PENGORBANAN YANG TERSIA-SIA

PENGORBANAN YANG TERSIA-SIA
CHAPTER 014


__ADS_3

ENJOY YOUR READING GUYS🌿🌿🌿🌿🌿🌿


Sebuah mobil inova berhenti di Mall senayan Plaza, pintu mobil terlihat di buka dari dalam dan terlihat Anya keluar dari dalam mobil tersebut di susul dengan Micca dan Rio, Anya memang lebih suka memakai taxi online daripada yang berplat kuning karna selain taripnya lebih murah juga lebih cepat sampe ke tujuan, Anya dan kedua adiknya masuk ke dalam Mall besar tersebut dan karna ini bukan hari libur jadi Mallnya tidak terlalu rame jadi lumayan lah buat jalan lebih santai, ketiganya berjalan menyusuri setiap tempat yang mereka ingin lihat, mulai dari melihat lihat sepatu, baju , sampe toko mainan juga, sementara di sisi lain Mall di sebuah stand penjual minuman tempatnya di stand Starbucks terlihat Bian dan Dino sedang terlihat serius berbicara dengan seorang lelaki setengah baya, Bian terlihat sedang mendengarkan penjelasan lelaki setengah baya itu dan terlihat juga ada beberapa file di atas meja mereka, kembali ke Anya dan kedua adiknya yang masih berjalan jalan di sekitar Mall tersebut .


"Kak Rio haus" Ujar Rio setelah mereka berjalan sekian lama.


"Rio mau minum apa?" Tanya Anya kepada adik bungsunya itu.


Rio mengedarkan pandangannya melihat apa yang ingin dia minum.


"Minum itu aja Kak" Rio menunjuk ke arah stand Starbucks.


"Ok kita ke sana" Anya mengikuti langkah adik-adiknya yang sudah berjalan lebih dulu ke stand Starbucks, sampe di tempat ketiganya langsung menuju kasir untuk memesan apa yang ingin mereka minum, Anya memesan Cappuccino dark chocolate sementara Rio minta choklat moccalate, sementara Micca cuma pesan ice cream jumbo, setelah membayar pesanannya juga yang lain Anya dan kedua adiknya duduk di salah satu kursi menunggu pesanan mereka yang sedang di proses oleh sang barista, Sementara Bian yang berada kurang dari sepuluh meter masih serius mendengarkan penjelasan dari pria setengah baya yang ada di depannya, Bian memandang ruangan yang ada di sekitarnya, entah kenapa hatinya seakan ingin dia mengedarkan pandangannya, dan saat Bian memandang ke arah kasir berada dan Bian merasa seperti melihat Anya di sana, Bian mencoba meyakinkan pandangannya dan dia yakin kalau itu benar Anya, tapi dia melihat Anya tidak sendiri, terlihat Anya sedang merangkul seorang lelaki berumur kurang lebih sepuluh t ahun dan terlihat ada seorang gadis ABG yang juga menempel pada Anya, Bian terus memandang ke Anya tanpa bisa untuk menyapanya, karna kalau dia melakukan itu maka hal itu akan menjadi pertanyaan bagi orang yang memgenal dirinya, bukan karna dia malu kenal dengan Anya, justru dia ingin menjaga nama Anya agar tidak menjadi bahan pembicaraan dan menjadi pandangan untuk para laki-laki yang ada di tempat ini, Bian melihat Anya sudah mendapatkan pesanannya dan langsung berjalan keluar dari cafe ini, Bian membisikan sesuatu ke telinga Dino dan Dino menganggukan kepalanya dan langsung berdiri dari tempatnya lalu berjalan keluar dari tempat tersebut, sementara Bian tetap melanjutkan meeting yang sedang dia lakukan saat ini, Dino ternyata mendaoat tugas untuk mengikuti Anya, Dino tadinya merasa heran saat Bossnya menyuruh dirinya mengikuti Anya, sedangkan dia merasa tidak melihat Anya di tempat tersebut, tapi setelah Bossnya mengantakan Anya baru saja keluar dan dia juga keluar dari cafe tersebu t Dino melihat tubuh Anya yang baru keluar dari cafe tersebut, Dino dengan asal mengambil sebuah topi di sebuah toko sports dan menyerahkan selembar uang seratus dollar kepada penjaganya, karna tidak mungkin dia mengikuti Anya tanpa menutupi wajahnya, karna Anya pasti akan mengenalinya, Sementara si penjaga toko sports merasa mendapat durian runtuh, harga topi yang hanya 378000 di bayar sebesar 1,4jt dan uang dollar yang dia terima pun asli setelah di cek di lampu sensor.


