
Di dalam ruangan yang lembab dan juga gelap itu terdengar nafas teratur yang sangat tenang. Ketenangannya membuat orang-orang yang ada di sekitarnya siap menghukumnya.
Dengan bau mesiu dan juga aliminium orang-orang yang ada di dalam ruangan itu berisap dengan alat mereka. Mereka bertiga berdiri berdampingan, memperlihatkan sosok dewaasa dan juga dua sosok kekanakkan.
Dimana kedua sosok kekanakkan itu tidak bisa dianggap remeh oleh orang lain. Karena hanya orang yang ada di dekat mereka yang tau siapa mereka. Sesosok iblis dengan wajah malaikatnya yang manis.
"Apa masih lama lagi kak? aku sudah menahannya dari tadi" ungkap Laura sambil menggengam erat ember biru miliknya.
Membuat Navin yang mendengarnya hanya bisa mendengus kesal. Terutama saat mendengar orang yang ada di sampingnya mendukung adik perempuannya. Menambah kekasalan miliknya melonjak hingga titik membuka.
"Benar tuan muda kecil, bukannya kau juga ingin mengetahui siapa yang mengirim orang itu?" ucap Felilx menyetujui ucapan anak perempuan yang ada di sampingnya. Apalagi ini merupakan kesempatan tuannya untuk menunjukkan kekuatan miliknya di hadapan anak-anaknya nanti.
'Ini bisa menjadi kesempatan Leon untuk menunjukkan kehebatannya dalam bertarung' pikir Felix yang mengambil nilai positif dari kejadian ini.
"Aku tidak ingin menjadi pemberontak" jelas Navin singkat.
Membuat Laura yang mendengarnya refleks melepaskan pegangan embernya. Memasukkan sepasang tangan kecil miliknya ke dalam kantong baju lalu mengeluarkan senyum manisnya.
Sambil mengingat salah satu pesan yang diberikan ibunya kepada mereka berdua jika ada kejadian seperti ini. Dimana pesan itu berisi agar mereka berhati-berhati dan menyerahkan hal-hal keji ke orang dewasa yang ada.
'Ah bagaimana bisa aku melupakan pesan ibuku, apa ini akibat aku teralu memikirkan kehadiran ayahku?!' pikir Laura yang melemparkan kesalahan miliknya ke arah ayahnya yang saat ini sedang bekerja di kantor.
Dengan suara bersin yang menggema, ruangan rapat itu menjadi hening dalam sekejap. Terutama saat mengetahui bahwa orang yang menggangu rapat penting itu merupakan pemilik perusahaan tersendiri.
"I-itu, apa anda baik-baik saja, pak?" tanya salah satu manajer yang dengan dingin dijawab oleh Leon.
"Tidak perlu khawatir dan lanjutkan saja presentasinya" dingin Leon yang membuat orang-orang yang ada di dalam ruangan tersebut melanjutkannya.
__ADS_1
Namun sayangnya tidak ada yang tau bahwa orang yang memerintahkan untuk melanjutkan presentasi saat ini sedang memikirkan sesuatu dan tidak bisa fokus mendengar presentasi bawahannya lagi.
'Siapa yang membicarakanku saat ini? apa kedua anakku ingin bertemu denganku atau Luna?!' pikir Leon menggangap bahwa salah satu dari ketiga orang itu sedang kangen dengannya.
Dimana orang-orang yang dipikirkannya saat ini sedang mengerjakan tugas mereka masing-masing. Tanpa memikirkan dirinya dengan padangan positif yang penuh dengan kasih sayang dan cinta.
"Kak, apa kepala pelayan masih lama ke sini?" tanya Laura yang menyadari bahwa kakaknya saat ini sedang menunggu kepala pelayan yang melayani orang-orang yang ada di dalam mansion ini.
