PENGORBANAN YANG TERSIA-SIA

PENGORBANAN YANG TERSIA-SIA
CHAPTER 095


__ADS_3

ENJOY YOUR READING GUYS 🌿🌿🌿🌿🌿


"Wow.. berarti kalian masih ketemu dong tiap hari?" Marsha makin kepo.


"Ga, karna dia udah pindah kuliah ke luar negeri sekalian nemenin maminya berobat.


"Negara mana?" Marsha iseng aja pengen tau.


"Di sini?" Anya menjawab dengan santai.


"Wow seriously" Marsha di buat berpikir.


"Jangan-jangan dia di kampus ku dulu, apa kamu mau kita cari dia?" Marsha juga pengen tau wajah orang yang di sukai Anya, apa lebih dari Alex gantengnya.


"I don't know, tapi yang aku lihat di IG nya dia memang kuliah di kampus ternama di kota ini" Anya jadi membayangkan wajah yang dulu sering bersama dia saat ada kegiatan senat.


"Kenapa kamu ga mau cari dia? mungkin dia juga cinta sama kamu, kalau kalian saling cinta Alex mungkin bisa mengerti dan mengakhiri hubungan kalian" Marsha ingin tau respons Anya dengan omongannya.


"I'm not sure, and it seems impossible" Anya tersenyum kecil.


"Way? because you are not a virgin?" Marsha ga habis pikir kalau masih ada orang yang menilai cinta yang suci hanya dengan keperawanan, karna ada banyak alasan yang membuat wanita kehilangan keperawanan nya.


"Not about that" Anya memandang lurus ke depan dan melihat dirinya di cermin.


"So??" Marsha masih menunggu jawaban Anya.


"Dia sudah punya yang lebih cantik dari aku dan sepertinya anak orang kaya juga di LA, karna pas aku lihat IG perempuan nya dia dari LA, blasteran America Thailand" Anya jadi teringat saat dia membuka sosmed dan melihat orang yang dia suka menyatakan cintanya pada gadis yang ada bersamanya, sejak saat itu dia jadi menutup hatinya.


"Hei, don't be sad, kamu akan menemukan cinta sejatimu, siapapun itu, mungkin Alex atau pria lain.


"I not sure about that" Anya merapikan rambutnya yang sudah kering.


"Thanks" Anya tersenyum ke arah Marsha.


"Tidur yuk" Marsha berjalan ke ranjang nya di ikuti oleh Anya dan mereka merebahkan tubuh mereka di dua sisi yag berbeda.


"Night" Anya memiringkan tubuhnya membelakangi Marsha, pertanyaan Marsha membuat nya teringat pada cintanya yang pupus, bukan pacar pertama tapi baginya itu adalah cinta pertama nya.


"Night" Marsha membalas ucapan selamat tidur Anya dan memandang ke langit kamarnya, dia jadi berpikir orang terkaya di LA yang menikah dengan orang Thailand, jadi kepo juga buat nyari tau, sangat gampang mencari info orang terkaya kalau hanya di seputar America, dia pengen tau secantik apa perempuan yang menjadi pacar dari orang yang di sukai Anya, apa iya lebih cantik dari Anya, Marsha memejamkan matanya dan mematikan lampu kamarnya karna dia lebih nyaman tidur kalau suasana kamarnya gelap.


****

__ADS_1


Bian terbangun dari tidurnya saat dia meraba ranjang dan tidak menemukan tubuh Anya di dekatnya, Bian membuka matanya dan memang mendapatkan dirinya hanya sendiri, Bian melihat ke luar jendela dan memang hari sudah terang, Bian berpikir mungkin Anya ada di kamar mandi karna memang Anya selalu bangun lebih dulu dari dirinya, Bian mengenalkan pakaiannya dan berjalan ke kamar mandi.


"Honey..." Bian mengetuk pintu kamar mandi, tapi tidak ada jawaban dan sepertinya memang tidak ada orang di dalamnya, karna penasaran Bian membuka pintu kamar mandi dan memang tidak ada siapapun di dalamnya.