"Mimpi apa gue dapat duit seratus dollar" Penjaga toko sports itu tertawa senang.(bagian ini harus ada, karna dalam dunia nyata setiap peristiwa pasti ada alurnya)

__ADS_1


Dino terus mengikuti Anya yang sedang berjalan dengan kedua anak kecil yang bersamanya sambil sesekali mereka terlihat bercanda dan tertawa, tiba-tiba smartphone Dino berbunyi dan Dino langsung menjawab talpon yang ternyata dari Bossnya.


"Iya Master? Nona Anya sedang berkeliling Master sambil sesekali melihat-lihat barang yang ada" Dino menjelaskan apa yang di lakukan Anya dan apa yang dia lihat,


"Baik Master, siap" Dino menganggukan kepalanya mengiyakan apa yang di perintahkan Bossnya, Dino memasukan kembali smartphone nya ke dalam kantong celananya dan melanjutkan tugasnya mengikuti Anya.


Anya berjalan masuk ke toko baju terbesar, Anya membebaskan kedua adiknya untuk memilih baju apa saja yang mereka mau tapi Anya tetap memberikan batasan kalau setiap orangnya hanya mendapatkan tiga pasang baju, sementara dia sendiri juga mencari baju yang dia mau, tapi pastinya harganya tidak semahal baju yang di belikan si pria bule untuknya, ketiganya mulai sibuk memilih baju dan celana yang mereka inginkan, Anya juga membeli sebuah gaun untuk sekedar persiapan jika ada penting seperti ulang tahun teman campusnya atau teman kerjanya, ketiganya udah menemukan pakaian yang mereka inginkan lalu ketiganya berjalan menuju ke bagian kasir untuk membayar pakaian yang mereka pilih, petugas kasir menghitung semua pakaian yang di pilih Anya dan kedua adiknya.


"Beraoa semua Mbak?" Anya mengeluarkan kartu debitnya karna Anya paling menghindar untuk mengambil kartu credit karna akan sangat sulit untuk mengcontrol agar tidak memakai nya.


"Ini Mbak" Anya menyerahkan kartunya kepada petugas kasir.


"Semua udah di bayar Mbak" petugas kasir mengembalikan kartu yang diserahkan padanya tadi.


"Maaf Mbak, siapa yang bayar ya?" Anya melihat ke sekitarnya mencari orang yang mungkin dia kenal.

__ADS_1


"Katanya dia saudara Mbak" Petugas kasir memberitaukan apa yang dia dengar.


"Maaf Mbak, antriannya udah banyak" Petugas kasir memberitaukan Anya dan Anya melihat ke arah belakangnya dan memang antriannya udah mulai banyak.


"Maaf Mbak, kalau gitu terima kasih" Anya mengambil paper bag miliknya dan segera pergi dari toko baju tersebut bersama kedua adiknya dengan pertanyaan yang memenuhi kepalanya tentang siapa yang membayar semua belanjaannya.


"Kak Rio mau beli sepatu buat olah raga, sepatu biasa bikin kaki Rio lecet kalau di pake buat olah raga" Rio mengungkapkan request lainya.


"Ya udah kita beli sepatu, Micca mau sepatu juga ga?" Anya memandang adik cewenya.


"Micca mau smartphone aja Kak, kalau sepatu semua sepatu Micca masih bagus" Micca pun menyampaikam apa yang dia mau.


"Iya, kakak janji bakal beliin kamu smartphone, tapi janjinya nanti kalau Micca lulus SMP dengan nilai bagus, kakak ga minta Micca jadi juara tapi cukup nilai yang bikin Micca bangga dj depan teman-teman Micca juga bikin Mama Papa bangga, kakak akan belikan smartphone apapun" Anya mengingatkan tentang janjinya soal smartphone.


BERSAMBUNG

__ADS_1


SEMOGA KALIAN SUKA CERITANYA


__ADS_2