My Ex Secretary

My Ex Secretary
Bab 174 : Karung Penuh Misteri (1)


__ADS_3

Luna dan Rangga yang telah pergi meninggalkan rumah sakit dengan cepat berpindah lokasi menuju tempat persembunyian mereka.


Dimana sebuah bangunan gelap dan juga bobrok dengan cepat terlihat oleh mata mereka.


Sehingga mobil kamuflase yang mereka kendarai dengan cepat melewati pembatas pagar yang diletakkan oleh polisi lalu lintas dan melaju masuk ke dalam wilayah tersebut.


Yang mana lingkungan yang tadinya gelap, kini dipenuhi dengan cahaya terang benderang. Dengan banyak kendaraan militer berbaris rapi di lapangan itu.


Tidak lupa berbagai macam jenis amunisi ditumpuk dalam kotak berukuran besar di samping mobil tersebut.


Membuat orang-orang yang melihatnya akan berpikir bahwa ada penyelundupan besar-besaran terjadi di wilayah mereka.


Tapi sayangnya itu bukan barang selundupan, melainkan barang-barang yang baru saja dikirimkan oleh kedua orang tuanya ditambah barang sitaan milik keluarga kandung yang baru-baru ini ia hancurkan.


Yang jelas memberikan kesempatan bagi mereka untuk menyita senjata maupun benda berbau militer apapun di markas itu. Sehingga banyak amunisi diangkut ke wilayah ini.


Rangga yang memarkir mobil di samping kendaraan militer lainnya turun dan membuka bagasi di belakang mobil. Dan melihat karung berukuran besar itu tanpa bergerak sedikitpun.


Sambil menatap karung berwarna hitam itu, Rangga mengangkut dan meletakkan karung berukuran besar itu di atas pundaknya dan tidak lupa mengambil tas militer berwarna hijau miliknya.


Dimana karung berukuran besar yang baru saja diletakkan di atas pundaknya, mulai mengeluarkan suara rintihan kecil yang menyedihkan.


Bahkan Luna yang baru saja keluar dari mobil menatap karung goni yang diangkut oleh kakaknya dengan tatapan menyelidik, dan memikirkan kemungkinan yang terjadi di sekitarnya.


"Kak kau-"


"Hmm?" Tatap Rangga balik.


Membuat Luna yang melihatnya mengangkat sebelah alisnya dan berjalan mendekat ke arah kakaknya. Dimana tangan berukuran kecil itu dengan mudah menepuk tonjolan yang muncul di luar karung.

__ADS_1


Dan dengan bunyi *buk* yang ringan, Luna dengan mudah menangkap suara rintihan kecil dari karung hitam yang baru saja ia pukul.


Membuat pandangan Luna, terbuka seketika saat mengetahui bahwa di dalam karung itu ada sosok manusia yang masih hidup dan bergerak di dalamnya.


"Apa kau membiusnya?" Tanya Luna mencari tau, saat melihat bahwa orang di dalam karung tidak bisa menggerakkan tubuhnya sama sekali dan hanya bisa mengeluarkan suara rintihan kecil saja.


"Ah, maksudmu benda ini?"


"Em."


"Aku hanya tidak sengaja menemukan nya di hutan tadi dan secara tidak sengaja juga aku baru saja mendapatkan cairan misterius dari keponakan ku yang lucu. Jadi bisa dibilang, secara tidak sengaja aku beruntung menangkap mangsa ini. Walaupun dia tidak gemuk-gemuk sekali." Jelas Rangga ringan tanpa merasa salah sedikitpun.



Membuat Luna yang mendengarnya sudah bisa menebak cairan apa yang baru saja diberikan oleh kakaknya kepada orang yang ada di dalam karung.


Terutama Luna sangat mengetahui sekali bahwa kedua anaknya termasuk anak-anak yang cukup pintar dan melebihi anak-anak biasanya.


'Hah, apa lagi yang mereka buat dengan obat-obatan itu?' Pikir Luna yang masih menunjukkan tatapan kasih sayangnya dan sama sekali tidak memiliki niat untuk menghentikan perbuatan anak-anaknya.


Rangga yang melihat tatapan Luna memutar balikkan mata dan menutup pintu belakang mobil dengan kakinya. Dan membiarkan kedua tangan nya masih menegang kedua barang itu, dan tidak membiarkannya jatuh sedikitpun.


"Ayo." Ucap Rangga yang berjalan masuk ke dalam ruangan bernuansa Eropa itu.


