
ENJOY YOUR READING GUYS 🌿🌿🌿🌿🌿
Anya baru keluar dari campusnya dan langsung menuju motor maticnya, ya untuk ke campus Anya masih memakai motornya, karna dia ga mau teman-temannya curiga kalau dia datang dengan mobil yang di bawa sendiri, lebih baik mencari Rushjalan aman aja, tetap menjadi Anya yang dulu , Anya bermaksud pergi ke kantor Bian karna itulah pesan yang dia dapat, Anya menikmati pemandangan kota Jakarta di sore hari ini walau ada kemacetan dimana-mana apalagi jalanan yang bukan tol tetap saja Jakarta selalu menggiurkan bagi para pendatang luar Jakarta, setelah berada hampir setengah jam berkutat dengan kemacetan akhirnya Anya sampe juga di depan gedung yang tinggi menjulang, Anya memarkirkan motornya di tempat khusus motor, setelah merapikan rambutnya, Anya berjalan menuju pintu masuk yang langsung di sambut ramah oleh security yang bertugas, hampir semua karyawan di perusahaan Bian sudah tau akan Anya yang mereka tebak adalah pacar Big Boss mereka, karna Anya lumayan sering datang ke perusahaan dan sela l u pergi dengan big boss mereka dan big boss mereka pasti merangkul pinggang Anya dengan mesra, jadi walau tidak ada pemberitauan secara valid mereka cukup mengerti pasti ada yang istimewah.
"Sore Non" Sapa si security dengan ramah.
"Sore Pak" balas Anya dengan senyum ramahnya, dan terus melanjutkan langkahnya menuju lift khusus ke lantai dimana ruangan Bian berada, dan Anya selalu menbalas setiap yang menyapa dirinya. Anya yang sudah berada di dalam lift khusus CEO sibuk mengutak ngatik smartphone nya untuk menghilang kan rasa jenuhnya berada sendiri di dalam lift, setelah beberapa menit akhirnya lift berhenti di lantai yang di tuju, pintu lift pun terbuka lalu Anya keluar dari dalam lift yang langsung di sambut dengan senyuman ramah security yang berjaga di sana.
"Sore Non" sapa security tersebut.
"Sore Pak" lagi-lagi Anya membalas sapaan yang di berikan kepadanya, Anya melanjutkan langkahnya menuju ruangan Bian, Anya berhenti di depan meja Renata sekertaris Bian.
"Sore Mbak Rena" Anya menyapa lebih dulu sekertaris Bian itu.
"Sore Mbak Anya" Langsung masuk aja Mbak, tadi si Boss udah kasih tau kalau Mbak Anya mau datang" Renata mempersilakan Anya untuk langsung masuk ke ruangan Bian.
"Makasih ya Mbak" Ujar Anya lalu berjalan ke arah pintu ruangan kerja Bian, lalu Anya membuka pintu tersebut dan melangkah masuk ke dalam, Anya melihat Bian sedang bicara dengan seseorang lewat smartphone nya, Bian memberi isyarat kepada Anya untuk tidak bersuara, dan Anya menganggukan kepalanya tanda mengerti.
"Honey honey, I can't go home yet, at least six months before I can go home, (sayang, Daddy belum bisa pulang sekarang, paling tidak enam bulan lagi baru Daddy bisa pulang)
__ADS_1
kalau ada yang nanya kenapa Bahasa inggris nya I tapi Bahasa Indonesia nya daddy, buat orang bule, biarpun bicara dengan anak atau cucunya mereka tetap memakai kata Aku, bukan ayah , Papa, dsb, tapi karna ini Indonesia jadi saya ganti dengan sebutan (daddy) biar percaya, sok nonton film barat keluarga pasti yang saya bilang benar adanya.
