My Ex Secretary

My Ex Secretary
Bab 192 : Jejak dan Pertempuran (4)


__ADS_3

Pertempuran yang diperlihatkan di kamera pengintai mulai terlihat sengit. Terutama saat bala bantuan mulai memasuki medan pertempuran dn mulai menghadang lawan mereka. 


Membuat R yang melihatnya mengeluarkan senyum dinginnya dan menatap tindakan yang akan dikeluarkan oleh lawannya. Bukan hanya R saja yang ingin melihat tindakan perlawanan yang mereka kerahkan.


Leon yang kini telah berpindah tempat juga mau tidak mau melihat tindakan apa yang akan diambil oleh lawannya R. Terutama saat ini ia telah berdiri di tempat lawannya duduk yaitu di atas bebatuan di dekat kandang serigala.


Dimana telinganya dengan jelas menangkap suara aliran sungai yang jernih melewati tempatnya berada. Dan tidak hanya suara aliran sungai yang jernih, Max yang telah menangani orang-orang yang mulai mendekati wilayah mereka dengan jelas mencium aroma darah segar.


Warna darah yang merah yang kini mulai mencemari sungai yang jernih. Sehingga air yang mengalir di bawah mereka dengan jelas memperlihatkan warna merah muda yang dihasilkan oleh darah yang mengalir di sepanjang perjalanan.


“Tuan, saya menemukan bahwa musuh kali ini mengirim bala bantuan mereka.”


“Ya, aku melihatnya.”


“Bukan hanya itu saja, mereka juga memiliki serangga dan juga pangkat yang berbeda di atas dada mereka.”


“Pangkat?”


“Ya, tuan. Pangkat itu tidak terlihat di malam hari melainkan saat di siang hari saja. Sehingga saya harus mengeluarkan sinar ultraviolet untuk memastikan identitas mereka.”


“Hm.”


“Tuan?”


“Apa kau lihat pohon yang ada di depanmu itu?”


“Pohon yang ada di jarak 200 meter itu, tuan.”


“Ya, bukankah kau melihat ada sesuatu yang aneh di dekatnya.”

__ADS_1


“Itu,- tunggu tuan sepertinya itu terlihat seperti kamera tidak itu sebuah kamera pengintai yang baru-baru ini diluncurkan oleh perusahaan teknologi  ternama, CHARLESS.” Ucap Max yang dengan jelas melihat desain kamera itu dengan kacamata ultravioletnya.


Membuat Leon yang mendengarnya mengeluarkan smirknya dan membisikkan beberapa patah kalimat di telinga bawahannya. Membuat Max yang mendengarnya tertegun dan menganggukan kepalanya.


Saat memahmi apa maksud tuannya, “Max, kau lihat dan pastikan orang-orang di bawah lenganmu menghancurkan kamera-kamera itu. Aku ingin melihat seberapa banyak kerugian yang akan mereka dapatkan malam kali ini.” Bisik Leon.


Max yang mendengar perintah tuannya dengan cepat menghubungi semua bawahannya dan memerintahkan bawahannya untuk tidak hanya fokus dalam melawan musuhnya.


Namun fokus juga dalam melenyapkan kamera yang mengintai di sekeliling mereka. Membuat para bawahan yang mengetahui bahwa ada kamera yang mengintai di setiap gerakan mereka dengan cepat menghadapi musuh mereka dengan sengit dan juga licin sambil melihat sekeliling mereka dengan tatapan yang tajam.



Tatapan itu mencoba menemukan setiap kamera yang tersembunyi di sekeliling mereka. Tidak hanya para bawahan yang sedang menghadapi musuh saja, melainkan beberapa bawahan yang saat ini sedang menyelidiki sepanjang aliran sungai dengan cepat berpencar.


Dan memastikan tidak ada kamera yang memperhatikan keberadaan mereka sambil membantu rekan mereka untuk menemukan keberadaan kamera tersebut.


Terutama saat mendengarkan kabar yang diberikan oleh atasannya mereka. Membuat mereka semua dengan cepat mendapatkan informasi yang menguntungkan dan berjalan menuju pepohonan yang rindang.


