My Ex Secretary

My Ex Secretary
Bab 44 : Ledakan


__ADS_3

"apa ini Lina?" tanya Reno terkejut saat melihat tangan anaknya. Lina menelan salivanya pelan dia harus berpikir sepositif mungkin dan tidak membuat pikirannya berubah menjadi negatif. Ya dia harus optimis dan memikirkan kata-kata untuk menguatkannya.


"Mungkin ini cairan parfum yah, kan Daddy tau mungkin hadiahnya tahan air" jawab Luna semangat. Reno dan Melli menghembuskan nafas lega saat anak perempuan yang paling mereka sayangi mengatakan tidak apa-apa dan hanya cairan parfum maka mereka dengan mudahnya percaya.


"Maaf semua kita akan lanjut kembali dan itu hanya cairan parfum jangan pikir yang aneh-aneh loh" ucap Melli ke arah kamera. Melli ikut bersama putrinya dan mencelupkan tangannya ke dalam kota berisi bunga marigold. Di saat tangan mereka mencari-cari sebuah barang yang merupakan hadiah untuk Lina Luxury. Lina yang sudah memasukkan kedua tangannya kembali merasakan ada sebuah benda panjang yang dirinya pegang. Di dalam air kental tersebut dia meraba-raba barang yang akan menjadi miliknya.


"Ada apa Lina apa kamu mendapatkan sesuatu?" tanya Melli yang juga sudah mendapatkan sesuatu di tangannya.


"Sudah dong mommy, apa kita perlihatkan sekarang" jawab Lina dengan nada sombongnya. Mereka berdua tanpa merasakan ketidak nyamanan tetap melaksanakan acara siaran langsung nya. Tanpa sadar sesuatu yang mereka sedang pegang merupakan potongan-potongan tubuh seseorang. Mau itu tangan yang terpotong menjadi 3 bagian, kaki yang dipotong haid 4 bagian dari paha atas sampai ujung mata kaki atau bahkan mungkin kepala seseorang dengan mata yang sudah terkeluar.


"Baik siap yaah" semangat Melli yang diangguki antusias oleh Lina. Melli mulai hitung mundur dari angka 5 untuk mengeluarkan hadiah yang diberikan kepada anaknya. Dia bisa merasakan barang itu terasa lengket dan licin saat bersamaan memegangnya tapi dia tidak memikirkan apa itu jelas itu mungkin benda yang sangat mahal dan sulit didapatkan.


"Lima...empat....tiga...dua...satu dan angkat!" lantang Melli. Secara bersamaan mereka berdua berdiri dan menunjukan hadiah yang dipegang mereka. Di saat itu pula ekspresi ketiga orang yang ada di dekat mereka terkejut dan terbeku di tempatnya.


"a..Ada apa?" bingung Lina saat melihat ekspresi ayah, pelayan bahkan penjaga terdiam dan tidak berucap bangga atau senang yang ditambah senyum sumringah. Di saat itu Melli menatap anaknya bingung dan tatapan miliknya turun ke sesuatu yang dipegang anaknya. Saat itulah Melli berteriak sekeras-keras mungkin.


"Waaah!" teriak Melli takut. Lina yang pelan-pelan menurunkan pandangannya melihat barang yang dia pegang. Terasa licin dan lengket sesuatu yang dia pegang adalah barang yang sangat menjijikkan dan juga mengerikan. Itu adalah tangan, tangan manusia yang telah dipotong dan mengeluarkan darah berceceran.

__ADS_1


"aaaaaahhhh!!!!" teriak Lina takut lalu dengan refleknya dia melemparkan tangan manusia yang telah terpotong ke arah lantai. Saat itu pulalah bom waktu yang sudah diletakkan di bawah kotak meledak seketika dan membuat bunyi yang keras terdengar di sana.



Dwar****


Ledakan yang terjadi sangat besar dan dengan cepat Reno melindungi istrinya tapi sayang anaknya Lina terkena ledakan dan jangan lupakan siaran langsung tersebut seketika berakhir saat kamera yang di pegang oleh penjaga jatuh di lantai dan api mulai berkobar di dekat mereka.


