PENGORBANAN YANG TERSIA-SIA

PENGORBANAN YANG TERSIA-SIA
CHAPTER 127


__ADS_3

ENJOY YOUR READING GUYS 🍁🍁


Seorang pria bule terlihat sedang berdiri di depan jendela ruangan kerjanya yang semuanya terbuat dari kaca dan itu membuat jarak pandang menjadi sangat luas, pria bule itu terlihat seperti sedang memikirkan sesuatu atau sedang mengingat sesuatu yang seperti nya sangat membekas di ingatan nya.


"Kenapa senyuman anak itu sangat mirip dengan dia?" walau anak itu berwajah bule Dan memiliki warna mata yang sama dengan dirinya tapi senyum anak itulah yang sangat membekas di kepalanya, ya pria bule itu tak lain adalah Dino, Dino mengingat balita yang tadi pagi bertabrakan dengan dirinya siang hari tadi, Dino terus terdiam masih dengan pertanyaan tentang balita yang membuatnya kembali teringat dengan seseorang yang sudah lama menghilang dari hidupnya.


Rika meletakan putranya yang sudah terlelap dalam tidurnya sejak mereka berada di dalam mobil tadi, Rika memijit tengkuk nya yang terasa sedikit pegal, karna hari ini restorannya sangat ramai hingga dia pun harus ikut turun tangan di lapangan dalam menjamu tamu-tamu yang datang karna selain tamu -tamu umum restorannya juga di booking oleh sebuah perusahaan untuk meeting, Rika berjalan ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya setelah memastikan putranya aman di atas tempat tidurnya. Rika yang sudah selesai membersihkan dirinya dan sudah rapi dengan piyama tidurnya, Rika berjalan keluar dari dalam kamarnya, Rika berjalan turun dari lantai dua dan berjalan ke ruang keluarga dan mendapati mamahnya sedang menonton sinetron, biasalah ibu-ibu favouritnya pasti menonton sinetron, Rika duduk di samping mamahnya dan memgambil majalah yang ada di atas meja dan mamah hanya melihat sekilas ke arah putri semata wayangnya itu dan melanjutkan kembali menonton sinetron favouritnya.


"Ga bosen apa Mah tiap hari nontoni cerita kayak gitu?" Rika melihat sekilas ke arah TV melihat sinetron yang sedang di tonton mamahnya.


"Ceritanya seru kalau kamu mau tau" Mamah menjawab namun matanya tetap focus ke TV. Rika cuma bisa geleng-geleng kepala dan tidak berniat mendebat mamahnya.

__ADS_1


"Zheon masih pulas tidurnya?" Mamah mengalihkan focusnya saat iklan sedang berlangsung.


"Sepertinya dia sangat memgantuk karna kelamaan main tadi di restoran. tiba-tiba obrolan antara anak dan ibu ini terpotong dengan bunyi smartphone Rika yang tadi Rika letakan di atas meja saat mengambil majalah yang sedang di bacanya, Rika melihat nama yang muncul di layar smartphonenya dan langsung mengambil smartphone nya dan menjawab panggilan yang masuk.


"Hai babe" Rika menyapa seseorang yang menelponnya, baru nyampe rumah, ya kisaran limabelas menitan, Zheon udah tidur, kecapean dia main dari siang sampe sore, si kembar lagi apa? cafe gimana? syukurlah kalau makin rame, gue juga hari ini lumayan capek karna resto hari ini di booking buat meeting satu perusahaan, ya bersyukur aja karnakan ga tiap hari juga ada bookingan kayak gini, besok? ada, ada waktu gue, ketemu dimana? ok, Zheon kan emang selalu ikut gue babe, biar ada nannynya juga mana mau dia jauh dari gue, oke besok ketemu di tempat biasa, bye " Rika mengakhiri pembicaraan mereka dan kembali meletakan smartphone nya di atas meja dan melanjutkan melihat majalah yang masih ada di tangannya.


"Ri, mamah pengen ke Bandung mau ziarah ke makam Abah" Mamah memyampaikan keinginannya.


"Tapi Ma, Rika belum ada waktu luang untuk satu bulan ini" Rika sedikit terkejut dengan apa yang baru saja mamahnya katakan, karna baru dua bulan lalu mereka ziarah ke makam Ayahnya, dia sama sekali tidak keberatan dengan keinginan mamahnya tapi memang kesibukannya atas restorannya dalam beberapa minggu ini sangat rame dengan pengujung selain pengujung yang makan di tempat ada pesanan online yang jumlahnya juga banyak , dan itu terjadi hampir di semua cabang restoran milik Rika yang tersebar di beberapa tempat dan semuanya masih berada di Bali.


"Mamah ajak mbak Retno aja buat nemenin Mamah" Rika menawarkan Nanny nya Zheon untuk pergi bersama Mamahnya.

__ADS_1


"Ga usah, kalau Mbak Retno ikut nanti yang bantuin kamu buat jagain Zheon siapa? udah gpp mamah berangkat sendiri" Mamah tetep kekeh untuk berangkat sendiri.


"Mamah mau nginap di hotel mana? biar Rika langsung booking sekalian jadi nanti mamah tinggal datang ke hotelnya langsung cek-in" Rika udah pasrah karna mamahnya tetep kekeh dengan keinginan nya.


"Ga usah nginap di hotel, mamah nginap di rumah uwak kamu aja, di bawain oleh-oleh juga mereka udah senang" Mamah menolak tawaran untuk menginap di hotel dan memilih untuk menginap di rumah kakaknya.


"Ya udah nanti kita cari oleh-oleh buat uwak, mamah mau berangkat kapan? biar Rika cek ticket pesawatnya" Rika langsung bertanya soal tanggal keberangkatan mamahnya agar bisa dapat ticket yang Di inginkan.


"mamah berangkat hari minggu aja biar uwak kamu ga bentrok waktunya pas jemput mamah di bandara" Mamah menentukan hari keberangkatan nya.


"Ya udah, Rika cek ticket pesawatnya dulu" Rika mengambil kembali smartphone nya untuk mencarikan ticket pesawat.

__ADS_1


BERSAMBUNG


Maaf kalau update nya suka ga jelas, tapi Di pastikan ceritanya Akan tetap lanjut,🙏🙏🙏


__ADS_2