Dan benar saja, beberapa kamera yang ia miliki mulai memunculkan layar hitam yang artinya saat ini lawannya telah menyadari bahwa setiap pergerakan mereka telah mereka intai olehnya selama ini.


“Yang mulia.”


“Cepat nyalakan mode bertarung dan perlihatkan kekuatan alam yang kita miliki sebenarnya.” Ucap R memerintahkan orang-orang yang ada di bawahannya dengan dingin dan dengan sekali klik.


Kamera yang memiliki satu posisi saja itu mulai berubah ke berbagai arah, tidak hanya itu saja tanaman yang mengelilingi pepohonan kini mulai mengayunkan dahannya dan membiarkan angin yang bertiup entah dari mana menerbangkan kelopak beserta serbuk yang mereka hasilkan.


Leon yang melihat pergerakan aneh dari tanaman yang ada di sekeliling pepohonan itu dengan cepat merampas alat komunikasi yang ada di lengan bawahannya dan menyuarakan suaranya yang dingin.


“Cepat menjauh, semua tanaman yang ada di sekeliling kalian beracun.” Perintah Leon dengan cepat.

__ADS_1


Membuat para bawahan yang mendengar suara bos mereka dengan cepat menjauh dari tempat mereka berada. 


Tidak hanya itu saja, para bawahan yang sedang berkelahi dengan cepat mengeluarkan senjata mereka dan menembak mati para musuh yang ada di hadapan mereka.


Dan menghindari tempat-tempat yang akan dilewati oleh serbuk racun yang dihasilkan oleh tanaman yang ada di sekeliling mereka. Terutama tanaman yang ada di bawah pepohonan.


Namun tidak semudah yang mereka lakukan, semua gerakan mereka dengan cepat di tebak oleh musuh yang mereka lawan. 


Sehingga musuh yang berhasil menghindari tembakan dari mereka mulai mencegat pergerakan  mereka, dan mencoba membawa mereka menuju lokasi tanaman beracun. Untuk mempercepat keracunan mereka, dan tidak membiarkan mereka lari dari sini.


“Heh, bisa-bisanya kalian lari dari tempat ini. Bukankah kalian pemberani sebelumnya.” Ejek musuh mereka yang mulai meluncurkan tembakan mereka dan juga senjata tajam yang mereka bawa.


“Tentu saja kami seorang pemberani, dan terimakasih atas pujianmu kawan. Aku akan melawanmu dengan serius kali ini.” Jawab bawahan Leon dengan tak tahu malu dan menganggap ucapan lawannya sebagai pujian untuknya.


Membuat musuh yang mendengarnya kesal dan sekaligus mulai melawan mereka dengan sengit dan juga serius. Terutama saat suara tembakan mulai terdengar di sana, membuat arena pertempuran mulai memanas.


Bahkan panasnya arena itu setara dengan panasnya sisi lain yang mempertemukan kedua belah pihak yang saling bertolak belakang. 


Sehingga menghasilkan nyala api yang seharusnya padam di sana. Terutama saat kedua pasang mata saling bertatapan, membuat pandangan mereka menjadi satu arah.


Dengan mata berwarna hitam dan juga biru yang gelap nan saling bertatapan. Menampilkan kedua sosok wanita dan juga pria itu saling berhadapan. Yang tentunya dengan garis pemisah yang adil yaitu aliran sungai yang kini mulai berwarna merah terang.


Warnanya yang terang menciptakan garis yang jelas diantara kedua sosok pria dan juga wanita itu. Dimana mereka dengan jelas berdiri saling berdekatan, namun tampaknya aliran sungai itu menjauhkan jarak di antara mereka.


Dan dengan sekali pandangan, Leon dengan jelas melihat penampilan wanitanya yang kini tengah memegang seragam milik musuhnya. Yang mana mata berwarna biru laut itu dengan mudah memahami dan mengetahui rencana apa yang ingin dilakukan oleh wanitanya untuk menyusup ke dalam wilayah musuh.


Yaitu berkamuflase sebagai bawahan orang tersebut.


__ADS_1


🔫 Jangan lupa berikan like, komen, vote dan juga TIP sebagai bentuk dukungan kalian kepada author.


🔫Sekian terimakasih, and Sayonara~


__ADS_2