
ENJOY YOUR READING GUYS 🍁🍁🍁🍁🍁
Jesslyn memarkirkan mobilnya di samping mobil mommynya, Jesslyn udah sampe di rumahnya setelah makan malam bersama Daddynya, dan juga dengan omongan mereka yang panjang lebar, Jesslyn berjalan masuk ke dalam rumah dan menemukan mommynya sedang berada di ruang keluarga sedang menonton program berita seperti nya.
"Mommy" Jesslyn mendekati mommynya dan mencium pipi mommy nya.
"Adek dari mana? kok baru pulang?" Yana melihat ke arah jam diding yang berada di atas televisi.
Jesslyn mendudukan bokongnya di samping mommy nya.
"Tadi daddy datang ke sekolah adek"
Yana spontan memandang wajah putrinya saat mendengar nama mantan suaminya di sebut.
"Kok adek ga kasih kabar ke mommy?" Yana tidak ingin berpikir yang aneh-aneh dan ingin mendengar langsung dari putrinya apa yang di bicarakan oleh mantan suaminya itu.
"Sorry Mom, ponsel adek lowbet, jadi adek ga bisa ngabarin mommy" Jesslyn memeluk lengan mommynya itu.
"Ngapain aja adek sama daddy?" Yana tetap dengan nada suara nya yang santai.
"Daddy ngajakin adek makan malam karna kata daddy udah lama ga makan bareng" Jesslyn mengatakan apa yang di katakan oleh Daddynya sebagai alasan Daddynya datang menemui nya.
"Terus ngomongin apa lagi?" Yana bertanya lagi.
"Daddy nanya gimana sekolah adek sejak di kelas tiga, ya adek jawab aja ga ada bedanya, ya ga ada yang penting mom, cuma ngomongin tentang mobil baru adek, udah gitu-gitu aja" Jesslyn menjawab sekenanya, tanpa memberitau tentang permintaan Daddynya yang ingin kembali dengan mommynya, karna dia ga mau membuat mommynya ragu dengan keputusan yang sudah di ambil terkait dengan Om Bram, dan mommynya harus kehilangan kebahagiaan nya, karna mommynya pasti akan mengalah jika dia mengatakan kalau dia mau mommynya kembali pada Daddynya, padahal secara pribadi dia sendiri ragu apa mommynya akan bahagia jika kembali dengan Daddynya, karna selama ini dia bisa melihat kalau Daddynya sangat tidak perhatian pada mommynya.
Yana hanya ber O ria mendengar perkataan putrinya itu, entah itu kebenaran nya atau tidak dia yakin putrinya punya pemikiran sendiri, karna dia sangat mengenal mantan suaminya yang terkadang suka memanfaatkan rasa sayang seseorang pada dirinya.
"Ya udah sekarang adek bersih-bersih, kalau ada pekerjaan rumah dari sekolah di selesaikan baru adek istirahat" Yana tersenyum lembut pada putrinya itu.
"Oke mom" Jesslyn bangun dari tempat duduknya lalu mencium lagi pipi mommy nya sebelum melangkah menuju tangga untuk naik ke lantai dua.
****
Jesslyn yang sedang berjalan bersama teman-temannya menuju area parkir dimana mobil mereka terparkir merasa heran saat melihat keberadaan Daddynya di sekolahnya.
Johan yang melihat kedatangan putrinya terlihat tersenyum lebar dan memberi isyarat agar putrinya mendekat padanya.
"Guys, gue nemuin bokap gue bentar, kalian duluan aja ke mobil ntar gue nyusul" Jesslyn ijin ke teman-temannya untuk menemui Daddynya.
__ADS_1
Tyara, Gita dan Michelle menganggukan kepalanya mereka dan berjalan meninggalkan Jesslyn ke arah parkiran mobil, sementara Jesslyn melanjutkan langkahnya mendekati Daddynya.