Navin yang mendengarnya hanya bisa mengendurkan genggaman senjata miliknya, lalu menatap ke arah pintu masuk. Yang saat ini sedang tertutup dan tidak memperlihatkan tanda-tanda seseorang akan masuk.
"Lihat dan tunggu" jawab Navin yang menyadari bahwa jarum panjang yang ada di jam dinding di dekat pintu akan mendekati angka 12 tepat.
Hingga tidak lama kemudian pintu yang tadinya tertutup kini terbuka. Memperlihatkan seorang laki-laki berjenggot dengan pakaian hitamnya mempersilahkan seseorang untuk masuk ke dalam ruangan.
Dengan hembusan nafas dan juga auranya yang dingin, kedua sosok kekanakkan itu dengan cepat mengetahui siapa yang datang. Walaupun tempat mereka dipisahkan oleh lorong yang gelap, mereka tidak akan tidak mengetahui siapa yang datang.
Terutama saat Laura memanggil orang tersebut dengan suara manis dan juga kekanakkannya. Memberitahukan siapa yang ada di sebrang sana dengan sekali panggilan.
"Mommy!" teriak Laura sambil berlari ke arah ibunya.
Merentangkan kedua tangannya lalu menghirup aroma manis dan segar milik ibunya. Menyejukkan, menenangkan dan tentunnya sangat nyaman hingga membuatnya ingin tertidur secepat mungkin.
"Bukankah mom sudah bilang agar tidak berlari seperti itu" ucap Luna yang melihat sikap kekanakkan milik anak perempuannya.
"Hehehe, maaf mom. Hanya saja Laura kangen mommy" kekeh Laura manis membuat Luna yang melihatnya hanya bisa menggelengkan kepalannya.
__ADS_1
Berjalan ke arah Navin lalu mengelus kepala anak laki-lakinya yang kecil. Dengan senyum yang tipis Luna memandang anak laki-lakinya tenang.
"Kerja bagus, Navin" ucap Luna tenang yang membuat Navin yang mendengarnya tersipu malu. Karena menyadari bahwa ibunya saat ini sedang memujinya secara terbuka.
"Ehem, tentu saja mom" balas Navin sambil terbatuk kecil.
Laura yang melihat sikap malu-malu kakaknya dengan cepat mendengus kecil. Mencium pipi ibunya lalu menatap mata ibunya yang indah.
"Laura juga ingin dipuji" ucap Laura terus terang. Membuat Luna yang melihatnya hanya bisa menatap anak perempuannya hangat. Mengecup pipinya balik lalu menatap mata hitam yang sama persis dengannya itu.
"Baiklah, kerja bagus Laura dan terimakasih telah membantu kakakmu"
"Itu sudah kewajibanku, mom" ungkap Laura bangga sambil mengangkat kepala kecilnya tinggi-tinggi.
"Kalau itu kewajibanmu,artinya kau sudah siap untuk menceritakan apa yang terjadi di sini dengan detail, bukan?" ucap Luna sambil mengeluarkan senyum menawan miliknya. Membuat Laura yang melihatnya membeku di tempat dan tidak bisa bersuara lagi.
Ia sangat memahami maksud perkataan ibunya itu. Terutama senyum menawan yang ibunya berikan kepadanya, jelas menandakan bahwa sesuatu akan terjadi kedepannya. Entah itu pihak musuh ataupun pihaknya.
Dimana ada sebuah pepatah mengatakan jangan membangunkan singa yang sedang tertidur. Karena itu sangat berbahaya dan tentunya menakutkan.
'A, sepertinya badai baru akan datang' pikir Laura merinding.
🔫 Jangan lupa berikan apresiasi kalian terhadap cerita ini dengan cara memberikan Vote, Like, Tip dan tentunya Hadiah {Versi terbaru/ Updatetan sistem}.
TERIMAKASIH buat Kak Dariella zhoylie felisetiawan yang sudah memberikan Tip untuk karya ini.
__ADS_1
🔫Sekian terimakasih and, sayonara~