Kobaran api yang dengan mudahnya terbakar karena bunga-bunga mawar dan marigold mulai menyebar dan seakan dengan cepat api itu mulai menyelimuti tubuh milik Lina. Api itu mengurungnya dalam keganasan sang api. Dengan itulah teriakan yang keras terdengar di sebrang sana. Melli berteriak ketakutan karena melihat anaknya berada di dalam api yang disebabkan oleh ledakan. Reno dengan cepat meminta beberapa pelayannya membawa pemadam api.


Seakan itu adalah karma yang merak perbuat, api yang mulai membakar area tempat Lina berada ikut membakar kotak berisi potongan-potongan tubuh. Lina yang berada di dekat kotak itu berteriak meminta tolong apalagi dia dengan langsung melihat tangan, kaki bahkan kepala yang dibakar habis. Bukan dia takut api menyulut mayat itu tapi kepala yang sedang terbakar itu adalah kepala orang-orang yang dia berikan perintah.


"Daddy mommy tolong!! hiks hiks tolong!" teriak Lina meminta tolong. Dia mencoba menahan rasa sakit saat tubuhnya terkena ledakan tapi ini lebih sakit bahkan menyakitkan saat wajah suruhannya terbakar dan ingin membawanya ke neraka.


"Aku tidak akan ikut kamu tidak akan pernah!" teriak Lina kepada mayat yang sudah di bakar dan ingin membakarnya. Kesadaran Lina mulai menghilang dia ketakutan dia terluka dan matanya mulai terpejam di tengah-tengah api. Busa-busa dari alat pemadam kebakaran mulai menutupi api dan membuat Reni melihat anak perempuan nya yang sudah pingsan di sana.


Dengan darah yang mengenai baju putihnya dan mengitari tubuhnya seakan-akan anaknya diharuskan akan mati.

__ADS_1


"Lina kau harus bangun Lina, Daddy akan membawamu ke dokter pribadi kita" kata Reno meyakinkan anaknya yang sudah terlelap dan kotor.


"Panggil Dokter pribadi kita cepat hubungi mereka sekarang!" perintah Reno yang diangguki oleh Nadya kepala pelayan di keluarga Luxury. Dengan cepat tangan Nadya menelpon dokter pribadi mereka.


Melli berlari ke arah anaknya yang terlihat mengenaskan baginya. Tubuhnya terluka parah dan baju putihnya ternodai dengan lumuran darah merah segar.


"Kita harus menyelamatkannya Sayang kita harus dan membalasnya" ucap Melli kepada suaminya. Tatapan Reno selama menggelap dan dia tau bahwa ada seseorang yang ingin nyawa mereka pergi.


'aku akan membalas kalian siapapun itu aku akan membalas luka anak kesayanganku' ucap Reno dalam hati tanpa tau seorang wanita dan beberapa bawahannya sedang berpesta ria di tempat lain. Seakan pesta itu merayakan sebuah kehancuran kecil untuk keluarga Luxury.


"Bagaimana ketua dengan hal yang saya tambahkan?" tanya Edwin dan menatap ketuanya yang sedang meminum wine nya pelan.


"Bagus kau sepertinya mengetahui banyak hal Edwin, aku akan menambah Bonusmu bulan ini" Smirk Luna. Ya perempuan itu adalah Luna Nypole dan saat ini dengan para anggota mafia nya sedang berpesta ria saat mengetahui dan melihat ekspresi keluarga luxury.


"Terima kasih ketua semoga anda sehat selalu" ucap Edwin berterima kasih dan menuangkan lagi wine ke dalam cangkir kosong milik Luna. Tentu saja mereka bahagia di saat siaran langsung itu memiliki komen yang bagi mereka sangat indah dan jangan lupakan ekspresi keluarga luxury yang akan terkejut dengan hadiah yang didapatkan. Maupun ledakan yang akan melukai salah satu diantara mereka tetapi bawah Luna berharap semuanya yang terluka karena itu pasti membuat mereka bermimpi indah.


'ini hanya permulaan Lina aku hanya membalas apa yang telah kamu lakukan padaku dulu' pikir Luna kejam dan meneguk winenya.

__ADS_1



__ADS_2