
HAPPY READING GUYS πππ
Maaf ya para reader's SBSD UP nya molor karna lagi ada urusan yang ga bisa di tunda.
oke happy reading guys
Rica dan Anya sudah sampe di Apartment Rica, mereka bisa lebih cepat pulang karna malam ini mereka terakhir berkerja dan mereka sudah menerima gaji terakhir mereka tanpa kendala apapun karna alasan mereka resign cukup bisa di teima oleh pemilik karaoke, apalagi mereka sudah bekerja cukup lama dan bisa di bilang tidak mempunyai catatan buruk, Rica berjalan ke arah lemari es dan mengambil beberapa dua botol minuman untuk dia dan Anya, selama mereka bekerja di karaoke, minuman beralkohol hampir setiap malam walaupun tidak dalam porsi banyak, sekedar untuk menghormati tamu yang mereka temanin, karna kalau mereka menolak dengan alasan ga boleh dan lain sebagai nya biasanya client sering ga terima walau ada yang bisa menerima saat mereka menolak untuk minum, Rica meletakan botol yang dia ambil di atas meja yang ada di depan Anya lalu diapun duduk di samping Anya dan meneguk sedikit minuman yang ada di botol yang sudah dia buka, setidaknya bisa sedikit menenangkan hatinya yang masih sangat sa kit dengan apa yang dia alami tadi sore.
Anya menatap wajah Rica yang sangat terlihat sedang menyimpan kesedihan dan juga kemarahan,
"Ca, sebenarnya ada apa? katanya kamu mau cerita?" Anya membuka pembicaraan di antara mereka.
"Gue mau jual Apartment gue Nya" Ujar Rica memberitaukan niatnya.
"Owh jadi loe mau jual Apartment setelah loe mutusin buat tinggal bareng Dino" Anya masih berpikir kalau hubungan Rica dan Dino baik-baik aja.
"Bukan gitu, gue mau jual Apartment gue dan gue rencananya mau balik ke Bandung" Ujar Rica memperjelas rencananya, dan tentunya itu berita mengejutkan buat Anya, karna yang dia tau Rica resign dari pekerjaannya karna permintaan dari Dino, so kenapa sekarang justru Rica mau balik ke Bandung.
"Maksud loe, loe mau balik ke Bandung dulu?" Anya kembali bertanya.
"Mungkin untuk selamanya" Ujar Rica.
Anya masih ga nangkap maksud dari ucapan Rica, temannya itu mau balik ke Bandung untuk selamanya.
"Terus Dino tau rencana loe? apa kalian akan LDRan?"
"Please jangan sebut nama bule brengs*ek itu Nya! sampai gue mati gue ga mau ngedengar nama dia lagi di kuping gue!" Ujar Rica dengan emosi yang ga bisa dia tutupi.
__ADS_1
Anya semakin yakin pasti ada masalah hingga temannya itu seperti itu.
"Loe mau cerita ga ke gue, sebenarnya ada apa antara loe ama tu laki?" Tanya Anya yang tidak lagi menyebutkan nama Dino.
Rica menghapus air mata yang melompat keluar tanpa ijin dari kedua matanya.
"Gue emang jal*ng Nya, tapi dia perlu memperjelas itu berulang kali di depan gue! dia tau gue jal*ng kenapa dia minta gue ada di hidup dia!" Rica berkata dengan penuh emosi.
Anya makin bingung dengan perkataan Rica, Dino mengatakan Rica dengan sebutkan seperti itu berulang-ulang?.
"Maksudnya gimana? kok dia bisa bicara seperti itu ke kamu? Maksud gue sebab dia bicara kayak gitu ke elo apa?" Tanya Anya lagi yang ingin mendengar ceritanya secara detail karna ini bukan Quis di kampus yang harus dia cari jawabannya di buku.
Rica menarik nafas panjang dan membersihkan wajahnya dari air mata dengan kedua tangannya.
"Awalnya gue datang ke Apartment dia untuk masakin dia makanan kesukaan dia, dan juga gue bingung karna dia ga ada kabar selama dua hari, semua wA gue telpon gue ga ada yang di respon ama dia, karna gue ga ngerasa berbuat salah gue bingung aja kok dia seperti menghindari gue, gue ga masalah kalau dia mau kita selesai tapi gue mau selesai baik-baik karna kita mulai semua nya juga baik-baik, jadi gue datang sebelum dia pulang kantor dan gue emang sengaja ga ngabarin dia karna gue mau bikin surprise aja dengan masakin dia, setelah selesai gue masak gue nunggu dia balik kantor, dan saat dia pulang loe tau, dia bukan nanya kabar gue atau nyapa gue, dia langsung dengan wajah dinginnya nanya kenapa gue ke apartment dia, apa masih belum puas sama lelaki lain makanya mau nyari kepuasan sama dia! sumpah gue kaget denger dia ngomong kayak gitu dan spontan gue emosi tapi gue masih coba sabar dan gue tanya maksud dia apa ngomong kayak gitu, dia bilang dia ngeliat gue ama laki-laki di restoran dan l aki-laki itu megang bibir gue di tempat umum seperti itu, dan belum gue sempat jawab dia udah hina gue lagi dengan kata-kata jal*Ng dan bilang apa semua yang dia kasih belum cukup! atau gue yang memang ga pernah cukup dan puas dengan satu lelaki! gue marah dan gue langsung tampar dia sekeras-kerasnya sebagai jawaban dari semua perkataan dia! gue lempar kunci mobil dan kartu kredit yang da kasih ke gue! gue bilang ke iya gue jal*ng dan siapa yang minta dia buat serius ke gue! dan gue cabut dari sana dengan rasa sakit di hati gue Nya, gue emang jal*ng Nya, tapi ga pernah ada yang ngomong seprontal itu ke gue! Hiiikksss hiikksss hiiiikkkssss* Rica kembali menangis dengan penuh emosi.
