
ENJOY YOUR READING GUYS 🍁🍁
Yana terlihat berpikir dengan semua yang di katakan Bram, memang tidak ada yang salah dengan apa yang di katakan Bram barusan, tapi tidak bisa juga memutuskan hal besar seperti ini secara tiba-tiba, setidaknya dia harus mendikusikan hal ini kepada kedua orangtuanya, karna setelah dia bercerai orang yang harus dia ajak diskusi adalah kedua orangtuanya bahkan putrinya kalau di perlukan.
"Saya tidak bisa memberikan jawaban sekarang, saya harus memikirkan nya dulu, karna ini bukan seperti membuka restoran biasa" Yana meminta waktu sebelum memberikan jawaban atas apa yang menjadi perkataan atau pertanyaan Bram tadi.
Bram menganggukan kepalanya memaklumi apa yang baru saja di katakan Yana karna memang semuanya butuh pemikiran matang matang sebelum memutuskan sesuatu untuk jangka panjang, mereka melanjutkan obrolan mereka dengan hal-hal yang lebih ringan sambil menikmati pesanan mereka, sementara dari sebuah meja yang letaknya lumayan jauh terlihattoo seorang pria yang sedang memandang ke arah Yana dengan tatapan cemburu melihat Yana bersama dengan seorang pria yang dia tidak bisa melihat wajahnya karna posisi pria itu menghadap ke arah Yana, pria itu terlihat menatap Yana yang tidak sadar dengan keberadaan pria itu dan pria yang sedang memandang ke arah Yana itu membuat wanita yang ada di depannya merasa aneh melihat prianya seperti focus dengan hal lain selain dirinya.
"Mas, mas, kamu ngeliatin apa sich? serius banget? kamu ngeliati cewe lain ya?" Perempuan yang ada di depan pria itu menggoyangkan tangan pria yang ada di depannya itu, dan pria itu langsung tersadar dari apa yang di lakukan nya dan memandang perempuan yang ada di depannya yang sedang memandangi nya dengan serius.
"Mas Johan, kamu ngeliati apaan? atau kamu lagi ngeliati perempuan lain?" Perempuan itu mengulangi pertanyaan nya lagi dan melihat ke arah belakangnya yang tadi menjadi pemandangan bagi Johan, tapi perempuan itu tidak melihat sesuatu yang mencurigakan, bahkan penyanyi di panggungpun seorang lelaki, ya pria yang sedang melihat ke arah Yana adalah Johan dan perempuan yang sedari tadi sibuk berbicara dengan Johan adalah Cindy.
Johan sekali lagi melihat ke arah meja dimana tadi Yana berada tapi sekarang sudah tidak ada karna Yana dan sudah pergi dari cafe tersebut.
"Ga, aku ga ngeliati apa-apa" Johan merespon pertanyaan yang di ajukan Cindy padanya, karna dia ga mau Cindy makin curiga.
"Terus mas ngelamuni apaan sampe aku panggilin berkali-kali mas ga denger" Cindy masih belum percaya dengan apa yang menjadi jawaban Johan.
"Aku lagi mikirin barang-barang ku yang masih berada di rumah mantan istri ku" Johan terpaksa memakai hal itu karna dia melihat sepertinya Cindy tidak percaya dengan jawabannya tadi.
"Suruh orang aja buat ngambil jadi mas ga perlu ke sana" Cindy member masukan.
"Bener juga sich, ya nanti aku suruh orang di kantor buat ngambil" Johan mengiyakan perkataan Cindy, Johan masih memikirkan pria yang bersama Yana, "Apa secepat itu dia menemukan pria lain, karna kalau hanya temen bisnis atau clien itu sangat tidak mungkin, selama mereka menikah Yana belum pernah ketemu client di jam seperti ini, selalu di jam kerja, dan dia belum siap melihat mantan istrinya bersama pria lain.
"Mas, minggu besok jadikan kita ke Bali?" Cindy mengingat kan rencana yang sudah mereka buat.
"Jadi sayang" Johan tersenyum lebar sambil mengusap tangan Cindy yang ada dalam genggaman nya.
****
Jerycho yang sedang berada di roof top kamar nya terlihat sibuk memandang layar smartphone nya sambil senyum-senyum sendiri.
