PENGORBANAN YANG TERSIA-SIA

PENGORBANAN YANG TERSIA-SIA
CHAPTER 008


__ADS_3

ENJOY YOUR READING GUYS🌿🌿🌿🌿🌿


Anya sedang sibuk menyiapkan keperluan sekolah adik-adik nya juga sarapan untuk mereka bertiga.


"Micca, Rio, buruan udah jam setengah tujuh" Anya memanggil kedua adiknya yang masih berada di dalam kamar mereka.


"Iya kak" Terdengar sahutan dari keduanya dan tidak berapa terlihat keduanya setengah berlari menuju meja makan.


"Buruan sarapan" Anya meletakan piring piring yang sudah terisi dengan nasi goreng dan telur dadar dengan ukuran besar, lalu ketiganya memulai sarapan mereka dengan nikmat, Anya sengaja ikut sarapan agar tidak di buru-buru waktu saat di Campus.


Dari bagian belakang rumah terlihat seorang wanita paruh baya yang membantu mencucikan baju Anya dan adik-adik nya.


"Mbak Anya ini apa ya di dalam kantong jaket kok berat" perempuan tersebut menyerahkan jaket Anya yang akan dia cuci.


Anya menghentikan makannya dan meletakan sendok dan garpu yang dia pegang lalu mengambil jaket yang di sodorkan padanya, Anya membuka kancing jaketnya dan merogoh ke dalam kantong jaket dan Anya baru ingat kalau dia memasukan Uang tip yang dia dapat dari Pria Jepang tadi malam, Anya mengeluarkan gepokan uang tersebut dan sangat kaget ternyata uang yang dia terima adalah uang Dollar dengan pecahan 100.


"Kak itu uang monopoli ya" Rip langsung bertanya saat melihat bentuknya yang beda dengan uang yang sering dia pegang, jadi menganggapnya kalau itu uang monopoli karna warnannya Yang justru mirip dengan uang monopoli.

__ADS_1


"Iya, ini Uang maianan anaknya temen kakak, tadi malam temen kakak nitip, tapi lupa mengambil nya" Anya sengaja mengiyakan perkataan Rio agar tidak ribet menerangkan.


"Ini Bu, makasih ya" Anya menyerahkan kembali jaket yang dia pegang kepada si Ibu yang masih menunggu.


"Bu Tuti nanti kalau pulang jangan lupa bawa nasi goreng yang udah saya taruk di taperwafe, sekalian ada ayam goreng juga" Anya mengingatkan, karna biasanya dia lebih dulu berangkat kuliah sebelum Bu Tuti selesai mencuci dan menggosok cucian baju tiga hari lalu, karna memang Bu Tuti hanya mencuci dua kali dalan seminggu begitupun dengan mensetrika baju.


"Iya Mbak" sahut Bu Tuti dan melanjutkan langkahnya kembali ke bagian belakang rumah untuk melanjutkan pekerjaanya.


"Sudah sarapannya? sekarang ambil tas kalian nanti ketinggalan Bus sekolah nya" Anya merapikan sedikit baju seragam sekolah kedua adiknya, Micca dan Rio bergegas mengambil tas sekolah mereka dan setelah mendapatkan uang jajan keduanya mencium pipi Kakak mereka secara bergantian, begitupun dengan Anya mencium pipi kedua adiknya dan Anya sengaja mengajarkan lebih mencium pipi daripada mencium tangan, karna Anya lenbih ingin mengajarkan tentang kasih sayang.


"Dah Kakak" Micca dan Rio segera berlari keluar rumah menuju jalan raya, karna sepuluh menit lagi bus sekolah mereka akan segera lewat.


"Bu, saya mau berangkat kuliah" Anya pamit.


"Iya Mbak" Bu Tuti berdiri dari tempatnya dan membasuh tangannya yang belepotan busa sabun, sebenarnya Anya sudah menawarkan untuk membelikan mesin cuci, tapi Bu Tuti menolak dengan alasan agar bisa sekalian olah raga jika mencuci dengan tangan, hahaha ada-ada aja Bu Tuti, tapi Anya menghargai keinginan Bu Tuti tersebut.


"Ini gaji Ibu buat Bulan ini" Anya memberikan amplop yang dia pegang.

__ADS_1


Terima kasih Mbak" Bu dengan senang menerima amplop tersebut, dia bisa menyisihka. sedikit gajinya berharap bisa pergi Umroh, biasalah hal tersebut selalu menjadi cita-cita orang kecil seperti dirinya.