"Terus lelaki itu siapa? kok loe bisa sama dia?" Anya ingin mendengar ceritanya lebih lengkap sebelum dia menilai semua yang dia dengar.
"sebenarnya gue ga sengaja ketemu sama laki-laki itu, kita ketemu di bank saat gue baru selesai mengurus deposito gue, dan Pas gue mau pulang pria yang beberapa kali jalan sama gue ternyata ada di bank yang sama dan dia ngajak gue masuk ke mobil nya , karna banyak orang di bank tersebut dan memperhatikan kami, biar ga jadi omongan gue ikut ke mobilnya dan ternyata dia ngajakin makan siang di sebuah restoran mewah dan mengambil tempat VIP untuk kami makan, jadi gue ga tau siapa aja yang keluar masuk di restoran itu, dan soal pria itu megang bibir gue itu bukan bertujuan yang aneh-aneh tapj karna sauce salad yang gue makan lari kemana-mana jadi pria itu membersihkan sauce itu secara tiba-tiba bahkan gue sendiri juga kaget, kan ga mungkin karna hal itu terus gue harus marah sana tu laki karna, kalau dia melakukan hal yang melecehkan gue, gue juga pasti bakal marah ama tu laki, jadi hal itu lah yang menjadi alasan bule brengsek itu terus-terusan bilang gue jal*ng dan ga mau ngeliat gue da n apapun yang ada sangkut pautnya sama gue!, dan gue pun bersumpah ga akan pernah ada maaf buat dia apalagi harus kembali sama dia!" Rica berujar dengan emosi dan air mata yang masih sesekali jatuh di pipinya.
Anya ga nyangkah kalau pikiran Dino sependek itu, kalau hal itu terjadi pada dia, dia pun pasti akan melakukan hal yang sama seperti yang Rica lakukan sekarang.
"Jadi loe serius mau jual Apartment loe?" Anya kembali bembahas obrolan di awal mereka.
"Iya Nya, rencananya besok gue mau ke Bandung, jadi gue titip ke elo Apartment gue, kalau ada yang nyari loe bisa tawarin, gue udah kasih niat gue ke pengelolah Apartment dan gue udah kasih nomer elo kalau ada yang mau beli Apartment gue jadi mereka bisa ambil surat-suratnya di elo" Ujar Rica yang ternyata sudah menyiapkan segalanya, Rica bangun dari tempat duduknya dan berjalan masuk ke kamarnya dan mengambil sebuah berkas lalu kembali berjalan ke luar dari kamarnya, Rica kembali duduk di tempatnya semula dan meletakan berkas yang dia bawa di atas meja.
"Ini sertifikat Apartment gue"
__ADS_1
"Kalau misalnya ada yang mau beli loe mau lepas berapa?" Anya bertanya soal harga Apartment Rica.
"Yang gue tau Apartment di sini di atas Lima M semua, jadi gue mau lepas 5M aja, setidaknya harga Apartment gue lebih murah dari yang lain" Ujar Rica memberitaukan harga Apartment nya.
"Ya udah ntar gue tawarin sama temen-temen di Campus gue atau gue bikin iklannya di medsos gue" Ujar Anya menyanggupi permintaan Rica yang mempercayakan Apartment nya.
"Nya gue boleh minta loe janji sesuatu sama gue?" Tanya Rica.
"Apaan?"
"Loe janji ke gue, jangan pernah kasih tau di mana keberadaan gue kepada siapapun yang bertanya tentang gue, bilang aja loe ga tau apa-apa tentang gue" Rica menyebutkan keinginan nya.
"Kenapa gitu?" Anya sedikit bingung dengan permintaan Rica.
"Gue udah ga mau berhubungan dengan masalalu gue Nya, siapa pun itu, please Nya loe janji ke gue ya" Rica memohon kepada Anya agar mengikuti maunya.
Anya merenung sejenak dengan permintaan Rica barusan, mungkin Rica ada filling kalau suatu hari pasti Dino akan menanyakan keberadaan dirinya, dan pasti Dino akan bertanya pada dirinya, Anya cukup mengerti dengan keinginan Rica dan tidak ada hak dia untuk tidak menyanggupi hal tersebut dan juga memang bukan hak untuk memberitaukan keberadaan seseorang yang tidak ingin di temui.
"Loe tenang aja, gue bakal simpan semua yang loe percayakan ke gue" Anya menggenggam tangan Rica dengan senyum untuk menyakinkan teman seperjuangannya itu.
"Thanks Nya, gue tau gue bisa ngandalin loe sebagai teman gue" Rica memeluk Anya dengan erat dan tangis yang kembali terdengar dari mulutnya, Anya mengusap-ngusap punggung Rica untuk menenangkan Rica yang pasti hatinya saat ini sedang hancur.
BERSAMBUNG
Rica: Thor gue ga mau ketemu bule brengsek itu lagi please ya Thorππ
Author: π€π€π€ untuk sekarang-sekarang bolehlah tapi ga tau ntar ke depannya πππ
__ADS_1
selesai baca langsung like ya, gratis kok, sekaligus biar bikin author nya semakin semangat buat up,