PENGORBANAN YANG TERSIA-SIA

PENGORBANAN YANG TERSIA-SIA
BAGIAN 25


__ADS_3

**terkadang kita sering salah paham dengan maksud baik orang di sekitar kita.


enjoy reading guy's.....


xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx**


Yana menatap wajah sahabatnya dengan sejuta pertanyaan yang ingin dia tanyakan atas apa yang baru saja di katakan oleh sahabatnya itu.


" Kenapa loe baru cerita sekarang ke gue?! kenapa loe ga cerita dari awal tau kalau Johan selingkuh dengan perempuan lain?! kalau loe cerita dari awal pasti gue bisa bertindak dari awal tanpa harus merasa sesakit ini!" Yana bicara penuh penekanan pada setiap ucapannya tapi sangat jelas terdengar bagi Gisel kalau sahabatnya ini sedang emosi.


Gisel tersenyum kecil mendengar protes yang di ucapakan Yana padanya dan dia tidak bisa menyalahkan sahabatnya itu karna setiap perempuan yang berada di posisi sahabatnya sekarang pasti akan merasakan hal yang sama.


" Beb, loe jangan salah paham.dulu dengan apa yang gue katakan, coba loe pikir kalau misalnya gue ceritakan ke alo apa yang gue liat apa loe akan percaya dengan yang gue katakan? lagian gue baru ngeliat laki loe ama perempuan lain dua kali, itu secara ga sengaja dan gue ga pernah ngeliat secara specific apa yang di lakukan laki loe sama tu perempuan, dan loe juga tau kalau gue sama yang lain ga pernah setuju loe sama Johan dari sejak kalian pacaran, terus apa loe akan percaya dengan yang gue katakan?" Gisel memandang sahabatnya itu menuntut jawaban.


Yana terdiam mendengar semua yang di katakan Gisel barusan, karna semua yang di katakan Gisel benar adanya, sejak dulu bisa di bilang ga ada yang mendukung hubungan dia dan Johan kecuali Almarhumah Ibu mertuanya yang meninggal saat pernikahan memasuki tahun ke sepuluh.


" Lalu menurut loe apa yang harus gue lakukan untuk menyelesaikan masalah ini?" Yana meminta saran dari sahabatnya itu yang juga bercerai karna Di selingkuhi oleh mantan suaminya.


Gisel terlihat berpikir mendengar pertanyaan di ajukan sahabatnya itu, memang kasus mereka sama, tapi belum tentu caranya sama seperti yang dia lakukan saat menuntut mantan suaminya bercerai tanpa berunding dengan kedua orangtuanya.


" Saran gue... lebih baik loe cerita ke orangtua loe dan minta pendapat mereka, karna mereka berhak tau tentang apa yang loe hadapi sekarang" Gisel mencoba memberikan saran yang terbaik menurut dia.


Yana terdiam masukan yang di berikan sahabatnya.


" Loe kan tau gimana orangtua gue sama Johan, bahkan dulu saat menikahpun Bokap gue mewakilkan wali nikah gue ke Adiknya karna Bokap gue ga mau ngeliat muka Johan, yang gue ga habis pikir kenapa Johan membuat semua tuduhan dan kecurigaan orangtua gue jadi kenyataan" Yana membuang kasar nafasnya sambil memijit pangkal hidung untuk menghilangkan rasa pusing yang dia rasakan.

__ADS_1


Obrolan mereka terus mengalir membicarakan banyak hal dan melupakan sejenak masalah yang sedang di alami Yana yang lumayan membuat Yana sakit kepala sekaligus sakit hati.


Yana dan Gisel masuk ke mobil mereka masing-masing setelah saling berpamitan, Yana sudah menyalahkan mesin mobilnya dan akan meninggalkan parkiran cafe tersebut tapi niat Yana tertunda oleh bunyi ponselnya dan saat Yana akan menerima telpon yang masuk perhatian Yana teralihkan dengan bunyi klanson dari mobil Gisel sebagai tanda pamitan Gisel pada Yana dan Yana melambaikan tangannya sebagai jawaban klakson yang di bunyikan Gisel setelah mobil Gisel berlalu Yana segera mengangkat telpon yang masuk yang ternyata dari Pak Slamet yang khusus menyupiri putrinya.


" Hallo Pak Slamet, ada apa Pak? apa Jesslyn udah pulang dari les nya?" Tanya Yana tentang putrinya yang hari ini ada les bela diri.


"________"


" Owh gitu, terus Papa saya pesan apa?" Tanya Yana lebih lanjut.


"_________"


" Ya udah kalau gitu, makasih ya Pak" Yana memutuskan telponnya dan meletakan kembali ponselnya di tempatnya semula dan segera melajukan mobilnya menembus gelapnya malam.


xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx


" Assalammualaikum Ma, Pa" Yana mengucap salam dan mencium tangan kedua orangtuanya dan ikut bergabung dengan ketiga orang yang sangat dia sayangi.