"kemana dia, emang udah berani turun ke area Mansion sendiri" Batin Bian, Bian memandang sekeliling kamar dan melihat kalau pintu teras sedikit terbuka, Bian melangkah ke arah teras dan memandang ke sekeliling bagian Mansion yang bisa dia lihat dari teras kamar Anya, tapi dia tidak melihat keberadaan Anya, Bian menutup pintu teras dan melangkah ke pintu kamar lalu berjalan keluar dari dalam kamar Anya, Bermaksud untuk menanyakan keberadaan Anya kepada Peter tapi saat melihat jam yang sudah menunjukan pukul delapan pagi, Bian memutuskan untuk membersihkan dirinya dulu karna dia harus bertemu dengan tuan Joseph jam makan siang, mungkin Anya sedang bersama adik-adiknya, Bianpun berjalan ke tangga menuju lantai tiga.


****


Marsha terbangun karna merasakan ada yang hangat menerpa wajah nya, Marsha membuka mata nya dan melihat kalau Anya berada di dekatnya dan sedang memeluknya dengan erat, (berasa meluk guling kayaknya) Marsha memperhatikan wajah Anya saat tidur begini terlihat sangat cantik dan tenang seperti tidak ada beban hidup, pantas kalau Alex tergila-gila dengan Anya, Marsha menyingkirkan rambut yang menutupi sebagian wajah Anya yang masih terlelap, hidung mancung, alis sedikit tebal, bulu mata yang lentik walau tidak terlalu panjang, dan bibir yang tidak tipis, sangat menggoda pandangan mata, apalagi mata lelaki, tapi Marsha merasa heran kalau mengingat cerita Anya tentang orang yang dia cintai, kenapa bisa ga nyadar kalau Anya menyukai nya, setidaknya masa ga tertarik dengan kecantikan Anya yang bisa di bilang sempurna, Marsha jadi benar-benar ingin tau tentang orang yang di sukai Anya, secepatnya dia akan mencari tau.


Marsha dengan sangat pelan memindahkan tangan Anya yang berada di tubuhnya agar Anya tidak terbangun, lalu Marsha dengan perlahan bangun dari tempat tidurnya, Marsha berjalan ke arah pintu sambil menggulung rambut panjangnya yang berwarna agak pirang, Marsha membuka pintu kamar nya dan berjalan keluar kamar dan saat akan menuju lift Marsha melihat Alex keluar dari dalam kamar tidurnya dan sudah berpakaian rapi.


"Morning Lex" Marsha menyapa dan memberikan ciuman di pipi Alex sekilas.


"Morning" Balas Bian yang berjalan sambil merapikan dasinya.


"Kamu ada lihat Anya?" Bian jadi ingat kalau dia belum menemukan dimana wanitanya itu.


"Ada di kamar lagi tidur" Marsha menjawab apa adanya.


"Ga ada, tadi pas aku bangun dia ga ada" Alex sepertinya salah persepsi atas jawaban Marsha.


"Kata siapa ga ada? tadi aku keluar kamar dia masih tidur" Marsha kekeh dengan jawaban nya, tapi Marsha jadi paham kenapa Anya tidak memakai dalaman apapun tadi malam, seperti nya Anya dan Alex habis olahraga panas.


"Ceritanya tadi malam aku lagi berenang, pas aku keluar dari dalam kolam renang ternyata udah ada Anya di sana, lalu aku tanya kenapa ga tidur, kata dia udah tidur tapi terbangun, karna ga bisa tidur lagi dia mikir buat jalan-jalan ke rooftop karna ga mau ganggu yang lain kalau dia jalan-jalan di dalam Mansion, ya udah kami ngobrol lumayan lama, terus kami masuk ke Mansion lewat kamarku, karna aku pikir Anya tidur sendiri ya udah aku tawarin buat tidur di kamarku" Marsha menjawab apa yang terjadi, walau insiden kecebur tidak dia ceritakan.


Bian hanya menganggukan kepalanya.


"Kamu mau kemana hari ini?" Bian memandang sekilas ke arah Marsha.


"Semalam uncle Richard telpon, katanya kalau sempat aku di suruh ke kantor untuk ikut rapat dengan client dari German, katanya client penting" Marsha memberitaukan skejul nya.


"Memangnya ada apa?"


