My Ex Secretary

My Ex Secretary
Bab 86 : Lantai 5


__ADS_3

lantai 5 itu sudah dipenuhi oleh orang-orang ternama. Dari penampilan dan gerakan mereka semuanya sudah kenal membedakan level yang ada. Topeng yang merupakan syarat khusus juga melekat di wajah setiap pengunjung yang ada.


Setiap tangan pengunjung sudah memperlihatkan kartu gold berlambang VVIP. Ada yang sengaja menutup mulut dengan kartu bewarna gold tersebut ada juga yang berpura-pura tidak sengaja mengeluarkan kartu gold tersebut. Memperlihatkan bahwa lantai ini memang dikhususkan untuk orang-orang terpandang dan ternama saja.


"Horash!" teriak yang lainnya saat mendapatkan kemenangan.


"Hahahaha selamat tuan" tawa seorang wanita penggoda.


Luna bisa mendengar banyak ucapan dan perkataan di setiap langkah nya. Perkataan yang menyedihkan, mata yang mencari mangsa untuk one night stand, tawa kesombongan dan aroma alkohol dimana-mana. Jelas membuktikan lantai 5 ini merupakan tempat dimana keilegalan berada dan sebuah kebebasan merajalela.


"Ingat panggil aku Kaguya buka Joe" bisik Joe kepada Luna. Mereka menggunakan nama samaran di sini dan memakai topeng yang sama yaitu topeng dengan warna hitam dan dihiasi bunga mawar.


"Baik" singkat Luna.


Mereka berdua berjalan menuju Chip, menukar uang yang mereka miliki menjadi chip dan membawanya ke meja Casino. Di meja itu permainan kartu diselenggarakan dan chip yang dimiliki oleh lawan merupakan taruhan di atas meja bewarna hijau tua itu.


"Kalah lagi, sial!" kesal salah satu orang yang sudah rugi banyak. Dia mengorbankan chip miliknya banyak dan harus kalah telak dalam melawan lawannya membuat kerugian besar untuknya.


"Ada lagi?" tanya sang lawan. Dia menggunakan topeng berbentuk singa. Membuat wajahnya hampir ditutupi oleh seluruh topeng kecuali bibirnya itu. Senyum dingin yang mengartikan bahwa semuanya hanyalah orang rendahan. Membuat orang-orang yang berkumpul di sana hanya bisa berdiam diri. Karena bagaimanapun juga mereka semua kalah dan chip yang mereka taruhkan hilang dengan sekali main.


"Lun, lawan itu yang harus kamu lawan." bisik Joe disebelah telinganya Luna. Tangan Luna sudah memegang segelas cocktail di tangannya. Menggoyang pelan gelas tinggi bewarna bening tersebut.


"Sepertinya Kaguya ku kehilangan banyak uang karena dia" sindir Luna.


"Sebenarnya aku ingin menolak semua opini yang kamu berikan tapi sayangnya kau benar, aku kalah dan sudah melepas 200 chip bewarna merah dan hijau ku" pasrah Joe. Sebelum Luna datang ke Austin BarC, Joe menjalankan misinya di ruangan lantai keempat. Setelah itu dia menghabiskan sisa waktunya di lantai ke lima. Berharap dia akan menang banyak di dalam permainan perjudian tersebut. Tetapi semua ekspetasinya harus hilang sesegera mungkin saat dia melawan dewa kartu dan harus kehilangan banyak chip.

__ADS_1


"Kalau begitu mari kita bertaruh di sana" tunjuk Luna ke arah meja kartu. Dia meneguk gelas cocktail miliknya dalam sekali one shoot. Meletakkan gelasnya di meja bar dan berjalan kearah meja Casino yang dipenuhi oleh orang-orang.


"Semoga kau selamat Lun, dia adalah dewa kartu di sini" bisik Joe. Perkataan Joe bukannya mematahkan semangat Luna malah membuat Luna tersenyum dingin.


'Jelas ini akan lebih menarik' smirk Luna.


Gerombolan orang-orang di sana hanya bisa terdiam dan berbisik. Mereka tidak berani mempertaruhkan chip mereka lagi. Keuntungan yang diharapkan harus diganti menjadi kerugian yang tidak masuk akal di permainan itu.


"Sepertinya tidak ada lawan lagi yang ingin bertanding denganku hari ini" dingin laki-laki bertopeng singa tersebut. Saat laki-laki itu mulai berdiri dari tempat duduknya. Suara dingin yang tajam memecah keheningan dan membuat laki-laki tadi langsung menoleh.


"Saya ingin bertanding dengan anda, tuan" ucap Luna.


