PENGORBANAN YANG TERSIA-SIA

PENGORBANAN YANG TERSIA-SIA
CHAPTER 025


__ADS_3

ENJOY YOUR READING GUYS 🌿🌿🌿🌿🌿🌿


Anya dan Bian masih berada di pameran berlian di sebuah hotel bintang lima di daerah Jakarta selatan, dan mereka masih saja terus berkeliling sambil sesekali Bian terlihat bertegur sapa dengan beberapa pengunjung lain yang dia kenal karna yang hadir di sana memang hampir 90% adalah pembisnis dan sisanya ada selebritis, untung tadi Anya di ajak tukar pakaian jadi seragamnya tidak menjadi perhatian orang-orang dan tadinya juga dia sempat bertanya-tanya kenapa harus di suruh bertukar pakaian dengan gaun yang lebih elegant dan modis, ternyata dia di bawa ke tempat elite seperti ini.


"Sudah jam sembilan, gimana kalau kita pergi makan? kamu ga pa pa kan kalau makan semalam ini?" Tanya Bian dengan suara pelan.


"Saya makan jam satu malam juga sering Tuan" Ujar Anya dengan senyum di tahan, Anya sangat bersyukur karna memiliki tubuh yang tidak gampang gemuk, jadi jam berapapun dia makan ga pernah jadi masalah.


"Baguslah kalau begitu" Bian mengeluarkan smartphone nya dari dalam kantong celananya dan menghubungi Dino mengatakan kalau dirinya dan Anya akan makan di luar hotel ini, dan meminta Dino untuk mengikutinya dengan mobil yang di bawa oleh para bodyguard, selesai menelpon Bian berjalan menemui temannya yang mengadakan pameran ini, dan membisikan sesuatu kepada temannya sekaligus pamit untuk pulang lebih dulu, setelah berpamitan Bian mempersilakan Anya untuk berjalan lebih dulu karna dia tau Anya tidak akan mau di gandeng olehnya, keduanya berjalan meninggalkan pameran dan keluar dari hotel bintang lima tersebut, keduanya menuju mobil yang sudah terparkir di depan pintu utama hotel yang di belakang nya juga terlihat mobil yang di naiki oleh para bodyguard Bian, Bian membukakan pintu bagian depan mobil untuk Anya, Anya melangkah masuk ke dalam mobil dan membiarkan Bian saat menutup kembali pintu mobil, setelahnya Bian melangkah ke arah berlawanan dan membuka pintu yang ada di sebelah kan an Anya lalu Bian masuk dan duduk di belakang kemudi dan bersebelahan dengan Anya, lalu Bian menekan tombol stater otomatis mobilnya dan mesin mobil mewah tersebut pun langsung memyala tanpa menimbulkan suara sama sekali dan perlahan mobil tersebut bergerak meninggalkan hotel tersebut, lima menit berselang Dino dan Rica sampe di depan hotel dan langsung masuk ke dalam mobil yang berada di belakang mobil Bian, dan setelah Dino masuk mobil tersebut bergerak mengikuti mobil Bian yang sudah pergi lebih dulu.


Bian terlihat santai dalam mengendarai mobilnya dan tersenyum kecil melihat Anya yang terlihat seperti patung yang hanya diam tanpa suara menatap lurus ke depan.


"Apa kamu akan terus seperti ini kalau sedang bersama saya?" Tanya Bian memecah keheningan di antara mereka berdua.


Anya yang sedari tadi bingung harus apa hanya tersenyum samar hampir tak terlihat mendengar perkataan Bian, karna da sendiri tidak tau harus berbicara apa, walau sebenarnya sangat banyak yang ingin dia tanyakan berkaitan dengan kejadian kemarin yang menimpahnya.


"Bagaimana kuliah kamu, apa baik-baik saja?" Bian sengaja membahas hal lain agar suasana bisa sedikit cair.


"Baik Tuan, terima kasih atas keperdulian Tuan" Anya menjawab dengan sangat pelan.


"Adik-adik kamu apa kabar? mereka cantik dan ganteng ya, hebat kamu bisa mengurusi dua anak kecil yang sedang tumbuh besar seperti itu" Ujar Bian lagi


"Mereka baik Tuan, dan terima kasih untuk kebaikan Tuan kepada adik-adik saya, tapi kenapa juga Tuan harus mengaku kalau Tuan adalah pacar saya?" Anya akhirnya menanyakan apa yang ingin dia tanyakan, walau itu baru sebagian kecil, masih banyak sebenarnya yang ingin dia tanyakan kepada pria bule yang ada di sampingnya ini.


"Lalu saya harus bilang saya siapa? saya tidak mau kalau harus menjadi Boss kamu, kalau saya bilang saya teman kamu pun saya tidak mau jadi teman kamu, saya cuma mau jadi orang yang special di hati ujar Bian dengan senyum di bibirnya.

__ADS_1


"Bagaimana? apa kamu menerima tawaran saya? terlepas dari apa yang kita lakukan, saya dari awalpun sudah sangat menginginkan kamu dan saya akan turuti apapun yang kamu mau" Ujar Bian lagi.


"Sebelum saya jawab, saya mau tanya, kenapa Tuan bisa tau saya di culik dan di bawa ke tempatnya Arya?" Anya kembali bertanya, karna dia ingin melepaskan rasa penasaran nya tentang Bian yang tiba-tiba jadi penyelamatnya.


