
ENJOY YOUR READING GUYS 🌿🌿🌿🌿🌿🌿
Arya sangat malu karna di tampar di depan teman-teman nya, dia memberi isyarat kepada yang lain, lalu dengan sigap mereka mendekap tubuh Anya dari belakang dan membekap mulut Anya agar Anya tidak teriak dan mereka dengan cepat menyeret Anya menuju mobil mereka dan memaksa Anya agar mau masuk ke dalam mobil, Dani mendapat tugas untuk menjadi supir langsung masuk ke bagian depan dan dalam hitungan detik mobil tersebut sudah pergi meninggalkan parkiran tempat Anya bekerja dengan laju yang cepat.
Arya sampe di apartemennya dan di bantu Bajro juga Haris mereka membawa Anya yang sedari tadi terus meronta-ronta bahkan mereka harus menyumpal mulut Anya dengan kain karna Anya beberapa kali mencoba untuk berteriak, karna ini sudah lewat tengah malam jadi keadaan di apartemen tersebut sudah sepi semua sedang larut dalam mimpi Indah masing-masing.
Arya dan yang lain nya sampai di depan pintu apartemennya dan Arya meminta Dani yang tau password kunci apartment untuk membukanya karna tenaga Anya ternyata cukup kuat jadi sangat tidak mungkin untuk mereka melepas pegangan salah satu dari mereka, setelah pintu terbuka Arya membawa Anya masuk ke dalam kamarnya dan meminta yang lain untuk menunggu di luar.
"Bro.. kalau loe udah puas kasih ke gue ya, gila si otong gue ga mau tidur gara-gara liat belahan dia tadi!" Haris meraba miliknya yang masih belum kembali tidur.
Arya tidak menjawab apa yang di katakan Haris karna dia sendiri udah On sampe ke ubun-ubun karna body Anya yang sudah lama dia bayangkan, Arya melemparkan Anya ke ranjangnya lalu mengunci pintu kamarnya.
"Arya lepasin gue! gue bukan seperti loe bayangkan" Anya mulai menangis saat melihat Arya melepaskan jeansnya dan sekarang hanya tinggal boxernya dan kaos yang di pakai Arya.
"Udahlah loe ga usah munafik, apa loe lebih suka sama laki-laki yang tua karna pengalaman mereka?? hahahaha loe jangan takut gue juga pengalaman kalau soal itu, gue bakal bikin loe merem melek, loe mau berapa ronde gue siap!" Arya berjalan ke arah ranjangnya dimana Anya berada, melihat Arya naik ke ranjang dengan cepat Anya turun dan lari ke pintu, tapi di saat Anya baru mau membuka kunci pintu kamar tersebut tangannya sudah di tarik oleh Arya dan langsung berada dalam dekapan Arya.
"Loe mau gue bayar berapa? sepuluh juta? duapuluh juta? limapuluh juta?" oke gue bayar!" Arya melempar Anya kembali ke ranjang lalu membuka laci kecil yang ada dan mengambil Beberapa gepok uang ratusan ribu dan melemparkan nya kepada Anya.
"Loe liat kan gue sanggup bayar loe berapapun Arya kembali mendekati Anya dan menarik Anya ke pelukan nya, Arya bermaksud ingin mencium bibir Anya tapi Anya langsung meludahi wajah Arya dan meronta untuk melepaskan dirinya.
__ADS_1
"Owh jadi loe lebih suka main kasar? ok gue layani" Arya langsung menarik kemeja yang di pakai Anya hingga kancingnya pada lepas dan otomatis memperlihatkan dada Anya yang ukurannya memang menggiurkan mata, dan Arya merasa tolenya makin sesak hanya dengan melihat setengah dada Anya, Anya langsung menutup dadanya dengan kemejanya yang sebagian udah sobek karna tarikan Arya tadi.
"Arya... loe bakal nyesel karna udah ngelakuin sama gue, sebelum terlambat loe lepasin gue!" Anya mencoba menakut-nakuti Arya.
"Hahahaha... iya gue emang harus nyesel! gue nyesel kenapa ga ngelakuin ini dari dulu ke elo, jadi gue harusnya udah lama ngerasain nikmat tubuh loe!" Arya langsung menerkam Anya dan menindih Anya dan menciumi apapun yang bisa dia cium di tubuh Anya, Anya dengan marahnya terus meronta hingga akhirnya Anya mendapat kesempatan menendang tole kebanggaan Arya hingga membuat Arya berteriak.
"Aaaarrrgggkkk.... sialan!! dasar jal*ng!!! loe beneran ga bisa di lembur! Plaakk...!!" Arya menampar wajah Anya dengan keras dan itu langsung membuat Anya pingsan karna tamparan Arya juga mengenal bagian kepalanya, Arya tersenyum melihat Anya pingsan dan dia bisa dengan leluasa memandangi tubuh Anya yang sudah terbuka di bagian depannya.
