My Ex Secretary

My Ex Secretary
Bab 153 : Permainan Takdir Yang Akan Datang


__ADS_3

Ke esokan harinya, tepatnya di mansion putih.


Halaman luas itu dipenuhi dengan mobil-mobil kamuflase dari kemileteran. Dengan persenjataan yang lengkap, orang-orang yang berpakaian kamuflase itu berbaris dengan rapi dan juga disiplin.


Sambil mengikuti arahan dari komandan mereka masing-masing. Tepatnya Jiro dari klan Elang dan juga Rangga dari klan ular. Dimana mereka baru saja mendapatkan kabar dari tetua mereka tentang penyerangan.


Mau itu dari wilayah Benua Eropa tempat klan ular maupun wilayah Benua Asia tempat klan elang tinggal. Mereka berdua diserang secara bersamaan oleh kelompok yang tidak dikenal.


Namun mereka semua juga mengetahui bahwa orang-orang yang menyerang wilayah mereka saat itu merupakan bawahan dari kelompok Black Emperor. Dimana penyerangan itu bertunjuan untuk mendapatkan petunjuk dari potongan peta.


Sehingga kejadian-kejadian itu dianggap wajar oleh mereka. Karena jika orang-orang itu menemukan pentunjuk tentang potongan peta. Maka dipastikan orang-orang di muka bumi ini dalam keadaan berbahaya.


Yang dimana setengah dari potongan peta itu masih berada di tangan Luna. Seorang wanita yang memiliki kedudukan dan juga kekuatan yang cakap. Hingga diakui oleh para petinggi yang ada di keserikatan.


"Kak, apa ini tidak terlalu berlebihan?" bisik Joe sambil melihat para prajurit yang sudah berbaris rapi di dekatnya.


"Apa kau mengatakan ini berlebihan? bagiku ini kurang paham. Dan juga cepat kembali ke barisanmu sana" perintah Jiro sambil menendang ****** adik perempuannya.


Membuat Joe yang ditendang, merasakan rasa sakit di bagian ****** mungil dan imut miliknya. Dengan perasaan kesan, ia kembali ke barisan miliknya dan menatap para prajurut yang ada di sekitanya dengan sengit.


Namun tidak ada orang yang berani mengeluarkan suara sedikitpun. Karena bagi mereka, tendangan itu merupakan hal yang pantas untuk didapatkannya dan juga merupakan kebiasaan dari kapten mereka untuk mendidik adik perempuannya yang nakal.


"6 menit lagi saya akan berangkat dan pastikan semua persiapan sudah siap. Jika ada sesuatu yang terjadi cepat kabari, paham" tegas Jiro sambil menatap semua bawahannya dengan dingin.


"Siap, paham!" ucap mereka serentah.


Membuat Jiro yang melihatnya mengangguk dan membubarkan barisan itu. Dan berjalan ke arah Rangga yang sudah menyelesaikan barisan miliknya. Dengan rokok di ujung jarinya, asap putih mulai mengepul di sekitarnya.


"Apa ini membuatmu cemas, Rangga?" tanya Jiro yang sudah lama tidak pernah melihat Rangga merokok. Sebab terakhir kali Jiro melihat Rangga merokok, saat itu terjadi perang di wilayah gurun.


Dimana di sekelilingnya sudah dipenuhi dengan ribuan mayat akibat perang dan juga dehidrasi tinggi. Sehingga membuat mayat-mayat yang ada di sekitarnya dengan cepat menjadi tengkorak akibat cuaca yang sangat panas sekali.


"Entahlah, hanya saja aku merasakan bahwa tugas kita kali ini akan memakan banyak korban jiwa. Entah itu dari pihak kita maupun dari pihak lawan nanti" jelas Rangga yang merasakan bahwa kali ini nyawanya akan berada dalam bahaya.


Dimana jiwa yang dulunya terkubur di dalam dirinya, mulai bangkit kembali dan mencoba muncul ke dasar hidupnya. Seakan-akan semua petarungan yang ia lewati dan juga pelajari memang digunakan untuk hal ini.


"Aku merasakan semangat bertarungku mulai muncul kembali" lanjut Rangga yang sudah lama tidak merasakan semangat bertarung seperti ini. Terutama saat matanya menatap punggung wanita yang ada di sebrang sana.


