My Ex Secretary

My Ex Secretary
Bab 132 : Pembicaraan Yang Sengit


__ADS_3

"Dengan senang hati, nona Nypole." senyum Leon memandangi wanita cantik yang ada di hadapannya saat ini. Menyugingkan senyum dingin dan menawannya. Tanpa melepaskan pandangannya ke arah Luna.


Rangga yang melihat tatapan Leon dengan cepat menggeser kursi adiknya dan membiarkan adiknya duduk lebih dekat dengannya. Membuat Leon yang melihatnya mengernyitkan dahinya dan menatap laki-laki yang ia lupakan keberadaannya tadi.


"Ah maaf sepertinya saya lupa bahwa di sini ada tuan muda keluarga Nypole juga" senyum Leon sambil menyapa tuan muda keluarga Nypole yaitu Rangga Nypole.


Senyumannya terlihat menawan dan hangat tapi sayangnya mata biru itu memiliki permusuhan yang dalam terhadap Rangga. Dimana mata yang dipenuhi ombak tadi berubah menjadi mata yang dipenuhi kedalaman tak berujung.


Rangga yang melihat tatapan milik Leon mengeluarkan senyum smirknya. Dengan penuh kemanangan ia menatap balik Leon dengan santainya. Walaupun kalimat milik Leon menyindir kehadirannya saat ini itu tidak membuat Rangga kalah dalam pertermpuran.


"Tidak apa-apa tuan Martin, saya juga minta maaf kepada anda karena melupakan bahwa tuan muda keluarga Martin merupakan orang yang pelupa" senyum Rangga yang tidak lupa membalas sindiran milik Leon secara halus.


Asisten Leon yang mendengar sindiran itu dengan cepat menutup mulutnya dan mencoba menahan tawa yang akan keluar dari mulutnya. Namun sayangnya ssuaranya sudah lebih dulu keluar sebelum tangannya sampai.


Membuat orang-orang yang ada di sana menatapnya. Asisten yang sadar akan tawa yang lepas itu dengan sopan meminta maaf kepada orang-orang yang ada di sana.


"Puff... a-ah maafkan saya, maafkan saya tuan-tuan dan juga nona" sopan Asisten itu yang malah mendapatkan jawaban pengusiran dari atasannya Leon.


"Panggil Felix ke sini" perintah Leon sambil menatap tajam asistennya.


Asisten Leon yang menyadari tatapan dan juga perintah tuannya dengan cepat menundukkan tubuhnya lalu pergi meninggalkan ruangan itu. Ia menyadari bahwa nyawanya saat ini sangat-sangat tidak aman.


Bahkan saking tidak amannya ia bisa saja pingsan di tempan secara langsung tadi. Jika saja ia tidak menyadari tatapan tuannya itu. Dimana tatapan matanya mengisyaratkannya untuk perg dan memanggil tangan kanan atasannya itu.


"Huh, untung saja selamat" ucap Asisten yang beruntung bahwa tatapan tuannya memiliki arti 'Cepat pergi dari sini' daripada arti 'Kamu di pecat hari ini'


Dengan senyum yang lebar, asisten itu dengan cepat mengangkat telponnya dan memanggil tangan kanan atasannya untuk datang ke sini. Menggantikan tempatnya berada saat ini juga.


Di tempat lain seorang laki-laki yang sedang duduk di dalam mobil merasakan perasaan merinding. Dimana laki-laki itu adalah tangan kanan Leon yang saat ini menunggunya di dalam mobil yang terpakir di luar mansion.


'Kenapa aku merinding? bukankah yang berada di dalam mansion itu asisten Leon bukan aku?!' pikir Felix sebelum menerima telpon dari asisten Leon yang ikut dengan mereka.


Dimana lingkungan yang tenang dan dingin itu belum memulai badai mereka masing-masing. Dengan senyum dan tatapan mata, ruangan yang ditinggalkan oleh Asisten Leon itu bertambah menyeramkan dua kali lipat.



Topik itu mulai keluar dari mulut mereka masing-masing dan membuat pembicaraan di meja makan itu bertambah sengit dan menidingin karenanya.

__ADS_1


"Apa anda tidak bisa berbaik hati kepada asisten ada tuan Martin?" tanya Rangga yang mulai mencari kesalahan Leon.


"Tenang saja tuan Nypole, karyawan saya sudah dilatih untuk menjadi disiplin dan tertib agar terhindar dari namanya kebangrutan" senyum Leon yang mengerahui maksud Rangga.


'Apa kau pikir kau bisa mengusirku karena kesalahan itu? heh, kau terlalu naif, Rangga'


'Aku memang naif tapi aku bukan orang yang tidak tahu malu sepertimu, Leon'


Kedua laki-laki itu dengan percaya dirinya saling membalas melalui mata mereka. Tatapan mata yang memiliki arti di setiap sinarnya. Dimana kedua orang ini merupakan pemimpin di setiap pasukannya masing-masing.


Leon sang pemimpin yang kuat namun penuh kelicikan dan juga Rangga sang pemimpin dengan penuh keadilan. Melindungi negara dengan jiwa raganya.


