
Di ruangan bernuansa alam itu, bau teh hijau tercium di sekeliling mereka. Dengan suara detikkan jarum jam, keheningan masih menyelimuti kedua pihak itu. Tidak ada yang berbicara dan tidak ada yang ingin memulai pembicaraan terlebih dahulu. Sampai jarum jam ke angka 12, suara laki-laki itu terdengar di sana.
"Seperti teh hijau yang memiliki kesatuan, klan kami sudah menyiapkan personal untuk membantumu"
"Dan juga, apa yang akan kamu rencanakan Luna? Apa kamu bisa membunuh musuhmu atau tidak?" lanjut laki-laki itu sambil mengayunkan gelas teh oolong miliknya.
"Mau itu teman ataupun keluarga, sekali berkhianat tetap berkhianat dan seharusnya kau juga tau itu kan, Jiro" tatap Luna tajam.
Membuat laki-laki yang ada di hadapannya itu tertawa keras, meletakkan gelas oolong miliknya. Lalu mengambil makanan tradisional Youkan di atas meja. Menusuknya lembut dan memasukkan potongan Youkan ke dalam mulutnya.
Dengan warna mata hitam kecolatan, ia menatap kue Youkan yang ada di piring kecil itu. Dimana kue Youkan yang ada di atas meja itu memiliki warna yang sama dengan mata nya saat ini.
"Kau benar, tidak ada yang tau siapa musuh yang sebenarnya. Karena musuh bisa saja bersembunyi dan menyamar di sekitar kita saat ini" jelas Jiro sambil melemparkan pisau belati ke sudut ruangan.
Pisau belati yang tajam itu terlempar jauh, mengenai sudut ruangan dan menghasilkan suara teriakan yang keras. Membuat Luna yang mendengarnya mengeluarkan pistol laser miliknya dan mengarahkan ke asal suara itu.
Sinar uv merah itu mengarah tepat ke arah target. Dengan suara tembakan, peluru kecil itu mengenai tepat di kepalanya. Membuat tubuh yang tadinya mencoba melarikan diri jatuh di sana. Menghasilkan genangan darah segar yang mengalir di lantai marmer putih kecoklatan itu.
"Sepertinya kamu sering kedatangan tamu tak diundang, Luna" ucap Jiro sambil melihat dingin mayat di genangan darah itu.
"Entahlah, aku tidak ingin tau juga" jelas Luna sambil memberssihkan moncong pistol miliknya.
Jiro yang melihatnya melakukan panggilan di telpon sebentar. Menunggu anak buahnya sebentar lalu membiarkan mayat itu pergi dari ruangan.
"Bersihkan mayat itu dan pastikan kamu menguburnya di tempat yang layak" perintah Jiro sambil menunjuk ke arah mayat yang ada di sudut ruangan.
"Baik, kapten"
__ADS_1
Prajurit kamuflase yang mendengar perintah atasannya itu dengan cepat membawa mayat tersebut. Menyeretnya keluar dan memilih tempat yang pemakaman yang layah untuk penyesup yang terbunuh itu.
"Apa kau tidak mengambil pisau belati milikmu?"
"Tidak, aku tidak ingin mengotori tanganku dengan senjata yang membunuh musuh tak diundang itu" jelas Jiro yang tidak menyukai senjatanya dilumuri dengan darah musuh yang tak terhormat.
"Walaupun begitu kau masih memerintahkan anak buahmu untuk menguburnya di tempat yang layak, bukankah itu munafik?!"
"Bukan munafik, melainkan membersihkan dosamu dengan kebaikan yang indah" ucap Jiro percaya diri. Membuat Luna yang mendengarnya berdecih ringan.
"Cih, kamu sama saja dengan adikmu itu" decih Luna yang melihat jelas kesamaan laki-laki yang ada di hadapannya dengan adik perempuannya.
"Jangan pernah menyamakan diriku dengan adik perempuan yang bodoh itu" tegas Jiro yang tidak ingin disamakan dengan adik perempuannya yang bodoh. Terutama saat ia melihat adiknya menggunakan pakaian kekanak-kanakkan.
