My Ex Secretary

My Ex Secretary
Bab 74 : Curiga


__ADS_3

"Jadi apa yang ingin kau bicarakan denganku kali ini?" tanya Luna yang sudah menghabiskan segelas wine miliknya. Leon yang sedang mengusap bibirnya dengan jari jempolnya, meneguk ke arah Luna dan menatapnya santai.


"Tentu saja kencan" jawab Leon santai.


"Sepertinya kita harus ke rumah sakit" ucap Luna dan mengambil handphone miliknya.


"untuk?"


"Tentu saja untuk mendiagnosa apa otak tuan Leon yang berharga ini sedang bermasalah atau tidak" jawab Luna dingin.


"Aku serius nona Luna" dingin Leon yang membuat Luna kembali memasukkan handphone miliknya ke dalam tas.


"Senang mendengarnya" ucap Luna yang lebih menyukai nada biasa Leon yaitu dingin, tegas dan penuh intimidasi. Bukan suara yang santai seakan-akan mereka berdua adalah seorang teman padahal hanya rekan kerja dan rekan kontrak.


"Apa kau tau, kau adalah satu-satunya wanita yang lebih menyukai suara dinginku daripada suara santai yang mempesona ku" ucap Leon heran.


"Karena saya bukan salah satu dari orang yang mengidolakan anda, tuan" dingin Luna.


"Kau berbeda dengannya" gumam Leon yang meminum kembali wine miliknya.


"Tentu saja saya berbeda dengan mantan tunangan anda itu" sindir Luna yang tidak terima dirinya disamakan dengan Lina. Perempuan yang manja dan hanya bisa meminta kepada kedua orangtuanya seperti anak TK. Bahkan kedua anaknya saja jarang meminta kecuali memang sangat penting atau barang itu merupakan barang yang sulit didapatkan yaitu limited edition, salah satunya pisau belati yang baru keluar maka Luna sudah pasti memesannya.


Jangan kalian pikir anak-anak nya meminta mainan mobil-mobilan atau rumah-rumahan yang ada Navin dan Laura membakar barang-barang itu. Dan mengatakan satu kalimat seperti biasanya.


'Kami bisa membeli ini 5× lipat lebih banyak jadi tidak perlu beli hal-hal yang tidak berguna'


Kalimat yang agak agak mengejutkan tetapi memang itu kebenarannya di saat Joe temannya itu baru pertama kali bertemu dengan anaknya di saat ulang tahun mereka. Dan sama sekali tidak mengetahui sikap kedua anaknya membuat Joe hanya membeku di tempat dan tak percaya.


"Apa kau memikirkan ku?" bisik Leon tepat ditelinga Luna. Membuat Luna langsung menatap tajam Leon yang selalu mendekat ke arahnya.


"aku memikirkan mu?! hah bercanda, daripada memikirkan anda lebih baik saya memikirkan monyet di kebun binatang" ucap Luna dingin yang tidak mungkin dia memikirkan laki-laki di sampingnya.

__ADS_1


"Jadi kau menyamakan ku dengan monyet" dingin Leon.


"Mungkin anda merasa begitu" smirk Luna. Dia lumayan terhibur dengan ejekan-ejekan yang dia berikan kepada Leon. Dimana di saat menjadi sekretaris nya dia bahkan tidak bermain mengejek laki-laki ini melainkan menggaguminnya saja.


"Kau dengar apa yang ku ucapkan tadi" tanya Leon dingin.


"Tentu saja tidak" jawab Luna.


"baiklah aku akan mengulanginya lagi perkataanku yang tadi" ucap Leon membuat Luna menatap Leon dan mendengarkan nya dengan baik.


"kau berbeda dengannya"


"aku tau itu" potong Luna.


"bukan dia tetapi kekasihku yang terdahulu" ucap Leon dingin.


"oh maksudnya a..." ucapan Luna terhenti. Dia baru menyadari bahwa dirinya hampir saja mengatakan 'aku' yang artinya dia memberi tau bahwa dirinya adalah Luna Luxury. 'sial hampir saja' ucap Luna dalam hati.



Persamaan yang dia cari melalui beberapa hal dan dibantu oleh temannya yaitu tangan kanannya sendiri. Dirinya hanya memulai pembicaraan dan mencoba memancing Luna karena dia membutuhkan sesuatu hal untuk memastikan bahwa semua perkiraan nya benar.


"oh maksudnya adalah Luna Luxury, bukan?"ucap Luna cepat. Beruntungnya dia bisa mengendalikan otaknya dan membuat banyak penyesuaian kata. Agar ini tidak membahayakan dirinya dan hidupnya sendiri.