" Kamu udah makan sayang?" Tanya Rica Omanya Jesslyn.


" Udah Ma, tadi habis makan sama Gisel sebelum ke sini" Jawab Yana sambil memeluk Mamanya itu.


Hadi menatap putrinya itu dengan tatapan tajam yang sanggup membuat bulu kuduk siapapun berdiri melihat nya dan pandangan ini sangat di mengerti oleh Yana kalau ada sesuatu yang ingin di ketahui oleh Papanya itu.


" Sayang kamu ada P,R GA?" Tanya Yana pada putrinya.

__ADS_1


" Ada Mom" Jawab Jesslyn sambil masih menatap acara yang ada di saluran TV kabel.


" Ya udah adek kerjai dulu P,R nya takutnya besok ga sempat ngerjain" Perintah Yana pada Putrinya sebagai cara agar putrinya tidak mendengar apa yang akan menjadi pembicaraan antara dia dan orangtuanya.


" Oma, Opa, Adek ke kamar dulu ya mau ngerjain P,R" Pamit Jesslyn pada Oma Opanya lalu memberikan ciuman selamat malam di pipi keduanya sebelum melangkah meninggalkan ruangan tersebut.


" Apa benar yang di katakan Jesslyn pada kami?" Hadi langsung tude point bertanya tanpa embel-embel apapun.


" Soal apa Pa?" Yana berlagak ga ngerti, walau dia bisa menebak maksud pertanyaan Papanya itu tapi Yana juga ga mau asal menjawab karna bisa juga tebakan nya salah, jadi lebih baik dia berlagak ga ngerti.


Hadi tau kalau putrinya itu sengaja mengelak dan mencoba memghidar dari apa yang dia tanyakan, dan itu selalu di lakukan putrinya jika sudah menyangkut lelaki yang menjadi suami putrinya itu.


" Papa sudah tau tentang kejadian yang terjadi di Villa, Jesslyn menceritakan semuanya, apa kamu masih mau membela laki-laki ga tau diri itu?!" Hadi berkata lebih lugas lagi, dengan imtonasi suara yanh sedikit meninggi, dan Rica memegang tangan suaminya untuk menenangkan emosi suaminya itu yang memang sangat sensitive dengan Johan yang memang sejak dari pacaran dengan putri mereka tidak pernah mendapatkan restu dari suaminya itu, suaminya juga terpaksa membiarkan putri mereka menikah dengan Johan karna Yana mengancam tidak akan mau mengurus perusahaan manapun milik keluarga mereka jika tidak di perbolehkan menikah dengan Johan.


Yana terdiam mendengar ucapan Papanya yang sangat penuh emosi jika sudah menyangkut Johan dan kali ini Yana tau dia sudah tidak bisa lagi membela karna kali ini yang memberitaukan apa yang terjadi adalah putrinya sendiri, jadi Yana tidak bisa menghidari kemarahan Papanya itu terhadap Johan.


" Itu akibat kamu tidak pernah mendengarkan apa yang Papa katakan, suami kamu itu lelaki kere yang tidak tau diri, kamu dengar! Papa tidak mau mendengar alasan apapun dan penolakan apapun, kamu ceraikan laki-laki brengsek itu! pengacara kita akan mengurus semuanya!" Ujar Hadi dengan suara penuh penekanan karna dia tidak mau ART yang ada mendengar kemarahannya, karna bisa di bilang Hadi hampir tidak pernah menunjukan kemarahannya di dalam rumah.


" Sayang, kamu jangan emosi gitu, aku yakin putri kita bukan perempuan bodoh dan pasti tau apa yang akan dia lakukan" Rica menenangkan suaminya itu.


Yana masih terdiam di tempatnya, dan kali ini tidak ada alasan yang bisa dia utarakan untuk membantah perkataan orangtuanya itu, tapi ada banyak hal yang harus dia pikirkan sebelum memggugat cerai suaminya.


**BERSAMBUNG


TERKADANG BANYAK ORANG BERPIKIR MENGHINDARI PERCERAIAN DEMI KEBAIKAN ANAK, TAPI ORANGTUA LUPA, JIKA PERKEMBANGAN ANAKPUN AKAN MENJADI BURUK JIKA SELALU MELIHAT ORANGTUANYA YANG TIDAK SALING PERDULI SATU SAMA LAIN, PERCERAIAN TIDAK SELALU BURUK JIKA KITA BISA MEMBERIKAN HAL POSITIVE DARI PERCERAIAN TERSEBUT TERUTAMA KEPADA ANAK-ANAK.

__ADS_1


THANKS UDAH MAMPIR DAN MEMBACA KARYA SAYA, PLEASE LIKE AND VOTE YA, SEMOGA REVIEW NYA GA LAMA, KADANG SAYA KUGA BINGUNG, REVIEW NYA BISA BERHARI-HARI, DI TUNGGU YA UP SELANJUTNYA**


__ADS_2