
ENJOY YOUR READING GUYS 🌿🌿🌿🌿🌿🌿
"
"Bagaimana? apa kakak ku hebat di atas ranjang??" Marsha berbisik di kuping Anya dan pertanyaan Marsha membuat pipi Anya merona merah karna pertanyaan Marsha yang langsung tude point tanpa menanyakan apa hubungan dirinya dengan Bian.
"Tidak usah di jawab kalau kamu malu untuk mengatakan, karna aku juga sudah mendapatkan jawaban nya dari wajahmu yang merona merah itu" Marsha kembali berbisik di kuping Anya.
Tetap aja Anya merasa malu dengan pertanyaan Marsha ini, karna jawabannya mengandung unsur 21+, Sementara Bian yang dari tadi memandang ke arah Anya dan Marsha yang sepertinya bisa menjadi akrab dan merasa sedikit penasaran karna melihat sepupu nya itu berbisik di kuping Anya entah berbisik tentang apa , tapi kalau di lihat dari perubahan wajah Anya Bian menebak kalau itu bukanlah hal yang mudah untuk Anya, dia ingin bertanya tapi dia tau dia tidak akan mendapatkan jawaban apapun, pasti yang dia dapat adalah jawaban seperti ini,( jangan kepo, ini urusan perempuan, lelaki ga boleh tau) makanya dia memilih untuk tidak menjawab, karna Marsha dan Anya memiliki sifat yang hampir mirip, tidak akan menceritakan apapun yang mereka tidak ingin orang lain tau, dalam artian cukup bisa menyimpan sesuatu yang bersifat rahasia.
"Guy's, kita makan yuk, aku sudah memasak makanan yang enak dan pastinya kesukaan kakakku yang ganteng ini" Marsha mengajak Bian, Dino, dan juga Anya dan menggandeng tangan Bian menuju meja makan yang di atasnya sudah tertata dengan rapi beberapa menu makanan western yang sangat akrab di mata Bian dan Dino tapi tidak untuk Anya, karna sepertinya makanan ini tidak pernah dia lihat di restoran manapun saat Bian mengajaknya makan di luar, semuanya berjalan menuju meja makan dan duduk di masing-masing kursi kosong dan piring kosongpun sudah tersedia di depan mereka .
"Owh iya Marsha, ada apa kamu ke sini? pastinya bukan cuma buat liburan kan" Bian bertanya urusan apa yang membuat sepupu nya itu datang jauh-jauh dan rela terbang selama 20 jam lebih.
"Daddy meminta ku untuk membantumu mengurus perusahaan di sini, dan nantinya Daddy mau aku yang menghendle semua usaha yang ada di Bali, supaya kamu bisa focus mengurus perusahaan yang lain, dan nantinya Daddy akan meminta Daniel anaknya Uncle Jordan Assistan Daddy untuk menghandle perusahaan di Jakarta , dan kamu focus mengurus yang ada di America dan Europe"Marsha menjelaskan maksud kedatangannya ke Indonesia.
"Kenapa Daddy tidak membicarakan nya denganku?" Bian merasa aneh juga karna hal sepenting ini tidak di bicarakan dengan dirinya, walau dia juga senang karna tidak harus berada lama di suatu negara, paling dia hanya mengcontrol keuangan dan kemajuan juga masalah yang ada di perusahaan di negara tersebut, dan dia bisa focus dengan keluarga nya.
"Daddy akan membicarakan nya setelah nanti kamu pulang, kata Bianca kau akan pulang dalam dua bulan ini dan mengajaknya ke pulau di Perancis?" Marsha kepo dengan beritau yang di bawa oleh keponakannya yang cantik.
"Kau kan tau kalau sebentar lagi pemilu gubernur new york akan di lakukan, dan aku harus di sana untuk memastikan kemenangan Mr Roger agar bisa menjabat kembali" Bian mengatakan tujuan utamanya pulang ke new york dalam waktu dekat ini.
__ADS_1
"Lalu apa kau yakin mau tinggal di negara ini untuk waktu lama?" Bian kembali bertanya pada sepupu nya itu.
"Aku belum liat keadaan di Bali, kalau suasana nya mendukung mungkin aku akan betah, kalau tidak, ya aku akan merayu Daddy untuk pindah ke negara lain" Marsha menjawab dengan santai.
