
Dari ruangan miliknya Luna mendengarkan setiap obrolan yang dilontarkan oleh kedua orang itu. Dia memang merencanakan ini semua agar dirinya bisa tau barang apa yang sedang diincar ayah kandungnya itu dan juga rencana baru apalagi yang akan dimainkan oleh mereka.
Menurut Luna, ayah kandungnya itu akan mengganti rencana dengan rencana yang mungkin lebih berbahaya lagi. Dimana kondisi yang dia miliki itu tidak sesuai dengan harapannya. Dari anak perempuan kesayangannya yang masuk ke rumah sakit dan pertunangan yang dibatalkan. Tentunya membuat ayah kandungnya memikirkan cara lain agar pertunangan itu tidak dibatalkan.
Bagaimanapun juga Luna bisa melihat sikap hormat ayahnya kepada Leon saat pertemuan tadi. Dimana ayahnya terkejut dan mencoba menahan amarahnya terhadap Leon. Karena ayah kandungnya itu tidak memiliki kedudukan yang tinggi seperti Leon. Membuat laki-laki paruh baya itu harus menghormati dan menghargai seseorang yang lebih muda darinya.
"Mari kita dengarkan apa yang akan mereka rencana?!" smirk Luna dan menyalakan alat perekamnya yang sudah terhubung dengan asisten milik ayahnya itu.
Audio play start~
"Sial! kenapa ini tidak terjadi sesuai dengan apa yang ku harapkan!" marah Reno. Luna bisa mendengar suara ayahnya dari jelas dan membayangkan ekspresi laki-laki tua itu. Wajah yang memerah karena amarah pasti sangat tertampil kan di wajah laki-laki tua tersebut.
"tuan tolong kendalikan amarah tuan, anda harus ingat anda memiliki riwayat penyakit darah tinggi" ucap Keiga mengingatkan tuannya. Luna yang mendengar hal tersebut hanya bisa mengeluarkan smirk miliknya.
'pfft riwayat darah tinggi, sangat menarik' smirk Luna. Dia kira hal yang akan didengar nya akan menarik tetapi ini melebihi apa yang dipikirkan nya. Semua yang didengarnya sangat menarik, bahkan sejak kapan ayah kandungnya itu memiliki penyakit seperti itu.
"Baiklah... huuuh....huft" tarik nafas Reno mengendalikan emosi miliknya.
"Saya sudah memeriksa latar belakang nona Luxury sesuai perintah tuan dan saya menemukan bahwa nona Luxury hanyalah orang biasa. Tidak memiliki kelebihan dan tidak memiliki keterampilan dalam kemiliteran karena saya mendapat info hanya ibunya saja yang berasal dari kemiliteran. Sisanya hanya seorang pengusaha yang mengandalkan otak saja" ucap Keiga sambil memberi tau info yang telah dia dapatkan.
Luna yang mendengar apa yang dibicarakan oleh asisten tersebut hanya bisa memejamkan mata sejenak. Informasi yang didapatkan asisten itu jelas hanya sebuah kebohongan. Dimana ayah dan ibunya sudah merubah profil milikinya dan kedua anaknya itu sudah menambah sistem keamanan ketat untuk informasi miliknya.
Orang-orang yang mencari informasi tentangnya adalah orang-orang bodoh yang tidak tau bahwa semua itu hanyalah kebohongan belaka. Jika memikirkan nya kembali Luna sepertinya harus mentraktir kedua anaknya karena menjaga fasilitas pribadi miliknya.
'sepertimya aku harus membelikan model senjata baru untuk mereka' pikir Luna sambil mendengarkan kembali apa yang akan dibicarakan oleh orang-orang tersebut.
"Orang biasa hmm, sepertinya memang hanya cara itu yang harus kita gunakan" dingin Reno.
__ADS_1
"Jika tuan menginginkan nya saya akan melaksanakan nya sebaik-baik mungkin" sopan Keiga.
"Aku akan mempercayai mu untuk membunuh nya" senyum Reno.
"Kapan anda ingin melihat mayat perempuan itu?" tanya Keiga.
"Besok dan juga aku akan menyebarkan kematiannya di seluruh dunia" dingin Reno.
"baik, kalau begitu saya pergi dulu tuan" undur diri Keiga.
"Susun rencana yang baik, Ga" ucap Reno mengizinkan asistennya itu pergi.
"kalau begitu permisi"
Keiga menghilang dari ruangan tersebut dan pergi untuk menyelesaikan rencana miliknya. Tanpa tau bahwa target yang ingin mereka bunuh mendengar kan tenaganya mereka.
