PENGORBANAN YANG TERSIA-SIA

PENGORBANAN YANG TERSIA-SIA
BAGIAN 34


__ADS_3

HAPPY READING GUYS 🍁🍁🍁🍁


Jesslyn bersaman dengan ganknya baru keluar dari dalam kelas sesaat bunyi bell terdengar, Jesslyn cs berjalan menuju kantin yang pastinya menjadi perhatian para siswa cowo karna Jesslyn cs memang sangat cantik secara visual dan terdiri dari anak -anak pengusaha sukses dengan barang-barang branded di tubuh mereka,, Jesslyn memilih salah satu meja yang masih kosong, Gita dan Michelle mendapat tugas untuk memesan makanan yang ingin mereka makan, mereka hanya memesan nanti akan di antar oleh pelayan kantin, kecuali minuman, mereka bisa langsung mengambilnya karna ada lemari khusus minuman bahkan ada juice yang sudah siap minum, Gita dan Michelle meletakan minuman yang mereka ambil dari lemari pendingin di atas meja di depan mereka, mereka memilih minuman tea dengan rasa yang mereka suka.


"Jess, gimana? loe boleh ga bawa mobil?" Tyara memandang sahabat nya sambil menyedot minumannya dengan sedotan, Gita dan Michelle hanya menyimak pertanyaan yang di ajukan Tyara, karna mereka juga pengen tau hasil rayuan dari Jesslyn ke orangtuanya.


"Mommy ngasih gue bawa mobil Pas kelas tiga nanti tapi gue harus rangking satu untuk bisa ngedapatin itu, dan Opa janji bakal beliin mobil apapun yang gue minta" Jesslyn menceritakan apa yang dia dapat dari permintaan nya.


"Berarti loe harus saingan ama gue" Tyara angkat bicara.


"Maksud loe" Jesslyn menatap sahabatnya itu, begitupun dengan Gita dan Michelle.


"Bokap bakal ngasih gue liburan ke Paris kalau gue rangking satu, kalau rangking dua paling bokap cuma ngasih gue liburan ke Aussie sekalian ngeliatin grandma" Tyara ngejelasi maksud dari omongan tadi.


"Kalau kalian berdua rencananya mau ngapain pas liburan nanti?" Jesslyn langsung ngebahas soal liburan mereka nanti.


"Gimana kalau liburan bareng aja, kan seru tuch" Michelle memberikan ide tentang liburan mereka nanti.


"Iya tuch gue setuju, kan udah lama kita ga liburan bareng" Gita mengiyakan usulan dari Michelle.


"Gampang itu mach, ntar aja kita bahas pas udah tau si Tyara liburan kemana" Ujar Jesslyn lagi, Obrolan mereka terhenti saat pelayan kantin membawakan pesanan mereka, dan sekarang udah ada di depan mereka.


"Jess, loe ama si Jerry gimana?" Michelle mengganti topik pembicaraan mereka.


"Gimana apanya?" Jesslyn memasukan sepotong tahu gejrot ke dalam mulutnya.


"Bukannya si Jerry suka ama loe?" Michelle memperjelas.


"Hahaha Ngarang loe, kata siapa? ketemu juga baru dua kali" Jesslyn sedikit ngakak.


"Keliatan keles dari cara doi ngeliatin loe, si Keenan juga ngomong kalau si Jerry pengen deket ama loe" Michelle kembali berucap.

__ADS_1


"Ga pa-pa juga kali Jess, lagian si Jerry kayaknya anak tajir tau, liat aja bawaanya Audi sport" Gita mencoba memprovokasi sementara Tyara hanya menyimak sambil menikmati batagornya.


"Loe pikir gue cewe matre! loe tau duit Opa gue ga bakal habis biarpun gue jalan-jalan keliling dunia tiap tahun!" Jesslyn rada sewot.


"Iya tau tau yang cucu billioners, sorry sorry" Gita rada ciut ngeliat Jesslyn sewot kayak gitu.


"Jangan di ambil hati Jess, Gita becanda doang, rencananya loe mau mobil apa?" Tyara sengaja mengubah topik pembicaraan mereka.


"Hmm rencananya gue mau mobil Bugatti model terbaru" Ujar Jesslyn menunjukan mobil sport Bugatti keluaran baru.



"Gila loe Jess, ini hanyanya bisa tujuhpuluh M" Tyara menghabiskan batagor terakhirnya dan lumayan sock dengan mobil pilihan Jesslyn.


"Tapi gue punya rencana Ra" Jesslyn menaik tueunan alisnya.


"Rencana apa?" Tyara terlihat focus dengan ucapan Jesslyn.


