
ENJOY YOUR READING GUYS πΏπΏπΏπΏπΏ
Bian mengajak Dino untuk makan siang di luar selesai mereka meeting, karna Bian mau membicarakan tentang kedatangan anak dan Mommy nya dua hari lagi, seorang waitress datang ke meja mereka untuk menanyakan pesanan mereka.
"Excuse me sir, what do you want to eat?" Tanya si waitress.
"Saya pesan salad sayur sama water lemon" Bian menyebutkan pesanannya.
"Kalau Tuan?" Tanya si waitress kepada Dino yang masih membalik-balik buku menu, entah apa yang dia cari (kalau nyari Rica, Rica ga di buku menu, emang rica steak, ada di buku menu πππ)
"Apa di sini ada kebab?" Tanya Dino saat tidak menemukan apa yang dia cari di buku menu.
"Maaf Tuan, kami tidak menyediakan menu seperti yang Tuan mau" Ujar si waitress.
Dino terlihat kecewa mendengar jawaban si waitress.
"Bisa tolong carikan? saya akan bayar lebih jika kamu bisa mendapatkan nya buat saya" Ujar Dino yang terlihat belum nyerah untuk mendapatkan makanan yang dia mau.
"Baiklah Tuan, saya akan bicara dulu saya pengawas saya, kalau di ijinkan saya akan carikan makanan yang Tuan mau, tapi akan butuh waktu lama" Ujar si waitress lagi.
"Untuk minumnya Tuan mau minum apa?" Tanya si waitress lagi.
"Saya juga minta water lemon" Ujar Dino menyamakan minumannya dengan Bossnya, dan sekali lagi Dino membuat Bian heran, karna dia sangat tau kalau Dino tidak suka yang asem-asem, baik makanan ataupun minuman.
"Baik Tuan-tuan, di tunggu pesanannya" Waitress itu meninggalkan meja Bian dan Dino.
"No saya merasa heran dengan kamu hari ini" Ujar Bian memandang wajah assistan itu.
__ADS_1
"Ada apa Master? apa ada salah dengan pekerjaan saya?" Tanya Dino yang masih belum mudeng dengan ucapan Bian, dia berpikir pasti berhubungan dengan pekerjaannya.
"Tadi di kantor kamu tidak mau kopi malah minta choklat, sekarang kamu minta di carikan kebab dan minum water melon, what wrong with you??" Bian mengatakan semua keanehan yang dia lihat hari ini.
"Bahkan saya tidak mencium aroma apapun di baju kamu, apa kamu belum sempat membeli parfume?" Tanya Bian untuk kesekian kali.
Dino sendiri heran dengan yang terjadi pada dirinya, tapi dia sendiri ga tau sebab dari semua itu, lalu dia mau jawab apa.
"Saya hanya ingin mencoba hal baru Master" Ujar Dino yang hanya bisa memberikan jawaban seperti itu.
"Bagaimana dengan kedatangan Nona Bianca dan Nyonyah besar Master?" Dino segera mengalihkan pembicaraan mereka agar tidak terus membahas apa yang dia lakukan hari ini.
"Saya belum dapat kabar, mungkin besok atau nanti malam mereka menghubungi saya, saya mau kamu yang jemput mereka dan bawa mereka ke mansion karna saya ga bisa jemput mereka, karna pada kamu taukan dua hari lagi saya ada pertemuan penting dengan gubernur new york yang kebetulan sedang ada urusan di Bali" Ujar Bian
"Baik master saya akan siapkan semuanya" Dino menganggukan kepalanya.
****
Dino masih mencari keberadaan Rica, karna tidak mendapatkan apa-apa di apartment Rica Dino memutuskan untuk pergi ke tempat dulu Rica bekerja, pasti di sana dia bisa mendapatkan informasi tentang keberadaan Rica, karna umumnya informasi tentang seseorang di tempat dia bekerja sangat akurat, dengan semangat dan keyakinan tinggi Dino berjalan dengan cepat menuju mobilnya, sampai di mobilnya Dino segera masuk Dan langsung tancap gas menuju tempat dulu Rica bekerja, setelah berjibaki dengan kemacetan Dino sampe juga di tempat karaoke yang sudah lama tidak dia datangi, sejak bersama Rica Dino tidak pernah lagi ke sini untuk mencari hiburan kecuali hanya untuk menjemput Rica saat pulang kerja itupun dia hanya menunggu di parkiran, begitupun dengan Bossnya, sejak bersama dengan Anya Bossnya sama sekali tidak tertarik lagi dengan tempat seperti ini, Dino turun dari dalam mobil nya dan berjalan masuk ke dalam tempat karaoke tersebut yang langsung di sambut oleh resepsionis di tempat itu.