Dimana penampilan dalam ruangan berbanding terbalik dengan pemandangan di bangunan luar yang gelap, bobrok sampai berlumut.


Dengan langkah kaki yang pelan dan juga stabil, Luna dan juga Rangga disambut oleh penampilan kedua orang tuanya dan kedua anak kecil yang saat ini sedang tertidur lelap di atas sofa.


Membuat Luna yang melihatnya tersenyum tipis saat melihat kedua buah hatinya tertidur lelap dengan tenang. Dan itu semua disebabkan oleh pukulan orang kepercayaannya.

__ADS_1


Berbanding terbalik dengan ekspresi Luna, Rangga yang memasuki ruangan itu mengeluarkan senyumnya yang gembira sambil melempar kan karung yang ada di pundaknya dengan kasar.


Membuat orang yang berada di dalam karung meringis kesakitan dan tidak bisa mengubah posisi tubuhnya yang nyaman.


"Ah, lihat siapa yang kulihat saat ini. Bukankah ini kedua malaikat tua dan muda yang telah lama aku sayangi." Tawa Rangga sambil memuji kedua orang tua dan juga kedua malaikat nya yang imut.


Membuat Henry yang mendengarnya mematahkan tongkat kayu miliknya dan melemparkan tongkat itu ke arah anak lelakinya. Dan Rangga yang melihat gerakan ayahnya dengan cepat menghindar dan menendang karung di sampingnya dengan keras dan melemparkan tas militernya ke arah kepala pelayan berada.


Sehingga suara berat dari tas dan juga karung terdengar bersamaan di ruangan itu. Membangunkan kedua anak kecil yang tadinya tertidur di pelukan neneknya.


"Kau anak sialan, bukankah sudah kukatakan untuk tidak membangunkan kedua cucuku." Kesal Henry saat melihat tingkah laku anaknya yang membuat cucu kecilnya terbangun seketika, sambil memikirkan apa yang akan terjadi nanti.


'Hah, sudah sulit untuk melihat mereka tenang di dalam pelukan istriku dan sekarang anak bau ini membangunkan kedua iblis kecil ini. Sepertinya aku harus kembali memikirkan tawaran milik pak tua itu untuk menjodohkan anak bau ini'


Rangga yang menghindari lemparan kayu itu sama sekali tidak mengetahui bahwa ayah kesayangannya akan mengirimkannya ke rumah temannya untuk menghadiri kencan buta dan menyelesaikan pernikahan nya secepat mungkin.


Jika dia tau pemikiran ayahnya, sudah dipastikan Rangga akan memeluk paha ayah nya dengan erat dan tidak akan pernah melepaskan paha emas ayahnya.


"Ehm, mami apa itu kau?" Tanya Laura sambil menggosok matanya yang kabur karena air mata. Navin yang berada di sampingnya juga menggosok kedua matanya yang kabur dan menatap ibunya dengan tatapan menggemaskan.


Dimana kedua pasang anak kecil itu dengan mudah memberikan sebuah perasaan menyenangkan. Terutama gerakan mereka yang serasi, membuat orang-orang yang melihatnya merasa lucu dan ingin mencubit kedua pipi yang lembut itu.


Bila semua orang mengabaikan mata dingin nan tenang milik kedua anak itu. Setelah mereka berdua menghilangkan air mata mereka, yang dengan cepat memperlihatkan mata berwarna biru dan juga hitam yang dingin itu.


'Ah, apa ibu baru saja kembali? Aku tidak menyadari nya sama sekali! Dan apakah paman berhasil menangkap orang di balik kejadian tadi? Jika tidak, apa isi yang ada di dalam karung hitam berukuran besar itu?! Apa itu amunisi atau mayat manusia!' Pikir Laura yang ingin tau apa yang terjadi selama ini sambil menampilkan wajah yang tenang di hadapan orang-orang.


Tidak berbeda dengan Laura, Navin yang baru saja bangun juga sedang memikirkan apa isi di dalam karung berukuran besar itu. Yang jelas-jelas diletakkan di tengah-tengah aula. Membuat Navin yang tadinya tidak memiliki kesadaran untuk bangun, bersemangat dengan isi yang ada di dalamnya!


__ADS_1


🔫 Jangan lupa berikan like, komen, vote dan juga TIP sebagai bentuk dukungan kalian kepada author.


🔫Sekian terimakasih, and Sayonara~


__ADS_2