
ENJOY YOUR READING GUYS πΏπΏπΏπΏπΏπΏ
Sementara Dino yang sudah berada di kantornya masih terbayang tentang Rica yang sedang berdua dengan lelaki yang lebih tua dari dirinya, Dino mengepalkan tangannya dan membanting file yang dia bawa ke atas meja hingga mengeluarkan suara yang lumayan keras.
"Sialan! apa uang yang saya kasih masih kurang banyak! sampe dia masih pergi dengan lelaki lain! apa bercinta dengan saya masih belum bikin dia puas sampe dia harus mencari kepuasan dengan lelaki lain bahkan yang jauh lebih tua dari dia(Rica). catatan guys , orang bule kalau bisa ngomong bahasa Indonesia mereka ga pernah ngomong loe gue, mereka pasti akan bicara saya kamu, dan kalau mereka marah mereka akan sebut lawan bicara mereka dengan you.
Dino mengambil smartphone nya dan mencoba menghubungi Rica karna dia mau tau dimana gadis itu sekarang berada, tapi ternyata smartphone Rica sama sekali tidak aktif walau telah di hubungi berkali-kali (lagian aneh, udah tau handphone ga aktif masih aja di hubungi hahahaha dasar cowo, kalau lagi cemburu ga jelas otaknya jadi ikutan ga jelasππππ).
"Damnit!!! pasti dia sengaja mematikan handphone nya agar ga ada yang ganggu! dasar *****!" Dino mengeluarkan sumpah serapahnya tanpa menunggu untuk bertemu dengan Rica dan mendengarkan penjelasan dari Rica.
Dino mendengar suara telpon di meja kerjanya, Dino mengangkat gagang telpon untuk menjawab telpon yang masuk.
"Ada apa Ren?" Tanya Dino setelah mendengar suara yang menelpon nya adalah suara Renata sekertaris Bossnya.
"Mister Alex meminta Tuan ke ruangannya dan membawa hasil meeting dengan client yang tadi Tuan temui di restoran" Terdengar suara Renata di telpon.
"Baiklah saya akan ke ruangan Mister Alex" Dino menutup telponnya.
Dino mengambil file-file yang tadi dia banting di atas mejanya, lalu Dino berjalan keluar dari ruangan nya dan berjalan ke ruangan Bossnya yang berada di sebelah ruangannya, Dino membuka pintu ruangan Bossnya dan melangkah masuk, Dino melihat Bossnya sedang sibuk dengan tumpukan berkas di atas meja kerjanya.
"Sore Mister" Sapa Dino kepada Bossnya itu.
"Afternoon Dino, how was your meeting with Mr. Indra" Bian menghentikan kerjaan nya dan menatap assistant itu.
"Hmmm... everything ok Sir, nothing problem" Dino meletakan file yang dia bawa di meja Bossnya.
__ADS_1
Bian membuka file tersebut dan membaca sekilas isi dari file itu yang akan dia baca nanti, tapi sekarang dia akan mendengar penjelasan dari assistant nya tentang kesepakatan yang mereka dapat untuk kerja sama dua perusahaan besar.
*****
Dino berjalan keluar dari ruangan nya dan berjalan ke ruangan Bossnya yang berada di sebelah ruangannya, Dino membuka pintu ruangan Bossnya dan melangkah masuk, Dino melihat Bossnya sedang sibuk dengan tumpukan berkas di atas meja kerjanya.
"Sore Mister" Sapa Dino kepada Bossnya itu.
"Afternoon Dino, how was your meeting with Mr. Indra" Bian menghentikan kerjaan nya dan menatap assistant itu.
"Hmmm... everything ok Sir, nothing problem" Dino meletakan file yang dia bawa di meja Bossnya.
Bian membuka file tersebut dan membaca sekilas isi dari file itu yang akan dia baca nanti, tapi sekarang dia akan mendengar penjelasan dari assistant nya tentang kesepakatan yang mereka dapat untuk kerja sama dua perusahaan besar.
"Membicarakan apa-apa yang harus di siapkan Tuan Indra untuk kerja sama ini, Tuan Indra juga sudah menyerahkan data-data keuangan perusahaan nya satu tahun belakangan ini dan itu bisa Mister lihat di dalam file-file itu" Dino menunjuk file yang sedang di pegang Bossnya.
"Dan Tuan Indra berharap Mister bisa hadir di penanda tanganan surat kerja sama untuk keseriusan kita berinves di perusahaan Tuan Indra" Dino menjelaskan secara detail apa saja yang dia dan Tuan Indra bicarakan menyangkut rencana Bian yang ingin menginveskan dana ke perusahaan Tuan Indra yang menurut Bian prospeknya sangat bagus ke depannya.
"Dino are you oke?" Tanya Bian kepada assistannya itu, karna dia melihat kalau assistant nya itu seperti sedang memikirkan hal lain karna saat berbicara terlihat beberapa kali Dino merevisi perkataan nya.