"Aku hari ini seperti nya sibuk, karna harus bertemu dengan tuan Joseph juga, jadi kalau kamu ga keberatan, ajaklah Anya bersama mu, kasian kalau dia di Mansion karna dia juga belum akrab dengan mommy, kau tau kan dia orangnya susah kalau harus mengakrabkan diri duluan, memang mommy ga ada masalah dengan dia tapi aku kasian kalau dia hanya di kamar saja atau berkeliaran di mansion karna ga tau harus apa" Bian meminta Marsha untuk mengajak Anya bersamanya.


Marsha terdiam dan terlihat berpikir dengan permintaan Alex, ga masalah juga kalau Anya ikut dengan dia, karna skejul dia yang penting cuma meeting jam sebelas nanti sekalian makan siang, karna meeting nya juga di luar kantor.


"Ok, no problems" Marsha menganggukan kepalanya menyanggupi permintaan Alex untuk membawa Anya bersamanya.


Bian dan Marsha keluar dari dalam lift saat lift berhenti di lantai satu, mereka berjalan ke arah ruang makan, terlihat hanya ada tiga anak ABG yang sedang menikmati sarapan mereka, Bian duduk di samping Bianca.

__ADS_1


"Morning Dad" Bianca menyapa dan mencium pipi Daddynya.


"Morning sweety, Morning Mom" Bian menyapa Mommy nya yang sedang sibuk di dapur melihat apa saja yang harus di beli.


"Morning son" Ratih melihat sekilas ke arah putranya.


"Morning Mom" Marsha berjalan ke arah mommy nya dan mencium pipi mommy nya.


"Morning honey" Ratih balas mencium pipi Marsha.


"Morning Rio, Micca" Bian menyapa Rio dan Micca yang sedang menikmati sarapannya.


"Morning kak" Balas Rio dan Micca secara serentak.


"Cieeee yang sarapan bareng" Marsha menggoda keponakannya yang duduk berhadapan dengan Rio.


"Daddy lihat Aunty" Bianca mengadu pada Daddynya dan melotot ke arah Rio.


"Marsha jangan menggoda nya terus" Bian menegur Marsha untuk berhenti menggoda Bianca.


"Hallo calon keponakan yang ganteng" Marsha menyapa Rio.


"Micca gimana makanannya suka?" Marsha menyapa Micca yang masih focus dengan sarapannya.


"Suka kak" jawab Micca singkat, sementara Rio sedikit bingung di panggil calon keponakan, cuma Bianca yang melotot ke arah Aunty nya.


"Kamu ga sarapan sekalian?" Bian bertanya karna melihat Marsha tidak ikut duduk dengan mereka.


"Ini aja" Marsha menunjukan botol yang berisi orange juice yang ada di tangannya dengan memegang dua gelas di tangan yang satunya, Marsha berjalan meninggalkan ruang makan bermaksud untuk kembali ke kamarnya di lantai tiga.


Sementara Anya yang baru terbangun dari tidurnya melihat sekelilingnya dan hanya mendapatkan kalau dirinya saja yang ada di dalam kamar Marsha, Anya berjalan menuju pintu kamar bermaksud untuk kembali ke kamarnya, tapi dia menghentikan langkahnya dan berpikir kalau ga enak juga kalau dia keluar kamar dengan keadaan baru bangun tidur, sedangkan yang lain pasti sudah pada bangun dan sudah berkumpul di Mansion, karna dia juga tidak melihat keberadaan Marsha,


(Lebih baik gue sekalian mandi ada) batin Anya, Anya pun berbalik arah dan berjalan ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya.


Marsha membuka pintu kamar nya dan melangkah masuk ke kamar nya tapi dia tidak melihat keberadaan Anya. (apa dia udah kembali ke kamarnya?) tapi sayup-sayup Marsha mendengar suara air dari dalam kamar mandi, (Apa Anya yang ada di kamar mandi?) Marsha berjalan ke pintu kamar mandi.


"Tok tok tok, Anya, kamu di dalam?" Marsha mengetuk pintu kamar mandi.


"Iya... aku di dalam" terdengar jawaban dari dalam kamar mandi.


BERSAMBUNG

__ADS_1


like like like, yang mau ikutan vote di tunggu.


__ADS_2