My Ex Secretary

My Ex Secretary
Bab 37 : Kewajiban


__ADS_3

"Apa" teriak Luna kesal. Laki-laki yang akan dia balasan harus dia lindungi. Apa dunia terbalik hingga membuat misi menjadi seperti ini.


"Aku menolak" tolak Luna lagi dengan suara dinginnya. Helaan nafas terdengar di sebrang, Luna bisa merasakan jika ayahnya juga tidak mau memberikan nya tugas seperti ini. Tapi jika bersama laki-laki itu mau dunia sekalipun musnah dia tidak akan bersama laki-laki itu dan melindunginya. 'Sial' pikir Luna kesal.


"Baiklah kalau kamu menolak ini satu-satunya yang akan ayah ucapkan dan tetua ucapkan kepada anak buahnya" tegas Henry. Suara santai dan hangatnya berubah menjadi suara yang tegas dan penuh penekanan seperti saat melatih anggota kemiliteran dan mafia.


"Katakan Tetua" tegas Luna jika dirinya mendengar ucapan ayahnya dengan nada yang seperti ini maka hanya akan ada satu hal yang keluar yaitu...


"Ini Kewajibanmu sebagai anggota militer" tekan Henry. Ya telinga Luna tidak akan salah mendengar nya kewajiban sebagai anggota militer mengharuskan nya menerima semua misi apapun demi negara, kesatuan dan kedamaian. Jiwa keadilan yang merupakan sesuatu hal yang selalu ada di setiap kemiliteran membuat semua anggota tidak boleh membantah setiap tugas yang diberikan mau itu dari hal kecil hingga hal yang tidak diinginkan.


Karena status yang kita bawa adalah hasil dari kerja keras dan tugas kita masing-masing. Maka mau tidak mau Luna harus menerima tugas ini akan walau dirinya harus dekat dengan laki-laki yang masuk ke dalam list miliknya.


"Siap laksanakan, Tetua" jawab Luna tegas dirinya tidak ingin terdengar suara hembusan nafas pasrah di telpon walau hatinya tidak menginginkan ini terjadi tapi apa boleh buat bila ini sudah ditakdirkan maka dia hanya bisa mengikuti arusnya.


"Kau tentu paham Luna, sebagai anggota kemiliteran kau tidak memiliki hak untuk menolak kepada atasanmu" jelas Henry.


"Siap tetua" jawab Luna. Jika dirinya mendengar ucapan dan ungkapan ayahnya ini dirinya pasti akan teringat kalimat laki-laki itu saat dirinya menjadi sekretaris.


Flashback on~


Langkah kaki terdengar di lorong kantor di saat semua orang sedang makan siang di rumah berbeda dengan perempuan yang sedang memakan setelan kantornya itu. Dirinya sedang ikut bersama atasannya untuk bertemu orang penting dan orang penting itu adalah kedua orang tuanya.


"Apa saya tidak bisa menolaknya, Pak?" tanya perempuan itu sambil mengikuti langkah kaki atasannya.


"Kau tentu paham Luna, sebagai sekretaris kau tidak memiliki hak untuk menolak perintah atasanmu apalagi aku adalah bosmu" dingin Leon sambil melanjutkan langkah kakinya.


"Tapi pak saya juga..." belum sempat Luna mengucapkan kalimatnya, Leon sudah membalikan tubuhnya dan menatap Luna dengan tatapan yang tajam.Ya perempuan yang merupakan sekretaris itu adalah Luna Luxury yang sudah berganti nama menjadi Luna Nypole.


"Lebih baik kau diam jika kau tidak ingin mendapatkan hukuman" dingin Leon dan menatap tajam Luna.


"Baik pak" Luna hanya bisa menghembuskan nafas pasrah bila dirinya ditatap seperti itu. Apalagi dirinya baru bekerja dengan Leon selama 3 bulan.

__ADS_1


Flashback Off~



Pikiran Luna akan teringat ucapan laki-laki itu saat dirinya baru diterima sebagai sekretaris selama 3 bulan dan harus ditatap dingin maupun tajam oleh lelaki itu. Tapi apa boleh buat dirinya dulu hanyalah perempuan polos yang mudah takut dan cemas saat ditatap seperti itu.


"Luna apa kau masih disana?" tanya Henry saat tidak mendengar sama sekali jawaban dari anaknya itu.


"Ah Maaf Tetua, saya akan melaksanakan nya jadi bisakah anda beri rincian tugasnya" Jawab Luna cepat. Dirinya tidak boleh banyak-banyak mengingat masa lalu karena jika dirinya terlalu mengingat masa lalu yang manis dan romantis, dirinya tidak akan bisa melakukan hal yang kejam dan bengis.