'Ya sudah, satu minggu ini kau istirahat lah dulu, jika kau ingin melihat-lihat kota ini, Dino akan mengantarkan mu" Bian memandang ke arah Dino, dan Dino menganggukan kepalanya.
'Lex, sudah ada calon, kapan kau akan menambah kan keponakan untuk ku??" Marsha bertanya dalam bahasa German.
"Bian hanya mengangkat bahunya, karna dia memang tidak tau, karna urusan anak tidak bisa hanya karna keinginan nya, harus ada persetujuan pihak perempuan nya juga, karna pihak perempuan lah yang akan mengurus anak tersebut dari kecil hingga besar, setidaknya selama delapan belas tahun.
"Kau tau kan, mommy tidak pernah mematokan perempuan seperti apa yang harus menjadi istrimu, yang penting attitude nya bagus, dan aku rasa dia bisa menjadi istri dan Ibu yang baik untuk keluarga mu nanti" Marsha masih berbicara dengan bahasa German.
"Lex, Bianca ada cerita soal anak lelaki yang katanya menyebalkan, siapa anak lelaki itu?" Marsha mengganti topik mereka.
Bian tertawa mendengar pertanyaan Marsha.
"Apa Bianca membicarakan soal itu juga?" Bian balik bertanya.
"Yes, Bianca bilang anak lelaki itu mau merebut boneka bear nya dan selalu ada dimanapun Bianca berada, memangnya siapa anak lelaki itu?" Marsha mengulang pertanyaan nya.
"Namanya Rio, dia adik bungsunya Anya" Bian memberitaukan siapa anak lelaki yang di maksud Marsha.
__ADS_1
"Nona, sepertinya keponakan ku menyukai adik lelaki mu" Marsha berkata sambil tertawa.
Anya hampir tersedak mendengar ucapan Marsha.
"Maaf Nona, kenapa anda bisa bicara seperti itu?"
"Jangan terlalu formal, cukup aku dan kamu saja, kalau memanggil dengan sebutan anda, kita seperti rekan bisnis" Marsha meminta Anya untuk tidak memakai bahasa yang terlalu formal antara mereka.
"Keponakan ku memang seperti itu, jika dia membicarakan sesuatu hal atau seseorang cukup sering, berarti dia ada rasa tertarik dengan apa yang dia bicarakan" Marsha menjelaskan sifat dari Bianca.
"Sepertinya hubungan kalian akan menjadi unik, anak sambungku adik iparku" Ujar Marsha lagi dengan masih tertawa kecil.
"Bianca masih terlalu kecil Nona, nanti juga perasaannya akan berubah" Anya merasa tidak yakin dengan apa yang di katakan oleh sepupu nya Bian itu.
"Will see, tapi perlu kau tau, keponakan ku itu sama seperti Daddynya, tidak menerima penolakan, kau tau, dulu dia pernah menginginkan hewan yang tidak boleh di pelihara secara pribadi, dia gambek dan tidak mau makan sampe dia harus di infus, akhirnya Alex berbicara pada pihak perlidungan hewan langkah agar bisa memberikan ijin pada mereka untuk memeliraha hewan tersebut, dan karna melihat kondisi Bianca yang tetap mogok makan walau sudah sampai di infus, akhirnya pihak perlidungan hewan langkah memberikan ijin, walau dengan banyak syarat, dan setelah tau keinginan terwujud barulah Bianca mau kembali makan, jadi kalau benar keponakan ku menyukai adik mu, akan sangat sulit untuk menolak, karna dia cenderung menyakiti dirinya sendiri bukan orang lain" Marsha menjelaskan dengan sedetail-detailnya.
Anya hanya terdiam karna terlalu cepat baginya untuk menilai sesuatu yang kemungkinan nya untuk terjadi sangat tidak mungkin, karna kemungkinan untuk Rio kembali bertemu dengan Bianca itu tidak bisa di pastikan, kalau mereka tidak bertemu pasti semua yang di katakan Marsha tidak akan terjadi, sementara Bian hanya diam mendengar semua yang di katakan Marsha karna semuanya benar, dia menikmati makanan nya dan ingin beristirahat setelahnya.
B****ERSAMBUNG****
like like like dong.
__ADS_1