"Owh jadi kamu mau tau soal itu, setelah saya meminta kamu menjadi sugar baby saya, tentunya saya tidak mau kalau sampai ada hal buruk yang terjadi sama kamu dalam hal apapun, jadi saya menyuruh orang saya untuk menjaga kamu dari jarak jauh dan melaporkan kalau ada hal buruk yang terjadi, makanya malam itu saya bisa berada di sana dan menolong kamu dari penculikan dan percobaan perkosaan" Bian menjelaskan apa yang ingin di ketahui Anya tentang keberadaannya di apartment pemuda brengs*k itu.


Anya diam dan baru tau kalau sudah hampir dua minggu ini dia selalu di pantau oleh orang suruhan pria bule di sampingnya ini, sebenarnya ga ada alasan juga untuk dia menolak tawaran Bian, apalagi Bian sudah melihat tubuhnya secara utuh bahkan sudah menikmatinya dengan meninggalkan banyak tanda di tubuhnya, lagupula kalau dia menerima tarawan Bian setidaknya dia bisa mengumpulkan modal untuk masa deoan dia dan juga kedua adiknya.


"Mmm.... saya menerima tarawan Tuan" Ujar Anya dengan suara pelan yang hampir tidak terdengar, dan itu spontan membuat Bian mengerem mobilnya mendadak.


"What do you say?" Tanya Bian karna takut salah dengar.


"I I accept your offer" Anya mengulang perkataan nya dengan menggunakan bahasa inggris agar di lebih nyaman mengucapkannya.


"Thank you baby" Bian menggenggam tangan Anya dan menciumnya.


"Tapi saya punya beberapa syarat" Ujar Anya lagi


"Katakan apa syarat kamu, dan saya akan melakukannya jika itu bisa saya lakukan" Bian kembali menjalankan mobilnya.


****


Keheningan mengisi perjalanan Bian dan Anya di dalam mobile, Anya sibuk dengan pikirannya, dimana dia sudah kehilangan hartal berharganya yang selama ini dia jaga dengan baik, sementata Bian terlihat focus mengemudikan mobil di jalanan yang terlihat masih sangat ramai.


"Mmm.... saya menerima tarawan Tuan" Ujar Anya dengan suara pelan yang hampir tidak terdengar, dan itu spontan membuat Bian mengerem mobilnya mendadak.

__ADS_1


"What do you say?" Tanya Bian karna takut salah dengar.


"I I accept your offer" Anya mengulang perkataan nya dengan menggunakan bahasa inggris agar di lebih nyaman mengucapkannya.


"Thank you baby" Bian menggenggam tangan Anya dan menciumnya.


"Tapi saya punya beberapa syarat" Ujar Anya lagi


"Katakan apa syarat kamu, dan saya akan melakukannya jika itu bisa saya lakukan" Bian kembali menjalankan mobilnya.


Bian mengambil smartphone nya lalu menghubungi assistannya.


"Dino kamu lanjutkan saja acara kamu, saya langsung ke apartment" Bian menyanpaikan perubahan rencananya dan langsung menutup telponnya tanpa menunggu jawaban dari Dino.


Anya langsung memandang ke arah Bian saat mendengar Bian menyebutkan akan langsung ke apartment bukan pergi makan ke suatu tempat seperti rencana pertama.


"Tuan, kenapa kita ke apartment Tuan? bukannya kita mau pergi makan?" Anya mempertanyakan perubahan tempat tujuan mereka.


"Kita tetap pergi makan baby, tapi saya akan masak sendiri yang special untuk moment tebaik ini, karna kamu menerima tawaran saya, dan satu lagi jangan panggil saya Tuan, kamu boleh panggil saya dengan nama saya, atau panggil saya sayang, honey, darling, beib, whatever, asal jangan panggilan yang tidak enak di kuping saya" Bian memprotes cara Anya memanggilnya, Bian pun melajukan mobilnya ke arah sudirman dimana Apartment nya berada, sementara Anya hanya diam tidak menanggapi protesnya Bian dengan cara dia memanggil, mobil Bian memasuki area parkiran yang berada di baseman dan berhenti di sebuah tempat parkiran yang terpisah dari mobil-mobil lain, Anya berpikir mungkin karna Apartment Bian adalah apartment dengan kelas termahal makanya memiliki area parkir sendiri, Bian mematikan mesin mobil nya lalu membuka pintu mobilnya dan keluar dari sana dan berjalan ke arah pintu dimana Anya berada tapi saat Bian ingin membukakan pintu tersebut Anya sudah lebih dulu membukanya dan keluar dari sa na dan itu membuat Bian tersenyum melihat Anya yang sama sekali tidak manja sangat berbeda dengan para mantan kekasihnya terdahulu, Tanpa permisi Bian menggandeng tangan Anya dan berjalan bersama menuju lift yang berada tidak jauh dari tempat dimana mobilnya di parkir, keduanya masuk ke dalam lift saat pintu lift tersebut terbuka, Bian menekan lantai paling atas dan selama di dalam lift suasana sangat hening dengan Bian yang terus menggenggam tangan Anya dan raut wajah yang sangat bahagia.


Ting, suara sebagai tanda kalau lift sudah sampai di lantai yang di tuju, pintu lift kembali terbuka lalu Bian dan Anya keluar dari sana dan berjalan menuju pintu apartment Bian yang sudah terlihat di mata mereka, Bian memasukan password untuk membuka pintu apartment nya dan setelah pintu terbuka Bian mempersilakan Anya untuk masuk lebih dulu, kalau buat cowo bule istilahnya (lady first) Anya melangkah masuk ke dalam apartment tersebut yang sepertinya akan sering dia datangi setelah dia memutuskan untuk menerima tawaran Bian kepadanya.


BERSAMBUNG


next part guys

__ADS_1


__ADS_2