
ENJOY YOUR READING GUYS 🍁🍁
Anya berjalan keluar dari dalam kelasnya karna kelas terakhirnya baru saja selesai dan dia harus berjalan kaki menuruni dua lantai karna kelasnya berada di lantai tiga, hampir setiap hari melakukan hal tersebut membuatnya sama seperti sedang berolah raga, memang bukan hanya dia melakukan hal itu semua mahasiswa dan mahasiswi yang satu fakultas dengannya pasti akan merasakan hal itu, walau ada dua buah lift di fakultas mereka tapi kedua lift tersebut selalu penuh, apalagi saat pagi hari dan saat jam kuliah selesai, jadi daripada menunggu lift yang lumayan lama lebih baik menggunakan tangga biasa, Anya berjalan menuju parkiran dimana mobilnya terparkir, Anya terus berjalan menuju mobilnya dan membalas sapaan teman-teman kampusnya yang bertemu di sepanjang jalan, Anya harus buru-buru karna dia memiliki janji bertemu dengan Marsha di apartemen Marsha, Anya membuka pintu mobilnya dan masuk ke mobilnya dan duduk di belakang kemudi, Anya segera menyalakan mesin mobilnya dan mobil Anya pun melaju meninggalkan parkiran kampus berbaur dengan mobil lainnya di jalan raya, karna kampus Anya sangat dekat dengan jalan raya.
Ting tong, suara bell di salah satu unit berbunyi dan terihat seorang perempuan bule berjalan keluar dari salah satu kamar dan berjalan menuju pintu depan, perempuan tersebut membuka pintu unitnya dan terlihat seorang kurir dari sebuah restoran terkenal membawa beberapa paper bag.
"Good afternoon Miss" Kurir tersebut menyapa perempuan bule itu yang ternyata adalah Marsha, ya memang pemilik dari unit tersebut adalah Marsha.
"Yes" Marsha tersenyum ke kurir tersebut.
""Here I bring the food that Miss ordered" Kurir tersebut memberikan dua paper bag yang dia bawa kepada Marsha.
"O ya, thanks Mr" Marsha mengambil paper bag tersebut dan memberikan uang untuk membayar makanan yang dia pesan dan menerima bill yang di berikan oleh kurir tersebut dan Marsha juga memberikan tip untuk kurir tersebut.
"Thank you Miss" Kurir tersebut membungkukkan sedikit tubuhnya sebagai ucapan terima kasih.
"You welcome" Marsha membalas ucapan terima kasih kurir tersebut. Marsha melihat beberapa detik saat kurir tersebut mulai berjalan meninggalkan unitnya lalu Marsha masuk ke dalam unitnya dan menutup kembali pintu unitnya, Marsha berjalan ke arah meja makan dan mengeluarkan semua isi yang ada di dalam paper bag berupa beberapa box yang berisi beberapa makanan yang di pesan Marsha, Marsha sengaja memesan beberapa menu makanan karna Anya yang akan datang ke apartemennya untuk membicarakan hal penting katanya, setelah rapi membereskan makanan di meja makan Marsha berjalan kembali ke ruang tengah yang menyatu dengan ruang TV, Marsha memutuskan untuk menonton televisi sambil menunggu kedatangan Anya. Ting tong, terdengar suara bell berbunyi di dalam unitnya, Marsha langsung berdiri dari tempatnya dan berjalan menuju pintu unitnya dan melihat pada layar yang ada di samping pintu dan dia melihat kalau Anya yang berada di depan pintu unitnya, Marsha segera membuka kunci pintu dan membuka pintu unitnya lebar-lebar.
"Hai" Marsha menyapa Anya dan keduanya saling cipika cipiki.
__ADS_1
"Sorry kalau aku ganggu waktu istirahat kamu" Anya berujar dan tersenyum setelah nya.
"Is't oke, come in" Marsha mempersilahkan Anya untuk masuk, dan Anya pun melangkah masuk ke dalam unit Apartemen Marsha, Apartemen Marsha sama mewahnya dengan apartemen Bian, walau sedikit berbeda, kalau Bian menjadikan apartemen nya dua lantai, kalau Marsha mengambil dua unit Apartemen dan menjadikannya satu agar terlihat lebih luas karna Marsha beralasan dia suka dengan ruangan yang terlihat luas, Marsha langsung mengajak Anya ke ruang makan dan itu membuat Anya lumayan surprise karna melihat makanan yang banyak di atas meja.