"Bukan kamu saja yang merasakannya Rangga, akupun juga merasakan hal yang sama denganmu. Terlebih lagi yang kita lindungi kali ini bukan hanya potongan peta saja, melainkan adik perempuan kesayanganmu" balas Jiro sambil mengikuti pandangan milik Rangga.

__ADS_1


"Kau benar, kita bukan hanya melindungi potongan peta itu saja, melainkan adik perempuanku juga. Seorang wanita kecil yang sudah ku anggap sebagai saudari kandungku. Entah mati ataupun hidup, aku akan melindungi dirinya"


"Kau benar-benar kakak yang baik, Rangga"


"Ya, tidak seperti dirimu" setuju Rangga membuat Jiro yang mendengarnya menebaskan katana miliknya dan dengan cepat dihindari oleh Rangga.


"Sepertinya kali ini nyawamu masih diampuni oleh sang maha kuasa" ungkap Jiro yang memasukkan kembali pedang katana ke dalam sarung pelindungnya. Rangga yang mendengar ungkapan Jiro dengan santai menganggukan kepalanya dan menyutujui hal tersebut.


"Kau benar, nyawaku sepertinya dilindungi oleh sang maha kuasa karena kebaikanku terhadap adik perempuanku. Tidak seperti seseorang yang masih malu mengungkapkan kasih sayangnya terhadap adik perempuan kandungnya" ucap Rangga santai.


Membuat Jiro yang tadinya tenang-tenang saja , mengernyitkan dahinya dan memperlihatkan urat biru di bagian dahinya. Dengan hembusan nafas kasar, Jiro melemparkan jarum perak ke titik vital milik Rangga.



Namun, sayangnya jarum yang seharusnya mengenai titik vital Rangga malah mengenai salah satu pohon yang ada di sana. Dimana dengan mata telanjang saja, orang-orang bisa melihat kecepatan mati pohon besar tersebut.


"Apa kau benar-benar mencoba untuk membunuhku, Jiro?!" terkejut Rangga yang melihat pohon besar yang dirawat oleh kepala pelayannya mati begitu saja.


"Membunuhmu? Tidak-tidak, aku hanya mencoba jarum ini saja kok" senyum Jiro manis sambil menampilkan gigi gingsul miliknya.


"Kau-"


"Paman, cepatlah naik. Apa kalian berdua tidak melihat ibuku menunggu kalian berdua daritadi?" jelas Laura sambil menatap kedua laki-laki tampan itu dengan kesal.


Terutama saat mengetahui bawa dirinya dan juga kakaknya tidak bisa mengikuti ibunya. Membuat perasaan kesal dan marah yang ada di dalam dirinya tidak bisa ditahan lagi, dan dengan sengaja melampiaskan semua kekesalan itu kepada kedua laki-laki yang ada di sebrangnya. Sedangkan Navin yang mendengarnya dengan tenang memainkan jam tangan nya.


"Jangan marah kepada uncle Laura, semua ini salah paman itu" jelas Rangga yang melemparkan kesalahan miliknya kepada Jiro.


"Jangan dengarkan kebohongan milik pamanmu itu Laura, dia pembohong besar" ucap Jiro yang menyangkal semua ucapan milik Rangga dan dengan tenang memasuki mobil kamuflase itu.


"Baiklah, kau bisa menyalahkan uncle saat pulang nanti dan jaga diri kalian berdua. Uncle akan menjaga ibu kalian di perjalanan nanti" ucap Rangga sambil mengelus pucuk kepala keponakan perempuannya dan dengan cepat masuk ke dalam mobil kamuflase itu.


Membuat mobil kamuflase yang berada di dekat mereka, perlahan pergi dan menghilang dari penglihatan mereka. Meninggalkan hamparan debu dan juga dedaunan yang mulai berguguran karena siklus hidup mereka.


"Apa mom akan baik-baik saja di sana? dan juga kenapa kau tidak memprotesnya? Bukankah kau saudara kembarku dan juga pendukungku, kenapa kau sibuk memainkan jam tangan itu terus menurus? Hey, apa kau mendengarnya Navin?!" kesal Laura yang melihat kakak laki-lakinya sibuk memainkan jam tangan itu.


