
Luna tidur di pangkalan tempat anggota klan nya berada dan tidak kembali ke rumah meninggalkan kedua anaknya yang tentunya akan dijaga oleh ibunya.
"hoam" Luna menguap bangun dan berjalan ke arah lapangan. Terlihat beberapa anggota miliknya yang sudah bangun di pagi hari tepatnya jam 4.30 am. Sapaan selamat pagi diberikan kepada Luna yang menginjakan lapangan tersebut.
"Selamat pagi ketua" hormat beberapa orang yang sedang ada di sana. Luna memberikan anggukan miliknya lalu melangkahkan kakinya ke ruang rapat. Di sana terlihat Edwin yang sedang merapikan ruangan yang dipakai mereka untuk menonton kehancuran Lina, walau itu belum seberapa.
"Tumben kamu bangun lebih pagi" sindir Luna dan mengambil tempat duduk di sana. Edwin menunduk hormat lalu mengangkat kepalanya menatap ketuanya.
"30 menit lebih cepat saja dan juga karena akan ada berita yang di siarkan sebentar lagi" jawab Edwin. Edwin memberikan buah apel yang ada di tempat dirinya berada. Buah apel itu dimakan oleh Luna sambil memikirkan berita apa yang akan tertulis nanti.
"bagimu berita apa?" tanya Luna yang dijawab oleh senyuman Edwin.
"Tentu saja keluarga luxury dan akan menjadi berita terpanas di Minggu ini" Smirk Edwin yang langsung mengambil remote control dan menyalakan televisi. Tepat setelah televisi itu dinyalakan terlihat pula lah siaran berita yang dimulai.
Berita yang dimulai diawali dari siaran langsung yang dilakukan oleh Keluarga luxury kemarin. Lalu opini publik dan setelah itu ledakan yang terjadi di Villa Luxury.
"Sepertinya ketua dan wakil ketua menyaksikan berita yang menyenangkan" ucap seseorang yang sedang berdiri di dekat pintu ditemani beberapa orang lainnya.
"Duduklah kalian ingin mendengarnya juga kan" santai Luna dan diangguki oleh beberapa orang di sana. Berita utama di acara berita menjadi milik Lina Luxury. Berita yang mengatakan bahwa hadiah itu adalah hadiah dari orang yang sangat mencintainya dan membuat para news reader (pembaca berita) mengklaim hadiah itu berasal dari tunangannya yaitu Leonex Martin.
"Ketua sepertinya kita membuat peribahasa Sekali dayung dua pulau terlewati" ucap anak buah Luna yang ikut menonton berita. Bagaimana orang-orang tidak berpikir bahwa kado itu adalah hadiah dari Leon karena di saat siaran berlangsung Lina selalu mengatakan itu adalah hadiah yang diberikan oleh orang yang sangat mencintainya.
"Ya dan ini semakin menarik bukan" Smirk Luna. Dia tidak pernah pikir bahwa hadiahnya akan disangkut pautkan oleh Leon. Berita itu disiarkan dengan banyaknya opini dari publik dan banyak wartawan atau reporter TV yang sudah menunggu di Villa milik keluarga Martin di London.
"Sepertinya orang-orang yang telah melukai anda akan sudah beberapa hari ini" kata Edwin sambil memandang Luna yang sangat santai dan tenang.
__ADS_1
"Belum tentu karena Leon dia bisa mengakalinya" jawab Luna santai. Beberapa orang di ruangan sana masih bingung dengan ucapan ketuanya.
"Maksud ketua?" tanya salah satu dari mereka.
"Leon bukanlah orang biasa dan dia akan membuat sesuatu masalah menjadi keuntungan baginya" Jelas Luna lalu melemparkan buah apel yang tersisa biji tepat di tempat sampah yang ada di sebrang nya. Beberapa anggota Lina terdiam dan kembali melihat acara berita karena mereka tidak ingin terlalu bertanya kepada ketua mereka yang selalu memiliki rahasia tersimpan. Dijawab saja sudah beruntung apalagi dibiarkan hidup.
Setelah berita di saluran tv pertama di siarkan dan pindah ke saluran lain, Luna berjalan keluar ruangan rapat. Langkah kakinya membawa nya ke kolam renang. Air biru yang jernih sudah mulai tercampurnya dengan beberapa butiran salju. Musim dingin sebentar lagi akan datang maka proyek maupun lomba untuk dunia gelap akan dimulai kembali.