"Gila!! ga nyangkah gue, ternyata tubuh loe bukan hanya bagus di angan gue doang, ternyata tubuh loe emang mantap beneran, loe liat kan kalau si tole gue udah ga sabar pengen masuk, ga pa pa loe pingsan nanti juga saat loe sadar loe bakal keenakan! tapiiii gimana kalau gue bikin loe yang mohon-mohon ke gue minta di puasin saat loe sadar nanti, bagus juga kalau loe gue kasih obat itu" Arya turun dari ranjang dan mengambil sesuatu dari laci tempat tadi dia mengambil uang, Arya membuka lipatan kertas yang dia ambil dari dalam laci lalu membuka mulut Anya dan memasukan serbuk yang ada di dalam bungkusan tersebut. Arya menyerigai licik melihat serbuk tersebut sudah larut di dalam mulut Anya, sekarang dia akan melakukan pemanasan dulu, walaupun pingsan ga jadi masalah, dia tetap bisa menikmati tubuh Anya, justru bagus Anya pingsan, jadi dia bebas melakukan pemanasan, dan saat Anya sadar dia yakin Anya akan langsung memohon-mohon untuk minta di puaskan, Arya segera melepas kaos yang masih melekat di tubuhnya dan tertinggal hanya boxer saja, lalu dia pun melepas kemeja yang masih melekat di tubuh Anya dan dia juga melepas jeans yang di pakai Anya dan sekarang di depannya benar-benar terlihat pemandangan menggiurkan, dia yakin bisa melakukan hingga besok malam, dengan bantuan obat yang dia kasih ke Anya, Anya sendirilah yang akan terus minta di ulang untuk memuaskannya.
Arya sudah naik ke atas tubuh Anya dan sudah bersiap untuk menyicipi tubuh Indah tersebut, tapi saat dia baru akan memulai dia di kejutkan dengan suara keras di pintu, Bruuaaakkkk pintu di buka dengan paksa dari luar.**** Arya sudah naik ke atas tubuh Anya dan sudah bersiap untuk menyicipi tubuh Indah tersebut, tapi saat dia baru akan memulai dia di kejutkan dengan suara keras di pintu, Bruuaaakkkk!!! pintu di buka dengan paksa dari luar. dengan tendangan yang sangat kencang dan itu membuat Arya sangat terkejut dan langsung melihat ke arah pintu kamarnya yang rusak pada bagian kuncinya, Arya melihat seorang pria bule masuk ke kamarnya dengan wajah merah yang penuh emosi.
"Sudah bosan hidup kau anak ingusan!" Bian menendang tubuh Arya yang sudah tersungkur ke lantai. Dino terlihat menyusul masuk ke dalam kamar bermaksud membantu Bossnya tapi langsung terahan oleh suara Bian.
"Tutup mata jangan melihat ke ranjang!" Bian melarang Dino untuk memandang ke dalam kamar, Bian langsung menuju ke ranjang dan sedikit menelan salivanya melihat tubuh Anya yang nyaris tanpa busana, Bian langsung membuka jaket yang pakai dan memakaikannya ke tubuh Anya dan menutupi bagian bawah dengan selimut yang ada di situ, Bian mengangkat tubuh Anya yang masih pingsan dan membawanya keluar dari kamar tersebut.
"Dino, kamu bereskan semua! bawa para begundal-begundal ini ke tempat biasa, cari tau siapa orangtua mereka, dan cari apapun yang bisa menjadi barang bukti" Bian kembali bersuara kepada Dino dan bagi Dino itu berarti keadaan sudah aman dan dia bisa membuka makanya , dan Dino melihat Anya yang berada di dalam gendongan Bossnya dengan keadaan yang ga karuan, dan itu membuat dia paham kenapa tadi dia di suruh tutup mata dan tidak boleh masuk ke dalam kamar.
"Baik Master saya akan bereskan semuanya" Dino langsung bergerak cepat, sementara Bian melanjutkan langkahnya membawa Anya keluar dari Apartment tersebut.
__ADS_1
pertanyaan nya kenapa Bian bisa datang tiba-tiba???? kita flash back yuk...
Arya sangat malu karna di tampar di depan teman-teman nya, dia memberi isyarat kepada yang lain, lalu dengan sigap mereka mendekap tubuh Anya dari belakang dan membekap mulut Anya agar Anya tidak teriak dan mereka dengan cepat menyeret Anya menuju mobil mereka dan memaksa Anya agar mau masuk ke dalam mobil, Dani mendapat tugas untuk menjadi supir langsung masuk ke bagian depan dan dalam hitungan detik mobil tersebut sudah pergi meninggalkan parkiran tempat Anya bekerja dengan laju yang cepat.
semua kejadian itu tidak lepas dari perhatian seorang pria yang berada tidak jauh dari tempat Anya berada dan semua juga terekam baik di smartphone pria tersebut, pria itu langsung masuk ke dalam mobil saat mobil yang membawa Anya pergi meninggalkan parkiran tempat Anya bekerja, pria tersebut menekan satu nama di smartphone nya menghubungi Bossnya.
"Hallo Boss Dino, saya mau laporan, kalau nona Anya ada yang menculik Tuan" lapor pria itu yang ternyata adalah orang suruhan Dino untuk menjaga Anya dari jarak jauh tentunya atas perintah Bian.
"Bodoh kenapa bisa terjadi?! dan kenapa kamu tidak mencegahnya?!" Dino yang kebetulan berada di apartment Bian sangat panik menerima laporan seperti itu, jika sampe terjadi sesuatu bisa-bisa beneran hanya kepalanya yang kembali ke America.
"Maaf Boss mereka jumlahnya lumayan banyak, saya takutnya mereka membawa senjata Boss, tapi ini saya sedang mengikuti mobil mereka Boss" pria itu memberitaukan posisinya saat ini.
"Baik terus kamu kabari kemana mereka membawa nona Anya" Dino menutup telponnya.dan sangat gugup saat mendapatkan tatapan serius dari Bossnya.
"Ada apa? kenapa kamu sebut-sebut nama Anya?" Bian langsung tude point.
"Maaf Master, ada kabar kurang bagus, Tono mengabarkan kalau nona Anya di culik oleh banyak pria dan sekarang sedang mengikuti mobil penculiknya Boss" Dino langsung laporan pada point nya tanpa basa basi karna tidak mau melihat kemurkaan Bossnya itu.
BERSAMBUNG
__ADS_1
LIKE AND COMMENT