My Ex Secretary

My Ex Secretary
Bab 76 : Kencan (3)


__ADS_3

'ini akan semakin menarik' pikir Leon yang langsung menyuap potongan terakhir dari hidangan utamanya, meninggalkan Luna yang sibuk dengan pikirannya.


Luna memasukkan sponge cake miliknya, rasa lembut yang masuk ke dalam mulutnya. Membuat Luna takjub dan menambah suapan lagi. Sudah lama dirinya tidak makan-makanan yang manis. Apalagi dengan adanya kedua anaknya sudah dipastikan dia harus mengalah dan tidak menunjukkan sikap kekanak-kanakan miliknya.


'enak' pikir Luna dan mengambil tidur untuk mengakhiri makanannya. Tanpa dia sadari sudah waktunya dirinya bertemu dengan keluarganya yang dulu yaitu keluarga Luxury.


"Baiklah sepertinya sampai di sini saja" ucap Luna sambil memasukkan handphone nya dan berdiri dari kursi.


"Mau kemana? kita masih belum menyelesaikan kencan kita" tanya Leon yang sudah menghabiskan wine miliknya dan melihat tingkah laku aneh milik Luna. Bagaimanapun mereka masih melakukan makan malam dan itu masih dalam kondisi setengah romantis yang artinya kencan yang sedang dijalani oleh Leon masih belum selesai. Walaupun Leon sudah mendapatkan sebuah kemungkinan tetap saja dirinya membutuhkan beberapa hal lagi.


Sekarang pun, temannya yaitu Febri sedang memeriksa dan mencari informasi tentang kedua anak milik Luna. Dimana dia mendapatkan info nama keduanya yaitu Navin Nypole dan Laura Nypole. Mungkin pernah berpikir kedua anak itu memiliki nama yang biasa dan santai tapi sayangnya tidak untuk Leon. Dari pengamatan nya saja nama depan Navin dan Laura diambil dari kependekan nama ibunya yaitu Luna. Laura diambil dari kata Lu sedangkan Navin diambil dari kata Na dan jika digabungkan menjadi Luna.


Artinya kedua anak ini merupakan anak kandung Luna dan merupakan buah hatinya yang sayangnya Leon tidak mendapatkan informasi tentang ayah dari kedua anak tersebut. Membuat Leon berspekulasi dan berpikir bahwa suami Luna atau yang menghamili wanita ini antara lain laki-laki yang tidak bertanggung jawab atau dirinya. Itupun jika terbukti bahwa Luna adalah kekasihnya dulu. Dan sekarang lah Leon tidak akan membiarkan Luna untuk pergi sebelum menyelesaikan kencannya terlebih dahulu.


"Memang benar belum, sayakan hanya berdiri dan juga apa saya bisa memilih lokasi kencan kita setelah ini?" tanya Luna.


"Silahkan" jawab Leon dan memberikan kartu miliknya kepada asisten yang selalu siap sedia. Membayar makanan dan menyimpan nota nya, lalu mengembalikan kembali kartu milik tuannya.


"ini tuan" ucap sang asisten.


Mereka bertiga berjalan keluar dan masuk ke dalam mobil, kembali ke tempat duduk mereka masing-masing. Luna memberikan selembar kertas yang bertuliskan sebuah alamat tertentu. Alamat yang bertuliskan tempat dimana Luna akan bertemu dengan salah satu keluarga Luxury. Tapi jika orang bertanya tentu saja Luna menginginkan semua keluarga Luxury ada di dalam ruangan nanti. Karena Luna akan sangat menyukai wajah orang-orang yang marah bahkan penuh rasa kasihan itu.


"Sepertinya tempatnya agak jauh dari sini" lontar sang supir yang melihat alamat tersebut.

__ADS_1


"Kalau tidak bisa aku bisa saja naik taxi dan kalian bisa menyusul itupun jika kalian mau" jelas Luna ringan dan memegang pintu mobil.


"Tidak perlu kami akan menemanimu dan tentunya aku tidak akan membiarkan tunangan ku sendirian" tajam Leon yang langsung memegang tangan Luna dan menekannya sedikit. Membuat Luna menjauhkan tangannya dari pintu dan memberikan senyum tipisnya.


"terimakasih" dingin Luna dan menarik tangannya cepat, melepaskan pegangan tangannya dan tangan Leon. Dia tidak ingin membuat laki-laki ini melakukan hubungan fisik dengannya.