"Emang bisa?" Michelle jadi kepo..


"Tadinya gue juga ga tau, tapi Pas gue lagi nyari info soal mobil gue nemu ini" Jesslyn menunjukan berita di salah satu berita online.


"Ini maksudnya apa?" Tyara jadi pengen tau.


"Udah ntar aja, intinya gue bakal jadiin sisa duitnya buat gue bikin usaha, karna gue pengen banget punya cafe dengan konsep gue sendiri dan gue bakal jadiin duit yang Opa kasih buat modal gue bikin cafe" Ujar Jesslyn semangat.


"Loe sebenarnya mau beli mobil apa mau punya cafe sich?" Michelle malah jadi bingung dengan kemauan sohibnya itu.


"Gue mau dua-dua nya, dan rencananya gue mau punya cafe di Bali dan Jakarta, kan jarang-jarang ada anak SMA punya langsung di dua tempat" Jesslyn berujar dengan yakin.


"Kalau loe mau punya usaha gitu modalnya pasti gede Jess, pastinya milliaran" Tyara mengingatkan sahabat nya itu.

__ADS_1


"Makanya itu, gue bakal manfaati duit yang Opa kasih buat beli mobil nanti, dan gue yakin itu lebih dari cukup, dan kalau ada lebihnya gue mau bikin kos-kos an di Bali" Jesslyn malah udah punya rencana tambahan.


Ketiga sahabat Jesslyn hanya menggedikan pundak mereka, tinggal melihat hasil dari ucapan sahabat mereka ini, emang sich daripada beli mobil harga puluhan milliar mending buat modal usaha tapi mereka juga penasaran dengan ucapan Jesslyn yang ngomong mau modiv mobil biasa jadi mobil sport sekelas Bugatti, emang bisa???.


****


Johan memarkirkan mobilnya di parkiran sekolah Jesslyn, karna dia sangat ingin bertemu dengan putrinya itu untuk meminta putrinya membujuk mommy nya yaitu istrinya, agar membatalkan gugatan cerai mereka. karna dia yakin kalau putri mereka yang meminta pasti Yana tidak akan tega untuk menolak karna Yana sangat menyayangi putri semata wayang mereka., Johan keluar dari dalam mobil nya dan berjalan menuju kelas Jesslyn karna kalau dia menunggu di parkiran, kemungkinan dia akan keduluan oleh supir yang selalu menjemput putrinya itu., Johan sengaja duduk di kursi yang ada di dekat kelas Jesslyn agar dia bisa melihat saat Jesslyn keluar dari dalam kelas, Johan melihat jam tangannya masih sepuluh menit lagi jam sekolah Jesslyn selesai, Johan mengeluarkan smartphone nya untuk menghilangkan jenuh tapi saat membuka layar smartphone nya ternyata ada sepuluh kali panggilan dari Cindy, dia tadi memang mengsilent smartphone nya karna sedang ada meeting dengan bossnya, Johan pun segera melakukan panggilan karna akan ribet kalau dia tidak memanggil ulang, dan panggilan nya langsung di jawab.


"Hallo sayang ada apa?" Johan langsung bertanya karna kekasihnya itu melakukan panggilan lebih dari dua kali.


"Kamu lagi dimana sich? kok Aku telpon berkali-kali ga di angkat-angkat?" Terdengar suara perempuan di seberang telpon.


"Aku tadi ada meeting sama Papa kamu dan telponnya aku silent" Johan menjawab apa adanya.


"Sekarang kamu ada dimana?" Cindy bertanya lagi.


"Aku lagi di luar kantor, ada ketemu sama client" Johan sengaja tidak memberitaukan keberadaan nya yang sebenarnya karna pasti akan banyak pertanyaan.


"Nanti malam kamu ke Apartment kan?" Cindy lagi-lagi bertanya.


"Iya, aku pasti ke Apartment" Johan mengiyakan perkataan Cindy.


"Ya udah ya, itu client aku udah datang, bye sayang love you" Johan memutus panggilan telponnya saat melihat putrinya keluar dari dalam kelasnya.


"Jesslyn" Johan memanggil putrinya dengan sedikit meninggikan suaranya karna suara murid-murid yang begitu banyak sangat mendominasi pendengaran.


Jesslyn yang merasa namanya di panggil melihat ke arah belakang karna suara tersebut datang dari arah belakang, Jesslyn sedikit terkejut melihat ada daddy nya di sekolahnya dan bisa di bilang ini baru kedua kali Daddynya datang ke sekolahnya selama dia bersekolah di sini, bahkan untuk menjemput saja Daddynya sangat jarang.


BERSAMBUNG


like guys

__ADS_1


__ADS_2