'Lupakan semuanya Lun, itu hanyalah masa lalu yang kosong' ucap Luna dalam hatinya dan meyakinkan dirinya.


"Baiklah, Kami sudah menyusun rencana agar kamu bisa lebih dekat dengan Klan singa dan mendapatkan lokasi barang itu" ucap Henry.


"Apa itu?"


"Pertama-tama kau akan berkerja sama dengan perusahaan Martin untuk membangun resort megah yang disponsori oleh pemilik tambang minyak terbesar di dunia, menurut perkiraan" jelas Henry.


"Kami sudah menghitung hari dan kemungkinan, Lalu menemukan bahwa pemilik tambang minyak terbesar di dunia akan membangun resort mewah dan megah untuk ulang tahun istri pertamanya" Jawab Henry sambil membaca kertas-kertas yang dia susun bersama temannya yaitu pemilik Klan ular.


"Dan akan ada event besar-besaran untuk itu karena mereka akan memilih dua perusahaan untuk membangun resort mereka yang akan membuat itu menjadi persaingan yang ketat di setiap perusahaan karena mereka akan mendapatkan untuk yang banyak dan jangan lupakan nama perusahaan mereka akan tersebar luas" Lanjut Henry sambil membaca kertas yang diberikan oleh asistennya lagi. Mata-mata yang dia perintahkan sudah memberikan beberapa info yang dirinya butuhkan.


"Maksudnya aku harus bersaing untuk mendapatkan proyek itu" ucap Luna.


"Ya kau betul Luna dan jangan lupakan bahwa perusahaan Martin dan Luxury juga akan ikut di sana dan beberapa perusahaan lainnya karena ini adalah event besar ingat itu" ungkap Henry memperingatkan anaknya bahwa misi ini merupakan misi berbahaya dan penuh dengan perjuangan tentunya


"Baiklah aku sudah paham, lalu langkah apa lagi setelah itu?" tanya Luna.


"Maaf Luna kami tidak bisa memberikanmu informasi lagi sebelum kamu menyelesaikan tugas mu itu" jawab Henry.


"Kalau begitu kapan pengumuman itu terjadi?"

__ADS_1


"Pertengahan Desember" jawab Henry.


"Baiklah aku akan melaksanakan nya, dan hormat kepada Tetua" ucap Luna dan mematikan telpon secara sepihak. 'Sial kenapa aku harus kerja sama dengan lelaki itu' kesal Luna dan memukul dinding besi itu.


Di tempat lain~


Ruangan itu dipenuhi dengan aroma daun teh hijau dan hidangan kue dengan rasa matcha khas Jepang.


"Apa kau sudah mengatakannya?" tanya lelaki tua yang sedang menyeruput teh hijaunya.


"Ya dan juga kenapa kau memilih anakku yang turun daripada banyaknya kemiliteran, Nobunaga" protes Henry dan duduk di kursinya. Di ruangan itu hanya ada 4 orang yaitu Henry, asistennya, dan tetua klan ular yang juga membawa tangan kanannya.


"Kau tau bukan ini seperti sekali mendayung dua pulau terlampaui bukannya ini adalah berkah" jawab Nobunaga dan meletakkan cangkir gelas ala Jepang khas di meja itu.


"Aku tau anakku bisa membuat Mantan keluarganya hancur saat berdekatan dengan Leon tetapi aku tidak ingin dia kembali dengan lelaki itu" Ucap Henry dan meremas erat kertas yang sudah bertuliskan profil lengkap dengan Nama Leonex Martin.


"Hoho kau pikir aku tidak pernah merasakan seperti itu Henry, dan jangan lupa kita tidak mungkin membahayakan nyawa semua orang bila rencana mereka berhasil" jelas Nobunaga.


"Jika kau bukan teman dan rekanku aku tidak akan pernah biarkan anakku mendapatkan misi tingkat S ini" Ucap Henry dengan penuh penekanan.


"Walau kita bukan teman sekalipun ini merupakan perintah dan kewajiban, bukan" ucap Nobunaga.


"Yaya dan lihat klanmu sepertinya kurang cepat untuk membunuh orang" ucap Henry mengalihkan topik pembicaraan dan melihat hasil pertandingan.


"Kau ingin makan matcha ini" tawar Nobunaga sambil mengangkat pedang katana miliknya dan mendekatkan pedangnya dengan kue matcha nya.


"Kau ingin ku tembak" ucap Henry sambil mengeluarkan pistol bermerek Desert eagle Mark XIX.



Pistol yang bisa membunuh orang hanya dalam satu tembakan jika seseorang yang menggunakan nya sudah handal dan mengontrol nya.

__ADS_1



__ADS_2