My Ex Secretary

My Ex Secretary
Bab 178 : Seperti Yang Diharapkan


__ADS_3

Dengan suara deritan pintu yang pelan, Luna menutup pintu kamarnya dan menyalakan lampu di dalam ruangan itu. Membuat ruangan yang tadinya gelap kini berubah menjadi terang benderang.


Dimana di sana Luna dengan jelas melihat tas kakaknya di letakkan di samping tempat tidurnya. Sehingga Luna perlahan berjalan ke tempat tidur berada. Tak lama kemudian, mata berwarna hitam pekat itu menatap tempat tidur berwarna putih polos.


Dengan suara tarikan nafas plan, Luna melompatkan kakinya dan melemparkan dirinya ke atas kasur. Membiarkan tubuhnya yang lelah dan penat beristirahat di atas kasur empuk itu, sambil mencium aroma pewangi yang ada di sana.


Sehingga aroma lembut bunga itu perlahan menyebar ke seluruh tubuhnya dan merilekskan tubuh dan juga pikirannya. Kini mata berwarna hitam itu menatap ke langit-langit kamarnya, sambil memikirkan semua hal yang terjadi selama ini.


Dari pertemuan dengan mantan pacarnya sampai kecelakaan yang terjadi di tempat keluarga maupun temannya. Membuat Luna yang sering bekerja keras, merasakan perasaan lelah yang sesungguhnya.


Entah itu batin maupun raganya, Luna merasakan penat di segala tubuhnya.


Dan dengan rasa lelah yang membara, Luna perlahan menggerakkan tubuhnya dan merogoh tas kakaknya. Sambil tiduran Luna dengan mudah membuka resleting tas depan milik kakaknya dan mencari barang yang ia inginkan.


Dengan sekali sentuhan Luna yang mencoba mencari hasil medis malah mendapatkan kotak jaum akupuntur dan obat medis lainnya. Membuat Luna yang melihatnya mau tidak mau mengangkat tubuhnya dan duduk di atas kasur epuk miliknya.


Tangan kanan yang kecil itu dengan perlahan dan juga kuat mengambil selempang tas ransel milik kakaknya dan meletakkan tas berukuran besar itu di atas kasurnya sambil mengeluarkan semua barang yang ada di dalamnya secara satu per satu.


Dari obat-obatan herbal, pena, notebook, sampai senjata panas berupa pistol, sniper, granat dan lainnya. Mmebuat Luna yang mengeluarkannya kesal smpai tangan berukuran kecil itu masuk lebih dalam dan menemukan bahan bertekstur kasar lainnya.


Dengan satu tarikan yang lembut, Luna mengeluarkan senyumnya saat melihat bahwa hasil laporan medis lah yang berada di tangannya saat ini. Dan dengan sekali tendangan Luna menjauhkan semua barang yang ada di atas kasurnya dan melihat-lihat benda tersebut.


Sehingga tak lama kemudian kertas berukuran besar itu dibuka perlahan oleh Luna dengan pisau army miliknya. Dimana banyak kata dan kalimat tertulis di dalam kertas tersebut, sehingga Luna yang melihatnya dengan cepat menyimpulkan sebuah kebenaran yang sudah ia pastikan dan juga harapkan.

__ADS_1


“Kehilangan ingatan sebagian? Apa karena itulah aku tidak bisa mengingat masa kecilku dengan jelas dan hanya beberapa pelecehan saja yang ku lihat.” Gumam Luna saat mengetahui bahwa sebagian ingatan masa kecilnya kini telah hilang tidak tau kemana.



Luna yang menyadari bahwa ingatannya telah hilang dengan cepat mengambil surat yang diberikan oleh kepala pelayan kepadanya dan membukanya dengan cepat. Dimana di dalam surat yang seharusnya berisi kata-kata dan juga kalimat hanya berisi foto hitam putih.


‘Tunggu, tidak ini bukan foto hitam putih. Melainkan foto ruangan hitam dengan sedikit cahaya dan apa ini hutan. Kenapa ada banyak foto seperti ini di dalam surat ini, apa jangan-jangan foto ini berhubungan dengan ingatanku? Ahh, sepertinya aku mulai mengingatnya. Rungan itu-’ Gumam Luna yang dengan sesaat mulai mengingat ingatan masa kecilnya yang mulai hilang.