"Yes Sir I'm oke" Dino mencoba menutupi masalah yang sedang dia hadapi.
"Are you sure??" Bian menatap tajam ke wajah assistant nya itu, karna selama bekerja dengannya hampir 15 tahun baru kali ini Dino terlihat tidak focus dengan apa yang dia katakan.
"If you have a problem, you must solve it first so it doesn't interfere with your focus at work" Bian tetap yakin kalau assistant itu sedang memikirkan masalah lain di luar masalah kerja.
__ADS_1
"Yes Sir" Dino menganggukan kepalanya.
"Ya sudah, kamu kembali ke ruangan kamu" Bian meminta Dino keluar dari ruangan nya, dan dia melanjutkan pekerjaannya yang sempat tertunda.
Dino berjalan keluar dari ruangan Bossnya dan kembali ke ruangan nya, Dino memghempaskan tubuhnya di sofa dan menghajar sadaran sofa sebagai pelampiasan kemarahannya.
"Gara-gara ***** sialan saya jadi kena tegur sama Mister!" Dino masih menyalahkan Rica atas apa yang dia alami tadi di ruangan Bossnya, karna selama dia bekerja baru kali ini Bossnya mengatakan dia ga focus dengan kejaannya. (emang ga focus cuy.... pake nyalahin orang lain yang ga tau apa-apa hadeeeh dasar bule πππ)
xxxxxxxxxxxxx
Rica baru sampe di apartment nya saat malam sudah merayap, Rica sangat senang karna bisa lepas dari tangan Bambang karna Bambang sangat ingin dia menginap dengan pria itu malam ini, tapi dengan alasan ada urusan keluarga yang harus dia hadiri makanya dia ijin cuti kerja malam ini, Rica menuang air minum ke dalam gelas dan langsung meneguknya hingga tersisa setengah, Rica mengambil smartphone nya yang berada di dalam tas nya, Rica menekan nomer Dino yang berada di urutan pertama, nada sambung terdengar tapi tidak di angkat, sampe beberapa kali nada sambung terdengar tapi panggilan telpon Rica tetap ga di angkat oleh si pemilik nomer, Rica mengulang panggilan nya hingga beberapa kali tapi tetap ga di angkat Dan itu membuat Rica sedikit heran, karna ga biasa-biasanya Dino ga angkat telponnya, "Apa Dino sedang bersama Tuan Bian makanya ga bisa angkat telponnya?" itulah pikiran yang terlitas di kepala Rica, karna ga ada alasan lain yang bisa dia pikirkan, karna dia merasa ga ada masalah di antara mereka, apalagi baru semalam sepulang kerja dia nginap di apartment Dino sampe Dino berangkat ke kantornya baru Rica kembali ke apartment nya.
Rica meletakan smartphone nya di atas meja dan berjalan menuju kamar nya berniat untuk mandi, karna hampir delapan jam Rica bersama lelaki yang bernama Bambang itu.
Sementara Dino yang juga sudah berada di apartment nya dan sedang sibuk mengganti cannel TV terus menerus tanpa tau apa yang mau dia tonton, Dino menatap smartphone nya yang dari tadi terus berbunyi tapi sama sekali tidak dia perdulikan, karna perasaan nya yang sedang tidak enak dia tidak memperdulikan siapapun yang menelpon nya, setelah mengantar Bossnya pulang ke gedung apartment yang sama Dino tau Bossnya tidak akan menghubungi nya jadi dia yakin kalau yang menghubungi nya bukanlah Bossnya, tapi karna penasaran Dino mengambil smartphone nya yang sedari tadi berada di atas meja yang ada di depannya , Dino membuka panggilan tak terjawab yang lebih dari lima kali, setelah melihat siapa yang menelpon nya emosi Dino kembali tersulut.
"Mau apa ***** itu menelpon! apa masih ga puas setelah seharian bersama lelaki tua itu sekarang dia masih ingin memuaskan tubuhnya dengan ku!" Dino masih ingat saat tangan lelaki tua itu mengelus bibir Rica.
"Dasar sial!" Dino melempar smartphone nya ke sampingnya dan mematikan TV yang memang dari tadi ga dia tonton, Dino bangun dari sofa dan berjalan ke nakas mengambil kunci mobilnya dan menyambar smartphone nya yang tadi dia lempar. (bagus tu HP di lempar ke sofa jadi selamat, kasian amat tu HP jadi sasaran bule marah hahaha, cemburu boleh bro tapi pake akal sehat juga keles)
Dino berjalan keluar dari apartment nya dan tujuannya adalah ke club langgangan nya tampat dia melepaskan jika dia sedang seperti sekarang.
BERSAMBUNG
like guys buat seemangati author nya
__ADS_1