"Bu jangan lupa nasi gorengnya dan saya titip kunci rumah ya sampe Micca sama Rio pulang" Anya berpesan dan mengingatkan takut kalau Ibu Tuti lupa dan langsung pulang begitu tugasnya selesai.


" Iya Mbak, makasih gajinya" Bu Tuti berjalan mengikuti Anya yang berjalan menuju pintu depan, dan Anya langsung menaiki motor maticnya dan tidak lupa dengan helmet juga sarung tangannya, Anya membunyikan klakson motornya sebagai tanda pamit sekali lagi dan Bu Tuti menganggukan kepalanya, setelah Anya menghilang dengan motornya Bu Tuti membuka amplopnya berniat untuk menghitung gaji yang dia terima dan Bu Tuti menghitungnya hingga tiga kali dan hasilnya tetap sama, gajinya kelebihan empat lembar yang artinya kelebihan 400ribu, mungkin Mbak Anya salah menghitung, dia harus mengembalikan kelebihan uang tersebut, karna Mbak Anya sudah sangat baik padanya, selalu memberikan makanan setiap pulang kerja dan selalu makanan baru bukan makanan lebih atau makanan sisa, padahal Mbak Anya dan kedua adiknya adalah yatim piatu tapi hati mereka justru sangat baik dan sangat dermawan, Bu Tuti mengunci pintu depan setelah merapikan uangnya kembali ke dalam amplop lalu setelah mengunci pintu Bu Tuti kem bali ke bagian belakang rumah untuk melanjutkan pekerjaanya.


TERKADANG ORANG MEMPERJAKAN KITA SERING MENGUJI KITA DENGAN KELEBIHAN UANG DALAM GAJI KITA, ATAU MENGUJI KITA DENGAN HARTA BENDA YANG ADA DI RUMAHNYA UNTUK MELIHAT KWALITAS KEJUJURAN KITA.


BERSAMBUNGMalam ini Anya sudah rapi dengan seragam kerjanya begitupun dengan Rica dan Anya sedikit heran dia dan Rica masih belum di suruh menemani klien padahal dari cctv terlihat sudah banyak klien yang datang, biasanya satu jam setelah jam kerja di mulai dia pasti sudah di panggil untuk memandu klien yang ingin berkaraoke di tempat ini tapi Anya tidak terlalu memikirkannya mungkin memang belum waktu dirinya untuk di panggil, Anya tidak melihat keberadaan Rica di ruang ganti padahal Anya belum mendengar manager memanggil Rica untuk menemani klien, untuk menghilangkan rasa jenuh Anya mengambil smartphone nya dan memainkan game untuk sekedar mengisi waktu sambil menunggu waktu dirinya untuk bekerja karna kalau dia menghubungi adik-adiknya takutnya malah akan kebablasan, dan di saat Anya sedang asyik dengan gamenya terlihat sang manager masuk ke ruangan tersebut.


"Anya kamu ke kamar nomer 4 ya" Perintah sang manager dan langsung meninggalkan Anya yang segera bersiap menuju ke kamar yang berada di lantai yang sama, jadi dia ga perlu capek naik tangga atau naik lift, Anya membuka pintu kamar nomer 4 dan melangkah masuk ke dalam dan Anya sedikit kaget karna melihat Rica sudah berada di kamar tersebut dan yang membuat Anya terkejut lagi adalah tamu yang harus dia temani adalah si pria bule yang hampir dua minggu lalu dia temani, sangat jarang terjadi menemani klien yang sama dua kali berturut-turut jika bukan si klien sendiri yang meminta kepada manager tempat ini.


"Tuan mau nyanyi lagu apa?" Anya langsung tude point untuk melaksanakan tugasnya.


Bian tersenyum melihat Anya yang sama sekali terlihat biasa saat berjumpa dengannya lagi dan ini tidak pernah terjadi dalam sejarah hidup seorang Bian Alexandro, biasanya para gadis akan langsung mengakrabkan diri mereka saat bertemu lagi dengan dirinya.


"Saya datang bukan untuk bernyanyi atau mendengar kamu bernyanyi, tapi saya mau kamu keluar dengan saya menemani saya makan malam" Bian memyampaikan keinginannya.

__ADS_1


BERSAMBUNG


Jangan lupa like dan vote guy's , semoga kalian enjoy dengan ceritanya, maaf kalau upnya dikit karna harus mencicil cerita yang lain juga, kalian bisa baca juga cerita yang lain juga, liat aja di listnya.


__ADS_2