"Huft seperti besok aku harus bekerja keras lagi" gumam Luna ditemani oleh suara telpon yang berdering. Tertera nama Navin Nypole di panggilan tersebut membuat Luna tersenyum dan mengangkat telpon berdering miliknya.
"Apa kabar navin?" tanya Luna karena dia juga sangat kangen kepada anaknya tapi dia kelelahan tadi malam dan lebih memilih tertidur di pangkalan.
"Maaf sayang mom kelelahan karena beberapa hal" jawab Luna. Navin yang mendengar jawaban sebagai ibunya hanya bisa mendengus kesal dan melanjutkan inti pembicaraan mereka.
"Mom ada yang ingin ku katakan" ucap Navin.
"katakanlah"
"Apa mom yang membakar gudang yang di dekat hutan itu?" tanya Navin sambil berbisik. Navin tidak ingin membangun adiknya yang sedang tertidur di tempat tidur miliknya. Apalagi saat dia me check handphone miliknya dan menerima berita terbaru dari wilayah ini.
"Memang kenapa?" tanya Luna.
"Kebakaran itu kayak berita dan mengatakan meninggalkan mayat yang terbakar dan menyisakan abu saja" jelas Navin.
__ADS_1
"Tenang sayang mom akan berhati-hati" ucap Luna yang tidak ingin anaknya khawatir. Dunia gelap dan kelam ini memiliki resiko yaitu keadilan. Dimana saat semua kesalahan terungkap maka hukuman akan ada dihadapannya.
"Aku percaya dengan mu mom dan juga berita Luxury menjadi berita terpanas hari ini"
"Tentu saja itu akan menjadi berita terpanas tidak mungkin itu menjadi berita dengan peringkat terkahir" ucap Luna percaya diri. Suara kekehan kecil menyambut pendengaran Luna. Di saat anak laki-lakinya tertawa kecil dan hangat.
" Aku senang melihat berita itu tapi mungkin tidak dengan Laura dia akan sedikit sedih saat melihat ayahnya juga ikut terseret ke sana" jelas Navin jujur. Navin dan Laura adalah saudara kembar tapi memiliki sikap yang berbeda jauh. Laura yang sama dengan ayahnya yaitu Leon dan Navin yang sama persis dengan Luna. Jangan lupakan sikap Laura yang kadang-kadang haus akan kasih sayang dari ayahnya tetapi selalu diingatkan oleh Navin. Karena bagi navin sesuatu yang berlebihan sangat tidak baik untuk kelangsungan hidup.
"Ya dia pasti akan merasa sedih jika tau ayahnya ikut terjerumus ke dalam masalah keluarga luxury tapi katakan pada adikmu ayahmu itu lebih pintar darinya" jelas Luna. Selicik- liciknya anak itu juga berasal dari orang tuanya.
"Tenang mom aku akan memberi tahunya dan kapan mom kesini? mom tidak lupakan baju dan topeng untuk pertandingan besok ada di mansion" tanya Navin.
"Tentu saja mom mu ini tidak akan lupa dan tunggu jam 9.00am mom akan ada di rumah" jawab Luna. Dia tidak akan melupakan beberapa perlengkapan yang dia gunakan untuk pertandingan besok. Tepatnya dia arena labirin khusus. Yang pesertanya terdiri dari banyak klan dan menginginkan hadiah yang membuat mereka untung banyak.
"Baiklah aku akan menunggumu mom, dan aku matikan dulu telponnya seperti Laura akan bangun"
"Jangan lupa sarapan" pesan Luna kepada anak laki-lakinya.
"Iya mom" jawab Navin dan mengakhiri telpon mereka. Luna memasukkan kembali handphone miliknya dan berjalan Menuju pangkalan nya tidur. Agar dirinya bisa menepati janjinya pulang jam 9.00 am dan sebelum jam itu dia harus memberikan beberapa hal untuk Edwin kerjakan kepada anak buahnya yang ikut berpatisipasi besok.
'Sepertinya besok akan menjadi hari yang menyenangkan' Smirk Luna saat melangkah kakinya.
🔫 Sebentar lagi kita mulai pertarungan dalam meneteskan darah dan jika ingin up lebih cepat 400 like langsung up!
__ADS_1