"Sepertinya besok aku harus menyingkirkan hama lagi" smirk Luna dan melepas airpods miliknya. Dia berjalan ke arah kamar mandi, membersihkan tubuhnya yang lengket dan memikirkan cara apa yang harus dia gunakan untuk melawan orang-orang itu nanti. Apalagi orang-orang berpikir bahwa dirinya hanyalah perempuan biasa yang lemah. Tidak bisa melakukan apapun dan hanya menggunakan otaknya saja bukan tenaga maupun otot miliknya.
Sayangnya imajinasi mereka untuk membunuh Luna harus dipatahkan. Luna merupakan perempuan biasa? jika itu hanya candaan maka itu memungkinkan. Tapi jika kebenaran jangan menganggap dirinya lemah karena orang lemah yang mereka pikirkan itu adalah seorang wanita berbisa yang sangat menyukai hal-hal licik nan kotor.
Wanita berbisa inilah yang besok akan mereka kalahkan dan jelas saja Luna hanya akan menyiapkan kulit lamanya dulu.
"Sepertinya aku akan membawa mereka ke gang yang tidak sengaja ku temukan itu" pikir Luna dan mengeringkan tubuhnya dengan handuk.
Setelah dia membawa orang-orang yang berniat membunuhnya ke gang sepi tanpa sistem keamanan itu. Maka Luna tidak perlu menyembunyikan sikap aslinya lagi. Dia akan membalas mereka dan membunuh mereka di tempat.
__ADS_1
Membiarkan tempat sepi itu menjadi wadah bertempur miliknya. Kemudian Luna akan melepaskan kulit lama miliknya. Kulit lama yang merupakan perilaku membunuhnya dan mengganti dengan kulit baru. Seperti ular yang sering mengganti kulit mereka, Luna juga akan melakukan hal yang sama.
Mengganti kulitnya dan keluar menjadi Luna yang tidak tau apapun. Luna yang hanya dingin dan tidak berdosa. Menyembunyikan sikap sadisnya dan menampilkan sikap santai dan dewasa miliknya. Licik, jelas saja dirinya licik karena orang-orang yang melukai nya mengajarinya, bukan.
Ingat seorang anak akan mencontoh apa yang dilakukan oleh orang taunya. Mau itu perilaku, perkataan dan lainnya. Oleh karena itulah Luna mempelajari semua hal ini dari sekitar nya. Terutama kedua orang yang tidak mengganggapnya sana sekali. Luna mempelajari nya dan menambahkan semua yang dimiliknya. Agar semua hal yang dia lakukan bisa menjadi lebih mudah tanpa ketahuan dan tanpa meninggalkan jejak satupun.
"SS-2 Pindad sepertinya terlalu besar" gumam Luna sambil memasang baju piyama miliknya.
"Night Hawk Custom seperti nya bisa ku sembunyikan di balik pakaian ku" lanjut Luna memikirkan senjata apa yang akan dia bawa.
"Kalau hanya pistol Night Hawk Custom sepertinya kurang, aku juga harus memikirkan pisau belati juga" gumam Luna yang sudah beralih ke rambutnya. Menyisir setiap helai rambut miliknya dan terus memikirkan senjata apa yang akan dibawanya. Luna harus menyiapkan semua hal yang dia perlukan agar saat dia membunuh orang-orang itu berjalan lancar. Nyawanya tidak terancam dan dia bisa kembali dengan selamat.
"Sepertinya lebih baik aku meminjam pisau belati milik kakakku saja, tidak mungkin aku menggunakan pisau belati kesayangan ku hanya untuk membunuh orang-orang itu" gumam Luna yang mengingat-ingat pisau belati jenis apa yang dimiliki kakaknya. Jika dia tidak salah adalah pisau belati bernama Eickhorn. Pisau belati tajam dan memiliki tepi ganda cukup untuk menyayat kulit orang-orang itu nanti.
'Baiklah sepertinya itu sudah cukup' pikir Luna yang sudah mengetahui senjata apa saja yang akan dia pakai untuk kali ini. Dia berjalan ke luar dan melihat kedatangan kedua anaknya bersama kakaknya. Teriakan dari Laura membuatnya tersenyum tipis.
Hari ini merupakan hari yang berat, banyak hal yang dia dapatkan dari kebahagiaan dan juga ketidak bahagian. Tetapi semuanya terbalas dengan senyuman orang-orang yang ada di sekitarnya dan senyuman kedua malaikatnya.
"Mom! lihat apa yang kami beli!" teriak Laura semangat.
"apa memangnya?" tanya Luna.
"Pizza dengan keju yang banyak" jawab Laura semangat.
"Kalau begitu mari kita makan" ucap Luna berjalan ke arah dapur, mengambil peralatan makan dan meletakkan nya di atas meja.
'Ya, aku harus menyelesaikan ini lebih cepat agar bisa bersenang-senang dengan mereka berdua' ucap Luna dalam hati.
__ADS_1
🔫Mari kita mulai action kita lagi besok, hohoho aku sangat menyukai part membunuh besok^^