Seluruh mata yang ada di dekat meja langsung menoleh dan menatap seorang wanita yang menggunakan pakaian hitam dan bertopeng bunga mawar mendekat. Langkah kaki yang tegas dan chip yang dijatuhkan dari atas ke meja kartu. Suara tabrakan chip dengan meja membuat semua orang hening. Tidak ada yang berbicara dan hanya menatap rendah perempuan yang berani menantang dewa kartu.


"Ho.. sepertinya saya memiliki lawan yang menarik" smirk laki-laki bertopeng singa.



Permainan yang tadinya terhenti, berjalan kembali. Suasana meja kartu yang sudah dari awal ramai mulai bertambah ramai kembali. Peraturan dibuat dan taruhan di ucapkan oleh kedua orang yang berada di meja hijau tersebut.


Meletakkan chip mereka di tengah-tengah dan mendudukkan bokong mereka di kursi yang telah tersedia.


"Baiklah karena nona yang menantang silahkan pilih permainan kartu yang anda inginkan?" tanya dealer yang berada di tengah-tengah meja.


"Kalau begitu bagaimana jika BINGO" ucap Luna. Wajahnya tersenyum menawan tetapi tidak dengan orang-orang yang ada di dekatnya. Mereka hanya menatapnya rendah dan meremehkan. Permainan BINGO adalah adalah permainan judi dimana pada pemain tersebut pemain mencoba untuk mencocokkan semua nomor yang dipilih secara acak kepada nomor yang ada pada kartu mereka.

__ADS_1


Semua orang disini juga tau bahwa permainan kartu BINGO merupakan permainan yang paling dikuasai oleh Dewa Kartu. Memilih permainan kartu dengan jenis BINGO sama saja dengan bunuh diri. Karena pada dasarnya tidak ada orang yang pernah mengalahkan dewa kartu sekalipun dalam permainan jenis ini.


"Apa mata saya terlihat berbohong?" tanya Luna sambil tersenyum ke arah dealer. Mata dealer menatap lensa mata perempuan itu di balik topeng. Matanya bewarna biru laut yang gelap hampir sama dnehan warna hitam. Tidak ada kebohongan tetapi sebuah kepastian dan kepercayaan diri tinggi. Membuat dealer melanjutkan permainan ini.


"Kalau begitu silahkan taruhannya" ucap dealer dan menyapu bersih meja dengan tisue putih miliknya.


"Saya ingin dia" ucap lelaki bertopeng singa itu sama menunjuk ke arah Luna.


"Maaf tuan... bisakah anda mengulanginya lagi?" tanya dealer mempastikan. Dia tidak pernah mendengar sekalipun dewa kartu meminta sesuatu selain barang, terutama yang dia minta adalah sebuah mahkuk hidup.


"Ya, saya menginginkan wanita ini jika saya menang di permainan" smirk orang tersebut.


"Kalau anda menginginkan saya, berarti anda harus rela memyerahkan semua chip yang anda dapatkan malam ini ke saya, bagaimana?" tawar Luna. Mulutnya menyebut semua kalimat penuh dengan kemanisan tapi kebenaranya kalimatnya penuh dengan kelicikan. Siapapun yang ada di lantai itu juga tau, bahwa taruhan yang dikatakan oleh Luna sangat tidak masuk akal dan berat sebelah.


Dimana pihak A akan mendapatkan keuntungan lebih banyak dan pihak B akan mendapatkan kerugian yang besar karena taruhan ini. Dan jika pertaruhan ini disetujui maka orang yang sedang bertanding benar-benar bodoh dan gila.


"Baiklah, saya setuju akan memberikan semua chip yang saya dapatkan kepada anda" ucap laki-laki tersebut dan tersenyum. Semua orang di sana terkesiap mendengar ucapan laki-laki tersebut. Bagamanapun jelas ini merupakan kecurangan yang sangat besar.


"Senang mendengarnya,tuan" senyum Luna. Di memutar kursi tersebut dan menatap ke dealer. Tangannya sudah berada di atas meja dan siap menyambut kartu yang akan di serahkan oleh dealer kepadanya.


"Baiklah mari kita mulai permainan nya" ucap dealer tersebut dan mengocok semua kartu dengan cepat. Permainan kartu yang tidak tau siapa yang akan menang antara dewa kartu atau seorang wanita yang memiliki seribu kelicikan di dalam otaknya.



🔫Sorry kemarin gak update kan udah dibilangin ada sebuah kendala hehehe dan juga kalian pasti sudah bisa menebak siapa laki-laki bertopeng singa tersebut. Penasaran? hmm saya juga penasaran nulis apalagi kalau begitu sampai jumpa besok^^

__ADS_1


Keterangan:


Ini hanya novel ambil poin positif nya dan hindari poin negatif. Jangan bermain judi karena itu dosa dan ingatlah lagu Rhoma irama pasal judi, Sayonara~


__ADS_2