"Kamu ngapain repot-repot masak sebanyak ini?" Anya spontan bertanya karna merasa tidak enak karna membuat sepupu Bian ini menjadi repot dengan kedatangannya.
"No, I'm not cook, aku pesan di restoran" Marsha berkata apa adanya.
"Kita makan dulu sebelum kamu mengatakan apa yang ingin kamu ceritakan, kamu pasti belum makankan? karna kamu dari kampus pasti belum sempat makan, jadi kita sekalian makan malam" Marsha mengambil makanan untuk dirinya dan duduk di depan Anya agar lebih enak saat mereka berbicara nanti.
Keduanya menikmati makanan mereka dengan cerita-cerita ringan soal Rio dan Micca, karna kalau berbicara soal hal serius saat makan di takutkan akan menghalangi atau bahkan membuat selera makan bisa hilang jika yang di bicarakan hal yang terlalu serius atau sensitive. selesai makan Marsha merapikan semua alat makan bekas mereka makan ke dalam wastafel dan meletakkan sisa makanan yang ada ke dalam lemari ice karna lemari ice adalah tempat terbaik agar makanan tidak cepat basi, selesai merapikan semuanya Marsha mengajak Anya ke teras apartemen nya karna Marsha pun merenov sebagai sisi apartemen nya menjadi teras yang cukup luas untuk duduk santai di saat senggang menikmati pemandangan kota Jakarta dari ketinggian, Marsha membawakan minuman ringan untuk mereka berdua untuk mengurangi rasa dingin.
Anya membuka tasnya dan mengeluarkan bukti prinan dan beberapa surat dan menyodorkan nya kepada Marsha dan Marsha mengambil semua kertas-kertas Yang di yang di sodorkan Anya dan memperhatikannya satu persatu.
"Masalahnya apa?" Marsha menyerahkan kembali kertas-kertas tersebut kepada Anya, Anya mengambil kertas-kertas tersebut dan meletakkan nya di atas meja.
"Aku mau minta tolong kamu untuk mengembalikan semua ke Bian karna menurut aku itu terlalu berlebihan" Anya menyampaikan maksud tujuan nya.
"Kenapa bukan kamu aja yang ngembaliin?" Marsha meneguk minumannya yang membuat hangat tenggorokannya.
__ADS_1
"Menurut Dino Bian sudah kembali ke New York dan aku yakin dia juga ga bakal nerima kalau aku mengembalikan ini semua" Anya menjelaskan.
"Nach itu kamu tau, kamu aja yang ngembaliin ga akan di terima Alex, apalagi aku" Marsha juga menjelaskan. (Guys, anggap aja mereka bicara dalam bahasa Inggris ya).
"Kamu simpan aja apa yang udah Alex kasih, kalau dia dengan jumlah sebanyak itu berarti dia udah memikirkannya dengan baik jadi kamu ga usah merasa ga enak karna kalau kamu kembalikan semua justru Alex akan sangat tersinggung dan merasa kamu ga menghangai dia sama sekali, kamu pasti sudah sangat mengenal sifat dia kan, karna kalian bersama sudah sangat lama" Marsha menjelaskan lebih lanjut.
Anya menghela nafas panjang mendengar perkataan Marsha, karna apa yang di katakan Marsha tidak salah sama sekali, Bian tidak menarik apa-apa yang sudah di lakukan dan dia putuskan.
"Sudahlah, mungkin suatu saat kamu membutuhkan semua yang Alex kasih ke kamu" Marsha kembali meyakinkan Anya.
Anya hanya mengangguk kecil, mereka melanjutkan obrolan mereka sambil menikmati pemandangan malam Jakarta.
END (TAMAT)
ketemu di season ll dengan cerita RIKA dan DINO, pastinya ada kisah Anya dan Bian juga, ada yang nungguin cerita RIKA??
selesai baca like ya guys
guys baca juga cerita MENIKAHI CALON SUAMI KAKAKKU, up tiap hari, di jamin seru
__ADS_1