"Bisakah kalian berdua berhenti bertatapan? Itu membuatku merasa bahwa kalian berdua adalah sebuah pasangan yang sangat serasi" dingin Luna yang mengetahui tatapan mata kedua orang itu.


Mengembalikan topik yang ada dan mengusir Leon secepat mungkin dari sini. Hanya itu saja yang ada di pikiran Luna saat ini. Simpel namun sulit untuk di sulitkan. Apalagi saat ia menyadari bahwa keberadaannya terungkap.


"Tenang saja aku tidak mungkin mencintai laki-laki jelek ini Luna"


"Aku tidak mungkin membiarkannya memasuki lorong hatiku, Lun"


Mata Leon dan Rangga saling bertatapan kembali. Saat menyadari bahwa kalimat yang mereka ucapkan datang bersamaan. Seakan-seakan mengatakan bahwa mereka memang takdir yang dijodohkan oleh sang maha kuasa.


Sedangkan Luna yang ditatap, saat ini mengarahkan pandangannya terhadap laki-laki yang sekarang duduk di sebrangnya. Menarik nafasnya pelan lalu memejamkan matanya sebentar. Sebelum ia mengeluarkan amarah yang ada di hatinya saat ini.


"Apa yang ingin kau lakukan di sini tuan Martin?" tanya Luna tenang.


"Apa kamu masih ingin bertanya yang ku lakukan di sini saat kau melihat tingkah lakuku tadi?" tatap Leon dingin.


Luna yang merasakan aura Leon dengan pelan menarik nafasnya kembali. Membuka matanya dan menatap mata biru gelap yang ada dihadapannya sekarang.


"Saya disini meminta anda untuk menjawab, bukan meminta anda untuk bertanya kembali tuan Martin"


"Lalu apa yang akan kau lakukan jika kau mendengar jawaban ku sekarang? mengusirku atau-"


"Akan ku pertimbangkan" sela Luna menjawab pertanyaan milik Leon.


Leon yang mendengar jawaban santai dan tenang Luna, mengeluarkan senyum dingin miliknya. Menatap wanita yang ada di hadapan dengan sengit lalu mulai berbicara lagi.

__ADS_1


"Pertimbangkan? apa yang ingin kau pertimbangkan denganku? Apa kau ingin mempertimbangkan hak asuh anak?"


"Leon!" teriak Luna saat mendengar kata-kata sakral (terlarang) keluar dari mulut Leon.


"Apa kau marah mendengarnya? Lalu bagaimana denganku yang marah saat mengetahui bahwa aku memiliki kedua anak yang saat ini berumur 8 tahun?!" balas Leon sarkas.


"Leon!" teriak Rangga yang tidak menyukai gaya bicara kasar Leon yang bisa saja menyinggung perasaan adiknya.


Namun sayang, kalimat yang diucapkan Leon sudah cukup membuat Luna yang ada di sana mengigit bibir bawahnya. Menahan amarah yang ia simpan selama 8 tahun dan melemperkan tinju miliknya.


Gerakannya cepat dan penuh dengan kekuatan, membuat Leon yang menyadari tinju Luna dengan cepat menangkisnya. Memegang pergelangan tangan wanita itu lalu menariknya dengan lembut.


Membuat wajah keduanya saling berdekatan dan saling bertatapan. Dengan sinar lampu yang terang, kedua belah pihak itu mampu melihat sinar mata lawan mereka.


Dimana yang satu memiliki mata penuh dengan kebencian dan ketidaksukaan dan yang satunya penuh dengan penderitaan dan juga kerinduan yang mendalam.


Menciptakan sebuah kutub utara dan juga kutub selatan. Kedua kutub yang tidak bisa disatukan tetapi memiliki hubungan yang dalam. Seperti kedua orang yang saat ini saling berdekatan dan juga saling bermusuhan.


Namun memiliki kisah cinta yang sangat romantis dan mampu membuat para semut mendekat karenanya. Dengan mata hitamnya yang pekat, Luna mengeluarkan senyum smirknya.


"Itu karena kamu terlalu bodoh menjadi manusia, tuan Martin"



🔫 Luna you're my baby. Hahaha savege nya keterlaluan Luna, tapi aku suka kok. Apalagi bila banyak readers yang sering beri Tip dan juga share ke temannya. Jadi jangan lupa kasih tip yaa buat author yang satu ini.


🔫 Percakapan Singkat


Readers A : "Bedain Season 2 sama Season 1 nya gimana Thor?!"


Author : "Mudah kok tinggal liat pembatas yang ada di bab nya aja (gambar yang berada di tengah-tengah cerita)"


Readers B : "Emang ada bedanya Thor?!"


Author : "Jelas ada dong sayang, Season 1 pembatasnya itu pistol sedangkan season 2 itu pembatasnya pedang dan ada tulisan bab season 2 yang aslinya juga"


Readers C : "Oh gitu ya Thor, ok Thor"

__ADS_1


Author : "(。•̀ᴗ-)✧"


__ADS_2