"Aku mendengarnya dan juga bisakah kau tenang. Aku sedang mengkonfirmasi tempat mom berada saat ini, paham" jawab Navin dingin.


Membuat Laura yang kesal dengan cepat bereaksi dan mendekatkan tubuhnya ke arah kakak laki-lakinya. Dimana saat ini, ia bisa melihat sebuah titik merah kecil di tengah-tengah peta berukuran kecil itu.

__ADS_1


"Apa jam ini bisa melacak keberadaan mom saat ini? bukankah mom sudah menanam alat pelacak di dalam tubuh kita saat bayi?" tanya Laura penasaran.


"Ini bukan hanya jam biasa, melainkan jam pasangan" jelas Navin singkat.


"Couple?"


"Ya, jam ini sepasang yang artinya satu berada di tanganku dan satunya lagi berada di tangan mommy saat ini"


"Tunggu, kenapa hanya kalian berdua saja yang mendapatkannya? Bukankah seharusnya aku juga mendapatkan jam tangan pasangan ini?" ucap Laura yang merasakan bahwa ibunya tidak menyayangi dirinya lagi dan lebih menyukai kakak laki-lakinya.


"Ini hanya ada dua di dunia ini Laura dan tentunya jam pasangan hanya bisa dipakai oleh lawan jenis, bukan sesama jenis" jelas Navin yang tidak memahami lagi dimana keberadaan IQ dan EQ adik perempuannya saat ini.


"Cih, menyebalkan sekali. Ngomong-ngomong bukankah jalan yang mommy lewati merupakan jalan menuju tempat pelatihan militer milik Daddy?" ungkap Laura yang sudah membaca dan menghafal semua informasi milik ayah kandungnya.


"Benarkah? kalau begitu artinya mommy akan . . . Cih, sialan. Sepertinya mom akan benar-benar terkejut nanti"


"Terkejut? memang apa yang akan terjadi nanti?"


"Tidak apa-apa, hanya kesenangan kecil saja" gumam Navin yang sangat mengetahui bahwa kesenangan kecil itu, bukanlah kesenangan biasa. Melainkan sebuah kesenangan yang memainkan takdir kedua belah pihak.



🔫 Ohayou minna, tidak terasa kurang lebih 1 bulan saya hiatus dan tidak aktif. Mau itu dalam update bab maupun obrolan grup MT/NT. Seperti yang kalian tau dalam beberapa bulan lalu saya sedang belajar untuk menyiapkan ujian.


Yap dan benar sekali, selama satu bulan full ini saya sedang latihan dan juga ujian. Dimana setiap hari sabtu dan minggunya, saya harus mempelajari banyak materi dan mengulangi semuanya.


Adapun di sela-sela pembelajaran, saya harus menyelesaikan latihan praktek saya. Dimana latihan praktek ini menggunakan kamera {VIDEO}. Yang membuat saya {tipe yang tidak suka berfoto/selfie} merasa kesal dan ingin berhenti mengolah video(ノ`Д´)ノ彡┻━┻


Namun, saya juga tidak ingin mendapatkan telur ceplok di nilai raport saya. Sehingga saya berhenti menulis {hiatus} dan menimba ilmu. Bahkan 1 bulan ini saya jarang memainkan IG saya.


Hingga waktu berlalu, dan penantian saya dan kalian telah tiba. Tepatnya tanggal 9 april 2021, saya telah menyelesaikan ujian saya dan tinggal menunggu hasil. Jika hasilnya tinggi, ini akan memudahkan saya dalam menjujung tinggi ilmu.


Oleh karena itu, saya minta doanya agar saya bisa berhasil dan lulus, karena kemungkinan hasilnya akan diumumkan setelah bulan puasa ini (◔‿◔) dan sedikit info juga selama bulan puasa ini saya akan fokus menyelesaikan novel ini.


Jadi, jangan lupa berikan like, komen, vote dan juga TIP sebagai bentuk dukungan kalian kepada author.


🔫Sekian terimakasih, and Sayonara~


Note : terimakasih atas dukungan kalian selama ini(人 •͈ᴗ•͈)

__ADS_1


IG : @DNA2005_


__ADS_2