"Kalau gue chat kira-kira di balas ga ya?" Jerycho bertanya sendiri.
"Ya coba aja lah dulu, kalau ga di coba gimana bisa tau, udah kenal sekian bulan tapi belum pernah ada percakapan antra dirinya dan Jesslyn, memang Jerycho sedang memandang wajah Jesslyn yang dia jadikan wallpaper di smartphone nya, photo yang dia ambil diam-diam saat dia dan Jesslyn sedang lunch bareng.
Jerycho
Hai Jess: Jerycho mengirim chat yang dia tulis ke no Jesslyn dan sangat berharap Jesslyn merespon sapaannya, sudah lima menit berlalu tapi belum ada tanda-tanda balasan dari chat dari Jesslyn, tapi Jerycho tetap menunggu dengan sabar, sambil menunggu Jerycho masuk ke salah satu game online nya, selain seorang pengusaha Jerycho juga seorang gamers untuk menghilangkan rasa jenuhnya.
__ADS_1
Ting: terdengar suara notificasi masuk ke wA nya di sela-sela permainan gamesnya, Jerycho langsung membuka chat yang masuk, karna terlihat kalau itu balasan dari Jesslyn,, karna Jerycho sudah menyimpan nomer Jesslyn di list kontaknya.
Jess
Ini siapa ya? tau darimana nomer gue?
0819××××××
Ini Jerycho, kamu belum save nomer aku ya?
**Read
Jess**
Sorry Jer, gue lupa, ada apa? tumben chat?
**Read
Jerry**
Ga, pengen ngobrol aja, ganggu ga?
**Read
Jess**
**Read
Jerry**
Kamu lagi apa selain belajar?
Read
Jess
Nonton TV
**Read
__ADS_1
Jerry**
Liburan ga kemana-mana?
**Read
Jess**
Ada sich, mommy ngajak ke luar, kenapa memang?
Read
Jerry
owh, ga, kirain cuma di jakarta aja.
Read
Jess
Loe sendiri liburan kemana?
**Read
Jerry**
Kayaknya ke Dubai karna mesti ngurusin kerjaan gantiin bokap, karna bokap may ke Hawai ada masalah di perusahaan yang ada di sana.
Read
Chat an mereka terus berlanjut dan itu membuat Jerycho merasa malam ini menjadi malam yang penuh warna.
****
Hari ini Yana dan Jesslyn akan berangkat ke Hawaii dan mereka sudah berada di bandara dan berada di ruang tunggu keberangkatan, sambil menunggu panggilan masuk ke pesawat Jesslyn asyik berchat ria dengan para sahabat nya dan juga Jerycho yang semakin rajin berkirim pesan padanya, sementara Yana terlihat sibuk dengan tabletnya yang khusus untuk bekerja memeriksa email yang di kirimkan Serly padanya tentunya terkait dengan pekerjaannya.
"Kepada para penumpang boieng 747-... jurusan Jakarta Honolulu di persilakan masuk ke dalam pesawat karna pesawat akan segera di berangkat kan" Terdengar suara operator maskapai mengunumkan kepada para para penumpang tersebut, mendengar pengumuman tersebut Yana dan Jesslyn segera membereskan bawaan mereka, Yana dengan tas tangannya dan Jesslyn dengan ransel kecilnya yang hanya berisikan barang-barang pribadi mereka sedangkan untuk koper pastinya sudah masuk ke dalam pesawat, lagipula mereka hanya membawa satu koper dengan sedikit baju karna pastinya mereka akan membeli baju di sana, keduanya bersama dengan para penumpang lain bergegas berjalan menuju jalur yang di peruntukan bagi para penumpang yang satu tujuan dengan mereka, Yana dan Jesslyn sudah berada di dalam pesawat dan berada di first class, karna perjalanan mereka akan memakan waktu puluhan jam, karna mungkin tergantung berapa lama transit pesawatnya nanti karna memang tidak ada penerbangan yang langsung pasti akan mengalami transit jika itu penerbangan ke luar benua Asia.
BERSABUNG
__ADS_1
GUY'S, LIKE DONG BIAR AUTHOR NYA SEMANGAT UPDATE 🙏🙏🙏