Roda mobil itu berhenti di depan bangunan mewah bertingkat. Bangunan yang merupakan tempat pertemuan nya dengan Luxury Company. Jika sebelumnya merupakan restoran bintang 4 maka kali ini adalah restoran bintang 5.


Restoran yang sering digunakan oleh orang-orang ternama untuk melakukan meeting atau kencan buta secara tertutup dengan hidangan-hidangan yang memiliki harga fantastis namun setara dengan rasanya yang luar biasa. Bahkan Martin Company sering melakukan pertemuan di restoran ini karena restoran ini memiliki ruangan terpisah.


Dimana di setiap ruangan tersebut memiliki kenyamanan dan kategori sesuai orang-orang yang memesannya. Tempat ini harus di booking terlebih dahulu agar bisa dinikmati karena pelanggan dan pertemuan sering dilakukan di restoran ini.


"sepertinya aku harus ke toilet terlebih dahulu" ucap Leon yang sudah masuk ke dalam lobby restoran.


Leon yang berjalan ke toilet dan Luna yang sudah sampai tepat di lantai kedua. Lift yang berdenting membuatnya berjalan menuju ruangan nomor 1 yang sudah dijanjikan oleh Luxury Company.


"Dengan nona Luxury?" tanya seorang pelayan yang berjalan mendekat ke arah Luna.


"Ya" jawab Luna singkat. Pelayan tersebut membawanya ke dalam ruangan dan membukakan pintu ruangan. Luna bisa melihat ada dua orang laki-laki di sana. Seorang laki-laki paruh baya yang duduk dengan penuh wibawa dan seorang laki-laki dewasa berdiri di sampingnya.


"Senang bertemu dengan anda lagi, tuan Luxury" sapa Luna yang sudah masuk ke dalam ruangan. Sapaan sebagai perkenalan nya walaupun mereka sudah bertemu di pesta saat itu.

__ADS_1


"Silahkan duduk, nona Nypole" ucap Reno mempersilahkan. Matanya menatap tajam ke arah Luna, memberikan kesan tidak suka diantara mereka berdua. Luna yang ditatap hanya memberikan tatapan tenang dan mengambil duduk dihadapan Reno yang merupakan ayah kandungnya dulu. Karena sekarang ayahnya adalah Henry yang menolong dan mengubahnya menjadi lebih baik.


"Kala begitu sebagai awal bisakah kita saling berkenalan terlebih dahulu?" sopan Luna.


"Tidak perlu nona Nypole karena seharusnya anda tau siapa saya dan saya tau siapa anda. Dan juga lebih baik kita langsung ke intinya saja" ucap Reno tidak suka. Dia tidak ingin membuang-buang waktu dengan anak ingusan di hadapannya. Bagaimanapun juga dia hanya harus menyelesaikan semuanya dan membuat anak ingusan ini melepaskan tunangan anaknya.


"baiklah" singkat Luna setuju.


"Saya ingin anda mengakhiri hubungan anda dengan tunangan anak saya" ucap Reno.


"maaf, siapa ya?" tanya Luna pura-pura tidak mendengar.


"Leonex Martin, saya ingin anda mengakhiri hubungan anda dengan tunangan anak saya dan jika anda mengakhiri nya maka saya akan memberikan anda sebuah keuntungan 25% dari tambang milik saya" jelas Reno dan memetikkan jarinya. Membiarkan asistennya memberikan sebuah map berisi keuntungan dan surat untuk mengakhiri hubungan nya dengan Leonex Martin.


"Anda tinggal menanda tangani nya di sini" tunjuk sang asisten di ujung lembar kertas bewarna putih.


"Jika itu masih kurang saya akan menambahkan 5% lagi" lanjut Reno dan menatap rendah Luna. Dia tidak percaya anak perempuan ini memimpin perusahaan bahkan sudah menduduki peringkat 3 besar di dunia. 'pasti dia sudah bermalam dengan banyak laki-laki' pikir Reno sambil menatap mengejek. Tanpa tau bahwa di luar ruangan sedang terjadi sedikit keributan.


Bruk**


"Maaf sepertinya saya menggangu pertemuan, anda" ucap seorang laki-laki yang baru masuk ke dalam ruangan secara kasar.


"Tu...tuan Leon" terkejut Reno saat melihat Leonex Martin ada di hadapannya sekarang.

__ADS_1



🔫Ohwaa Leon kamu sangat tepat waktu sekali dan saya menyukai part ini ^^ jangan lupa like ya °•°


__ADS_2