"But I miss you daddy, you've been gone too long, you promised to go only six months, but it's been more than six months, and you haven't come back, anyway I want to go there with you
(Tapi aku merindukan mu daddy, daddy sudah pergi terlalu lama, daddy janji pergi hanya enam bulan, tapi ini sudah lebih dari enam bulan, dan daddy belum juga kembali, pokoknya aku mau ke sana menyusul daddy).
anak bule juga sama orangtua mereka selalu mengatakan kamu dalam berbicara, tapi Bahasa Indonesia nya saya bikin ngikuti budaya kita,
"Okay, you can come, but remember don't go alone, bring someone to accompany you to come here, I'll call your grandmother to prepare for your departure here, okay honey see you later, i love you
(Baiklah, kau boleh datang, tapi ingat jangan pergi sendiri, bawalah seseorang untuk menemanimu datang ke sini, nanti daddy akan telpon nenek kamu untuk menyiapkan keberangkatan kamu ke sini, oke sayang sampai ketemu nanti, i love you) Bian menutup telponnya dan berjalan mendekati Anya yang masih berdiri di depan meja kerjanya.
"Bi, ini di kantor" Anya mengingat kan Bian.
"Ga ada yang berani masuk ke sini, come on honey Aku menginginkan mu" Bian kembali memeluk tubuh Anya dan mencium kembali bib1r Anya, Anya tau jika mengikuti apa yang di lakukan Bian maka pasti akan berakhir di ranjang yang ada di kamar di dalam ruangan ini .
"Bi tadi kamu telponan sama siapa? kayak nya serius banget?" Anya sengaja mengalihkan perhatian Bian dengan pertanyaannya.
Bian tau Anya sengaja mengalihkan perhatian nya, Bian melepas pelukan nya dan menarik Anya untuk duduk di sofa.
__ADS_1
"Itu tadi Bianca" Ujar Bian menyebutkan siapa yang tadi bicara dengan dirinya.
"Bianca siapa?" Anya baru mendengar nama yang di sebutkan Bian barusan, karna memang selama ini dia ga pernah kepo dengan keluarga Bian atau orang-orang terdekat Bian.
"Bianca is my daughter, aku menikah dengan Ibunya saat aku masih kuliah karna Ibunya sudah hamil, tapi Ibunya meninggal saat Bianca berumur lima tahun karna gagal ginjal, sangat susah mencari donor ginjal, padahal aku sudah menawarkan satu juta dollar untuk yang mau memberikan ginjalnya" Ujar Bian menceritakan masa lalunya.
"Sejak kepergian istriku aku membesarkan Bianca seorang diri karna tidak mudah untuk ku mencintai wanita lain, kalau di tanya apa ada yang ingin menjadi istri ku, jawabannya ada bahkan hampir setiap bulan setelah setahun kepergian istriku, ibuku selalu mengenalkan banyak wanita, tapi aku tidak bisa memberikan hatiku pada mereka, lagi pula aku lebih memikirkan Bianca daripada memikirkan untuk menikah lagi, tapi saat Aku ketemu kamu aku merasa menemukan cinta yang pernah hilang dari hatiku" Bian mengelus rambut Anya dengan lembut.
"Apa Bianca meminta mu untuk pulang?" Anya melanjutkan pertanyaan nya.
Bian tertawa kecil mendengar pertanyaan Anya.
"Yaaa dia selalu ingin daddy nya ini ada di dekat nya, aku membohonginya dengan mengatakan kalau aku hanya pergi selama beberapa bulan, padahal urusan di sini tidak bisa aku tinggalkam hingga enam bulan ke depan, makanya tadi dia ngotot mau datang ke Indonesia, ya aku sudah tidak bisa melarangnya, lagipula bulan depan ulang tahunnya yang ke duabelas, dia ingin merayakannya bersama ku, jadi Aku mengijinkannya untuk datang ke sini, aku akan meminta Ibu ku untuk menemani nya datang ke sini" Bian mengatakan apa yang menjadi pembicaraan nya dengan putrinya tadi .
BERSAMBUNG
Kira-kira apa yang di pikirkan Anya tentang kedatangan anak perempuan Bian ke Indonesia??
selesai baca langsung like ya, gratis kok, sekaligus biar bikin author nya semakin semangat buat up,
__ADS_1
waktu buat vote masih panjang lho guy's, jadi vote yang banyak biar bisa jadi lima terbanyak