"Saya mau ketemu manager kalian" Ujar Dino menyanpaikan maksud dan tujuannya datang ke tempat ini.
"Sebentar Tuan saya panggilkan" Ujar resepsionis tersebut lalu mengangkat gagang telpon dan menghubungi nomer line manager nya, dan setelah berbicara beberapa menit resepsionis tersebut meletakan kembali gagang telpon tersebut ke tempatnya.
"Tuan, tolong tunggu sebentar, manager kami sedang menuju kesini" Ujar resepsionis tersebut, dan setelah menunggu beberapa menit terlihat lelaki yang sudah sangat akrab wajahnya buat Dino berjalan ke arah Dino, dan manager itu terlihat memgembangkan senyumnya melihat kedatangan Dino.
"Selamat malam Tuan, apa ada yang bisa saya bantu?" Tanya manager itu kepada Dino.
"Selamat malam Tuan, saya mau bicara penting dengan anda, bisa?" Tanya Dino yang meminta waktu manager itu untuk berbicara.
"Bisa bisa, mari ke ruangan saya" Manager itu mengajak Dino pergi dari sana dan berjalan menuju ruangannya yang berada di bagian dalam.
"Silakan duduk Tuan, Tuan mau minum apa?" Tawar si manager kepada Dino.
"Boleh saya minta bir?" Ujar Dino yang merasa kepalanya sedikit sakit dengan apa yang sedang dia hadapi saat ini.
"Owh tentu bisa Tuan, tunggu sebentar" Lalu manager itu menghubungi bagian kantin untuk minta di antarkan apa yang menjadi pesanan tamunya ini.
"Apa yang bisa saya bantu Tuan? apa Tuan ingin mengajak salah satu karyawan saya lagi untuk menemani Tuan?" Tanya manager itu pada Dino.
__ADS_1
"Bukan Tuan, tapi kedatangan saya ke sini masih ada hubungan nya dengan salah satu karyawan Anda" Ujar Dino, tapi obrolan mereka terpotong dengan kedatangan karyawan manager itu yang membawakan minuman pesanan managernya.
"Silakan Tuan" Manager itu membukakan tutup botol minuman tersebut dan meletakannya di depan tamunya itu.
"Terima kasih Tuan" Dino meneguk minuman yang berada di dalam botol tersebut.
"Apa yang ingin Tuan tanyakan?" Manager itu menanyakan maksud tamunya ini.
Dino meletakan botol minuman tersebut kembali di atas meja.
"Begini Tuan, saya ingin bertanya soal karyawan Tuan yang bernama Rica Amalia" Dino menyanpaikan maksud kedatangannya.
"Tapi orang yang Tuan maksud sudah resign sejak empat hari lalu" Manager itu langsung tude point mengatakan kalau Rica sudah tidak lagi bekerja di tempat ini.
"Iya Tuan saya tau hal itu, maka dari itu saya ingin menanyakan tentang alamat tempat tinggalnya?" Ujar Dino lebih jelas lagi.
"Setau saya dia tinggal di apartment daerah semanggih Tuan, tapi saya tidak tau lantai dan unitnya" Ujar manager itu lebih lanjut.
"Saya tau itu Tuan, tapi sepertinya Rica sudah pindah dari sana, jadi maksud saya, apa saya bisa meminta alamat yang pakai saat dia melamar kerja ke sini?" Ujar Dino dengan nada penuh permohonan.
Manager itu tampak terdiam dan ingat apa yang menjadi permintaan Rica padanya saat resign kemarin.