"Hai dad" Jesslyn mencium pipi Daddynya.
"Ada apa daddy ke sekolah adek?" Jesslyn bertanya maksud kedatangan dari Daddynya itu.
"Memang daddy ga boleh datangin anaknya" Johan merasa tercubit saat mendengar pertanyaan yang di berikan oleh putrinya.
"Ga gitu dad, adek senang-senang aja daddy datang tapi ini udah cukup lama sejak terakhir daddy datang ke sekolah adek" Jesslyn mengingatkan Daddynya itu.
"Hmm kalau daddy ke sini mau ngantar adek pulang kayaknya ga bisa"
"Memangnya kenapa? apa mommy ngelarang adek buat pulang rent daddy" Johan langsung asal menebak.
"Bukan gitu dad, Mommy ga pernah yang aneh-aneh sama adek soal daddy, alasan kenapa adek ga bisa pulang bareng daddy karna adek udah bawa mobil sendiri" Jesslyn memberitaukan alasan dari perkataan nya tadi.
"Siapa yang beliin adek mobil? mommy?" Johan sedikit surprise saat mendengar kalau putrinya itu sudah memiliki mobil sendiri.
"Opa yang beliin, hadiah kebaikan kelas adek, jadi daddy kesini ada apa?" Jesslyn mengulangi pertanyaan nya.
"Daddy mau ngajak adek makan karna daddy kangen makan sama adek, kan udah lama banget kita ga makan bareng" Johan mengemukakan maksudnya.
Johan terlihat berpikir dengan apa yang di usulkan oleh putrinya itu, setidaknya itu tidak buruk.
"Ya udah, kita ke cafe flowers di kemang" Johan menerima usulan putrinya dan menyebutkan cafe yang akan mereka datangi.
"Ya udah, daddy duluan aja, adek mau ambil mobil, nanti kita ketemu di sana" Jesslyn menerima ajakan Daddynya untuk makan bersama.
"Oke, daddy duluan, adek hati-hati bawa mobil nya jangan ngebut" Johan membalikan tubuhnya dan berjalan keluar dari halaman sekolah kembali ke mobilnya, sementara Jesslyn berjalan ke parkiran mobil dan ternyata teman-teman nya masih menunggu.
"Gimana Jess?" Tyara langsung bertanya saat Jesslyn udah berada di dekatnya.
"Guys, gue misah ya, soalnya bokap ngajakin makan, kita hangout nya besok aja" Jesslyn menekan kunci otomatis untuk membuka pintu mobilnya.
"Oke" Tyara, Michelle, Gita menjawab serentak, lalu mereka masuk ke dalam mobil masing-masing, kecuali Gita yang lebih sering ikut dengan Tyara karna rumah mereka yang memang berdekatan.
****
Jesslyn dan Johan sudah berada di cafe flowers dan mereka sedang menunggu pesanan mereka datang, suasana cafe tersebut sangat mendukung untuk anak muda atau dewasa, suasana families nya sangat terasa.
__ADS_1
"Jadi gimana sekolah adek? kemarin adek raking berapa?" Johan memulai pembicaraan antara dirinya danGo putrinya.
"Sebenarnya sama aja dad, hanya pelajaran nya aja yang sedikit berbeda" Jesslyn menjelaskan.
Obrolan keduanya terus berlanjut tentang hal-hal ringan yang mereka jalani hingga seorang waiter datang membawakan pesanan mereka dan meletakan nya di meja yang ada di depan mereka, keduanya mulai menikmati makanan yang ada di hadapan mereka dengan nikmat.
"Adek, mommy kamu gimana sejak ga ada daddy?" Johan mencoba mencari tau kehidupan mantan istrinya.
Jesslyn memandang ke wajah Daddynya itu dan terlihat Daddynya itu hanya tersenyum lebar.
"Mommy baik-baik aja dan sangat bahagia" Jesslyn menjawab seadanya.
