia dapatkan dari mereka dan dirinya pelajari lalu menambahkan nya sedikit.


"Saham?" tawar Leon.


"Tidak saya sudah memiliki saham 75% dari perusahaan keluarga saya" jawab Luna. Dia tidak perlu penawaran apapun, dia hanya memerlukan satu kalimat dari orang yang ada dihadapannya.


"Kalau begitu apa yang anda inginkan?" tanya Leon dingin. Dia harus berhati-hati dalam berkata-kata karena yang sekarang ada dihadapannya bukan orang biasa. Namun seorang perempuan yang merupakan anak buah Klan ular. Dimana kelicikan merupakan hal yang wajar untuk mereka. Menyelesaikan tugas dengan cara yang mulus tanpa jejak.


Bahkan penyamaran yang sulit untuk di temukan oleh orang-orang. Karena itulah ular hewan yang berganti kulit dan berjalan melata dengan licinnya. Membuat orang-orang yang ada di dalam klan itu memiliki setidaknya satu dari sikap asli ular.


"Saya sebenarnya ingin 2 hal saja, tapi 2 hal itu mungkin bisa saya katakan nanti" ucap Luna.


"apa itu hal yang pribadi?" tanya Leon ragu. Walau dirinya menginginkan perempuan ini tetapi dia tidak bisa melihat dari sisi wajah di depannya. Karena dirinya tidak bisa mempercayai siapapun kecuali dirinya sendiri dan orang-orang nya.

__ADS_1


"Tidak ini hal yang ada di diri anda" jawab Luna sambil tersenyum manis. Di sini dirinya harus memainkan ekspresi yang akan membuat orang-orang tertipu. Apalagi jika laki-laki dihadapannya ini menyetujui, maka jalan untuk melaksanakan misi dan rencana pembalasan dendam nya akan mudah dilakukan.


Asalkan pintu itu terbuka, pintu yang dia perlukan untuk melalui semua ini. Semua hal yang akan membuat keluarga Luxury menderita dan jangan lupakan mantan sahabat yang membuat dirinya jatuh ke dalam jurang. Maka dari itulah dia akan membuat semua hal yang dirinya rencanakan berjalan mulus dan membuat mereka hancur hingga berkeping-keping.



Bagaikan gelas yang dijatuhkan ke atas lantai, tidak bisa diperbaiki dan tidak akan mudah didapatkan dengan mudah lagi.


Leon memejamkan matanya, akal pikiran nya memikirkan sebuah persetujuan. Diantara kata Iya atau tidak yang merupakan jawaban yang bisa membuat dirinya rugi atau untung.


"Baiklah, aku terima keinginan anda" jawab Leon yang membuat Luna mengeluarkan senyuman manisnya. Tangannya terulur untuk menjabat tangan Leon.


"Baik deal" senyum Luna, mereka berdua saling berjabat tangan sebagai tanda kerja sama dalam bentuk bisnis ataupun hal pribadi. Seperti hubungan simbiosis mutualisme yang dimana mereka berdua mendapatkan keuntungan dan kerugian yang berbeda. Entah itu kecil atau besar semua hal yang terjadi akan ada di masa depan. Masa-masa yang akan tertulis di Skenario yang mereka siapkan masing-masing.


Setelah berjabat tangan, kedua orang itu keluar dari ruangan pribadi. Melangkahkan kakinya menuju meja yang sebelum nya. Luna memberikan senyum manisnya lagi dan pergi membawa kedua anaknya meninggal restoran dan taman bermain.


Semua hal sudah mengikuti alurnya walau ada sebuah hambatan, tetap saja dia akan merencanakan dengan sebaik-baiknya.


"Tidak apa-apa" jawab Luna singkat. Mereka bertiga masuk ke dalam mobil jemputan yang didalamnya terdapat Rangga yang sedang duduk di kursi kemudi.


Mobil hitam tersebut pergi meninggalkan sesosok laki-laki yang menatap kepergian mereka dengan dinginnya. Tangannya mengetikkan beberapa angka dan menelpon bawahan nya.


"Ada apa Leon?" tanya Febri yang menerima telpon dari Leon.


"Temukan semua informasi tentang Luna Nypole" perintah Leon dingin.


"Itu saja?"

__ADS_1


"Dan juga kedua anaknya" sambung Leon. karena jujur saja kedua anak yang dia temui untuk kedua kalinya itu memiliki rasa akrab. Dan entah kenapa lama-kelamaan di saat dia menatap wajah anak perempuan tadi dia merasa bahwa wajahnya hampir sama dengan nya dulu.


"Baiklah" jawab Febri dan Leon mematikan telpon nya secara sepihak. Dia akan memulai rencananya sendiri, dan dia harus memastikan orang yang dia pilih tidak akan membuatnya rugi banyak. Apalagi di saat ini Lina Luxury sedang dalam kondisi kacau balau.


Kekacauan yang membuat Leon mendapatkan keuntungan untuk membatalkan pertunangan nya. Setelah itu akan membuatnya mengembalikan alur yang sudah dia siapkan, alur dan rencana yang dulunya dia siapkan untuk perempuan tercintanya, Luna Luxury.


Rencana yang akan membuat diri Luna Luxury yang entah dimana itu bahagian.


'Aku akan melakukan semuanya, Lun' gumam Leon dan menatap ke arah langit-langit. Kedua insan yang memiliki tujuan sama yang sayangnya takdir harus memisahkan mereka. Dan membuat kedua orang itu menjalankan nya dengan cara yang berbeda.


Waktu yang akan membuat orang-orang menjadi dekat atau membuat orang-orang menjadi jauh. Sehingga setiap waktu yang akan dilalui masing-masing diantara mereka akan membuahkan hasil. Hasil yang sepadan dengan apa yang mereka lalui di derasnya hujan atau teriknya matahari. Membuat setiap individu mengeluarkan isi hati mereka sendiri...


Luna Pov~


Aku akan membuat kalian merasakan nya, hingga kalian hanya bisa memilih neraka kegelapan.


Leon Pov~


Aku akan menemukannya, bahkan jika dia sudah menjadi abu


Navin Pov~


Jika ibu ingin bersama ayah aku akan mendukungnya tetapi bila ayah menyakiti ibu. Jangan harap aku akan membiarkannya!


Laura Pov~


Aku ingin ayah dan ibu bersatu tapi aku juga sadar dunia ini memiliki jalannya sendiri dan jalan itulah yang harus ku jalani!

__ADS_1



🔫Hmmm POV masing-masing tokoh udah keluar nih sesuai sikap mereka masing-masing! Jangan lupa like 300 nya dan ingat jika ada pertanyaan atau apapun itu silahkan DM IG : @dna2005_


__ADS_2