Sehingga ayahnya yang merupakan pemimpin klan malu dan dengan paksa memasukkan adik perempuannya ke dalam pelatihan militer saat muda. Namun sayangnya bukannya berhenti memakai pakaian kekanakkan, adik perempuannya malah menjadi.
Dimana adik perempuan yang kekanakkan itu, saat ini menjabat sebagai mata-mata di bagian intelijen dan juga merupakan pembunuh bertugas di sana.
"Tapi bagaimanapun juga, Joe tetaplah adikmu"
"Ya kau benar, Joe tetaplah adikku. Seorang adik perempuan yang bodoh dan keras kepala saat diberitau. Tapi kenapa harus menggunakan pakaian kekanak-kanakan itu coba?" ucap Jiro yang tidak bisa menenangi drinya lagi.
Apalagi saat melihat rok mengembang dengan renda-renda itu berjalan di sekitarnya. Membuat dirinya yang biasanya tenang, tidak bisa tenang saat melihat pakaian kekanak-kanakan itu.
"Mungkin saja hobinya sama dengan para penyusup tadi" ucap Luna ringan.
__ADS_1
"Tidak, jika penyusup tadi memiliki hobi datang secara diam-diam maka anak itu memiliki hobi berpakaian secara terbuka. Bahkan ayahku yang merupakan pemimpin klan tidak bisa bertahan lagi dengan sikap kekanakkannya itu"
"Kenapa Jenderal tidak bisa bertahan lagi? bukankah dia memiliki cara untuk menghukum anak itu"
"Ayahku sudah menghukumnya, bahkan sampai-sampai membakar semua pakaian lolita milikya. Tapi bukannya berhenti memakai pakaian itu, ia malah membeli 5 toko pakaian lolita terkenal yang ada di negara kami" jelas Jiro pasrah terhadap sikap keras kepala adiknya.
"Bekukan saja kartunya, bukankah itu mudah?"
"Kami sudah mencobanya dan hasilnya ia memiliki 7 kartu lainnya. Dimana setiap kartunya itu berisi saldo sebanyak 7,4 juta yen"
"Dan juga kenapa kita membahas masalah adikku, bukankah kita harus membahas masalah yang lain? Luna, apa kamu mencoba mengalihkan pembicaraan lagi" ucap Jiro sambil menatap tajam wanita yang ada di hadapannya saat ini.
Terutama saat menyadari bahwa kini ia belum membahas masalah itu sama sekali dengannya. Melainkan membahas masalah milik keluarganya.
"Heh, aku pikir pembicaraan tadi bisa bertahan lebih lama lagi" smirk Luna.
"Apa yang ingin kau bicarakan denganku Luna? kenapa kau harus mengalihkan pembicaraan kita?" tatap Jiro tajam.
"Aku tidak mengalihkan pembicaraan tanpa alasan, hanya saja ada sebuah 監視カメラ {kanshi kamera} di sini" ucap Luna sambil memelankan suara di kalimat di akhinya.
Membuat Jiro yang mendengarnya menoleh sedikit ke arah rak buku dan menyadari bahwa ada sebuah kamera kecil tersembunyi di rak itu. Yang kemungkinan besar di selundupkan oleh penyusup yang mereka bunuh tadi.
"Menarik" senyum Jiro tipis yang merasakan bahwa musuh yang mereka lawan kali ini berbeda dengan musuh yang biasa ia temukan.
🔫 Ingat kalian harus meonlinekan IQ kalian, terutama banyak trik yang akan digunakan di sini dan jangan lupa berikan vote, hadiah, like, komen dan juga TIP sebagai tanda dukung kalian terhadap karya saya.
__ADS_1
Note : Hari ini author cuma bisa upload satu bab saja. Dikarenakan author saat ini sedang menghadapi ulangan semester.
🔫Sekian terimakasih, and Sayonara~