"Hmmm, adek, kalau daddy berniat untuk balikan sama Mommy menurut adek gimana?" Johan akhirnya mengatakan maksud sebenarnya.
Jesslyn menghentikan kunyahannya dan terdiam setelah mendengar apa yang di katakan daddynya, Jesslyn bisa menebak kalau tujuan sebenarnya dari ajakan daddynya itu adalah untuk ini.
"Dad, ga ada anak di dunia ini yang tidak bahagia jika kedua orangtuanya utuh berada di dekatnya, begitupun adek, tapi adek ga pernah mau ikut campur dalam kehidupan pribadi Mommy, karna adek ga mau menjadi orang yang membuat mommy bersedih apalagi sampe menangis" Jesslyn menjawab apa yang menjadi pertanyaan Daddynya.
"Adek, kemarin itu yang minta pisah itu mommy, daddy ga pernah berniat untuk meninggalkan mommy" Johan membela dirinya di depan putrinya itu.
"Kalau adek boleh tau, apa alasan mommy minta pisah sama daddy? kan ga mungkin tiba-tiba mommy minta pisah kalau daddy ga ada salah, karna selama ini adek sangat tau kalau mommy sangat sayang Daddy" Jesslyn sengaja tidak mendebat daddynya itu dan lebih ingin mendengar jawaban dari Daddynya atas apa yang dia tanyakan.
Johan terdiam dan tidak menjawab apa yang di tanyakan oleh putrinya itu, karna kalau dia menjawab sama aja dia harus membongkar apa yang sudah dia lakukan, apalagi dia ingat kalau putrinya pernah menangkap basah dirinya sedang berdua dengan Cindy di Lembang.
"Dek, daddy ga akan minta adek untuk ngelakuin hal yang adek ga suka, daddy cuma mau adek ngomong ke mommy kalau adek pengen liat mommy balikan lagi sama daddy" Johan menyebutkan permintaan nya kepada putrinya itu.
"Sorry dad, adek ga bisa ngelakuin itu, tapi adek ga akan ngelarang kalau daddy memang mau ngedeketin mommy, dan kalau memang mommy bersedia untuk balik sama daddy adekpun pasti akan ngedukung" Jesslyn secara tidak langsung menolak permintaan Daddynya untuk membantu membujuk mommy nya.
Johan hanya bisa terdiam dan tersenyum terpaksa mendengar perkataan Jesslyn yang terlihat seperti penolakan secara tidak langsung.
"Dad, maaf adek harus pulang sekarang karna udah malam banget, adek takut nanti mommy khawatir karna ga bisa ngitungin adek, ponsel adek lowbet" Jessly menunjukan ponselnya yang layarnya hanya berwarna hitam.
"Ya udah adek hati-hati bawa mobil, jangan ngebut udah malam" Johan melepas putrinya untuk pulang ke rumah mantan istrinya.
"Bye Dad" Jesslyn mencium pipi Daddynya dan berjalan meninggalkan cafe dan daddynya yang masih duduk di kursinya.
Johan mengusap kasar wajah nya karna gagal mendapatkan dukungan putrinya untuk membujuk Yana agar mau kembali padanya, sementara waktunya tinggal satu minggu lagi sebelum dia harus berangkat ke Kalimantan, kalau dia mengambil opsi untuk resign dari pekerjaannya kemungkinan besar dia akan menjadi pengangguran sebelum dia mendapatkan pekerjaan baru, kalaupun dia mendapatkan pekerjaan baru belum tentu dia akan mendapatkan posisi yang sama dan income yang sama seperti sekarang, Johan meremas rambutnya sebagai tanda kegusarannya dengan masalah yang sedang dia hadapi.
BERSAMBUNG
__ADS_1
LIKE BUAT YANG UDAH BACA, SEBAGAI BENTUK PENGHARGAAN KALIAN ATAS TULISAN SAYA, LIKE GRATIS KOK 😽😽