"Sepertinya kau cukup pintar" smirk Leon matanya menatap mata Luna yang memiliki kegoyahan di dalamnya. Leon hanya bisa mengeluarkan smirknya miliknya karena dia tau bahwa perempuan yang ada hadapannya ini mencoba menutupinya. Dan Leon sadar kalimat yang ingin diucapkan oleh Luna adalah 'oh maksudnya, aku...' bukan yang baru dia ucap cepat tadi.


"Aku memang pintar tuan Leon, dan kenapa kita tidak membicarakan hal lain saja" ucap Luna yang mengalihkan pembicaraan dan juga tatapnya. Dia tidak bisa menatap Leon lebih banyak lagi sebelum matanya menunjukkan sesuatu hal yang membuat Leon curiga kepadanya. Apalagi saat ini saja jantungnya berdebar sangat kencang takut ketahuan oleh laki-laki dihadapannya ini.


'sial-sial, aku harus mengubah topik secepatnya' pikir Luna.


"Kalau begitu mari kita bahas pasal kencan kita saja" ucap Leon yang mengikuti alur yang diberikan oleh Luna. Karena bagi dirinya itu sudah cukup untung membuat banyak spekulasi-spekulasi tentang Luna Nypole dan Luna Luxury. Hanya perlu beberapa hal lagi untuk membuat rasa curiganya ini berkahir.

__ADS_1


"kalau begitu mari kita kencan" ucap Luna yang langsung menyetujui. Luna terpaksa karena dirinya hanya bisa menerima dan membiarkan Leon agar tidak mencurigai dirinya atau membuat dirinya mengatakan sesuatu hal yang kaan membahayakan dirinya sendiri.


"Baiklah kalau begitu bagaimana kalau kita makan terlebih dahulu, karena saya belum makan siang hari ini" ucap Leon dan memberikan senyum tipisnya.


"baiklah" jawab Luna singkat. Luna mengambil tisu dan membiarkan keringat dingin di tangannya mengering. Luna tidak bisa membiarkan laki-laki ini memasukkan nya ke dalam perangkap karena yang harusnya masuk ke dalam perangkap nya adalah Leon bukan dirinya.


'Luna Nypole atau Luna Luxury, sepertinya aku harus membuktikan nya sendiri kali ini dan bila terbukti aku tidak akan membiarkanmu lari begitu saja' ucap Leon dalam hati. Bukan karena pikirannya yang mengatakan bahwa perempuan yang ada dihadapannya ini memiliki kesamaan dengan Luna nya dulu.


Tetapi perasaan aneh yang menyebar dan membuatnya merasakan hal yang sama dengan Luna nya dulu. Walaupun Luna Nypole memiliki perbedaan dari sikap ataupun proporsi tubuh tetap saja perasannya tidak berbohong tentang perempuan ini.


Perasaan yang selama 8 tahun ini tidak memiliki tanda menyukai maupun mencintai yang ada hanyalah rasa gelisah dan rasa penyesalan itu tiba-tiba menghilang. Di saat Leon mulai mendekat dengan Luna Nypole membuatnya menyelidiki perempuan ini.


Apalagi 8 tahun tidak ada yang tau bahwa Luna nya yang dulu masih hidup atau tidak atau perempuan itu ada didekatnya sekarang. Tidak ada yang tau karena hidup orang memiliki lika-liku kehidupan nya sendiri. Membuat Leon hanya bisa memiliki satu cara yaitu membuktikan dan mencari tau orang yang sudah membuatnya tertarik ini.


Leon Pov~


Kencan ini akan membuktikan beberapa hal tentangmu, Luna Nypole kelinciku.


Luna Pov~


Aku tidak akan membiarkan laki-laki ini mengetahui diriku yang sebenarnya karena apapun yang terjadi aku juga membuatnya Leon untuk rencana ku yang selanjutnya.


Author Pov~


Tidak ada yang tau bahwa kedua orang yang memiliki takdir masing-masing ini memiliki pikiran yang berbeda tetapi saling berkaitan. Kaitan yang memainkan banyak perasaan dan pikiran. Hanya saja jika tuhan berkehendak dan takdir sudah direncanakan maka kedua orang yang sedang melakukan rencana masing-masing ini akan mendapatkan hasilnya sendiri.



🔫 Bab kali ini penuh intrik dan jebakan, dimana Luna hampir terjebak dan Leon hampir membuktikan. Entah Leon akan menemukan jawabannya atau tidak kita hanya bisa menunggu dan memberikan komen hehehe.


Jika mau spoiler cp aja Ig author : @dna2005_

__ADS_1


__ADS_2