"Kalau soal lamaran kerja, tempat kami tidak terlalu formal seperti lamaran pada umumnya, karna yang penting bagi kami mereka cantik dan menarik, kecuali bagian staff baru kami meminta lamaran secara lengkap, sewaktu Rica melamar dia hanya memberikan KTP saja dan surat domisili, tapi dari mana dia datang kami tidak pernah tau itu, karna KTPnya asli Jakarta ya kami menganggapnya dia asli Jakarta" Manager itu mengambil selembar berkas yang bertuliskan data tentang Rica yang sangat simple, photo copy KTP dan data diri yang sama seperti di KTP, Dino mengambil bekas tersebut dan memandang photo hitam putih Rica yang ada di sana, dia merindukan wajah itu, dan dia sudah menghapus semua photo Rica di smartphone nya karna emosi yang dia rasakan.
"Boleh saya meminta berkas ini Tuan?" Tanya Dino yang berpikir mungkin dengan alamat ini dia bisa melacak keberadaan Rica sekarang.
"Silakan Tuan, saya sangat senang jika itu bisa membantu Tuan" Ujar manager itu mempersilakan Dino membawa berkas yang dia berikan.
"Baiklah Tuan, terima kasih untuk bantuannya, saya permisi karna masih ada keperluan lain" Dino menjabat tangan manager itu.
"Saya juga senang bisa membantu Tuan, karna Tuan adalah pelanggan terbaik kami" Ujar manager tersebut.
"Tuan tenang saja, saya akan recommend kan tempat ini ke relasi-relasi saya jika mereka membutuhkan tempat untuk berkaraoke" Ujar Dino sebagai bentuk terima kasih nya.
"Terima kasih sekali Tuan" Manager itu menjabat tangan tamunya itu dan tersenyum dengan janji yang di ucapkan Dino padanya.
"Kalau begitu saya permisi Tuan" Ujar Dino sekali lagi.
"Mari saya antar ke depan" Manager itu mempersilakan Dino berjalan dan dia mengiringi di sebelah Dino, manager itu mengantar Dino hingga ke mobilnya.
"Sekali lagi terima kasih atas bantuannya Tuan" Dino menjabat sekali lagi tangan manager itu.
"Sama-sama Tuan, di tunggu kedatangannya Tuan" Ujar manager itu dengan senyum ramahnya.
Dino membuka pintu mobilnya dan segera masuk ke dalam mobilnya dan beberapa sedik kemudian mobil mewah itu sudah bergerak meninggalkan parkiran tempat karaoke tersebut, si manager masih memandang mobil yang di kendarai tamunya tadi, apa tamunya itu sebab sebenarnya Rica resign? apa lelaki itu mengejar-ngejar Rica tapi Ricanya menolak dan memutuskan untuk resign agar bisa menghindari laki-laki itu, manager itu memang ga pernah kepo dengan hidup karyawan nya, selama tidak mengangguk pekerjaan di tempatnya, dia ga perduli karyawan nya mau melakukan apa, walau dia sangat menyayangkan resign nya dua primadona di tempatnya ini, tapi dia juga tidak bisa menahan mereka untuk bekerja lebih lama lagi, manager itu kembali melangkah masuk ke dalam karaoke tersebut dan melupakan tentang kedatangan tamunya tadi, yang penting dia sudah menepati janjinya kepada Rica untuk tidak memberitaukan informasi tentang dirinya secara detail, cukup memberikan alamat yang dia pakai saat melamar, bukan ijazah dirinya, karna di ijazah tersebut sangat jelas tertulis dari mana Rica berada, pasti Dino akan bisa melacaknya, (The power of the money)
Dino yang berada di dalam mobilnya membaca berkali-kali apa yang tertulis di kertas tersebut, dia akan menyuruh orang-orang nya untuk melacak alamat ini karna dari alamat ini pasti dia bakal tau keberadaan Rica, karna kalau dia langsung yang mencari dia tidak mempunyai waktu untuk itu karna pekerjaannya pun sangat banyak, tapi dia akan turun tangan langsung jika sudah mengetahui keberadaan Rica.
__ADS_1
****BERSAMBUNG****
yang baca sekalian like ya, biar cerita ini banyak di lihat orang, anggaplah like kalian sebagai bentuk penghargaan buat Author yang udah mkir keras supaya cerita ini berlanjut dan ceritanya tetap pada jalurnya dan nyambung ga lari kemana-mana, like kalian juga semangat buat Author biar upnya terus, pengen up 3/4 kali, tapi waktu nya susah, kalau like dan comen banyak hari ini Author janji bakal up lagi, dan Author selalu menepati janjinya karna janji bagian dari hutang, dan yang namanya hutang harus di bayar.