
ENJOY YOUR READING GUYS 🌿🌿🌿🌿🌿
sebuah Van berwarna hitam memasuk pintu pagar rumah mewah dan Van tersebut melaju masuk ke dalam garasi dan pintu garasi tersebut tertutup secara otomatis, pintu bagian samping Van terbuka dan terlihat empat orang laki-laki dengan tubuh berotot dan salah satu dari mereka terlihat mengeluarkan smartphone dari dalam sakunya dan menekan list paling atas dalam memori panggilan.
"Selamat sore Ms" Pria itu menyapa orang yang dia telpon.
"Selama sore juga, berita apa yang kalian bawa?" Tanya orang yang ada di seberang sana.
" kami sudah mendapatkan orang yang Ms kirimkan photo nya, lalu apa yang harus kami lakukan dengan gadis ini?' Pria itu bertanya pada orang yang di tlpnya.
"Dengar, saya tidak perduli dengan gadis itu, terserah mau kalian apakan, mau kalian jadikan *****! mau kalian jual di pasar gelap! atau mau kalian bunuh juga terserah! tapi ingat jangan pernah bawa nama saya jika kalian tertangkap oleh polisi atau oleh siapapun! " orang di telpon itu berkata dengan suara penuh penekanan.
"Tenang Ms, tidak ada polisi atau siapapun yang berani berhadapan dengan kami, lagipula sudah menjadi menjadi prinsip kami untuk merahasiakan siapa client kami.
"Bagus kalau begitu, tidak percuma saya membayar kalian mahal, sudah! terserah kalian mau kalian apakan perempuan itu! yang pasti dia tidak lagi terlihat di dunia ini!" Orang itu mematikan panggilan yang dia terima.
"Gimana?" Tanya teman si pria yang baru selesai berbicara dengan orang yang membayar mereka.
"Nona itu berkata, dia menyerah kan gadis itu pada kita, sekarang kalian bawa ke ruang bawa tanah" perintah pria itu yang langsung mendapatkan anggukan dari teman-temannya yang langsung mengangkat tubuh perempuan yang baru saja mereka culik.
__ADS_1
Marsha dan Angelle sudah berada di Apart Angelle, Marsha melihat ke arah mobil Angelle yang terparkir di depan gedung Apartment, Marsha melihat tidak ada yang mencurigakan semuanya terlihat normal, tidak ada tanda-tanda kalau ada yang mengikuti mereka, sementara Angelle hanya memperlihatkan apa yang di lakukan oleh Marsha karna dia juga takut dengan keadaan yang tidak di duga ini, Marsha membalikan tubuhnya membelakangi jendela yang tadi dia gunakan untuk melihat ke luar apart.
"Jadi menurut kamu Anya beneran di culik?" Elle menatap Marsha yang sesekali masih melirik ke luar jendela melihat ke arah mobil Angelle yang terparkir di sisi jalan.
"Aku mau berspekulasi soal itu, karna aku yakin ga ada musuh keluarga kami yang mengenal Anya, karna seperti yang kau dengar sendiri Anya karyawan Alex" Marsha masih berpikir dengan hilang nya Anya yang secara tiba-tiba, dia ga bisa gegabah untuk memberitaukan hal ini ke Alex karna Alex pasti cemas dan langsung emosi, bukan kemarahan Alex yang dia takutkan tapi yang dia takutkan karna ada tiga anak kecil bersama Alex dan mereka sedang berada di tengah laut, lebih baik kalau dia mengatakan hal ini setelah dia sampe di villa mereka.
"Ya udah babe, aku balik ke villa sekarang, karna aku memberitau Alex soal ini" Marsha langsung permisi pulang ke Elle.
"Kabari aku babe kalau Anya sudah kembali, semoga aja dia hanya jalan-jalan di sekitar menara Eiffel bukan di culik" Elle masih mencoba positive thinking.
"Ya, aku juga akan kembali lagi ke Sana dan mencari di sekitar cafe, semoga saja dia cuma tersesat, tapi kau harus tetap hati-hati kalau ada hal yang mencurigakan kau kabari aku, oke babe aku balik ya, see next time" Marsha mencium pipi Elle dan berjalan keluar dari Apartment sahabat nya itu.
****
****
Marsha sudah sampai kembali di villa dan mencari keberadaan Alex tapi dia tidak menemukan keberadaan Alex, Marsha melihat mommy nya sedang berdua dengan Kimberly di taman, Marsha mendekati mommy nya.
"Mom" Marsha mencium pipi Mommy nya.
__ADS_1
"Hai Kim" Marsha menyapa Kimberly sepintas.
"Mom, Alex udah pulang dari mancing?" Marsha langsung tude point.
"Belum, tapi katanya udah on the way pulang" Ratih menatap putrinya itu.
"Bukannya kamu pergi sama Anya? terus Anyanya mana? kok kamu sendiri? apa dia udah ke kamar?" Ratih merasa heran melihat Marsha yang hanya terlihat sendiri.
Marsha hanya diam tidak langsung menjawab karna dia juga bingung harus menjawab apa.
"Ntar aja Mom nunggu Alex" Marsha masih tidak menjawab pertanyaan Mommy nya.
Kimberly terlihat ga perduli dengan apa yang di bicarakan Ratih dan Marsha, Marsha juga tidak mempermasalahkan sikap Kimberly yang tidak menanyakan keberadaan Anya karna dia tau kalau Kim sangat tidak menyukai Anya, Marsha berjalan masuk ke dalam villa dan naik ke lantai dua lalu berjalan ke kamar Anya , Marsha meletakan tas Anya di dalam lemari pakaian lalu berjalan keluar kamar.
****
Terdengar suara mobil memasuki halaman villa dan tak lama terdengar suara dua anak perempuan yang heboh dengan cerita mereka, siapa lagi kalau bukan Bianca dan Micca yang heboh keseruan mereka saat memancing seharian ini, Rio juga terlihat happy karna di ajarin mancing sama Dino yang dengan sabar mengajari dia mancing, dan kepulangan mereka semua langsung di sambut oleh Ratih dan juga yang lain, Bian melihat Marsha sudah kembali tapi dia tidak melihat keberadaan Anya, (mungkin dia di kamarnya karna kecapek'an) itulah yang ada di pikiran Bian, Bian yang merasa capek karna sudah lama juga ga mancing memilih untuk langsung naik sebelum menemui wanitanya, Marsha yang melihat Alex sepertinya sangat lelah menunda untuk memberitau apa yang terjadi, biar nunggu Alex selesai membersihkan diri, karna kalau dia bicara sekarang takutnya Alex langsung emosi di depan semua orang termaksuk di depan anak-anak dan itu ga bagus menurut Marsha.
BERSAMBUNG
__ADS_1
maaf ya guy's kalau upnya berantakan, Author lagi sibuk, tapi moga-moga hari ini bisa up lebih, jangan lupa like ya...