Dimana ruangan gelap yang tadinya hanya terdengar suara rintihan anak kecil, kini mulai terlihat jelas. Bahwa di ruangan dalam ruangan itu bukan hanya terdapat anak kecil saja, melainkan anak-anak dengan berbagai umur dari yang balita sampai anak-anak berumur 9 tahun.


Yang artinya dengan jelas, ruangan itu hanya menangkap anak-anak dibawah umur 12 tahun. Dan lebih parah lagi, Luna yang mencoba mengingat dengan keras menyadari bahwa di ruangan itu selain ruangan bernuansa gelap terdapat ruangan bernuansa putih yang dikelilingi oleh kaca yang jelas memiliki perlindungan yang sangat kuat.


Dimana di sana terlihat beberapa orang dewaasa mengelilingi seorang anak kecil yang telah tertidur lelap di atas ranjang percobaan itu.


‘Tunggu, percobaan? Apa itu percobaan manusia yang pernah terjadi di masa lalu.’ Gumam Luna yang menyadari bahwa ingatannya hanya berhenti di tempat itu saja.


Dan artinya jelas, kejadian kali ini berhubungan dengan penculikan atau percobaan yang dilakukan oleh manusia di masa lalu.


“Apa aku harus mencari rekaman kejadian masa lalu di kantor polisi?” Gumam Luna yang tidak mendengar sama sekali bahwa pintu kamarnya kini telah dibuka oleh seseorang. Dan dengan langkah yang pelan, orang itu dengan perlahan mendekat ke arah Luna dan mematahkan kakinya sambil berjongkok di bawah kasur.


"Kantor polisi? Apa yang kau lakukan di kantor polisi? Apa kau sedang mencari catatan kejadian atau pernyataan seseorang?" Tanya orang itu yang membuat Luna yang sedang berpikir hampir tersentak dan menatap kakaknya tajam.


"Bukan pernyataan bisa dibilang kasus tentang penculikan atau percobaan yang dilakukan orang-orang lain." Jelas Luna ringan dan menyembunyikan foto tersebut ke dalam selimutnya.

__ADS_1


"Tahun berapa memangnya yang ingin kau periksa?"


"Mungkin sekitar tahun XXXX." Ucap Luna sambil memikirkan tahun ia kehilangan ingatan maupun saat dia menginjak umur berapa.


"Ohhh, tahun itu. Bukankah kau seharusnya cepat memeriksa catatannya karena bisa saja mereka sudah membuang atau membakar brankas lama saat tahun-tahun itu." Ucap Rangga santai yang membuat Luna yang mendengarnya terkejut dan menatap kakaknya dengan tatapan menyelidik.


"Mengapa kau bisa berpikir seperti kak?" Tanya Luna ragu╰( ・ ᗜ ・ )➝.


"Bukankah dulu ada kasus kebakaran besar terjadi di tempat kelahiranmu, bahkan lokasi kantor pusat keamanan juga berpindah karena kejadian besar itu yang hampir menewaskan banyak pihak tak bersalah."


"Tunggu, darimana kau tau ada kecelakaan besar terjadi di wilayahku dan juga kenapa aku tidak pernah ingat bahwa ada kejadian besar terjadi di sini?"


"Sebenarnya aku juga sama sekali tidak memahami informasi di negara tempatmu lahir, namun ayah sering membeli koran internasional dulu dan tentunya banyak berita-berita penting dan terbaru di tulis di sana. 


Sehingga aku secara tidak sengaja membaca berita tentang kebakaran besar yang terjadi di tempatmu lahir dan kau mengingatkanku sewaktu-waktu saat membersihkan ruang kerja milik ayah." 


"Oh ya, ngomong-ngomong kamu mungkin tidak tau kejadian itu karena kamu saat ini sudah lupa. Karena bagaimanapun juga, kejadian itu terjadi sudah lama sekali. Bahkan aku hampir lupa bahwa kejadian itu pernah terjadi di negara asalmu." Lanjut Rangga yang telah membereskan semua barang yang telah dihamburkan oleh adiknya.


Membuat Luna yang mendengarnya bertambah bingung, saat mengetahui bahwa kejadian besar terjadi tanpa seingatnya.


'Apa yang terjadi selama ini?' Ucap Luna dalam hati.


__ADS_1


🔫 Jangan lupa berikan like, komen, vote dan juga TIP sebagai bentuk dukungan kalian kepada author.


🔫Sekian terimakasih, and Sayonara~


__ADS_2